12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka (1)

97004211_o

Ketika Tuhan Yesus ada di dunia ini, Ia memilih 12 murid yang selalu bersama-sama dengan Dia. Ia mengajar mereka tentang Kerajaan Sorga dan melibatkan mereka dalam pelayananNya selama 3,5 tahun di dunia ini. Ia mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin-pemimpin gereja di kemudian hari, ketika kelak Ia telah naik ke Sorga.

Karena itu, mempelajari kehidupan 12 murid Tuhan Yesus adalah sesuatu yang sangat menarik, termasuk kisah pelayanan dan kematian mereka yang kebanyakan tidak dicatat di Alkitab, tetapi kita dapatkan dari tulisan bapa-bapa gereja dan tradisi gereja turun-temurun.

Berikut kisah kehidupan kedua belas murid Tuhan Yesus (bagian 1) yang juga disebut sebagai rasul-rasul.

[Artikel ini hanya memuat kisah hidup 6 murid Tuhan Yesus (dari Petrus hingga Bartolomeus). Untuk kisah hidup 6 murid lainnya (dari Tomas hingga Yudas Iskariot), silakan membaca artikel yang berjudul 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka (2)].

 

1. Petrus

Petrus adalah murid Tuhan Yesus yang paling banyak disebutkan di Alkitab, dan menjadi pemimpin dan “juru bicara” tidak resmi dari murid-muridNya yang lain.

Nama asli Petrus adalah Simeon, nama Aram yang berasal dari kata Shim’on, yang artinya, “mendengar”. Bentuk Yunani Simeon adalah Simon.

Ia pertama kali diperkenalkan oleh Andreas, saudaranya, kepada Tuhan Yesus. Kemudian, ia dipanggil menjadi murid ketika ia sedang menjala ikan (Matius 4:18-19). Tuhan Yesus memberi Petrus nama baru, Kepha atau Kefas, dari bahasa Aram, yang dalam bahasa Yunani disebut Petros atau Petrus (Yohanes 1:41-42).

Kefas dan Petrus mempunyai arti yang sama, yakni “batu karang”. Pemberian nama baru ini menyiratkan pribadi dan kepemimpinan Petrus atas murid-murid lain dan atas gerejaNya kelak, yang diteguhkanNya kembali di Kaisarea Filipi (Matius 16:15-19).

Petrus adalah salah satu murid terdekat Tuhan Yesus, bersama Yakobus dan Yohanes. Mereka bertiga sering Ia libatkan dalam peristiwa-peristiwa penting, tanpa kehadiran sembilan murid lainnya. Misalnya, ketika Ia dimuliakan di atas gunung dan ketika Ia berdoa di Getsemani.

Sebenarnya Petrus adalah seorang yang latah, cepat bertindak, tanpa berpikir terlebih dahulu. Puncak “kelatahan” Petrus adalah ketika ia bersumpah dengan tegas di hadapan Tuhan Yesus bahwa ia bersedia mati bersamaNya; tetapi ketika Tuhan Yesus ditangkap, ia menyangkalNya sebanyak tiga kali.

Namun, setelah kebangkitanNya, Petrus dikunjungi secara khusus oleh Tuhan Yesus (Lukas 24:34). Kemudian Ia memulihkan kembali panggilan Petrus dan memberinya tugas untuk menggembalakan domba-dombaNya (Yohanes 21:15-19).

Kepemimpinan Petrus atas murid-murid lain dan gereja mula-mula semakin nyata ketika Tuhan Yesus telah naik ke Sorga. Petruslah yang memimpin 120 orang murid yang berdoa menantikan turunnya Roh Kudus, dan yang berinisiatif untuk memilih pengganti Yudas Iskariot yang berkhianat (Kisah Para Rasul 1:12-22).

Dan ketika terjadi pencurahan Roh Kudus pada Hari Pentakosta, dialah yang tampil berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi sehingga 3000 orang bertobat (Kisah Para Rasul 2:14-40). Dialah juga yang memegang otoritas untuk mendisiplin jemaat (Kisah Para Rasul 5:1-11).

