10 Wanita Bijak Di Alkitab Dan Kisah Mereka

Artikel ini berisi tentang 10 wanita bijak di Alkitab dan kisah mereka.

Ada banyak wanita bijak di Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian  Baru.

Yang dimaksud dengan wanita bijak adalah dalam arti luas, yakni wanita atau perempuan yang hidup secara bijak: mengambil keputusan secara bijak, serta bersikap dan bertindak secara bijak.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Perempuan Yang Menginspirasi 

Mereka mempunyai sifat atau karakter yang baik, serta melakukan hal-hal yang berguna, terpuji dan memberkati banyak orang.

Karena itulah mereka layak disebut sebagai perempuan-perempuan atau wanita-wanita bijak.

Baca juga: 10 Perempuan Yang Dilayani Yesus Di Alkitab

Berikut ini adalah artikel yang membahas tentang 10 wanita bijak di Alkitab dan kisah mereka yang patut untuk diteladani.

Kesepuluh wanita bijak ini umumnya adalah perempuan-perempuan yang terkenal di Alkitab.

Baca juga: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib

Dan mereka semua adalah orang-orang yang takut akan Tuhan.

Lalu, siapa sajakah yang termasuk ke dalam 10 wanita bijak di Alkitab? Berikut pembahasannya.

 

1. Debora 

Wanita bijak di Alkitab yang pertama adalah Debora.

Debora adalah satu-satunya hakim perempuan di Israel. Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja.

Selain itu, Debora juga seorang nabiah, atau nabi perempuan, satu dari 7 Nabi Perempuan Di Alkitab.

Debora bersama Barak memimpin orang Israel dalam pertempuran melawan bangsa Kanaan yang dipimpin raja Yabin dan panglimanya, Sisera. Dan mereka berhasil mengalahkan bangsa Kanaan tersebut.

Sebelumnya Barak enggan untuk maju berperang jika Debora tidak maju. Dan ketika Debora maju dengan tentaranya, maka Barak pun maju beserta pasukannya (Hakim-hakim 4:1-24).

Hal ini menunjukkan kepemimpinan Debora, sampai-sampai laki-laki seperti Barak bergantung kepadanya!

Debora adalah wanita bijak. Ia tipe perempuan yang tidak suka bergantung pada orang lain, khususnya laki-laki.

Debora mengambil keputusan yang bijak dan bertindak secara bijak. Dalam menghadapi kesulitan, ia memutuskan dan bertindak secara cepat dan tepat tanpa menunggu orang lain/laki-laki.

 

2. Naomi

Naomi adalah seorang perempuan Israel yang pergi bersama keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Betlehem menuju Moab, karena kelaparan yang terjadi di Israel.

Naomi pergi ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan kedua anaknya laki-laki, Mahlon dan Kilyon.

Di Moab suami Naomi meninggal.

Dan kedua anak Naomi menikah, anak pertama menikahi Orpa, anak kedua menikahi Rut, keduanya orang Moab yang tidak meyembah Tuhan Israel.

Tetapi kedua anak Naomi itu pun kemudian meninggal tanpa meninggalkan anak.

Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, di Betlehem, Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Ia meminta kedua menantunya itu untuk kembali kepada orang tua mereka masing-masing.

Walau dengan berat hati, Orpa akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya.

Tetapi Rut tidak, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel (Rut 1).

Akhirnya Naomi dan Rut pun pulang ke Israel. Mereka berdua tinggal bersama.

Di Israel Naomi dengan bijak membimbing Rut, menantunya, untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka.

Naomi juga dengan bijak membimbing menantunya untuk menemukan jodohnya, di mana Rut akhirnya menikah dengan Boas, kerabat Naomi sendiri (lihat poin 3 di bawah).

Naomi adalah tipe perempuan yang menjalani hidup secara bijak.

Sekalipun Naomi seorang janda yang menghadapi banyak penderitaan, ia tidak putus asa.  Sebaliknya, ia menjadi bijak, dalam menjalani hidupnya dan dalam membimbing orang lain/menantunya, Rut. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Bertekun Dalam Penderitaan)

 

3. Rut 

Seperti telah disebut, Rut adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan seorang Israel yang datang ke Moab, Kilyon, anak Naomi.

Di Moab mertua dan suami Rut meninggal tanpa meninggalkan anak.

Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, Betlehem di Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Ia meminta Rut untuk kembali kepada orang tuanya, tetapi Rut tidak mau, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel.

