100 Tokoh Alkitab Terpopuler Dan Kisah Mereka

11. Ishak

Ishak adalah anak Abraham, nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Setelah Abraham meninggal, Allah memberkati Ishak, anak Abraham, serta mengikat perjanjian dengannya.

Allah berjanji kepada Ishak bahwa keturunannya akan sebanyak bintang di langit dan mereka akan memiliki Tanah Perjanjian.

Seperti halnya Abraham, ayahnya, Ishak bukan hanya merupakan nenek moyang bangsa Israel, tetapi juga nenek moyang Mesias.

Bukti penyertaan Tuhan terhadap Ishak adalah ketika Ia memberkati Ishak secara melimpah di negeri orang Filistin, Gerar.

Ishak mempunyai banyak ternak dan anak buah. Ishak menjadi orang yang lebih berkuasa di Gerar, sekalipun ia adalah seorang pendatang. (Kejadian 26).

12. Ribka

Ribka adalah istri Ishak, anak Sara. Jadi Ribka adalah menantu Sara.

Di masa tuanya, Abraham mengutus seorang hambanya ke Aram-Mesopotamia, kepada sanak keluarganya, untuk mencarikan anaknya, Ishak, seorang istri.

Setelah hamba Abraham tersebut sampai di Aram-Mesopotamia, maka ia berdoa dan meminta tanda kepada Tuhan. Jika perempuan yang dia mintai tolong mau memberinya minum, maka dialah kiranya yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dan Tuhan menjawab doa hamba Abraham itu, ia bertemu dengan Ribka yang sedang datang mengambil air. Dan ketika ia meminta tolong kepada Ribka agar diberikan air, maka Ribka memberikannya.

Ribka digambarkan sebagai seorang perempuan yang sangat cantik parasnya.

Setelah hamba Abraham tersebut menjelaskan maksud kedatangannya, ia pun dibawa oleh Ribka ke rumah orang tuanya. Keluarga Ribka dan Ribka sendiri setuju untuk dijadikan istri Ishak. Dan Ribka dibawa oleh hamba Abraham ke Tanah Kanaan untuk dinikahkan dengan anak tuannya, Ishak. (Kejadian 24)

13. Esau

Esau adalah anak Ishak, saudara kembar Yakub.

Ketika Ishak memberkati Yakub sebagai anak sulung setelah ia ditipu oleh istrinya, Ribka, dan Yakub, maka Esau sangat marah dan menangis, dan ia berikhtiar membunuh Yakub, sebab Yakub telah menipunya (Kejadian 27:41-45).

Mendengar Esau ingin membunuhnya, maka Yakub melarikan diri ke rumah pamannya atas saran ibunya.

Sekitar dua puluh tahun kemudian, setelah Yakub menikah dan mempunyai anak di pelariannya, Allah menyuruhnya kembali ke rumah ayahnya di Kanaan.

Namun Yakub takut bertemu kakaknya, Esau, yang mungkin masih dendam kepadanya dan akan membunuhnya.

Karena itulah Yakub berdoa kepada Tuhan, dan Ia mengabulkan doanya (Kejadian 32).

Sebab ternyata, Esau tidak dendam lagi kepada Yakub, malahan ia memeluk dan mencium Yakub dengan menangis (Kejadian 33).

Jelas Esau tidak lagi marah kepada Yakub, ia memilih untuk mengampuni saudara kembarnya yang telah merebut hak kesulungannya.

14. Yakub

Yakub adalah anak Ishak, cucu Abraham.  Yakub disebut juga Israel, yang merupakan ayah dari 12 anak laki-laki yang kemudian menjadi nenek moyang bangsa Israel.

Yakub adalah salah satu bapa leluhur Israel, selain Abraham, kakeknya dan Ishak ayahnya.

Yakub jelas sangat dihormati oleh orang Israel, karena dari dialah berasal 12 bapa leluhur mereka.

