10 Tokoh Kristen Dari Kalangan Atas Di Alkitab

Artikel ini akan membahas tentang 10 tokoh Kristen dari kalangan atas di Alkitab Perjanjian Baru, atau dari latar belakang sosial dan ekonomi tinggi.

Pada zaman Alkitab Perjanjian Baru, sebagian besar pengikut Tuhan Yesus atau orang Kristen berasal dari kalangan bawah.

Dan masih jarang orang Kristen yang berasal dari kalangan atas, baik status sosial maupun status ekonomi.

Baca juga: 10 Murid Yesus Dari Kalangan Atas

Sebab pada masa itu kekristenan masih sangat minoritas di tengah-tengah orang Yahudi yang menolak Tuhan Yesus, terlebih di antara orang Yunani-Romawi penyembah dewa-dewa.

Orang-orang Kristen yang berasal dari kalangan atas tersebut merupakan hasil penginjilan murid-murid Tuhan Yesus, terutama Rasul Paulus.

Baca juga: 10 Pemimpin Gereja Paling Berpengaruh Di Alkitab

Mereka ada yang bekerja pada pemerintahan Romawi, bendahara kerajaan, kepala sinagoge Yahudi, hingga orang-orang kaya yang memiliki banyak budak.

Berikut artikel tentang 10 tokoh Kristen dari kalangan atas di Alkitab, atau dari latar belakang sosial dan ekonomi tinggi.

Siapa saja mereka?

Berikut pembahasannya.

 

1. Kornelius 

Kornelius adalah seorang perwira pasukan Romawi.

Seorang perwira Romawi biasanya membawahi 100 orang prajurit.

Artinya Kornelius punya jabatan yang cukup tinggi.

Kornelius jelas bukan orang Yahudi. Namun ia bersama keluarganya adalah orang-orang yang “takut akan Allah”, yakni orang non-Yahudi penganut agama Yahudi.

Alkitab berkata bahwa Kornelius adalah seorang yang saleh, yang banyak beramal bagi umat Yahudi (Kisah Para Rasul 10:1-2).

Umumnya para perwira dan prajurit Romawi dikenal jahat dan membenci orang Yahudi serta dibenci orang Yahudi.

Namun Kornelius berbeda.

Kornelius juga seorang yang tekun berdoa kepada Allah. (Baca: 7 Tokoh Pendoa Di Alkitab)

Pada waktu berdoa, ia mendapat panggilan Allah untuk menjadi seorang Kristen.

Ia dikunjungi oleh seorang malaikat, yang menjelaskan bahwa ia harus menjemput seorang yang bernama Simon (Petrus) untuk menyatakan keselamatan kepadanya dan seisi rumahnya.

Akhirnya Petrus pun datang ke rumah Kornelius dan menceritakan tentang keselamatan di dalam nama Tuhan Yesus, sehingga ia dan seisi rumahnya menjadi orang percaya.

 

2. Sida-sida Etiopia 

Suatu ketika Tuhan melalui seorang malaikatnya menyuruh Filipus untuk pergi ke sebuah jalan dari Yerusalem menuju Gaza, sebuah jalan yang sunyi.

Ketika Filipus tiba di tempat yang diperintahkan oleh Tuhan, ternyata seorang sida-sida Etiopia yang baru saja pulang beribadah dari Yerusalem, sedang lewat dengan keretanya di jalan tersebut.

Rupanya sida-sida itu adalah seorang pejabat tinggi, karena ia merupakan kepala perbendaharaan Ratu Etiopia.

Jelas, ia adalah seorang proselit, penganut agama Yahudi dari bangsa lain.

Roh Kudus kemudian memerintahkan Filipus untuk mendekati kereta sida-sida tersebut.

Filipus mendengar sida-sida itu sedang membaca nas Yesaya 53:7-8, tentang hamba Tuhan yang menderita, yang merupakan nubuat tentang Tuhan Yesus.

Filipus pun bertanya apakah orang tersebut mengerti apa yang dibacanya.

Sida-sida itu mengatakan bahwa ia tidak mungkin dapat mengerti jika tidak ada yang memberitahukannya kepadanya.

