12 Anak Yakub, Nenek Moyang Bangsa Israel

Yakub merupakan bapa leluhur bangsa Israel. Yakub adalah anak Ishak dan cucu Abraham. Yakub juga merupakan orang pilihan Tuhan, seperti halnya Abraham dan Ishak. Dan Tuhan mengikat perjanjianNya dengan Yakub, sebagaimana yang Ia buat dengan Abraham, kakeknya, dan Ishak, ayahnya.

Tuhan kemudian mengganti nama Yakub menjadi Israel. Yakub artinya adalah “penipu”. Sedangkan Israel artinya adalah “bergulat dengan Allah”. Hal ini terjadi setelah Yakub bergulat dengan malaikat Allah (Kejadian 32:8; 35:10).

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Terpaksa Mengungsi Ke Negeri Orang

Yakub melahirkan 12 anak laki-laki dari dua istri, yakni Lea dan Rahel, anak-anak Laban; serta dari dua gundik, yakni Bilha dan Zilpa. Selain itu Yakub juga mempunyai 1 anak perempuan dari Lea.

Kedua belas anak laki-laki Yakub inilah yang menjadi nenek moyang dari kedua belas suku Israel. Keturunan merekalah yang disebut sebagai bangsa Israel. Dan seperti kita tahu, bangsa Israel adalah umat pilihan Tuhan, berdasarkan perjanjianNya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang mereka.

Kedua belas anak Yakub ini bersama ayah mereka, Yakub, dan anak-anak mereka, pergi mengungsi ke Mesir. Sebab ada kelaparan hebat di Tanah Kanaan, yakni Tanah Perjanjian (Kejadian 46). Di Mesir mereka beranak cucu, menjadi sebuah bangsa yang besar, yakni bangsa Israel. Bangsa Israel ini tinggal di Mesir selama 400 tahun.

Semua anak-anak Yakub meninggal di Mesir, bersama ayah mereka, Yakub. Anak cucu merekalah yang keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian, ketika Tuhan membebaskan umatNya dari perbudakan Mesir dan menghukum bangsa Mesir dengan berbagai tulah. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia)

Artikel kali ini akan membahas tentang 12 anak-anak Yakub, sehingga kita lebih mengenal mereka, baik secara kolektif maupun secara individu, meskipun hanya beberapa orang saja dari mereka yang cukup banyak dicatat di Alkitab.

Berikut profil kedua belas anak Yakub atau nenek moyang bangsa Israel, dan sedikit tentang kehidupan mereka.

 

1. Ruben

Ruben dalam bahasa Ibrani, yakni bahasa asli Perjanjian Lama, adalah Re’uven, yang artinya “Tuhan telah memperhatikan sengsaraku”.

Nama Ruben ini diberikan oleh Lea, ibu Ruben (Kejadian 29:31-32), karena saat itu ia kurang dicintai oleh Yakub, suaminya. Yakub lebih mencintai Rahel, istri kedua Yakub, yang juga adik kandung Lea.

Ruben merupakan anak sulung Yakub dari istrinya, Lea. Ruben adalah salah satu anak Yakub yang paling banyak dicatat di Alkitab. Dan Ruben mempunyai sifat dan karakter yang baik, dibanding saudara-saudaranya yang lain, kecuali Yusuf.

Satu sifat Ruben yang baik terlihat dari sikapnya kepada adiknya, Yusuf.

Ketika Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub dari anak-anaknya yang lain, maka saudara-saudara Yusuf menjadi iri hati kepadanya. Mereka pun mulai berunding untuk membunuhnya (lihat poin 11 di bawah).

Tetapi Ruben, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain, tidak menyetujui perbuatan saudara-saudaranya tersebut. Itulah sebabnya ia menyarankan agar mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur agar Ruben bisa menyelamatkan Yusuf.

Saudara-saudaranya menyetujui usul Ruben, mereka membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur. Tapi rencana Ruben untuk menyelamatkan Yusuf dari sumur itu tidak kesampaian, sebab tanpa sepengetahuan Ruben, saudara-saudaranya yang lain telah mengangkat Yusuf dari sumur tersebut dan menjualnya kepada pedagang yang hendak pergi ke Mesir (Kejadian 37:21-22, 29-30).

Di sini terlihat bahwa yang berbuat jahat kepada Yusuf adalah saudara-saudaranya yang lain, bukan Ruben.

Kendati demikian, Ruben punya aib, karena ia pernah berzinah dengan gundik ayahnya, Bilha (Kejadian 35:21-22).

