12 Kitab Nabi Kecil Dalam Perjanjian Lama

Artikel ini berisi tentang 12 Kitab Nabi kecil dalam Alkitab Perjanjian Lama dan penjelasannya.

Alkitab adalah firman Allah, bukan perkataan manusia. Itulah sebabnya Alkitab sangat perlu untuk dipelajari.

Bahwa Alkitab adalah firman Allah, bukan berasal dari manusia, disebutkan berulang-ulang di Alkitab. Misalnya, dalam 2 Timotius 3:16 dan 2 Petrus 1:20-21.

Kendati Alkitab adalah tulisan Allah, yang berasal dari hati Allah sendiri, namun Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa yang dipilihNya.

Baca juga: 5 Kitab Taurat Dalam Perjanjian Lama

Alkitab tidak begitu saja turun dari surga dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Alkitab berproses sedemikian selama 1500 tahun, hingga dia sampai di tangan kita secara lengkap.

Kitab pertama yang ditulis adalah Kitab Pentateukh (Kejadian-Ulangan), dan kitab terakhir adalah kitab Wahyu.

Alkitab itu ditulis oleh para penulis Alkitab yang diilhamiNya.

Ada sedikitnya 40 penulis Alkitab yang disebut namanya.

Baca juga: 12 Kitab Sejarah Dalam Perjanjian Lama

Ada kitab di Alkitab yang ditulis oleh beberapa penulis. Demikian juga, ada penulis Alkitab yang menulis beberapa kitab.

Misalnya, kitab Mazmur atau Amsal ditulis oleh banyak penulis, sedangkan rasul Paulus menulis banyak kitab, hampir separoh dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Para penulis ini memiliki beragam latar belakang profesi dan pendidikan, mulai dari gembala, nelayan, raja, nabi, imam, rasul, dll.

Baca juga: 5 Kitab Syair Dalam Perjanjian Lama

Para penulis yang berlatar belakang berbeda-beda ini tak pelak menghasilkan karya tulis yang berbeda pula, seperti gaya bahasa, istilah, penekanan, dll.

Allah tidak mengabaikan latar belakang mereka dalam menulis Alkitab. Sebab Allah tidak menjadikan mereka seperti robot.

Hanya saja, Allah mengilhami mereka sedemikian sehingga ketika menulis Alkitab, mereka tidak salah.

Itulah sebabnya, kendati Alkitab ditulis oleh banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan dalam kurun waktu yang berbeda, namun tulisan mereka tidaklah bertentangan satu sama lain, melainkan saling terkait.

Baca juga: 5 Kitab Nabi Besar Dalam Perjanjian Lama

Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama terdiri dari 39 Kitab, sedangkan Perjanjian Baru sebanyak 27 kitab.

Jadi jumlah total Alkitab adalah 66 kitab.

Kendati di dalam berbagai aliran atau denominasi gereja Kristen sendiri terdapat sedikit perbedaan tentang jumlah dan  kitab-kitab yang termasuk ke dalam Alkitab, namun pada umumnya terdapat persamaan.

Umumnya berbagai aliran dan denominasi gereja Kristen menerima bahwa Alkitab terdiri dari 66 kitab dengan beberapa “kitab tambahan” bagi aliran gereja tertentu, seperti gereja Katolik.

Baca juga: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, urutan kitab-kitab Perjanjian Lama agak berbeda dengan urutan Alkitab Yahudi atau biasa disebut Tanakh.

Dan kitab-kitab Perjanjian Lama itu umumnya tidak disusun secara  kronologis, melainkan berdasarkan jenis sastranya.

Ke-39 kitab-kitab Perjanjian Lama tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian, berdasarkan jenis sastranya.

Berikut pembagian dan urutan ke-39 kitab Perjanjian Lama tersebut dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Alkitab Yang Wajib Diketahui

Pertama, kitab-kitab Taurat atau Pentateukh/lima kitab Musa (dari Kejadian sampai Ulangan).

Kedua, kitab-kitab sejarah/hikayat (dari Yosua sampai Ester).

