Loading...
Loading...

10 Tulah Allah Di Mesir Dan Penjelasannya

Artikel ini membahas tentang 10 tulah Allah di Mesir sebagaimana yang dicatat di dalam Alkitab Perjanjian Lama, tepatnya kitab Keluaran.

10 Tulah Allah di Mesir adalah 10 malapetaka atau kemalangan yang Tuhan timpakan kepada raja Firaun dan bangsanya,  Mesir.

Tulah-tulah tersebut terjadi sebagai hukuman Tuhan kepada Firaun yang tidak mau melepaskan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Juga sekaligus sebagai peringatan agar Firaun mau melepaskan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Bangsa Israel berada di Mesir selama 400 tahun.

Baca juga: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Di Alkitab

Hal ini dimulai ketika Yakub, nenek moyang bangsa Israel, datang ke Mesir beserta seluruh keluarganya, yakni istri-istrinya, anak-anaknya, dan cucu-cucunya, sebanyak 65 jiwa.

Yakub dan keluarganya datang ke Mesir setelah Yusuf, anak kesayangan Yakub, menjadi orang paling berkuasa kedua di Mesir di bawah raja Firaun (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas).

Mereka menjadi pendatang di Mesir, yang ditempatkan di satu tempat khusus yang terpisah dari bangsa Mesir, yakni di Gosyen.

Awalnya, ketika Yusuf masih hidup dan berkuasa di Mesir, orang Israel diperlakukan dengan baik di Mesir.

Tetapi setelah Yusuf mati, dan Firaun yang lain bangkit, yang tidak mengenal Yusuf, maka dia mulai memperlalukan bangsa Israel dengan begitu keras.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Mesir yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka yang baru lahir.

Selain itu, mereka juga disuruh kerja paksa di Mesir. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Melanggar HAM)

Sebab raja Firaun takut bangsa Israel semakin besar dan kuat sehingga memberontak kepadanya.

Pada saat itulah lahir seorang bayi dari suku Lewi yang bernama Musa.

Atas seijin Tuhan, ia tidak ikut dibunuh ketika Firaun membunuh bayi-bayi Israel, karena ia disembunyikan oleh ibunya.

Akhirnya Musa diangkat menjadi anak oleh putri Firaun.

Setelah Musa dewasa, Tuhan memanggilnya dan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Walau sempat menolak, Musa akhirnya pergi menemui teman sebangsanya. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Musa Menurut Alkitab)

Tetapi raja Mesir, Firaun, tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian bagi dia dan bangsa Mesir.

Karena itu Tuhan menimpakan tulah-tulah atau malapetaka kepada Firaun dan bangsanya sehingga Firaun terpaksa melepaskan bangsa Israel dari perbudakannya.

Kendati demikian, sampai tulah kesembilan, Firaun masih berkeras menahan bangsa Israel.

Ia malah memerintahkan para tukang sihirnya untuk melawan hukuman Tuhan yang ditimpakan kepadanya, tetapi mereka tak sanggup melawan tulah-tulah yang maha dahsyat tersebut.

Sebab memang Tuhan sendiri mengeraskan hatinya akibat kejahatannya yang tidak mau melepaskan bangsa Israel, agar mujizat Allah dinyatakan di Mesir. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Jahat Di Perjanjian Lama)

Barulah setelah tulah terakhir Tuhan timpakan, Firaun melepaskan bangsa Israel pergi, itu pun bukan secara sukarela, tetapi karena terpaksa.

Ditimpakannya kesepuluh tulah Allah di Mesir ini mempunyai beberapa makna.

Makna pertama kesepuluh tulah Allah ini adalah bahwa Allah akan menghukum setiap orang yang tidak taat kepadaNya serta berkeras hati menentang perintah dan kehendakNya.

Makna kedua, Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang benar dan berdaulat, yang kuasaNya tak terdandingi oleh siapa pun dan oleh apa pun.

Selain itu, kesepuluh tulah Allah ini juga punya makna bahwa dewa-dewa yang dipuja oleh Firaun dan bangsa Mesir, terbukti tidak berdaya menolong mereka dalam menghadapi tulah-tulah yang Allah timpakan.

Kesepulah tulah Allah di Mesir ini dicatat dalam Kitab Keluaran, pasal 7 sampai pasal 12. (Baca: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya)

10 tulah ini adalah mujizat-mujizat yang sangat dahsyat, yang terjadi seketika dan menimpa seluruh Mesir, kecuali bangsa Israel.

Sembilan dari kesepulah tulah di Mesir tersebut terjadi tatkala Musa dan Harun Tuhan perintahkan untuk mengulurkan tongkatnya.

Tetapi tentu hal ini tidak berarti bahwa tongkat Musa dan Harun punya daya magis, itu hanyalah alat/sarana yang Tuhan pakai untuk melakukan mujizatNya.

Tuhan sendirilah yang melakukan mujizat.

Lalu, apa sajakah kesepuluh tulah Allah di Mesir sebagaimana yang dicatat di dalam Alkitab Perjanjian Lama?

Berikut daftarnya, serta sedikit penjelasannya.

 

1. Tulah Pertama: Air Berubah Menjadi Darah 

Tulah pertama dari 10 tulah Allah di Mesir adalah air yang berubah menjadi darah di seluruh tanah Mesir.

Tuhan berfirman kepada Musa agar Harun mengambil tongkatnya dan mengulurkan tangannya ke atas segala air orang Mesir.