Dan di penghujung hidupnya, Yakub menghukum Ruben dengan nubuatannya. Ia mengatakan bahwa Ruben sebenarnya adalah anak sulungnya, yang berhak mendapat hak-hak kesulungan. Tetapi setelah perbuatan zinahnya itu, hak kesulungan Ruben pun hilang (Kejadian 49:1-4).

Hak kesulungan Ruben beralih kepada Yusuf. Secara de jure, secara hukum, Ruben memang tetap tercatat sebagai anak sulung Yakub, namun secara de facto, dalam faktanya, Yusuflah yang menerima hak-hak kesulungan tersebut (1 Tawarikh 5:1).

Menurut sumber-sumber pengajaran rabi Yahudi, hak kesulungan Ruben (dan keturunannya) yang mencakup hak sebagai pemimpin atas saudara-saudaranya (suku-suku Israel yang lain), beralih kepada suku Yehuda, dan hak sebagai imam, beralih kepada suku Lewi.

Sebelum pergi mengungsi ke Mesir beserta keluarga besar Yakub, Ruben sudah punya tiga anak laki-laki (Kejadian 46:9). (untuk kisah Ruben yang lebih lengkap, silakan baca: 7 Fakta Tentang Ruben)

 

2. Simeon

Simeon dalam bahasa Ibrani adalah Shim’on, yang artinya “mendengar”, dalam arti menaati.

Simeon merupakan anak ke-2 Yakub dari istrinya, Lea.

Simeon adalah salah satu anak Yakub yang bersekongkol untuk membunuh para pria Sikhem dengan cara licik, karena Sikhem telah memperkosa saudara perempuan mereka, Dina. Anak-anak Yakub menyuruh bangsa Sikhem bersunat seolah-olah agar mereka bisa menjadi sahabat.

Tetapi ketika mereka sedang kesakitan karena disunat, maka anak-anak Yakub menyerang dan membunuh mereka semua. Hal ini membuat Yakub sangat marah, sebab bisa saja bangsa Sikhem datang untuk menyerang dan membunuh keluarga Yakub yang pada masa itu sangat sedikit (Kejadian 34:1-31).

Ketika Yakub akan meninggal dan saat dia menyampaikan nubuatnya kepada 12 anak laki-lakinya, maka ia mengutuki perbuatan Simeon dan saudaranya, Lewi (Kejadian 49:5-7). Tidak ada kutuk yang diberikan kepada anak-anak Yakub yang lain, sekalipun mereka semua turut serta dalam membunuh keluarga Sikhem.

Hal ini berarti bahwa Simeon dan Lewilah yang paling berperan dalam pembunuhan itu, atau mungkin karena mereka berdualah yang berinisiatif atas pembunuhan Sikhem sekeluarga secara licik.

Ketika Yusuf sudah menjadi penguasa di Mesir (lihat poin 11 di bawah), saudara-saudaranya pergi ke Mesir untuk mencari makanan, sebab di tanah Kanaan terjadi kelaparan yang hebat. Saudara-saudara Yusuf tidak lagi mengenali Yusuf yang dulu pernah mereka buang, yang sekarang sudah menjadi penguasa di Mesir, orang kedua setelah Firaun.

Tetapi Yusuf dapat mengenali mereka. Dan Yusuf menguji mereka, dengan menuduh mereka sebagai para pengintai. Mereka menjelaskan bahwa mereka adalah anak-anak dari satu ayah di Kanaan, dan bahwa mereka ada 12 bersaudara, yang satu (Yusuf) sudah tidak ada lagi, dan yang satu lagi, yang bungsu (Benyamin), ada bersama ayah mereka di Kanaan.

Namun Yusuf sengaja tidak mempercayai pengakuan mereka, ia mempersulit mereka dengan memasukkan mereka ke dalam tahanan selama tiga hari. Lalu ia menyuruh mereka pulang serta membekali mereka dengan gandum agar mereka bisa meredakan lapar seisi rumah mereka.

Tetapi mereka harus kembali lagi ke Mesir dengan membawa Benyamin, anak bungsu ayah mereka, yang telah mereka ceritakan. Dengan demikian Yusuf bisa yakin bahwa mereka bukan para pengintai, tapi orang-orang yang ingin mencari gandum ke Mesir. Yusuf menahan salah seorang dari mereka di Mesir, yakni Simeon, sebagai jaminan bahwa mereka akan kembali lagi ke Mesir dengan membawa Benyamin.

