100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Artikel ini berisi tentang 100 tokoh Alkitab terpopuler dan kisah mereka.

Ada ribuan tokoh Alkitab, orang-orang yang disebut di Alkitab, baik di Perjanjian Lama, maupun di Perjanjian baru.

Namun banyak dari tokoh-tokoh tersebut yang hanya disebut satu kali saja, seperti dalam daftar silsilah misalnya, tanpa menyebut tentang satu kisah atau peristiwa yang berkaitan dengan hidup mereka.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Lama

Alkitab hanya menyebut nama mereka, sehingga kita tidak punya informasi yang cukup untuk mengenali siapa sesungguhnya mereka, bagaimana sifat dan karakter mereka, dan apa yang mereka perbuat.

Di sisi lain, ada juga tokoh-tokoh Alkitab yang tidak disebut namanya, namun disebutkan tentang sifat atau karakter mereka dan hal-hal yang mereka lakukan.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Baru

Tetapi banyak juga tokoh Alkitab yang disebut namanya satu kali atau lebih dan juga kisah/cerita hidup mereka, atau peristiwa yang berkaitan dengan mereka.

Mereka ini termasuk tokoh-tokoh penting atau tokoh-tokoh besar di Alkitab, orang-orang berpengaruh, raja-raja, para pemimpin, para nabi, imam, raja, para bapa leluhur Israel, rasul, diaken, dan penginjil.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan Dan Akibatnya

Bukan hanya tokoh Alkitab yang baik dan saleh, atau tokoh iman yang patut diteladani, tetapi juga tokoh-tokoh jahat yang tak patut untuk diteladani.

Dengan kata lain, mereka adalah tokoh-tokoh Alkitab terpopuler atau paling terkenal, yang kisah hidupnya atau peristiwa yang terkait dengannya dicatat di Alkitab, setidaknya satu kali, dan punya nilai informasi bagi kita.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat

Berikut ini adalah artikel yang membahas tentang 100 tokoh Alkitab terpopuler atau tokoh Alkitab paling terkenal dan kisah mereka.

Siapa sajakah yang termasuk ke dalam 100 tokoh Alkitab terpopuler?

Berikut pembahasannya yang diurutkan – sebisa mungkin – secara kronologis, bukan berdasarkan popularitas mereka.

 

1. Adam

Adam adalah manusia pertama yang Tuhan ciptakan di bumi.

Setelah Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam, dan istrinya, Hawa, serta memberkati mereka, Ia menempatkan mereka di Taman Eden.

Ia memberi perintah kepada mereka bahwa semua yang ada di taman itu boleh mereka makan buahnya.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang terdapat di tengah-tengah taman itu tidak boleh mereka makan. Sebab pada waktu mereka memakannya, mereka pasti akan mati.

Peringatan Tuhan ini tidak ditaati oleh Adam dan Hawa.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam membuat mereka jatuh ke dalam dosa serta mengalami kematian rohani, yakni terpisah dari Tuhan. Mereka punya rasa bersalah dan takut berhadapan denganNya.

Mereka juga mengalami kematian jasmani. Kematian rohani kemudian juga diikuti oleh kematian secara jasmani. Setelah hidup bertahun-tahun, akhirnya Adam dan Hawa mati secara fisik.

Selain itu, mereka juga mengalami berbagai penderitaan hidup (Kejadian 3:1-24).

2. Hawa

Hawa adalah istri Adam, manusia pertama yang Tuhan ciptakan di bumi.

Hawa-lah yang pertama digoda oleh iblis yang datang dalam bentuk ular sehingga ia dan suaminya jatuh ke dalam dosa.

Hawa tergoda dengan perkataan iblis, ia melihat buah pohon itu sangat menarik, sedap dilihat. Lalu ia mengambil buah pohon itu, memakannya dan memberikannya kepada suaminya, Adam.

Akibatnya mereka jatuh ke dalam dosa dan dihukum Tuhan.

Bahkan hukuman yang ditimpakan Tuhan kepada Adam dan Hawa bukan hanya untuk mereka berdua, tetapi berdampak kepada seluruh keturunan mereka kelak, yakni semua manusia di bumi. Inilah yang disebut dengan istilah dosa asali atau dosa warisan, yang hanya ada dalam ajaran kekristenan (Roma 5:12-21).

3. Kain

Kain adalah anak pertama Adam dan Hawa, manusia pertama di bumi.

