Loading...

100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

Loading...

Artikel ini berisi tentang 100 tokoh Alkitab terpopuler dan kisah mereka.

Ada ribuan tokoh Alkitab, orang-orang yang disebut di Alkitab, baik di Perjanjian Lama, maupun di Perjanjian baru.

Namun banyak dari tokoh-tokoh tersebut yang hanya disebut satu kali saja, seperti dalam daftar silsilah misalnya, tanpa menyebut tentang satu kisah atau peristiwa yang berkaitan dengan hidup mereka.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Lama

Alkitab hanya menyebut nama mereka, sehingga kita tidak punya informasi yang cukup untuk mengenali siapa sesungguhnya mereka, bagaimana sifat dan karakter mereka, dan apa yang mereka perbuat.

Di sisi lain, ada juga tokoh-tokoh Alkitab yang tidak disebut namanya, namun disebutkan tentang sifat atau karakter mereka dan hal-hal yang mereka lakukan.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Baru

Tetapi banyak juga tokoh Alkitab yang disebut namanya satu kali atau lebih dan juga kisah/cerita hidup mereka, atau peristiwa yang berkaitan dengan mereka.

Mereka ini termasuk tokoh-tokoh penting atau tokoh-tokoh besar di Alkitab, orang-orang berpengaruh, raja-raja, para pemimpin, para nabi, imam, raja, para bapa leluhur Israel, rasul, diaken, dan penginjil.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Taat Kepada Tuhan Dan Akibatnya

Bukan hanya tokoh Alkitab yang baik dan saleh, atau tokoh iman yang patut diteladani, tetapi juga tokoh-tokoh jahat yang tak patut untuk diteladani.

Dengan kata lain, mereka adalah tokoh-tokoh Alkitab terpopuler, yang kisah hidupnya atau peristiwa yang terkait dengannya dicatat di Alkitab, setidaknya satu kali, dan punya nilai informasi bagi kita.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berdosa Dan Kemudian Bertobat

Berikut ini adalah artikel yang membahas tentang 100 tokoh Alkitab terpopuler dan kisah mereka.

Siapa sajakah yang termasuk ke dalam 100 tokoh Alkitab terpopuler? Berikut penjelasannya.

1. Adam

Adam adalah manusia pertama yang Tuhan ciptakan di bumi.

Setelah Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam, dan istrinya, Hawa, serta memberkati mereka, Ia menempatkan mereka di Taman Eden.

Ia memberi perintah kepada mereka bahwa semua yang ada di taman itu boleh mereka makan buahnya.

Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yang terdapat di tengah-tengah taman itu tidak boleh mereka makan. Sebab pada waktu mereka memakannya, mereka pasti akan mati.

Peringatan Tuhan ini tidak ditaati oleh Adam dan Hawa.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam membuat mereka jatuh ke dalam dosa serta mengalami kematian rohani, yakni terpisah dari Tuhan. Mereka punya rasa bersalah dan takut berhadapan denganNya.

Mereka juga mengalami kematian jasmani. Kematian rohani kemudian juga diikuti oleh kematian secara jasmani. Setelah hidup bertahun-tahun, akhirnya Adam dan Hawa mati secara fisik.

Selain itu, mereka juga mengalami berbagai penderitaan hidup (Kejadian 3:1-24).

2. Hawa

Hawa adalah istri Adam, manusia pertama yang Tuhan ciptakan di bumi.

Hawa-lah yang pertama digoda oleh iblis yang datang dalam bentuk ular sehingga ia dan suaminya jatuh ke dalam dosa.

Hawa tergoda dengan perkataan iblis, ia melihat buah pohon itu sangat menarik, sedap dilihat. Lalu ia mengambil buah pohon itu, memakannya dan memberikannya kepada suaminya, Adam.

Akibatnya mereka jatuh ke dalam dosa dan dihukum Tuhan.

Bahkan hukuman yang ditimpakan Tuhan kepada Adam dan Hawa bukan hanya untuk mereka berdua, tetapi berdampak kepada seluruh keturunan mereka kelak, yakni semua manusia di bumi. Inilah yang disebut dengan istilah dosa asali atau dosa warisan, yang hanya ada dalam ajaran kekristenan (Roma 5:12-21).

3. Kain

Kain adalah anak pertama Adam dan Hawa, manusia pertama di bumi.

Kain adalah seorang petani dan Habel, adik Kain, seorang peternak kambing-domba.

Suatu waktu Kain dan Habel mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertaniannya, sedangkan Habel mempersembahkan hasil peternakannya.

Ternyata persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Habel, adiknya, diterimaNya.

Alasan mengapa persembahan Kain ditolak oleh Tuhan adalah karena perbuatan Kain yang jahat.