Kita tidak tahu mengapa Simeon yang ditahan oleh Yusuf, dan bukan saudara-saudaranya yang lain. Boleh jadi karena Simeonlah yang paling berperan dalam penjualan Yusuf ke Mesir, seperti perannya yang menonjol dalam membunuh orang-orang Sikhem.

Atau mungkin karena Simeon yang paling sulung setelah Ruben. Jadi ia dianggap lebih bertanggung jawab atas penjualan Yusuf ke Mesir, sebab Ruben sebagai anak sulung berusaha melepaskan Yusuf sehingga dianggap tidak terlibat dalam penjualan Yusuf (lihat poin 1 di atas).

Kendati demikian, karena nama Simeon punya makna yang baik, maka namanya adalah nama Perjanjian Lama paling banyak dipakai di Perjanjian Baru. (Baca: 7 Nama Di Perjanjian Lama Yang Paling Banyak Dipakai Di Perjanjian Baru)

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Simeon telah mempunyai enam orang anak laki-laki (Kejadian 46:10).

 

3. Lewi

Lewi dalam bahasa Ibrani adalah Levi, yang artinya “menggabungkan diri”.

Lewi merupakan anak ke-3 Yakub dari istrinya, Lea.

Lewi adalah salah satu anak Yakub yang paling berperan untuk membunuh para pria Sikhem dengan cara licik, karena Sikhem telah memperkosa saudara perempuan mereka, Dina (Kejadian 34:1-31).

Ketika Yakub akan meninggal dan saat dia menyampaikan nubuatnya kepada 12 anak laki-lakinya, maka ia mengutuki perbuatan Lewi dan Simeon, saudaranya (Kejadian 49:5-7).

Hal ini berarti bahwa Lewi dan Simeonlah yang paling berperan dalam pembunuhan itu, atau mungkin karena mereka berdualah yang berinisiatif atas pembunuhan Sikhem sekeluarga secara licik (lihat poin 2 di atas).

Dan Lewi pastilah termasuk di antara anak-anak Yakub yang bersekongkol untuk menyingkirkan Yakub dengan menjualnya ke Mesir.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Lewi telah mempunyai tiga orang anak laki-laki (Kejadian 46:10).

 

4. Yehuda

Yehuda dalam bahasa Ibrani adalah Yehudah, yang artinya “bersyukur”

Skandal seks terbesar berikutnya di Alkitab adalah hubungan antara Yehuda dengan menantunya, Tamar (Kejadian 38:1-30).

Yehuda adalah anak keempat Yakub, anak dari istri pertamanya, Lea.

Yehuda adalah salah satu anak Yakub paling banyak dicatat di Alkitab, bersama Yusuf dan Ruben.

Tetapi sepeti Ruben, dan tidak seperti Yusuf, Yehuda mempunyai moral yang rendah. Ia suka pergi ke perempuan sundal, dan di situlah ia bertemu dengan menantunya, Tamar, yang menyamar sebagai perempuan sundal. Karena itu ia melakukan hubungan seksual dengan menantunya tersebut.

Yehuda pun akhirnya mengambil Tamar menjadi istrinya (Baca: 7 Skandal Seks Terbesar Di Alkitab)

Kendati demikian, kasih karunia Allah tetap berlaku bagi Yehuda. Tuhan tetap memilihnya sebagai penerus umat pilihan Allah. Dari nama Yehudalah berasal istilah Yehuda atau Yahudi, dialah nenek moyang para raja Israel, dan nenek moyang sang Mesias, Yesus Kristus.

Dalam nubuatannya tentang Yehuda, Yakub mengatakan bahwa Yehuda akan menjadi pemimpin dan tongkat kerajaan tidak akan beralih dari suku Yehuda, hingga datang Dia (Tuhan Yesus) yang berhak atasnya (Kejadian 49:8-12).

Mengapa Yehuda dipilih sebagai penerus raja-raja Israel dan Mesias? Mengapa bukan saudara-saudaranya yang lain? Tentu sebagai anak sulung Ruben yang harusnya berhak, tetapi ia telah dihukum Yakub (lihat poin 1 di atas).

Sementara anak Yakub ke-2 dan ke-3, Simeon dan Lewi, juga Yakub hukum akibat kekerasan mereka dalam membunuh bangsa Sikhem secara licik (lihat poin 2 dan 3 di tas).

Jadi karena anak ke-1, ke-2, ke-3, telah Yakub tolak, maka sebagai anak ke-4 Yehudalah yang berhak meneruskan generasi kerajaan, termasuk menurunkan Mesias.