Akhirnya Naomi dan Rut pun kembali ke Betlehem, kampung halaman Naomi.

Di Betlehem Rut menunjukkan sifatnya sebagai wanita bijak.

Rut pergi ke ladang orang untuk memungut bulir-bulir jelai (Rut 2).

Hal ini menunjukkan bahwa Rut adalah seorang wanita yang rajin, tidak gengsi, dan mandiri.

Rut juga selalu taat kepada ibu mertuanya, sekalipun suaminya telah meninggal tanpa meninggalkan anak.

Namun hal itu tidak membuat Rut menjadi kurang dekat dengan mertuanya, apalagi kurang menghormati dan menaatinya.

Sebaliknya, Rut sangat mengasihi dan menaati mertuanya, Naomi, seperti ibunya sendiri.

Ketika mertuanya berusaha mencarikan jodoh bagi Rut, dan membimbing Rut bagaimana cara bersikap, Rut menaatinya (Rut 3).

Rut kemudian dinikahkan dengan Boas, seorang pria kaya namun baik hati dan takut akan Tuhan, yang masih merupakan kerabat Naomi.

Rut melahirkan anak laki-laki bernama Obed (Rut 4).

Obed adalah ayah Isai, ayah Daud, raja terbesar Israel, yang juga menjadi nenek moyang Mesias (Tuhan Yesus secara manusia).

Nama Rut diabadikan dalam silsilah Tuhan Yesus (Matius 1:5) (Baca: 10 Janda Terkenal Di Alkitab Serta Kisah Mereka)

 

4. Hana 

Hana adalah istri Elkana, seorang laki-laki dari suku Efraim, dan ibu dari nabi Samuel, salah satu nabi terbesar Israel.

Awalnya Hana adalah seorang wanita yang mandul, tidak mempunyai anak.

Dan Penina, madunya, istri lain dari suaminya (poligami adalah sesuatu yang umum dalam Perjanjian Lama), selalu menyakiti hatinya karena kemandulannya tersebut; sehingga Hana sering menangis.

Karena itu Hana pun berdoa kepada Tuhan untuk meminta seorang anak, serta bernazar bahwa jika Tuhan mengabulkan doanya, anaknya itu akan dipersembahkannya kepada Tuhan.

Tuhan mendengar doa Hana. Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, yakni Samuel (1 Samuel 1:19-20).

Seperti nazarnya, Hana pun menyerahkan Samuel kepada Tuhan, Samuel menjadi pelayan Tuhan di Bait Suci. Namun Tuhan memberi pengganti Samuel kepada Hana, Hana melahirkan 5 anak lagi setelah Samuel (1 Samuel 2:21).

Hana adalah seorang wanita yang bijak.

Hana menyerahkan segala pergumulan hidupnya hanya kepada Tuhan

Ia tidak berusaha membalas perbuatan orang lain (Penina) yang selalu menyakiti hatinya.

Hana juga tidak berharap pada orang lain, bahkan kepada suaminya, hanya kepada Tuhan. Dan Tuhan menjawab segala keluhannya.

 

5. Abigail 

Abigail adalah bekas istri Nabal dan kemudian menjadi istri Daud. Abigail bukan hanya cantik tetapi juga bijak.

Nabal adalah seorang yang kaya namun pelit. Ketika ia sedang menggunting bulu domba-dombanya (artinya ia sedang panen), Daud mengirim sepuluh anak buahnya untuk meminta bantuan kepada Nabal.

Sebab Daud saat itu sedang dalam pelarian dari kejaran Saul yang ingin membunuhnya, walau saat itu Daud sudah diurapi menjadi raja.

Namun jawaban Nabal sangat kasar. Hal ini membuat Daud menjadi marah sehingga ia dan anak-anak buahnya berencana membunuh Nabal. Untunglah ia punya istri yang bijak, Abigail.

Abigail segera mendatangi Daud, sujud kepadanya,  dan meminta maaf atas kelakuan suaminya. Ia juga memberi apa yang Daud minta.

Hal ini membuat Daud membatalkan niatnya membunuh Nabal. Namun ketika mendengar rencana Daud yang ingin membunuhnya, Nabal pun meninggal seketika. Lalu Daud mengambil Abigail menjadi istrinya. (1 Samuel 25).

Abigail adalah seorang wanita yang bijak, yang bisa menutupi kebodohan suaminya dan meredakan amarah orang lain.

Ia juga wanita yang rendah hati dan pemurah, yang terbukti dari sikapnya kepada Daud (Baca: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!