Petrus juga yang memimpin para rasul dalam pemberitaan Kabar Baik kepada orang-orang Yahudi (Kisah Para Rasul 3:11-26). Dan ketika Samaria menerima Injil, maka Petruslah, bersama Yohanes, yang pergi ke sana.

Walaupun Petrus lebih dikenal sebagai rasul bagi orang-orang Yahudi (Galatia 2:7-9), namun Dialah yang pertama kali diutus Tuhan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi (Kisah Para Rasul 10:1-48).

Pada sidang para pemimpin gereja di Yerusalem, Petruslah yang pertama mendesak agar gereja menerima orang-orang non-Yahudi hanya melalui iman kepada Yesus Kristus, tanpa perlu disunat terlebih dahulu (Kisah Para Rasul 15:6-11).

Petrus sering melakukan pelayanan ke kota-kota lain di luar Yerusalem. Ia pergi ke Lida dan Yope (Kisah Para Rasul 9:32-43), Antiokhia (Galatia 2:11) dan mungkin ke Korintus (1 Korintus 1:12). Hampir bisa dipastikan bahwa Petrus juga pergi ke kota Roma, pusat kekaisaran Romawi. Dan tradisi mengatakan bahwa di kota Roma-lah ia meninggal bersama Paulus, pada masa penganiayaan Kaisar Nero.

Dikatakan bahwa ia disalibkan secara terbalik dengan kepala di bawah, atas permintaannya sendiri. Sebab ia merasa tidak layak disalibkan dengan kepala di atas, seperti gurunya, Tuhan Yesus. Kuat dugaan bahwa makam Petrus terdapat di dasar gedung gereja Basilika di kota Roma (Vatikan), gereja terbesar di dunia.

Petrus meninggalkan warisan berupa Kitab Suci, yakni surat 1 Petrus dan 2 Petrus, yang diduga kuat ditulisnya dari kota Roma. Selain itu, menurut tradisi dan penelitian para pakar Alkitab, pengaruh Petrus juga sangat kuat di dalam penulisan kitab Injil Markus.

 

2. Andreas

Andreas adalah saudara Petrus. Arti namanya dalam bahasa Yunani, Andreas, adalah “Jantan”. Andreas adalah murid pertama Tuhan Yesus. Sebelumnya ia adalah murid Yohanes pembaptis. Kepadanya Yohanes pembaptis memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai “Anak Domba Allah”. Kemudian ia mengikut Tuhan Yesus dan membawa Petrus kepadaNya (Yohanes 1:35-40).

Setelah itu, bersama dengan Petrus ia dipanggil menjadi murid sepenuhnya (Matius 4:18-19). Andreas berasal dari Betsaida (Yohanes 1:44), namun selanjutnya tinggal bersama Petrus di Kapernaum sebagai penjala ikan (Markus 1:29).

Andreas dikenal sebagai “Penginjil” mula-mula. Selain membawa Petrus kepada Tuhan Yesus, yang kelak menjadi pemimpin terkemuka di jemaat Kristen mula-mula, Andreas juga yang membawa kepada Tuhan Yesus seorang anak kecil, yang mempunyai lima roti dan dua ikan (Yohanes 6:8-9), yang akhirnya menjadi cukup untuk dimakan oleh 5000 orang setelah diberkati oleh Tuhan Yesus.

Andreas juga membawa orang-orang Yunani untuk bertemu dengan Tuhan Yesus (Yohanes 12:21, 22). Tidak heran jika ia disebut sebagai “penginjil nasional dan internasional yang pertama”. Andreas termasuk murid yang bertanya tentang hukuman Yerusalem kepada Tuhan Yesus, di samping tiga murid terdekatNya (Markus 13:3, 4).

Menurut tradisi, Andreas menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Skitia, bagian utara Laut Hitam. Tetapi sebuah buku kecil yang berjudul Acts of Andrew (kemungkinan ditulis tahun 260 Masehi), menceritakan bahwa ia memberitakan Injil terutama di daerah Makedonia dan mati martir di Patras, Yunani.

Dikatakan bahwa Andreas disalibkan di kayu salib berbentuk huruf X, sebuah bentuk religius yang kini dikenal sebagai Salib Andreas. Bangsa Skotlandia menjadikan Salib Andreas ini sebagai lambang bendera negara mereka.

