10 Tokoh Minoritas Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas

 

6. Abednego

Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas yang keenam adalah  Azarya, atau yang lebih dikenal sebagai Abednego.

Seperti telah disebut di atas, Abednego adalah teman Daniel, Sadrakh dan Mesakh, yang merupakan orang-orang cerdas sehingga terpilih untuk dididik di kerajaan Babel agar bisa bekerja bagi raja Babel, Nebukadnezar.

Seperti dua temannya yang lain, Sadrakh dan Mesakh, Abednego juga menjadi salah satu orang terpenting di kerajaan Babel, di bawah raja Nebukadnezar.

Abednego juga seorang yang takut akan Tuhan dan tidak bersedia menyembah patung Nebukadnezar sekalipun nyawa taruhannya. Sebagai bentuk kekagumannya pada iman Abednego dan teman-temannya, serta bentuk penghormatannya kepada Allah yang telah menyelamatkan mereka, Nebukadnezar kembali mempercayakan jabatan lain kepada Abednego dan teman-temannya.

Tidak ada keterangan lainnya tentang karier selanjutnya dari Abednego.

 

7. Ester

Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas yang ketujuh adalah Ester.

Ester merupakan seorang wanita Yahudi yang berada di pembuangan di Persia (saat itu Babel sudah dikuasai oleh Persia). Ester adalah seorang yang cantik parasnya (Baca: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab).

Namun ia seorang anak yatim piatu. Karena itu, ia diasuh oleh Mordekhai, saudara sepupunya.

Suatu ketika, Ahasyweros, raja Persia, mengadakan pesta yang sangat besar bagi para pegawai istananya dan seluruh rakyatnya. Lalu ia meminta ratu Wasti untuk mempertunjukkan kecantikannya di hadapan para pembesar dan rakyatnya. Namun sang ratu menolak permintaan raja. Akibatnya, ia akhirnya dibuang.

Setelah ratu Wasti dibuang, maka diadakanlah sebuah kontes untuk mencari penggantinya. Setelah melalui seleksi yang ketat, dan dengan campur tangan Tuhan, Ester akhirnya terpilih sebagai ratu baru di Persia. Tetapi Ester menyembunyikan asal-usulnya sebagai seorang Yahudi (Ester 2:1-20).

Melalui Esterlah bangsa Yahudi akhirnya diselamatkan dari pembantaian di Persia. Sebab saat itu Haman, seorang pejabat Persia, merencanakan pemusnahan bangsa Yahudi di seluruh kerajaan Persia (lihat poin 8 di bawah). Tetapi dengan kedudukannya sebagai ratu, Ester berhasil menyelamatkan bangsanya.

 

8. Mordekhai

Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas yang kedelapan adalah Mordekhai.

Mordekhai adalah seorang Yahudi yang berada di pembuangan di Persia. Seperti telah disebut di atas, Mordekhai adalah saudara sepupu Ester, yang kemudian mengangkat Ester sebagai anak.

Suatu waktu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja Persia, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu. Karena itu mereka berencana untuk membunuh raja Ahasyweros. Tetapi rencana tersebut diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannya kepada Ester, sang ratu, lalu Ester melaporkannya kepada raja atas nama Mordekhai. Akibatnya, Bigtan dan Teresh disulakan pada tiang (Ester 2:21-23).

Kemudian, ketika Haman, pejabat tertinggi di bawah raja Ahasyweros lewat, semua orang memberi hormat dan sujud kepadanya. Tetapi Mordekhai tidak memberi hormat kepada Haman dan tidak sujud kepadanya (karena sebagai orang Yahudi Mordekhai merasa tidak boleh sujud kepada manusia). Akibatnya, Haman sangat benci kepada Mordekhai. Haman berencana untuk membunuh Haman, bahkan segenap bangsanya, orang Yahudi (Ester 3:1-15).

Sementara itu, hati raja Ahasyweros gelisah dan tidak dapat tidur (pastilah ini atas campur tangan Tuhan). Lalu raja meminta agar kitab sejarah kerajaan dibacakan di hadapannya, dan didapatilah dalam kitab tersebut bahwa Mordekhai pernah berjasa kepada raja karena memberitahukan rencana Bigtan dan Teresh untuk membunuh raja. Akhirnya Mordekhai dikarunia jabatan yang tinggi di kerajaan Persia (Ester 6:1-14).

Melalui kerjasama dengan sepupunya yang telah menjadi ratu Persia, Ester, dan dengan kedudukan barunya sebagai pejabat tinggi di Persia, Mordekhai berhasil menggagalkan rencana Haman untuk memusnahkan bangsa Yahudi. Hal ini setelah raja Persia berpihak kepada mereka. Bahkan Haman yang akhirnya dihukum mati oleh raja Persia.