Seperti halnya Abraham dan Ishak, Tuhan juga mengikat perjanjian dengan Yakub.

Ia berjanji akan menyertai dan memberkati Yakub, serta membuat keturunannya banyak, dan akan memiliki Tanah Kanaan, yang dijanjikannya kepada Abraham (Kejadian 28:13-15).

Yakub dan anak-anaknya kemudian mengungsi ke Mesir, di sanalah ia mati, dan dari sanalah keturunannya, bangsa Israel, Tuhan bawa menuju Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan.

15. Rahel

Rahel adalah istri Yakub, anak Ribka. Jadi Rahel adalah menantu Ribka.

Rahel adalah istri yang paling dikasihi oleh Yakub. Yakub rela bekerja selama 14 tahun untuk Laban, ayah Rahel, demi mendapatkan Rahel. Awalnya ia hanya bekerja selama tujuh tahun saja, namun karena Laban menipunya, maka ia harus bekerja selama tujuh tahun lagi.

Laban adalah saudara laki-laki Ribka, ibu Yakub. Ayahnya, Ishak, memintanya mencari istri ke rumah pamannya itu.

Laban mempunyai dua orang anak perempuan, Lea yang sulung dan adiknya, Rahel. Yakub lebih menyukai Rahel daripada Lea, karena ia lebih cantik daripada kakaknya. (Kejadian 29).

Setelah Yakub bekerja selama tujuh tahun untuk mendapatkan Rahel, ternyata Laban justru memberikan Lea kepadanya. Karena dia sukanya sama Rahel, maka Yakub pun bekerja selama tujuh tahun lagi untuk mendapatkan Rahel. Dengan demikian Yakub memperistri Lea dan Rahel.

Lea dan Rahel, beserta budak-budak mereka (Bilha dan Zilpa), menjadi nenek moyang 12 suku Israel.

16. Ruben

Ruben merupakan anak sulung Yakub dari istrinya, Lea. Ruben adalah salah satu anak Yakub yang paling banyak dicatat di Alkitab. Dan Ruben mempunyai sifat dan karakter yang baik, dibanding saudara-saudaranya yang lain, kecuali Yusuf.

Satu sifat Ruben yang baik terlihat dari sikapnya kepada adiknya, Yusuf.

Ketika Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub dari anak-anaknya yang lain, maka saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati kepadanya. Mereka pun mulai berunding untuk membunuhnya.

Tetapi Ruben, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, tidak menyetujui perbuatan saudara-saudaranya tersebut. Itulah sebabnya ia menyarankan agar mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur agar Ruben bisa menyelamatkan Yusuf.

Saudara-saudaranya menyetujui usul Ruben, mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur. Tapi rencana Ruben untuk menyelamatkan Yusuf dari sumur itu tidak kesampaian, sebab tanpa sepengetahuan Ruben, saudara-saudaranya yang lain telah mengangkat Yusuf dari sumur tersebut dan menjualnya kepada pedagang yang hendak pergi ke Mesir (Kejadian 37:21-22, 29-30).

Kendati demikian, Ruben punya aib, karena ia pernah berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha (Kejadian 35:21-22).

Dan di penghujung hidupnya, Yakub menghukum Ruben dan hak kesulungan Ruben pun hilang (Kejadian 49:1-4).

17. Yehuda

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yehuda adalah salah satu anak Yakub paling banyak dicatat di Alkitab, bersama Yusuf dan Ruben.

Yehuda adalah orang yang bertanggung jawab dan telah menunjukkan kepemimpinannya di antara saudara-saudaranya (Kejadian 43:3-5, 8-10; 44:18-34).

Tetapi seperti Ruben, dan tidak seperti Yusuf, Yehuda mempunyai moral yang rendah. Ia suka pergi ke perempuan sundal, dan di situlah ia bertemu dengan menantunya, Tamar, yang menyamar sebagai perempuan sundal. Karena itu ia melakukan hubungan seksual dengan menantunya tersebut.