Kain adalah seorang petani dan Habel, adik Kain, seorang peternak kambing-domba.

Suatu waktu Kain dan Habel mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertaniannya, sedangkan Habel mempersembahkan hasil peternakannya.

Ternyata persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Habel, adiknya, diterimaNya.

Alasan mengapa persembahan Kain ditolak oleh Tuhan adalah karena perbuatan Kain yang jahat.

Jadi bukan karena “bahan” persembahannya yang berbeda dengan “bahan” persembahan Habel (seperti yang sering dianggap oleh sebagian orang), melainkan lebih pada sikap hati Kain yang tidak berkenan kepada Tuhan (1 Yohanes 3:12).

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Karena itu maka Tuhan sangat murka kepadanya.

Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya. Selain itu, Kain juga akan menjadi seorang pengembara di bumi (Kejadian 4).

4. Habel

Habel adalah anak kedua dari Adam dan Hawa.

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Bukannya memperbaiki hidupnya sehingga ia berkenan kepada Tuhan, Kain malah membunuh adiknya yang tidak bersalah. Padahal Tuhan sudah mengingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintainya di kala ia tidak berbuat baik.

Tetapi Kain mengabaikan peringatan Tuhan, sehingga terjadilah dosa pembunuhan tersebut.

Tuhan sangat marah kepada Kain atas pembunuhan Habel. Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya, ia juga menjadi pengembara di bumi.

Peristiwa pembunuhan Habel merupakan pembunuhan pertama yang tercatat di Alkitab. Hal ini membuat Habel sebagai martir pertama di Alkitab.

Habel boleh disebut sebagai martir dikarenakan ia meninggal demi mempertahankan penyembahan yang benar kepada Tuhan.

Tuhan Yesus juga dengan jelas menyebut Habel sebagai “orang benar” dan bahwa kemartirannya merupakan awal pembunuhan terhadap orang-orang benar (Matius 23:35).

5. Nuh

Ketika manusia keturunan Adam semakin banyak di bumi, maka semakin lama kelakuan mereka semakin jahat di mata Tuhan dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan.

Karena itu Tuhan ingin memusnahkan seluruh manusia yang diciptakanNya itu dengan air bah yang melanda seluruh bumi.

Namun Tuhan menyelamatkan satu keluarga dari seluruh manusia yang akan dimusnahkanNya itu sehingga manusia tetap ada di hadapanNya.

Dialah Nuh, seorang yang saleh di hadapan Tuhan. Nuh sekeluarga tidak akan tertimpa air bah yang akan didatangkan Tuhan.

Untuk itu, Tuhan menyuruh Nuh membuat sebuah bahtera di atas gunung yang mampu menampung Nuh sekeluarga dan sejumlah spesies hewan di bumi sehingga hewan-hewan tersebut tidak punah (Kejadian 6-9).

Dari Nuh inilah seluruh umat manusia berkembang biak di bumi. Ketiga anak Nuh, yakni Sem, Ham, dan Yafet menjadi nenek moyang seluruh bangsa di bumi (Kejadian 10).

6. Abraham

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, yang dikenal sebagai bapa orang beriman.

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Abraham tadinya belum dikenal, bahkan ayahnya, Terah, adalah seorang penyembah berhala.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Ia berjanji akan memberkati Abraham, membuat nama Abraham masyhur, dan oleh Abraham seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati.

Abraham menaati panggilan Tuhan tersebut. Ia meninggalkan negerinya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya, yakni Tanah Kanaan.

Ia membawa istrinya, Sara, dan keponakannya, Lot, serta segala hartanya dan orang-orangnya.

Di Tanah Kanaan Tuhan berjanji akan memberikan negeri itu kepada keturunan Abraham, yakni umat Israel (Kejadian 12:1-9).

Kebesaran Abraham bukan hanya karena ia nenek moyang umat pilihan Tuhan, bangsa Israel, tetapi juga karena ia adalah nenek moyang sang Mesias, yakni Yesus Kristus.

7. Sara

Sara adalah istri Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

Salah satu kisah menarik tentang Sara adalah tentang kecantikannya.

Suatu ketika terjadi kelaparan di Tanah Kanaan, sehingga ia dan suaminya, Abraham, pergi ke Tanah Mesir untuk mendapatkan makanan.

Karena Abraham takut orang-orang Mesir akan membunuhnya serta mengambil Sara, karena istrinya itu cantik, maka Abraham meminta Sara agar mengaku sebagai saudaranya. Dengan demikian Abraham berharap orang Mesir memperlakukan dirinya dan istrinya dengan baik.