 

3. Yakobus

Nama Yakobus berasal dari bahasa Yunani, Iakobos, yang diambil dari bahasa Ibrani, Ya’qov, atau Yakub, artinya “Penipu”. Nama ayahnya adalah Zebedeus. Bersama saudaranya,Yohanes, ia dipanggil menjadi murid Tuhan Yesus ketika mereka sedang menjala ikan (Matius 4:21-22).

Tuhan Yesus menggelari Yakobus dan Yohanes sebagai Boanerges, yang berarti anak-anak guruh (Markus 3:17). Mungkin hal ini menunjukkan karakter mereka yang agresif dan berwatak keras. Salah satu bukti kekerasan watak mereka adalah tatkala mereka mengusulkan kemusnahan suatu desa di Samaria, karena menolak Tuhan Yesus melewati wilayah mereka dalam perjalananNya menuju Yerusalem.

Tetapi Tuhan Yesus menegur mereka atas hal ini (Lukas 9:51-56). Bersama Petrus dan Yohanes, Yakobus adalah murid terdekat Tuhan Yesus, di mana hanya mereka bertiga yang diikutkan olehNya dalam beberapa peristiwa penting.

Bersama saudaranya Yohanes, Yakobus meminta tempat duduk yang mulia dalam kerajaan Kristus kelak (Markus 10:35-44), hal mana membuat murid-murid lainnya marah kepada mereka berdua.

Menjawab permintaan Yakobus dan Yohanes, Tuhan Yesus bertanya apakah mereka sanggup untuk meminum cawan yang harus diminumNya. Waktu mereka menjawab bahwa mereka dapat, Tuhan Yesus berkata bahwa mereka memang akan meminum cawan yang akan diminumNya. Namun hal duduk dalam kerajaanNya akan diberikan oleh BapaNya sendiri, bukan olehNya.

Jawaban Tuhan Yesus ini merupakan nubuatan akan kematian Yakobus kelak, ia akan “meminum cawan” kematiannya. Hal ini digenapi ketika Herodes membunuhnya dengan pedang (Kisah Para Rasul 12:2), sekitar tahun 44 Masehi. Yakobus menjadi martir pertama dari 12 murid-murid Tuhan Yesus. Selain Yudas Iskariot, hanya kematian Yakobuslah yang dicatat di Alkitab.

 

4. Yohanes

Nama Yohanes dalam bahasa Yunani adalah Ioannes, yang berasal dari bahasa Ibrani, Yokhanan, atau Yohanan, yang artinya, “Pemberian Tuhan”. Yohanes dikenal sebagai murid yang dikasihi Tuhan Yesus, yang bersandar dekat kepadaNya pada Perjamuan Paskah Terakhir (Yohanes 13:23).

Yohanes adalah saudara Yakobus, dan mungkin lebih muda dari Yakobus, sebab di kitab-kitab Injil namanya selalu disebut sesudah Yakobus, kecuali beberapa bagian di dalam Injil Lukas dan kitab Kisah Para Rasul.

Tampaknya Yohanes sebelumnya adalah murid Yohanes pembaptis, sebagaimana halnya dengan Andreas (Yohanes 1:35-37, 41). Berdasarkan Markus 16:1 dan Matius 27:56, Salome adalah ibu Yohanes dan Yakobus. Dan jika dihubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome adalah saudara Maria, ibu Tuhan Yesus. Dengan demikian, Yohanes dan Yakobus adalah saudara sepupu Tuhan Yesus.

Tampaknya orang tua Yohanes dan Yakobus cukup berada. Sebab ayah mereka, Zebedeus, adalah nelayan yang mempunyai “orang-orang upahan” (Markus 1:20), dan Salome adalah salah seorang perempuan yang melayani rombongan Tuhan Yesus dengan “kekayaan mereka” (Lukas 8:3; Markus 15:40).

Yohanes adalah orang yang agresif dan mempunyai watak yang keras. Salah satu contoh kekerasan watak Yohanes adalah ketika ia mencegah orang yang mengusir setan demi nama Tuhan Yesus, sebab ia menganggap bahwa orang itu tidak termasuk muridNya. Tetapi Tuhan Yesus melarang Yohanes untuk mencegah orang tersebut (Lukas 9:49-50).