Ketiga, kitab-kitab sastra/syair/puisi (dari Ayub sampai Kidung Agung).

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Keempat, kitab-kitab nabi (nabi-nabi besar dari Yesaya sampai Daniel; nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi).

Artikel kali ini akan membahas tentang 12 Kitab Nabi kecil dalam Alkitab Perjanjian Lama dan penjelasannya, yang perlu untuk kita ketahui.

Berikut pembahasan selengkapnya dari 12 Kitab Nabi kecil dalam Alkitab Perjanjian Lama tersebut.

 

1. Kitab Hosea

Kitab Hosea adalah kitab yang berisi tentang nubuat dari nabi Hosea, yang diterimanya dari Tuhan.

Nabi Hosea bernubuat di antara kerajaan Israel utara, setelah kerajaan tersebut terpecah menjadi dua bagian menjadi Israel utara dan Israel selatan atau Yehuda.

Hal yang unik dari Hosea adalah bahwa ia Tuhan perintahkan untuk mengawini seorang perempuan pelacur/sundal.

Ini sebagai lambang orang Israel yang telah bersundal dengan dewa-dewa lain serta mengandalkan kekuatan bangsa-bangsa lain dan meninggalkan Tuhan.

Akhir kitab ini berisi himbauan terhadap kaum Israel yang memberontak agar mereka bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Kitab Hosea digolongkan ke dalam kitab nabi-nabi kecil, yang mencakup 12 nabi berkitab, yakni dari nabi Hosea hingga nabi Maleakhi.

 

2. Kitab Yoel

Kitab Yoel adalah kitab yang berisi nubuat-nubuat yang diterima oleh nabi Yoel dari Tuhan dan ditujukan kepada bangsa Yehuda/Israel Selatan, umat pilihan Tuhan.

Kitab ini cukup tipis, hanya terdiri dari tiga pasal.

Pasal pertama kitab ini berisi tentang hukuman Tuhan terhadap umatNya akibat dosa-dosa mereka.

Pasal dua berisi tentang seruan pertobatan dan janji Tuhan kepada umatNya yang bertobat.

Sedangkan pasal tiga berisi tentang hukuman Tuhan atas musuh-musuh umatNya serta berkat Tuhan untuk umatNya.

Salah satu nubuat terkenal nabi Yoel adalah pencurahan Roh Kudus kepada semua orang sehingga mereka semua bernubuat seperti para nabi di Perjanjian Lama.

Nubuat ini digenapi pada zaman Perjanjian Baru, yakni pada Hari Pentakosta, hari lahirnya gereja Tuhan.

Di Perjanjian Lama, biasanya hanya nabi-nabi yang bernubuat, sekalipun ada beberapa kasus di mana orang awam yang bukan nabi bernubuat.

Tetapi di Perjanjian Baru semua orang percaya, umat Tuhan, boleh bernubuat, baik laki-laki, perempuan, orang tua, dan anak muda.

 

3. Kitab Amos

Kitab Amos berisi tentang nubuat-nubuat dan penglihatan-penglihatan nabi Amos di kerajaan Israel utara.

Kitab ini terdiri dari Sembilan pasal.

Dalam kitab ini Amos, seorang peternak domba dan pemungut pohon ara hutan dari Tekoa, Yehuda, mendapat banyak penglihatan dari Tuhan yang dia catat dalam kitabnya.

Kitab Amos dimulai dengan hukuman Tuhan atas bangsa-bangsa, dan diakhiri dengan janji tentang pemulihan atas umatNya, Israel.

Kitab ini banyak menyinggung tentang keadilan sosial yang tidak dijalankan pada masa itu di Israel. Dan Amos dengan berani dan tegas menegur penguasa Israel atas hal ini.

Nabi Amos adalah satu dari dua nabi berkitab (bersama nabi Hosea) yang melayani di kerajaan Israel utara, bukan di kerajan Israel selatan atau Yehuda.

 

4. Kitab Obaja

Kitab Obaja adalah kitab yang berisi tentang nubuat nabi Obaja kepada bangsa Edom dan Yehuda.

Kitab Obaja adalah kitab terpendek di Perjanjian Lama, hanya terdiri dari satu pasal saja.