Jadi bukan karena “bahan” persembahannya yang berbeda dengan “bahan” persembahan Habel (seperti yang sering dianggap oleh sebagian orang), melainkan lebih pada sikap hati Kain yang tidak berkenan kepada Tuhan (1 Yohanes 3:12).

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Karena itu maka Tuhan sangat murka kepadanya.

Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya. Selain itu, Kain juga akan menjadi seorang pengembara di bumi (Kejadian 4).

4. Habel

Habel adalah anak kedua dari Adam dan Hawa.

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel. Dengan liciknya Kain mengajak Habel ke ladang, lalu dengan tiba-tiba ia memukul dan membunuh adiknya tersebut.

Bukannya memperbaiki hidupnya sehingga ia berkenan kepada Tuhan, Kain malah membunuh adiknya yang tidak bersalah. Padahal Tuhan sudah mengingatkan Kain bahwa dosa sudah mengintainya di kala ia tidak berbuat baik.

Tetapi Kain mengabaikan peringatan Tuhan, sehingga terjadilah dosa pembunuhan tersebut.

Tuhan sangat marah kepada Kain atas pembunuhan Habel. Ia mengutuk Kain dan menghukumnya dengan tanah yang tidak menghasilkan penuh baginya, ia juga menjadi pengembara di bumi.

Peristiwa pembunuhan Habel merupakan pembunuhan pertama yang tercatat di Alkitab. Hal ini membuat Habel sebagai martir pertama di Alkitab.

Habel boleh disebut sebagai martir dikarenakan ia meninggal demi mempertahankan penyembahan yang benar kepada Tuhan.

Tuhan Yesus juga dengan jelas menyebut Habel sebagai “orang benar” dan bahwa kemartirannya merupakan awal pembunuhan terhadap orang-orang benar (Matius 23:35).

5. Nuh

Ketika manusia keturunan Adam semakin banyak di bumi, maka semakin lama kelakuan mereka semakin jahat di mata Tuhan dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan.

Karena itu Tuhan ingin memusnahkan seluruh manusia yang diciptakanNya itu dengan air bah yang melanda seluruh bumi.

Namun Tuhan menyelamatkan satu keluarga dari seluruh manusia yang akan dimusnahkanNya itu sehingga manusia tetap ada di hadapanNya.

Dialah Nuh, seorang yang saleh di hadapan Tuhan. Nuh sekeluarga tidak akan tertimpa air bah yang akan didatangkan Tuhan.

Untuk itu, Tuhan menyuruh Nuh membuat sebuah bahtera di atas gunung yang mampu menampung Nuh sekeluarga dan sejumlah spesies hewan di bumi sehingga hewan-hewan tersebut tidak punah (Kejadian 6-9).

Dari Nuh inilah seluruh umat manusia berkembang biak di bumi. Ketiga anak Nuh, yakni Sem, Ham, dan Yafet menjadi nenek moyang seluruh bangsa di bumi (Kejadian 10).

6. Abraham

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, yang dikenal sebagai bapa orang beriman.

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Abraham tadinya belum dikenal, bahkan ayahnya, Terah, adalah seorang penyembah berhala.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Ia berjanji akan memberkati Abraham, membuat nama Abraham masyhur, dan oleh Abraham seluruh bangsa di muka bumi akan diberkati.

Abraham menaati panggilan Tuhan tersebut. Ia meninggalkan negerinya dan pergi ke negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya, yakni Tanah Kanaan.

Ia membawa istrinya, Sara, dan keponakannya, Lot, serta segala hartanya dan orang-orangnya.

Di Tanah Kanaan Tuhan berjanji akan memberikan negeri itu kepada keturunan Abraham, yakni umat Israel (Kejadian 12:1-9).

Kebesaran Abraham bukan hanya karena ia nenek moyang umat pilihan Tuhan, bangsa Israel, tetapi juga karena ia adalah nenek moyang sang Mesias, yakni Yesus Kristus.

7. Sara

Sara adalah istri Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

Salah satu kisah menarik tentang Sara adalah tentang kecantikannya.

Suatu ketika terjadi kelaparan di Tanah Kanaan, sehingga ia dan suaminya, Abraham, pergi ke Tanah Mesir untuk mendapatkan makanan.

Karena Abraham takut orang-orang Mesir akan membunuhnya serta mengambil Sara, karena istrinya itu cantik, maka Abraham meminta Sara agar mengaku sebagai saudaranya. Dengan demikian Abraham berharap orang Mesir memperlakukan dirinya dan istrinya dengan baik.