Strategi Abraham ini sebenarnya tidak benar dan berbahaya. Firaun, raja Mesir, memang memperlakukan Abraham dengan baik, bahkan memberinya kambing-domba, lembu, keledai, unta, dan budak-budak. Namun Firaun justru mengambil Sara menjadi istrinya!

Beruntung, Abraham Tuhan tolong. Tuhan menimpakan tulah bagi Firaun dan seisi istananya sehingga Firaun mengembalikan Sara kepada Abraham dan memintanya pergi dari Mesir. (Kejadian 12).

8. Lot

Lot adalah keponakan Abraham. Ketika Abraham dipanggil Tuhan meningalkan kampung halamannya di Ur-Kasdim, Abraham juga membawa serta Lot, mungkin karena ayah Lot saat itu sudah meninggal.

Lot bersama-sama Abraham pergi ke Tanah Perjanjian (Kanaan) sebagai pendatang. Ketika terjadi kelaparan di Kanaan, Lot juga ikut bersama Abraham pergi ke Mesir.

Kemudian Lot berpisah dari Abraham. Ia memilih tinggal di Lembah Yordan, dekat kota Sodom. Hal ini kemudian menimbulkan masalah tersendiri bagi Lot. Sebab Sodom sangat jahat.

Tidak dijelaskan secara eksplisit di Alkitab apa dosa terbesar kota Sodom dan Gomora. Namun dari kisah tentang dua malaikat yang bertamu ke rumah Lot dapat disimpulkan bahwa dosa Sodom dan Gomora adalah masalah homoseksual.

Tuhan mengutus dua orang malaikatNya (dalam wujud laki-laki) untuk menyelidiki keadaan kota Sodom. Ketika mereka tiba di Sodom, mereka diterima oleh Lot dan diberi tumpangan di rumahnya.

Namun para lelaki di kota Sodom itu berusaha memaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan dua malaikat (laki-laki) yang datang ke rumah Lot tersebut, tetapi Tuhan menggagalkan usaha mereka tersebut dengan membutakan mata mereka.

Lewat peristiwa ini para malaikat itu akhirnya memahami dosa Sodom dan Gomora, mereka tidak butuh lagi bukti akan dosa Sodom dan Gomora, mereka sudah mengalaminya sendiri.

Kemudian kedua malaikat itu segera melarikan keluarga Lot keluar dari kota Sodom. Lalu Tuhan memusnahkan kota Sodom dan Gomora dengan menurunkan hujan belerang dan api (Kejadian 19:1-29).

9. Hagar

Ketika Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya, Ia berjanji akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi Sara, istri Abraham, adalah seorang perempuan mandul dan sudah tua.

Karena itu, Sara meminta suaminya, Abraham, untuk menghampiri pembantunya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak dan dianggap sebagai anak Sara.

Hal ini dituruti oleh Abraham. Ia menikahi Hagar dan mendapatkan seorang anak, Ismael (Kejadian 16).

Pernikahan Abraham dengan Hagar adalah bentuk ketidakpercayaan dan ketidaksabaran Abraham dan Sara pada janji Tuhan.

Kendati demikian, janji Tuhan tetap digenapi dalam hidup Abraham dan Sara, bahwa keturunan mereka sangat banyak, yang dimulai dari anak kandung mereka, Ishak; bukan dari Ismael.

10. Ayub

Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah. Selain itu, Ayub juga orang yang kaya.

Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati.

Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Namun Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya. (Ayub 1-2).

Meski sempat ragu, iman Ayub tetap kokoh kepada Tuhan. Ayub tetap setia sampai akhir dalam mengikut Tuhan.

Pada akhirnya Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia selesai menjalani pencobaan iblis yang Allah izinkan terjadi atas dirinya.

Ayub mempunyai tujuh anak lagi, dan putri-putrinya adalah orang-orang yang paling cantik di negeri-negeri Timur (Negara-negara sebelah timur Israel).

Ayub juga Tuhan berkati sedemikian sehingga ia sangat kaya, jauh lebih kaya dari sebelumnya, dan menjadi orang yang terkaya di antara orang-orang di negeri Timur. (Ayub 42).

 

11. Ishak

Ishak adalah anak Abraham, nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Setelah Abraham meninggal, Allah memberkati Ishak, anak Abraham, serta mengikat perjanjian dengannya.