Yehuda pun akhirnya mengambil Tamar menjadi istrinya.

Kendati demikian, kasih karunia Allah tetap berlaku bagi Yehuda. Tuhan tetap memilihnya sebagai penerus umat pilihan Allah. Dari nama Yehudalah berasal istilah Yehuda atau Yahudi, dialah nenek moyang para raja Israel, dan nenek moyang sang Mesias, Yesus Kristus.

Dalam nubuatannya tentang Yehuda, Yakub mengatakan bahwa Yehuda akan menjadi pemimpin dan tongkat kerajaan tidak akan beralih dari suku Yehuda, hingga datang Dia (Tuhan Yesus) yang berhak atasnya (Kejadian 49:8-12).

18. Yusuf

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel. Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Karena itulah Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar. Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Karena Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, maka Yusuf dimasukkan ke penjara.

Di penjara, Yusuf berhasil menafsirkan mimpi juru minum dan juru roti Firaun, yang saat itu sama-sama dipenjarakan dengan Yusuf. Hal ini membuat Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi raja Firaun, raja Mesir.

Akhirnya, raja Firaun mengangkat Yusuf sebagai pempimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun. Jadi Yusuf menjadi orang kedua di kerajaan Mesir. Dialah yang dipercayakan oleh Firaun untuk mengelola pemerintahan Mesir, termasuk logistik, yang berpengaruh kepada bangsa-bangsa lain pada masa itu (Kejadian 41:39-44).

Yusuf berhasil menyelamatkan banyak bangsa dari bahaya kelaparan, termasuk keluarganya sendiri di Tanah Kanaan, yang datang ke Mesir untuk membeli gandum.

19. Firaun

Ketika Yusuf mati, dan Firaun yang lain bangkit memerintah di Mesir, yang tidak mengenal Yusuf, maka dia mulai memperlakukan bangsa Israel dengan begitu keras.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Firaun yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka.

Selain itu, mereka juga diharuskan kerja paksa di Mesir (Keluaran 1).

Tuhan kemudian memanggil Musa dan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Tetapi raja Mesir, Firaun, bersikeras tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun, kepergian mereka akan menjadi kerugian besar bagi dia dan bangsa Mesir.

Firaun bahkan dengan sombongnya berkata bahwa dia tidak mengenal Tuhan yang diberitahukan Musa, maka dia tidak perlu menaatiNya dan tidak akan membiarkan bangsa Israel pergi (Keluaran 5:1).

Maka Tuhan pun mendatangkan banyak tulah kepada Firaun dan bangsanya, yang memaksa Firaun untuk membebaskan umatNya dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dalam usaha terakhirnya mempertahankan bangsa Israel di Mesir, pasukannya mengejar umat pilihan Tuhan tersebut.

Tetapi sia-sia: mereka tenggelam di Laut Teberau.

20. Musa

Musa lahir di Mesir, di mana orang Israel berada di bawah perbudakan orang Mesir. Tetapi ia dididik dan dibesarkan di rumah raja Firaun hingga ia berusia 40 tahun.

Ketika Musa hendak menolong bangsa Israel atas kekuasaan orang Mesir, ia ditolak oleh bangsanya sehingga ia harus melarikan diri ke Midian. Di situ ia berkeluarga dan bekerja pada mertuanya, 40 tahun lamanya.

Lalu Tuhan memanggilnya untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Dia memimpin sekitar 2 juta umat Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Pejanjian, mengembara di padang gurun selama 40 tahun (Kisah Para Rasul 7:20-39).

Musa memang tidak masuk ke Tanah Perjanjian, ia mati di perbatasan Tanah Kanaan. Tetapi ia telah berhasil membawa umat Tuhan dari Mesir hingga ke perbatasan Tanah perjanjian.

Musa adalah salah satu tokoh Alkitab terbesar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!