10 Tulah Allah Di Mesir Dan Penjelasannya

 

6. Tulah Keenam: Jelaga Menjadi Barah

Tulah keenam dari 10 tulah Allah di Mesir adalah jelaga yang berubah menjadi barah, yang menimpa seluruh orang Mesir dan ternak mereka.

“Lalu mereka mengambil jelaga dari dapur peleburan, dan berdiri di depan Firaun, kemudian Musa menghamburkannya ke udara, maka terjadilah barah, yang memecah sebagai gelembung pada manusia dan binatang, sehingga ahli-ahli itu tidak dapat tetap berdiri di depan Musa, karena barah-barah itu; sebab ahli-ahli itupun juga kena barah sama seperti semua orang Mesir.” (Keluaran 9:10-11)

Tetapi Firaun bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari kekuasaannya di Mesir.

Karena memang Allah mengeraskan hati Firaun yang telah mengeras, agar mujizatNya semakin banyak di Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang ketujuh di bawah ini, keesokan harinya.

Alkitab tidak menjelaskan apakah tulah keenam ini (jelaga yang menjadi barah) akhirnya berhenti, dan – kalau berhenti – bagaimana caranya berhenti.

 

7. Tulah Ketujuh: Hujan Es

Tulah ketujuh dari 10 tulah Allah di Mesir adalah hujan es yang menimpa binasa manusia, hewan, dan tumbuhan.

“Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir.

Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa.

Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya.” (Keluaran 9:22-25).

Melihat tulah hujan es tersebut, maka Firaun memanggil Musa dan Harun, dan meminta mereka berdoa agar tulah tersebut berhenti.

Dan ia berjanji akan melepaskan bangsa Israel jika tulah hujan es itu berhenti.

Firaun juga mengakui bahwa Tuhan itu benar, ia dan rakyatnya yang bersalah.

Musa pun berdoa sehingga tulah hujan es tersebut berhenti.

Tetapi ketika Firaun melihat bahwa tulah hujan es tersebut telah berhenti, ia bersikeras tidak mau membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang kedelapan di bawah ini.

 

8. Tulah Kedelapan: Belalang

Tulah kedelapan dari 10 tulah Allah di Mesir adalah belalang yang menutupi seluruh tanah Mesir.

“Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan TUHAN mendatangkan angin timur melintasi negeri itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan setelah hari pagi, angin timur membawa belalang.

Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itupun tidak akan terjadi lagi yang demikian.

Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.” (Keluaran 10:13-15).

Melihat tulah belalang tersebut, maka Firaun memanggil Musa dan Harun, dan meminta mereka berdoa agar tulah tersebut berhenti.

Dan ia berjanji akan melepaskan bangsa Israel jika tulah belalang itu berhenti.

Firaun juga mengakui dosanya dan meminta Musa mengampuninya.

Musa pun berdoa sehingga tulah belalang tersebut berhenti.

Tetapi ketika Firaun melihat bahwa tulah belalang tersebut telah berhenti, ia bersikeras tidak mau membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Karena Tuhan memang telah mengeraskan hatinya yang keras.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang kesembilan di bawah ini.

 

9. Tulah Kesembilan: Gelap Gulita Di Seluruh Mesir

Tulah kesembilan dari 10 tulah Allah di Mesir adalah gelap gulita yang terjadi di seluruh Mesir selama 3 hari.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari.

Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.” (Keluaran 10:21-23).

Melihat tulah gelap gulita tersebut, maka Firaun memanggil Musa dan Harun, dan meminta mereka dan bangsa Israel untuk meninggalkan Mesir, tetapi tidak boleh membawa ternak mereka.

Tetapi Musa berkata bahwa Firaun bahkan harus menyediakan ternak bagi bangsa Israel untuk dipersembahkan kepada Tuhan.

Hal ini membuat Firaun marah dan bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari kekuasaannya di Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang kesepuluh di bawah ini.

Namun sebelum tulah kesepuluh ini terjadi, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengadakan ritual Paskah, yang kelak menjadi hari raya yang sangat penting bagi bangsa Israel (Baca: 10 Fakta Tentang Paskah Menurut Alkitab).

 

10. Tulah Kesepuluh: Kematian Anak Sulung Mesir

Tulah kesepuluh/tulah terakhir dari 10 tulah Allah di Mesir adalah kematian anak-anak sulung orang Mesir, mulai dari anak sulung budak-budak hingga anak sulung raja Firaun sendiri, bahkan anak sulung hewan!

Inilah satu-satunya tulah yang langsung dilakukan oleh Tuhan sendiri, tanpa perantaraan tongkat Musa dan Harun.

“Maka pada tengah malam TUHAN membunuh tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya sampai kepada anak sulung orang tawanan, yang ada dalam liang tutupan, beserta segala anak sulung hewan.

Lalu bangunlah Firaun pada malam itu, bersama semua pegawainya dan semua orang Mesir; dan kedengaranlah seruan yang hebat di Mesir, sebab tidak ada rumah yang tidak kematian.” (Keluaran 12:29-30)

Setelah tulah kesepuluh atau tulah terakhir Tuhan timpakan, maka Firaun pun terpaksa membiarkan bangsa Israel pergi dari Mesir. (Baca: 10 Peristiwa Terbesar Yang Terjadi Di Perjanjian Lama)

Kendati demikian, setelah seluruh bangsa Israel berhasil keluar dari Mesir (diperkirakan 2 juta orang!), Firaun masih berusaha untuk mengejar mereka.

Firaun memerintahkan tentara-tentaranya untuk mengejar bangsa Israel yang telah berada di dekat laut Teberau.

Tetapi bangsa Israel berhasil lolos melewati laut Teberau yang dibelah oleh Tuhan, sementara tentara-tentara Firaun yang mengejar mereka mati tenggelam di laut tersebut.

 

Itulah 10 tulah Allah di Mesir sebagaimana yang dicatat di dalam Alkitab Perjanjian Lama, tepatnya dalam kitab Keluaran pasal 7-12.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!