Kitab ini terutama berisi tentang nubuat berupa hukuman Tuhan kepada bangsa Edom.

Bangsa Edom, yang merupakan keturunan Esau, saudara Yakub, nenek moyang bangsa Israel, dihukum oleh Tuhan karena mereka bersukacita ketika Israel Tuhan “hajar” melalui bangsa lain, yakni bangsa Babel.

Orang Yehuda Tuhan hukum melalui bangsa Babel dan membuang mereka ke Babel akibat dosa-dosa mereka di hadapan Tuhan.

Kitab Obaja berakhir dengan nubuat/janji tentang pemulihan bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan.

 

5. Kitab Yunus

Kitab Yunus adalah sebuah kitab yang mencatat tentang kisah pelayanan nabi Yunus di Niniwe, Asyur.

Berbeda dengan kitab-kitab nabi lainnya, kitab Yunus tidak berisi tentang nubuat yang ditulis dalam bentuk syair.

Kitab ini berisi tentang kisah pelayanan nabi Yunus sendiri, seperti umumnya kitab-kitab sejarah/hikayat (dari kitab Yosua hingga kitab Ester).

Selain itu, nabi Yunus adalah satu dari dua nabi Israel (bersama Nahum) yang pelayanannya ditujukan kepada bangsa lain, bukan kepada umat Tuhan sendiri, Israel/Yehuda.

Nabi Yunus dipanggil oleh Tuhan untuk menyampaikan firman Tuhan ke bangsa lain, yaitu ke bangsa Asyur, tepatnya ke ibu kotanya, kota Niniwe.

Asyur/Niniwe adalah musuh bangsa Israel.

Jadi ketika Tuhan mengutus Yunus ke sana untuk memberitahukan agar mereka bertobat, karena kalau tidak Tuhan akan menunggangbalikkan kota mereka, maka Yunus tidak menaatinya.

Yunus justru pergi melarikan diri ke kota lain, yakni Tarsis (Spanyol). Sebab ia tidak rela musuhnya tersebut bertobat lalu dikasihani oleh Allah.

Karena itu Tuhan mendatangkan hukuman baginya dengan mendatangkan seekor ikan besar yang memakan Yunus, dan berada di dalam perut ikan tersebut selama tiga hari tiga malam.

Di dalam perut ikan tersebut, Yunus pun bertobat. Dari dalam perut ikan ia berdoa kepada Tuhan agar ia diselamatkan.

Tuhan menjawab doa Yunus. Tuhan membuat ikan tersebut memuntahkan Yunus ke darat dengan hidup dan sehat.

Akhirnya Yunus menuruti panggilan Allah agar pergi ke Niniwe untuk memberitakan pesan Allah kepada mereka.

Keberadaan nabi Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, merupakan  nubuat tentang Yesus yang berada di alam maut selama tiga hari tiga malam.

 

6. Kitab Mikha

Kitab Mikha berisi tentang nubuat-nubuat nabi Mikha kepada bangsa Yehuda, umat pilihan Tuhan.

Nabi Mikha bernubuat pada masa pemerintahan Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Kitab Mikha berisi 7 pasal.

Pasal pertama berbicara tentang dosa-dosa Israel Utara dan Israel Selatan/Yehuda.

Pasal kedua berbicara tentang kutuk atas para penindas dan janji tentang keselamatan.

Pasal ketiga berisi tentang hukuman terhadap para pemimpin dan nabi-nabi palsu di Israel.

Pasal empat berbicara tentang Yerusalem sebagai pusat damai di dunia kelak.

Pasal lima berbicara tentang mesias yang akan datang dan penyelamatan bangsa Israel.

Pasal enam berisi tentang hukuman Tuhan terhadap umatNya, Israel.

Pasal ketujuh atau terakhir berbicara tentang kemerosotan moral Israel, pengharapan baru bagi Sion, dan doa untuk belas kasihan Allah pada umatNya.

Pasal lima dari kitab Mikha, yakni nubuat tentang Mesias, digenapi pada saat kelahiran Yesus di Betlehem.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!