Lalu ia meminta Filipus naik ke keretanya. Ia bertanya kepada Filipus tentang hamba Tuhan yang menderita itu, apakah itu nabi Yesaya sendiri ataukah orang lain?

Bertolak dari nas tersebut, Filipus pun memberitakan Injil kepada sida-sida tersebut sehingga ia bertobat.

Sida-sida memberi dirinya dibaptis oleh Filipus (Kisah Para Rasul 8:26-38).

 

3. Paulus 

Paulus adalah seorang Yahudi yang lahir di Tarsus, wilayah Yunani, tetapi dibesarkan di kota Yerusalem, Israel.

Sebagai orang Yahudi perantauan, Paulus pasti fasih berbahasa Yunani, bahasa internasional pada waktu itu.

Tentu, sebagai orang Israel asli, ia juga mampu berbahasa Ibrani/Aram, bahasa sehari-hari orang Yahudi di Israel.

Paulus berpendidikan tinggi, ia pasti belajar filsafat Yunani dan berbagai ilmu pengetahuan pada masanya.

Paulus juga belajar agama Yahudi/Perjanjian Lama di bawah dididikan langsung Gamaliel, seorang rabi Yahudi paling dihormati pada masa itu (Kisah Para Rasul 22:3).

Keluarga Paulus juga adalah keluarga yang cukup terpandang, sebab Paulus sudah menjadi warganegara Romawi sejak lahirnya (Kisah Para Rasul 22:27-28).

Pada masa itu tidak semua orang bisa menjadi warganegara Romawi.

Sudah pasti keluarga Paulus juga termasuk keluarga yang mampu secara ekonomi.

Hal ini nyata dari pengakuan Paulus sendiri (Filipi 3).

Saulus atau Paulus bertumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas dan sangat fanatik dalam beragama.

Dalam perjalanannya Paulus kemudian menjadi  seorang anggota sekte Farisi, salah satu sekte agama Yahudi paling berpengaruh pada masa itu.

Paulus sangat membenci kekristenan. Dan ia pergi ke Damsyik untuk membunuh orang-orang Kristen.

Tetapi di tengah jalan Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan memanggilnya menjadi rasulNya. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Paulus Di Alkitab).

 

4. Sergius Paulus

Ketika Paulus dan Barnabas Tuhan utus untuk memberitakan Injil (Kisah Para Rasul 13:1) maka mereka pergi ke pulau Siprus, kampungnya Barnabas.

Mereka memberitakan Injil di rumah-rumah ibadat (sinagoge) Yahudi di kota Salamis.

Gubernur pulau Siprus, Sergius Paulus, sangat terbuka dengan Injil sehingga mengundang Paulus dan Barnabas ke rumahnya.

Tetapi Elimas, seorang tukang sihir dan nabi palsu, berusaha menghalangi-halangi Paulus dan Barnabas, ketika mereka sedang menyampaikan Injil kepada Sergius Paulus.

Maka melalui rasul Paulus, Tuhan menghukum Elimas sehingga ia buta seketika.

Hal ini membuat gubernur pulau tersebut bertobat dan percaya Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 13:4-12).

 

5. Lidia

Lidia adalah seorang perempuan non-Yahudi penganut agama Yahudi yang tinggal di kota Filipi, Makedonia.

Lidia adalah seorang perempuan yang kaya yang berprofesi sebagai seorang pedagang kain ungu.

Pada masa itu kain ungu terbuat dari kerang dan harganya sangat mahal, sehingga hanya orang-orang tertentu yang bisa membelinya.

Ketika Paulus masuk ke sinagoge Yahudi dan memberitakan Injil di situ, Lidia, yang saat itu turut beribadah, dengan serius memperhatikan pengajaran Paulus.

Ia kemudian membuka hatinya dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Maka Lidia dan seisi rumahnya (para pelayan dan budak) pun memberi diri dibaptis (Kisah Para Rasul 16:13-15).

Sehingga Lidia adalah orang Eropa pertama yang menjadi Kristen!

Lalu, merasa berterima kasih karena telah diselamatkan melalui pelayanan Paulus, maka Lidia mendesak Paulus dan teman-temannya untuk menumpang di rumahnya. (Baca: 15 Tokoh Alkitab Yang Murah Hati).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!