Selain itu, juga karena Yehuda dinilai orangnya bertanggung jawab dan telah menunjukkan kepemimpinannya di antara saudara-saudaranya (Kejadian 43:3-5, 8-10; 44:18-34).

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Yehuda telah mempunyai lima orang anak laki-laki, tetapi dua orang telah meninggal di Kanaan (Kejadian 46:12).

 

5. Dan

Dan dalam bahasa Ibrani adalah Dan, yang artinya “menghakimi”.

Dan merupakan anak ke-5 Yakub dari gundiknya, Bilha. Dan adalah anak pertama Bilha. Bilha sendiri adalah hamba Rahel.

Ketika Rahel belum mempunyai anak, sementara kakaknya, Lea, sudah mempunyai 4 anak laki-laki, maka Rahel memberikan budaknya itu kepada Yakub agar ia melahirkan anak bagi Rahel.

Hal seperti ini adalah umum terjadi pada masa itu, di mana seorang budak melahirkan anak dan dianggap sebagai anak nyonyanya. Hal inilah juga yang dulu diperbuat Sara dengan memberikan budaknya, Hagar, kepada Abraham agar ia melahirkan anak bagi Sara (Kejadian 16:1-3).

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Dan secara khusus.  Tetapi sudah pasti Dan ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Dan telah mempunyai satu orang anak laki-laki (Kejadian 46:23).

 

6. Naftali

Naftali dalam bahasa Ibrani adalah Naftali, yang artinya ”yang bergumul”.

Naftali adalah anak laki-laki ke-6 Yakub dari gundiknya, Bilha, atau anak ke-2 Bilha.

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Naftali secara khusus.  Tetapi sudah pasti Naftali ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Naftali telah mempunyai empat orang anak laki-laki (Kejadian 46:24).

Menurut tradisi Yahudi, Naftali meninggal pada usia 132 tahun.

 

7. Gad

Gad dalam bahasa Ibrani adalah Gad, yang artinya “nasib baik”.

Gad adalah anak ke-7 Yakub dari gundiknya, Zilpa. Zilpa adalah budak Lea, yang diberikannya kepada Yakub agar ia melahirkan anak bagi Lea, seperti yang diperbuat Rahel dengan hambanya, Bilha (lihat poin 5 di atas).

Lea melakukan hal ini mungkin karena ia berpikir bahwa ia tidak akan melahirkan anak lagi. Tetapi ternyata ia masih melahirkan lagi (lihat poin 9 dan 10 di bawah).

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Gad secara khusus.  Tetapi sudah pasti Gad ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Gad telah mempunyai tujuh orang anak laki-laki (Kejadian 46:16).

 

8. Asyer

Asyer dalam bahasa Ibrani adalah Asher, yang artinya “bahagia”.

Asyer adalah anak ke-8 Yakub dari Zilpa, budak Lea, atau anak ke-2 Zilpa.

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Asyer secara khusus.  Tetapi sudah pasti Asyer ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Asyer telah mempunyai empat orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan (Kejadian 46:17).

 

9. Isakhar

Isakhar dalam bahasa Ibrani adalah Yissakhar, yang artinya “pekerja yang diupah”.

Isakhar merupakan anak ke-9 Yakub dari istrinya, Lea, atau anak laki-laki ke-7 Lea.

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Isakhar secara khusus.  Tetapi sudah pasti Isakhar ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Isakhar telah mempunyai empat orang anak laki-laki (Kejadian 46:13).

 

10. Zebulon

Zebulon dalam bahsa Ibrani adalah Zevulun, yang artinya “memuliakan”

Zebulon adalah anak laki-laki Yakub yang ke-10. Zebulon merupakan anak akub dari Lea. Bagi Lea, inilah anak laki-lakinya yang ke-8.

Tidak ada catatan lain Alkitab tentang Zebulon secara khusus.  Tetapi sudah pasti Zebulon ikut terlibat dalam pembunuhan orang-orang Sikhem dan penjualan Yusuf ke Mesir, seperti telah disinggung di atas.

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Zebulon telah mempunyai tiga orang anak laki-laki (Kejadian 46:14).

 

11. Yusuf

Yusuf dalam bahasa Ibrani adalah Yosef, yang artinya “menambahi”

Yusuf adalah anak ke-11 Yakub dari istrinya, Rahel. Dan Yusuf adalah anak pertama Rahel.

Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, sebab Yusuf lahir di masa tua Yakub dari istri kesayangannya, Rahel. Karena itulah Yakub memanjakan Yusuf. Ia membelikan Yusuf jubah yang sangat indah.

Hal ini membuat saudara-saudara Yusuf menjadi cemburu. Apalagi setelah Yusuf menceritakan mimpinya kepada mereka yang menggambarkan keunggulan Yusuf atas saudara-saudaranya itu, makin bencilah mereka kepada Yusuf.

Itulah sebabnya Yusuf mereka jual kepada seorang Ismael yang kemudian membawa Yusuf ke Mesir. Yusuf dijual kepada seorang pegawai istana Firaun yang bernama Potifar. Yusuf kemudian menjadi kepala rumah tangga Potifar dan orang kepercayaannya (Kejadian 39:4, 6).

Karena Yusuf difitnah oleh istri Potifar dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, maka Yusuf dimasukkan ke penjara. Di penjara, Yusuf berhasil menafsirkan mimpi juru minum dan juru roti Firaun, yang saat itu sama-sama dipenjarakan dengan Yusuf. Hal ini membuat Yusuf dipanggil untuk menafsirkan mimpi raja Firaun, raja Mesir.

Akhirnya, raja Firaun mengangkat Yusuf sebagai pempimpin tertinggi di Mesir di bawah kuasa Firaun. Jadi Yusuf menjadi orang kedua di kerajaan Mesir. Dialah yang dipercayakan oleh Firaun untuk mengelola pemerintahan Mesir, termasuk logistik, yang berpengaruh kepada bangsa-bangsa lain pada masa itu (Kejadian 41:39-44).

Yusuf berhasil menyelamatkan banyak bangsa dari bahaya kelaparan, termasuk keluarganya sendiri di Tanah Kanaan, yang datang ke Mesir untuk membeli gandum. Termasuk saudara-saudaranya, yang datang dari Kanaan untuk membeli gandum di Mesir. (Baca: 10 Tokoh Minoritas Di Alkitab Yang Berkuasa Di Tengah Kaum Mayoritas)

Akhirnya ayah Yusuf, Yakub, dan saudara-saudaranya, menetap di Mesir, hingga Tuhan memanggil keturunan mereka kembali ke Tanah Perjanjian (Tanah Kanaan), 400 tahun kemudian.

Yusuf mempunyai dua orang anak laki-laki yang lahir di Mesir, yakni Manasye dan Efraim (Kejadian 46:20).

 

12. Benyamin

Benyamin dalam bahasa Ibrani adalah Binyamiyn, yang artinya “putra tangan kanan”.

Benyamin adalah anak ke-12 Yakub, atau anak bungsu Yakub. Benyamin merupakan anak kedua atau anak bungsu Yakub dari istrinya, Rahel. Rahel meninggal sesaat setelah ia melahirkan Benyamin.

Ketika Yusuf dijual ke Mesir, dan Yakub merasa bahwa dia telah mati, maka Yakub mencurahkan kasih sayangnya kepada Benyamin. Apalagi saat itu Rahel sudah meninggal.

Ketika Yusuf menyuruh saudara-saudaranya untuk kembali ke Kanaan dan datang lagi ke Mesir dengan membawa Benyamin, Yakub tidak setuju. Dia takut kehilangan Benyamin lagi, sebagaimana ia telah kehilangan Yusuf. Tetapi jika Benyamin tidak dibawa ke Mesir menghadap Yusuf, maka mereka tidak diperbolehkan lagi membeli gandum, malahan akan dituduh sebagai para pengintai atau mata-mata.

Sebab mereka sudah sempat mengatakan kepada Yusuf bahwa mereka masih mempunyai satu lagi saudara yang tinggal dengan ayah mereka di Kanaan. Lagi pula, mereka harus kembali ke Mesir untuk membawa pulang saudara mereka Simeon, yang ditahan oleh Yusuf sebagai jaminan bahwa mereka akan kembali lagi ke Mesir dengan membawa Benyamin.

Tetapi Ruben dan Yehuda, kakak-kakak Benyamin, berusaha meyakinkan Yakub sehingga ia akhirnya mengijinkan anak-anaknya membawa adik mereka, Benyamin ke Mesir (Kejadian 42-43).

Ketika mengungsi ke Mesir beserta ayah dan saudara-saudaranya, Benyamin telah mempunyai sepuluh orang anak laki-laki (Kejadian 46:21).

 

Itulah 12 anak Yakub, nenek moyang bangsa Israel.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Sukai Halaman” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!