Allah berjanji kepada Ishak bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan mereka akan memiliki Tanah Perjanjian.

Seperti halnya Abraham, ayahnya, Ishak bukan hanya merupakan nenek moyang bangsa Israel, tetapi juga nenek moyang Mesias.

Bukti penyertaan Tuhan terhadap Ishak adalah ketika Ia memberkati Ishak secara melimpah di negeri orang Filistin, Gerar.

Ishak mempunyai banyak ternak dan anak buah. Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang. (Kejadian 26).

12. Ribka

Ribka adalah istri Ishak, anak Sara. Jadi Ribka adalah menantu Sara.

Di masa tuanya, Abraham mengutus seorang hambanya ke Aram-Mesopotamia, kepada sanak keluarganya, untuk mencarikan anaknya, Ishak, seorang istri.

Setelah hamba Abraham tersebut sampai di Aram-Mesopotamia, maka ia berdoa dan meminta tanda kepada Tuhan. Jika perempuan yang dia mintai tolong mau memberinya minum, maka dialah kiranya yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dan Tuhan menjawab doa hamba Abraham itu, ia bertemu dengan Ribka yang sedang datang mengambil air. Dan ketika ia meminta tolong kepada Ribka agar diberikan air, maka Ribka memberikannya.

Ribka digambarkan sebagai seorang perempuan yang sangat cantik parasnya.

Setelah hamba Abraham tersebut menjelaskan maksud kedatangannya, ia pun dibawa oleh Ribka ke rumah orang tuanya. Keluarga Ribka dan Ribka sendiri setuju untuk dijadikan istri Ishak. Dan Ribka dibawa oleh hamba Abraham ke Tanah Kanaan untuk dinikahkan dengan anak tuannya, Ishak. (Kejadian 24)

13. Esau

Esau adalah anak Ishak, saudara kembar Yakub.

Ketika Ishak memberkati Yakub sebagai anak sulung setelah ia ditipu oleh istrinya, Ribka, dan Yakub, maka Esau sangat marah dan menangis, dan ia berikhtiar membunuh Yakub, sebab Yakub telah menipunya (Kejadian 27:41-45).

Mendengar Esau ingin membunuhnya, maka Yakub melarikan diri ke rumah pamannya atas saran ibunya.

Sekitar dua puluh tahun kemudian, setelah Yakub menikah dan mempunyai anak di pelariannya, Allah menyuruhnya kembali ke rumah ayahnya di Kanaan.

Namun Yakub takut bertemu kakaknya, Esau, yang mungkin masih dendam kepadanya dan akan membunuhnya.

Karena itulah Yakub berdoa kepada Tuhan, dan Ia mengabulkan doanya (Kejadian 32).

Sebab ternyata, Esau tidak dendam lagi kepada Yakub, malahan ia memeluk dan mencium Yakub dengan menangis (Kejadian 33).

Jelas Esau tidak lagi marah kepada Yakub, ia memilih untuk mengampuni saudara kembarnya yang telah merebut hak kesulungannya.

14. Yakub

Yakub adalah anak Ishak, cucu Abraham.  Yakub disebut juga Israel, yang merupakan ayah dari 12 anak laki-laki yang kemudian menjadi nenek moyang bangsa Israel.

Yakub adalah salah satu bapa leluhur Israel, selain Abraham, kakeknya dan Ishak ayahnya.

Yakub jelas sangat dihormati oleh orang Israel, karena dari dialah berasal 12 bapa leluhur mereka.

Seperti halnya Abraham dan Ishak, Tuhan juga mengikat perjanjian dengan Yakub.

Ia berjanji akan menyertai dan memberkati Yakub, serta membuat keturunannya banyak, dan akan memiliki Tanah Kanaan, yang dijanjikannya kepada Abraham (Kejadian 28:13-15).

Yakub dan anak-anaknya kemudian mengungsi ke Mesir, di sanalah ia mati, dan dari sanalah keturunannya, bangsa Israel, Tuhan bawa menuju Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan.

15. Rahel

Rahel adalah istri Yakub, anak Ribka. Jadi Rahel adalah menantu Ribka.

Rahel adalah istri yang paling dikasihi oleh Yakub. Yakub rela bekerja selama 14 tahun untuk Laban, ayah Rahel, demi mendapatkan Rahel. Awalnya ia hanya bekerja selama tujuh tahun saja, namun karena Laban menipunya, maka ia harus bekerja selama tujuh tahun lagi.