Bersama Petrus, Yohanes adalah murid yang disuruh Tuhan Yesus mempersiapkan Perjamuan Paskah terakhir (Lukas 22:8). Di dalam Yohanes 18:15 diceritakan bahwa Yohanes “mengenal imam besar”, bahkan sebuah tradisi berkata bahwa keluarga Yohanes memasok ikan untuk keluarga imam besar. Hal inilah mungkin yang membuat para pengawal ragu-ragu menangkap Yohanes, ketika mereka menangkap Tuhan Yesus.

Yohaneslah satu-satunya murid yang berani tetap berdiri di dekat salib Tuhan Yesus, dan Ia menyerahkan ibuNya untuk diurus oleh Yohanes (Yohanes 19:26-27).

Di gereja mula-mula, peran Yohanes cukup kuat. Bersama Petrus ia menjadi pemimpin gereja terkemuka. Mereka memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi, lalu ditangkap dan diperhadapkan kepada Mahkamah Agama (Kisah Para Rasul 4:13; 5:33, 40).

Bersama Petrus, Yohanes diutus kepada orang-orang Samaria yang telah percaya, untuk menerima Roh Kudus (Kisah Para Rasul 8:14). Dan, bersama Petrus dan Yakobus saudara Tuhan Yesus, Yohanes adalah sokoguru jemaat mula-mula (Galatia 2:9).

Tertulianus (160-225 Masehi), seorang bapa gereja terkenal, mengatakan bahwa Yohanes dibawa ke Roma dan “dimasukkan ke dalam kuali minyak yang mendidih, tetapi tidak luka, dan kemudian dibuang ke sebuah pulau.” Mungkin itulah pulau Patmos, tempat Yohanes menulis kitab Wahyu (Wahyu 1:9).

Tradisi menceritakan bahwa Yohanes memelihara ibu Tuhan Yesus (Maria) sembari menggembalakan jemaat di Efesus, dan ibu Tuhan Yesus meninggal di sana.
Menurut Polikrates (130-196 Masehi), gembala jemaat di Efesus, Yohanes meninggal di Efesus. Yohanes adalah murid Tuhan Yesus yang paling lama hidup, mungkin inilah arti tersirat dari Yohanes 21:23.

Yohanes adalah penulis Injil Yohanes. Dia juga menulis 3 surat, yakni 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes; serta kitab Wahyu. Dengan demikian, Yohanes adalah murid Yesus yang paling banyak menulis Kitab Suci. Ia dikenal sebagai “rasul kasih”, yang banyak menulis tentang kasih. Ini membuktikan bahwa wataknya yang keras itu telah diubahkan oleh Tuhan Yesus.

 

5. Filipus

Nama Filipus berasal dari bahasa Yunani, Philippos, yang artinya “pecinta kuda”. Injil Yohaneslah satu-satunya sumber yang memberikan informasi yang cukup rinci mengenai Filipus.

Tuhan Yesus pertama kali bertemu Filipus di Betania di seberang sungai Yordan (Yohanes 1:28). Filipus kemudian mengenalkan Natanael kepada Tuhan Yesus (Yohanes 1:45-51).

Ketika 5000 orang berkumpul untuk mendengarkan Tuhan Yesus, Filipuslah yang bertanya kepadaNya, bagaimana mereka bisa memberi makan orang sebanyak itu (Yohanes 6:7).

Pada kesempatan lain, sekumpulan orang Yunani datang kepada Filipus dan meminta dia untuk mempertemukan mereka dengan Tuhan Yesus. Lalu Filipus meminta bantuan Andreas dan mereka berdua memperkenalkan orang-orang Yunani tersebut kepada Tuhan Yesus (Yohanes 12:20-22).

Ketika Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Paskah terakhir bersama para muridNya, Filipus meminta Dia untuk menunjukkan Bapa kepada mereka. Tuhan Yesus menjawabnya bahwa mereka sudah melihat Bapa di dalam Dia (Yohanes 14:8-9).