Strategi Abraham ini sebenarnya tidak benar dan berbahaya. Firaun, raja Mesir, memang memperlakukan Abraham dengan baik, bahkan memberinya kambing-domba, lembu, keledai, unta, dan budak-budak. Namun Firaun justru mengambil Sara menjadi istrinya!

Beruntung, Abraham Tuhan tolong. Tuhan menimpakan tulah bagi Firaun dan seisi istananya sehingga Firaun mengembalikan Sara kepada Abraham dan memintanya pergi dari Mesir. (Kejadian 12).

8. Lot

Lot adalah keponakan Abraham. Ketika Abraham dipanggil Tuhan meningalkan kampung halamannya di Ur-Kasdim, Abraham juga membawa serta Lot, mungkin karena ayah Lot saat itu sudah meninggal.

Lot bersama-sama Abraham pergi ke Tanah Perjanjian (Kanaan) sebagai pendatang. Ketika terjadi kelaparan di Kanaan, Lot juga ikut bersama Abraham pergi ke Mesir.

Kemudian Lot berpisah dari Abraham. Ia memilih tinggal di Lembah Yordan, dekat kota Sodom. Hal ini kemudian menimbulkan masalah tersendiri bagi Lot. Sebab Sodom sangat jahat.

Tidak dijelaskan secara eksplisit di Alkitab apa dosa terbesar kota Sodom dan Gomora. Namun dari kisah tentang dua malaikat yang bertamu ke rumah Lot dapat disimpulkan bahwa dosa Sodom dan Gomora adalah masalah homoseksual.

Tuhan mengutus dua orang malaikatNya (dalam wujud laki-laki) untuk menyelidiki keadaan kota Sodom. Ketika mereka tiba di Sodom, mereka diterima oleh Lot dan diberi tumpangan di rumahnya.

Namun para lelaki di kota Sodom itu berusaha memaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan dua malaikat (laki-laki) yang datang ke rumah Lot tersebut, tetapi Tuhan menggagalkan usaha mereka tersebut dengan membutakan mata mereka.

Lewat peristiwa ini para malaikat itu akhirnya memahami dosa Sodom dan Gomora, mereka tidak butuh lagi bukti akan dosa Sodom dan Gomora, mereka sudah mengalaminya sendiri.

Kemudian kedua malaikat itu segera melarikan keluarga Lot keluar dari kota Sodom. Lalu Tuhan memusnahkan kota Sodom dan Gomora dengan menurunkan hujan belerang dan api (Kejadian 19:1-29).

9. Hagar

Ketika Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya, Ia berjanji akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi Sara, istri Abraham, adalah seorang perempuan mandul dan sudah tua.

Karena itu, Sara meminta suaminya, Abraham, untuk menghampiri pembantunya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak dan dianggap sebagai anak Sara.

Hal ini dituruti oleh Abraham. Ia menikahi Hagar dan mendapatkan seorang anak, Ismael (Kejadian 16).

Pernikahan Abraham dengan Hagar adalah bentuk ketidakpercayaan dan ketidaksabaran Abraham dan Sara pada janji Tuhan.

Kendati demikian, janji Tuhan tetap digenapi dalam hidup Abraham dan Sara, bahwa keturunan mereka sangat banyak, yang dimulai dari anak kandung mereka, Ishak; bukan dari Ismael.

10. Ayub

Ayub adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Allah. Selain itu, Ayub juga orang yang kaya.

Allah mengizinkan iblis untuk mencobai Ayub dengan sangat berat: kematian anak-anaknya secara mendadak, penyakit kulit  yang dideritanya, dan harta kekayaannya yang lenyap seketika.

Bahkan istrinya meminta Ayub untuk mengutuki Allahnya lalu mati.

Demikian juga sahabat-sahabatnya, yang datang menghiburnya. Mereka mempersalahkan Ayub; mereka berpikir bahwa Ayub menderita karena dosa-dosanya.

Namun Ayub tidak mempersalahkan Tuhan atas segala penderitaan yang dialaminya. (Ayub 1-2).

Meski sempat ragu, iman Ayub tetap kokoh kepada Tuhan. Ayub tetap setia sampai akhir dalam mengikut Tuhan.

Pada akhirnya Ayub dipulihkan oleh Tuhan setelah ia selesai menjalani pencobaan iblis yang Allah izinkan terjadi atas dirinya.

Ayub mempunyai tujuh anak lagi, dan putri-putrinya adalah orang-orang yang paling cantik di negeri-negeri Timur (Negara-negara sebelah timur Israel).

Ayub juga Tuhan berkati sedemikian sehingga ia sangat kaya, jauh lebih kaya dari sebelumnya, dan menjadi orang yang terkaya di antara orang-orang di negeri Timur. (Ayub 42).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!