Laban adalah saudara laki-laki Ribka, ibu Yakub. Ayahnya, Ishak, memintanya mencari istri ke rumah pamannya itu.

Laban mempunyai dua orang anak perempuan, Lea yang sulung dan adiknya, Rahel. Yakub lebih menyukai Rahel daripada Lea, karena ia lebih cantik daripada kakaknya. (Kejadian 29).

Setelah Yakub bekerja selama tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel, ternyata Laban justru memberikan Lea kepadanya. Karena dia sukanya sama Rahel, maka Yakub pun bekerja selama tujuh tahun lagi untuk mendapatkan Rahel. Dengan demikian Yakub memperistri Lea dan Rahel.

Lea dan Rahel, beserta budak-budak mereka (Bilha dan Zilpa), menjadi nenek moyang 12 suku Israel.

16. Ruben

Ruben merupakan anak sulung Yakub dari istrinya, Lea. Ruben adalah salah satu anak Yakub yang paling banyak dicatat di Alkitab. Dan Ruben mempunyai sifat dan karakter yang baik, dibanding saudara-saudaranya yang lain, kecuali Yusuf.

Satu sifat Ruben yang baik terlihat dari sikapnya kepada adiknya, Yusuf.

Ketika Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub dari anak-anaknya yang lain, maka saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati kepadanya. Mereka pun mulai berunding untuk membunuhnya.

Tetapi Ruben, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, tidak menyetujui perbuatan saudara-saudaranya tersebut. Itulah sebabnya ia menyarankan agar mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur agar Ruben bisa menyelamatkan Yusuf.

Saudara-saudaranya menyetujui usul Ruben, mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur. Tapi rencana Ruben untuk menyelamatkan Yusuf dari sumur itu tidak kesampaian, sebab tanpa sepengetahuan Ruben, saudara-saudaranya yang lain telah mengangkat Yusuf dari sumur tersebut dan menjualnya kepada pedagang yang hendak pergi ke Mesir (Kejadian 37:21-22, 29-30).

Kendati demikian, Ruben punya aib, karena ia pernah berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha (Kejadian 35:21-22).

Dan di penghujung hidupnya, Yakub menghukum Ruben dan hak kesulungan Ruben pun hilang (Kejadian 49:1-4).

17. Yehuda

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yehuda adalah salah satu anak Yakub paling banyak dicatat di Alkitab, bersama Yusuf dan Ruben.

Yehuda adalah orang yang bertanggung jawab dan telah menunjukkan kepemimpinannya di antara saudara-saudaranya (Kejadian 43:3-5, 8-10; 44:18-34).

Tetapi seperti Ruben, dan tidak seperti Yusuf, Yehuda mempunyai moral yang rendah. Ia suka pergi ke perempuan sundal, dan di situlah ia bertemu dengan menantunya, Tamar, yang menyamar sebagai perempuan sundal. Karena itu ia melakukan hubungan seksual dengan menantunya tersebut.

Yehuda pun akhirnya mengambil Tamar menjadi istrinya.

Kendati demikian, kasih karunia Allah tetap berlaku bagi Yehuda. Tuhan tetap memilihnya sebagai penerus umat pilihan Allah. Dari nama Yehudalah berasal istilah Yehuda atau Yahudi, dialah nenek moyang para raja Israel, dan nenek moyang sang Mesias, Yesus Kristus.

Dalam nubuatannya tentang Yehuda, Yakub mengatakan bahwa Yehuda akan menjadi pemimpin dan tongkat kerajaan tidak akan beralih dari suku Yehuda, hingga datang Dia (Tuhan Yesus) yang berhak atasnya (Kejadian 49:8-12).

18. Yusuf

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel. Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Karena itulah Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar. Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Karena Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, maka Yusuf dimasukkan ke penjara.

Di penjara, Yusuf berhasil menafsirkan mimpi juru minum dan juru roti Firaun, yang saat itu sama-sama dipenjarakan dengan Yusuf. Hal ini membuat Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi raja Firaun, raja Mesir.

Akhirnya, raja Firaun mengangkat Yusuf sebagai pempimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun. Jadi Yusuf menjadi orang kedua di kerajaan Mesir. Dialah yang dipercayakan oleh Firaun untuk mengelola pemerintahan Mesir, termasuk logistik, yang berpengaruh kepada bangsa-bangsa lain pada masa itu (Kejadian 41:39-44).