Gereja mempunyai banyak sumber tradisi mengenai pelayanan akhir dan kematian Filipus. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia melayani di Prancis, yang lain menyebut ia melayani di Rusia selatan, Asia kecil, atau bahkan India.

Dalam buku yang berjudul “Acts of Philip”, yang ditulis pada abad ke-4 Masehi, diceritakan tentang pelayanan Filipus di Hierapolis, yang sekarang masuk wilayah Turki. Melalui khotbahnya dan kesembuhan yang ajaib, ia menobatkan istri walikota Hierapolis menjadi Kristen.

Hal ini mengakibatkan walikota tersebut marah dan menyalibkan Filipus secara terbalik dengan kepala di bawah. Namun sementara disalibkan, Filipus tetap berkhotbah sampai ia meninggal!

Tradisi lainnya menyebutkan bahwa Filipus mati martir di Hierapolis, dengan cara kepalanya dipenggal. Namun hal ini belum bisa dipastikan.

 

6. Bartolomeus

Nama Bartolomeus berasal dari bahasa Yunani, Bartholomaios. Nama ini berasal dari dua kata Aram, Bar dan Tolmay atau Talmai. Dalam bahasa Aram, Bar artinya adalah “anak lelaki”. Karena itu, Bartolomeus secara harfiah berarti, “anak Talmai”. Alkitab tidak memberi gambaran mengenai Talmai, tetapi mungkin ia diberi nama mengikuti nama raja Talmai dari Gesur (2 Samuel 3:3).

Beberapa pakar Alkitab beranggapan bahwa Bartolomeus memiliki hubungan dengan keluarga Ptolomeus yang berkuasa di Mesir. Teori ini didasarkan pada pernyataan Yerome (347-420 Masehi), seorang teolog dan sejarawan gereja, bahwa Bartolomeus merupakan satu-satunya rasul dari kalangan bangsawan.

Bartolomeus disebutkan hanya di dalam daftar para rasul di kitab-kitab Injil sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Namun, banyak pakar Alkitab meyakini bahwa Bartolomeus sama dengan Natanael di dalam Injil Yohanes, dengan menganggap bahwa Bartolomeus sebagai nama keluarga Natanael.

Sebab dalam daftar para murid di Injil Sinoptik, nama Bartolomeus selalu dekat dengan Filipus, sementara Natanael adalah teman Filipus, yang dia bawa kepada Tuhan Yesus.

Nama Natanael berasal dari bahasa Yunani, Nathanael, yang juga berasal dari bahasa Ibrani, Natan, yang berarti “Pemberian Tuhan”. Ia berasal dari Kana di Galilea.

Natanael meragukan kemungkinan Mesias datang dari Nazaret. Namun ia tercengang karena Tuhan Yesus mengenalnya setelah melihatnya di bawah pohon ara. Tuhan Yesus menyebut Natanael sebagai “seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya.”

Natanael mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan raja Israel. Dan Tuhan Yesus menjanjikan kepadanya suatu penglihatan yang lebih besar, yaitu mengenai Anak Manusia sebagai pengantara Bapa dan manusia (Yohanes 1:45-51).

Natanael termasuk salah satu dari tujuh murid yang berada di pantai Danau Tiberias, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya (Yohanes 21:2).

Menurut Eusebius (260-340 Masehi), sejarawan gereja yang terkemuka, Bartolomeus atau Natanael melayani di India dan meninggalkan sebuah copy Injil Matius di sana. Tradisi lain menceritakan bahwa ia melayani di Etiopia, Mesopotamia, Partia, dan Licaonia.

Ia juga dikatakan membawa Injil ke Armenia dan menobatkan raja Armenia, Polymius, menjadi Kristen. Karena itu, Astyages, saudara Polymius, memerintahkan mengeksekusi Bartolomeus dengan cara mengulitinya, lalu menyalibkannya secara terbalik, dengan kepala di bawah.

 

Itulah 12 murid Tuhan Yesus dan akhir hidup mereka (bagian 1).

 

Perhatian:

Artikel ini merupakan saduran dari artikel yang berjudul “12 Murid Tuhan Yesus (1)”, aslinya adalah tulisan saya yang sudah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, dll) melalui tombol share di bagian bawah artikel ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!