Ke atas sungai, selokan, kolam dan ke atas segala kumpulan air yang ada pada mereka, supaya semuanya menjadi darah, sehingga ada darah di seluruh tanah Mesir.

“Demikianlah Musa dan Harun berbuat seperti yang difirmankan TUHAN; diangkatnya tongkat itu dan dipukulkannya kepada air yang di sungai Nil, di depan mata Firaun dan pegawai-pegawainya,

maka seluruh air yang di sungai Nil berubah menjadi darah; matilah ikan di sungai Nil, sehingga sungai Nil itu berbau busuk dan orang Mesir tidak dapat meminum air dari sungai Nil; dan di seluruh tanah Mesir ada darah.” (Keluaran 7:20-21)

Tetapi Firaun tetap bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari kekuasaannya di Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang kedua di bawah ini, selang 7 hari kemudian.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan apakah tulah pertama ini (air menjadi darah) akhirnya berhenti, dan – kalau berhenti – bagaimana caranya berhenti.

 

2. Tulah Kedua: Katak Menutupi Tanah Mesir

Tulah kedua dari 10 tulah Allah di Mesir adalah katak yang menutupi seluruh tanah Mesir.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tanganmu dengan tongkatmu ke atas sungai, ke atas selokan dan ke atas kolam, dan buatlah katak-katak bermunculan meliputi tanah Mesir.

Lalu Harun mengulurkan tangannya ke atas segala air di Mesir, maka bermunculanlah katak-katak, lalu menutupi tanah Mesir.” (Keluaran 8:5-6)

Katak-katak itu mengeriap dalam sungai Nil, lalu naik dan masuk ke dalam istana Firaun, bahkan sampai ke dalam tempat tidurnya, serta ke dalam rumah pegawai-pegawainya dan rakyatnya.

Melihat tulah tersebut, maka Firaun memanggil Musa dan Harun, dan meminta mereka berdoa agar tulah-tulah tersebut berhenti.

Ia juga berjanji akan melepaskan bangsa Israel jika tulah katak tersebut berhenti.

Musa pun berdoa sehingga tulah katak tersebut berhenti.

Tetapi setelah tulah katak tersebut berhenti, Firaun tetap bersikeras tidak mau membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang ketiga di bawah ini.

 

3. Tulah Ketiga: Debu Menjadi Nyamuk

Tulah ketiga dari 10 tulah Allah di Mesir adalah debu tanah yang berubah menjadi nyamuk di seluruh Mesir, menghinggapi manusia dan hewan.

“Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Katakanlah kepada Harun: Ulurkanlah tongkatmu dan pukulkanlah itu ke debu tanah, maka debu itu akan menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir.

Lalu mereka berbuat demikian; Harun mengulurkan tangannya dengan tongkatnya dan memukulkannya ke debu tanah, maka nyamuk-nyamuk itu hinggap pada manusia dan pada binatang. Segala debu tanah menjadi nyamuk di seluruh tanah Mesir.” (Keluaran 8:16-17)

Sekalipun para ahli sihir Mesir mengakui tulah ini sebagai perbuatan Allah, tetapi Firaun bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari kekuasaannya di Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang keempat di bawah ini.

Alkitab tidak menjelaskan apakah tulah ketiga ini (debu menjadi nyamuk) akhirnya berhenti, dan – kalau berhenti – bagaimana caranya berhenti.

 

4. Tulah Keempat: Lalat Pikat

Tulah keempat dari 10 tulah Allah di Mesir adalah lalat pikat yang memenuhi semua rumah orang Mesir dan seluruh tanah Mesir.

“TUHAN berbuat demikian; maka datanglah banyak-banyak pikat ke dalam istana Firaun dan ke dalam rumah pegawai-pegawainya dan ke seluruh tanah Mesir; negeri itu menderita karena pikat itu.” (Keluaran 8:20-24)

Lalat pikat itu ditimpakan terhadap Firaun, terhadap pegawai-pegawainya, rakyatnya dan rumah-rumahnya, sehingga rumah-rumah orang Mesir, bahkan tanah, di mana mereka berdiri penuh dengan pikat.

Melihat tulah lalat pikat tersebut, maka Firaun memanggil Musa dan Harun, dan meminta mereka berdoa agar tulah-tulah tersebut berhenti.

Ia juga berjanji akan melepaskan bangsa Israel jika tulah lalat pikat itu berhenti.

Musa pun berdoa sehingga tulah lalat pikat tersebut berhenti.

Tetapi ketika Firaun melihat bahwa tulah lalat pikat tersebut telah berhenti, ia bersikeras tidak mau membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang kelima di bawah ini, yang terjadi keesokan harinya.

 

5. Tulah Kelima: Penyakit Sampar Menimpa Ternak

Tulah kelima dari 10 tulah Allah di Mesir adalah penyakit sampar yang menimpa seluruh ternak orang Mesir.

“Dan TUHAN melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati.”(Keluaran 9:6)

Semua ternak orang Mesir yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, kena tulah TUHAN, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat.

Kendati demikian, Firaun bersikeras tidak mau melepaskan bangsa Israel dari kekuasaannya di Mesir.

Akibatnya, Tuhan menimpakan kepada Mesir tulah yang keenam di bawah ini.

Tetapi Alkitab tidak menjelaskan apakah tulah kelima ini (penyakit sampar pada ternak) akhirnya berhenti, dan – kalau berhenti – bagaimana caranya berhenti.

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!