Yusuf berhasil menyelamatkan banyak bangsa dari bahaya kelaparan, termasuk keluarganya sendiri di Tanah Kanaan, yang datang ke Mesir untuk membeli gandum.

19. Firaun

Ketika Yusuf mati, dan Firaun yang lain bangkit memerintah di Mesir, yang tidak mengenal Yusuf, maka dia mulai memperlakukan bangsa Israel dengan begitu keras.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Firaun yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka.

Selain itu, mereka juga diharuskan kerja paksa di Mesir (Keluaran 1).

Tuhan kemudian memanggil Musa dan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Tetapi raja Mesir, Firaun, bersikeras tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian besar bagi dia dan bangsa Mesir.

Firaun bahkan dengan sombongnya berkata bahwa dia tidak mengenal Tuhan yang diberitahukan Musa, maka dia tidak perlu menaatiNya dan tidak akan membiarkan bangsa Israel pergi (Keluaran 5:1).

Maka Tuhan pun mendatangkan banyak tulah kepada Firaun dan bangsanya, yang memaksa Firaun untuk membebaskan umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dalam usaha terakhirnya mempertahankan bangsa Israel di Mesir, pasukannya mengejar umat pilihan Tuhan tersebut.

Tetapi sia-sia: mereka tenggelam di Laut Teberau.

20. Musa

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir. Tetapi ia dididik dan dibesarkan di rumah raja Firaun hingga ia berusia 40 tahun.

Ketika Musa hendak menolong bangsa Israel atas kekuasaan orang Mesir, ia ditolak oleh bangsanya sehingga ia harus melarikan diri ke Midian. Di situ ia berkeluarga dan bekerja pada mertuanya, 40 tahun lamanya.

Lalu Tuhan memanggilnya untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dia memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Pejanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun (Kisah Para Rasul 7:20-39).

Musa memang tidak masuk ke Tanah Perjanjian, ia mati di perbatasan Tanah Kanaan. Tetapi ia telah berhasil membawa umat Tuhan dari Mesir hingga ke perbatasan Tanah perjanjian.

Musa adalah salah satu tokoh Alkitab terbesar.

 

21. Harun

Harun adalah imam besar Israel yang dipilih langsung oleh Tuhan ketika bangsa Israel di padang gurun menuju Tanah Perjanjian. Kepadanya Tuhan memberi perintah-perintah perihal keimamatan dan ibadah Israel, yang terdapat dalam Kitab Imamat.

Imam Israel ada banyak, tetapi imam besar hanya satu dan seumur hidup. Imam besar Israel pertama adalah Harun. Setelah Harun mati, ia digantikan anak-anaknya.

Imam-imam bertugas di ruang kudus bait suci untuk mempersembahkan korban-korban kepada Tuhan mewakili umat. Sedangkan imam besar masuk ke ruang maha kudus bait suci setahun sekali untuk melakukan upacara pendamaian dosa.

Bersama saudaranya, Miryam, Harun pernah memberontak kepada Musa tetapi Tuhan membela Musa dan menghukum Miryam. (Bilangan 12:1-16).

Karena tidak taat pada Tuhan bersama Musa, Harun juga tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

22. Miryam

Miryam adalah kakak perempuan Musa dan Harun. Jadi dialah yang mengawasi bayi Musa ketika ia ditaruh ibunya di sungai Nil, serta yang menawarkan inang penyusu kepada putri Firaun (Keluaran 2:4,7)

Alkitab menyebut Miryam sebagai nabiah tatkala ia memimpin perempuan-perempuan Israel untuk menari dan menyanyikan puji-pujian bagi Tuhan dengan rebana, setelah Ia melepaskan mereka dari kejaran tentara Firaun. (Keluaran 15:20)

Saat itu Tuhan membawa umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian dengan membelah Laut Teberau, dan orang Israel berjalan melewati laut yang sudah kering, sedangkan tentara Firaun yang mencoba mengejar mereka tewas tenggelam setelah Tuhan “membalikkan kembali” laut tersebut.

Miryam, bersama Musa dan Harun, adalah pemimpin Israel (Mikha 6:4). Namun sayang, predikat Miryam sebagai nabiah tercoreng ketika ia dan saudaranya, Harun, memberontak terhadap Musa sehingga ia Tuhan hukum dengan penyakit kusta. Dia sembuh setelah Harun berdoa untuknya, tetapi harus dikucilkan selama tujuh hari (Bilangan 12:1-16).