 

9. Ezra

Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas yang kesembilan adalah Ezra.

Ezra adalah pemimpin rombongan kedua Israel/Yehuda yang kembali dari pembuangan di Persia menuju Yerusalem. Sebelumnya telah ada rombongan pertama yang kembali ke Yerusalem, yang berhasil membangun kembali Bait Suci kedua.

Ezra adalah seorang ahli kitab/ahli hukum Taurat Musa. Namun demikian, Ezra juga merupakan seorang pejabat di kerajaan Persia. Hal ini nyata dari surat kuasa raja Persia, Artahsasta, yang menyuruhnya pulang ke Yerusalem untuk menyelidiki keadaan Yehuda dan Yerusalem serta membawa persembahan raja Artahsasta untuk Bait Suci.

Para Bupati di wilayah yang akan dilalui Ezra juga dibuatkan surat oleh raja Artahsasta agar mereka membantu Ezra dalam segala yang diperlukannya. Ezra juga diperintahkan untuk mengangkat para pemimpin di Yerusalem serta mengajar rakyat dengan Taurat Tuhan (Ezra 7:1-28).

Besarnya tanggung jawab yang diberikan raja Persia kepada Ezra serta diberinya surat kuasa secara khusus kepadanya, menyiratkan bahwa Ezra memang bukan orang biasa, tetapi seorang pejabat penting dalam kerajaan Persia.

Memberi surat kuasa juga dilakukan raja Persia kepada Nehemia, seorang pejabat Persia berkebangsaan Yahudi (lihat poin 10 di bawah). Hal ini mengindikasikan bahwa Ezra juga seorang pejabat di Persia, seperti halnya Nehemia.

Kendati demikian, tidak dijelaskan di Alkitab tentang karier Ezra di Persia, hanya dijelaskan bahwa ia seorang ahli Taurat Yahudi. Namun kemungkinan besar, seperti dikemukakan oleh para penafsir Alkitab, Ezra adalah semacam menteri luar negeri Persia untuk urusan orang Yahudi.

Setelah Ezra tiba di Yerusalem, ia kemudian memimpin reformasi keagamaan serta memimpin kebangunan rohani di antara orang Israel.

 

10. Nehemia

Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas yang kesepuluh adalah  Nehemia.

Nehemia adalah seorang pejabat Juru Minuman raja di kerajaan Persia. Juru Minuman raja merupakan suatu jabatan yang tinggi pada masa itu, sebab semua minuman raja harus diseleksi dulu oleh Juru Minuman raja. Dialah yang menentukan masuk-tidaknya suatu minuman bagi istana kerajaan.

Pada masa itu banyak cara dilakukan orang untuk mencelakakan raja, salah satunya adalah lewat minuman. Orang bisa saja menaruh racun dalam minuman raja. Karena itu perlu diperiksa terlebih dahulu oleh seorang Juru Minuman. Di samping itu, juga agar menjaga kualitas minuman yang akan diminum oleh raja, sehingga hanya minuman yang sehat dan berkualitas yang masuk ke istana raja.

Jadi Nehemia adalah seorang pejabat raja Persia yang tinggal di istana raja. Ia selalu berhadapan dengan raja dan menyuguhkan minuman untuknya. Tetapi tidak dijelaskan bagaimana perjalaan karier Nehemia hingga ia bisa menjadi Juru Minuman raja Persia.

Namun yang jelas, Nehemia adalah seorang yang saleh dan punya kepedulian yang besar kepada bangsanya dan Yerusalem. Tatkala ia mendengar kabar bahwa saudara-saudara sebangsanya di Yehuda ada dalam kesukaran yang besar dan tembok Yerusalem telah roboh, ia mengoyakkan bajunya sebagai tanda perkabungan serta memohon pengampunan dan pertolongan Allah (Nehemia 1:1-11).

Nehemia juga memberanikan diri menghadap raja Artahsasta, agar ia diutus ke Yehuda untuk memperbaiki tembok Yerusalem yang sudah rusak. Dan raja mengijinkan ia pergi ke Yehuda untuk melakukan tugas tersebut, bahkan memberinya surat kuasa yang mempermudahnya dalam perjalanannya (Nehemia 2:1-20).

Seperti Ezra, Nehemia juga menjadi pemimpin Israel di Yerusalem, sebab ia kemudian diangkat menjadi bupati Yehuda di Yerusalem.

 

Itulah 10 Tokoh minoritas Alkitab yang berkuasa di tengah kaum mayoritas.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!