Miryam mati di dalam perjalanan di padang gurun (Bilangan 20:1), sehingga, seperti kedua saudaranya, Musa dan Harun, ia tidak masuk ke Tanah Perjanjian.

23. Yosua

Yosua adalah pemimpin Israel setelah Musa mati. Sebelumnya, Yosua adalah abdi Musa.

Karena ketidak-taatannya, Musa tidak Tuhan izinkan masuk ke Tanah Kanaan, Ia hanya membawa bangsa Israel dari Mesir hingga ke perbatasan Tanah Kanaan.

Tuhan memilih Yosua sebagai pengganti Musa dan Yosualah yang membawa bangsa Israel dari padang gurun hingga tiba di Tanah Perjanjian.

Yosua membawa bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian dan berperang melawan bangsa-bangsa asli Tanah Kanaan tersebut.

Lalu Yosua membagi tanah tersebut di antara suku-suku Israel.

Yosua menjadi pemimpin Israel hingga matinya.

Setelah Yosua mati, maka bangsa Israel selanjutnya dipimpin oleh para hakim.

Hakim yang dimaksud di sini bukanlah hakim di pengadilan, seperti yang kita pahami saat ini, melainkan pemimpin tertinggi bangsa Israel di bidang politik dan pemerintahan.

Kisah Yosua yang memimpin bangsa Israel menaklukkan Tanah Perjanjian dapat kita baca dalam kitabnya, yakni Kitab Yosua.

24. Kaleb

Kaleb adalah salah satu pemimpin Israel yang terkenal, salah satu dari 12 pengintai yang diutus Musa untuk mengintai Tanah Kanaan/Tanah Perjanjian.

Dari generasinya, hanya Kaleb dan Yosua yang Tuhan izinkan memasuki Tanah Kanaan. Sedangkan 10 pengintai lainnya, beserta seluruh laki-laki Israel yang berusia 20 tahun ke atas, mati di padang gurun dan tidak diizinkan memasuki Tanah Kanaan karena mereka memberontak kepada Tuhan.

Kaleb memberikan putrinya menjadi istri Otniel, karena Otniel berhasil menaklukkan kota Kiryat-Sefer di Tanah Kanaan.

Otniel adalah hakim pertama Israel, yakni pemimpin politik, militer, dan pemerintahan pasca Yosua sebelum adanya jabatan raja di Israel (Hakim-hakim 3:7-11).

Di usianya yang 85 tahun, Kaleb masih kuat, baik secara fisik maupun mental, sehingga dia masih dapat merebut wilayah Hebron yang dimintanya kepada Yosua, rekan sekaligus pemimpinnya (Yosua 14).

25. Rahab

Rahab adalah seorang perempuan sundal (pelacur) di Yerikho, kota pertama yang ditaklukkan oleh bangsa Israel di Tanah Kanaan.

Ketika Yosua mengutus dua orang pengintai ke Yerikho (Tanah Perjanjian), Rahab menyembunyikan mereka di rumahnya, karena ia tahu dan yakin bahwa Yerikho telah diserahkan oleh Tuhan kepada bangsa Israel (Yosua 2).

Hal ini dianggap sebagai tindakan iman yang besar sehingga nama Rahab termasuk ke dalam deretan para pahlawan iman (Ibrani 11).

Ketika kota Yerikho jatuh ke tangan bangsa Israel, hanya Rahab dan keluarganya yang diselamatkan, selebihnya ditumpas oleh bangsa Israel.

Rahab kemudian menikah dengan Salmon, salah satu laki-laki Israel dari suku Yehuda dan menjadi nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia sehingga namanya terdapat dalam silsilah Tuhan Yesus (Matius 1:5).

2 komentar untuk “100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka”

  1. Artikel Ini Sangat Memberkati Saya Dan Para Pembaca. Karena Memberikan Pengetahuan Tentang 100 Tokoh Terkemuka Di Alkitab. Sehingga Kita Mengetahui Bagaimana Cerita Tentang Mereka.

    Dan Kita Pun Mengerti Bagaimana Supaya Hidup Benar Dan Berkenan Di Hadapan Tuhan, Seperti Tokoh2 Yang Telah Diceritakan Dalam Artikel Ini.

    Terima Kasih Atas Artikel Ini. Sangat Mudah Dipahami Dan Sangat Jelas Dan Padat. Tuhan Yesus Memberkati.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!