10. Tadeus

12 murid Yesus / 12 rasul Yesus yang kesepuluh adalah Tadeus.

Nama Tadeus dalam bahasa Yunani adalah Thaddaios, disebut di dalam Injil Matius dan Injil Markus.

Di dalam Injil Lukas ia disebut sebagai “Yudas anak Yakobus” (Lukas 6:16).

Sedangkan di dalam Injil Yohanes ia disebut “Yudas, yang bukan Iskariot” (Yohanes 14:22), untuk membedakannya dari Yudas Iskariot.

Ada yang berpandangan bahwa Tadeus tidak disebut sebagai Yudas di Injil Matius dan Injil Markus disebabkan oleh nama Yudas saat itu mempunyai konotasi yang jelek, akibat perbuatan Yudas Iskariot yang mengkhianati Gurunya.

Kemungkinan, Tadeus adalah nama kecil bagi Theudas.

Tadeus berasal dari bahasa Aram, tad, yang artinya “payudara”.

Jadi, Tadeus bisa jadi merupakan nama kecil yang secara harfiah berarti “yang dekat dengan payudara”, maksudnya, “yang dicintai”.

Dalam beberapa naskah Injil Matius, Tadeus disebut Lebbeus, yang berasal dari bahasa Ibrani leb, artinya “hati”.

Itulah sebabnya Yerome (347-420 Masehi), seorang bapa gereja terkenal, menjuluki Tadeus sebagai Trionius atau “seorang dengan tiga nama”, yakni Tadeus, Lebbeus, dan Yudas.

Tidak diketahui siapa sesungguhnya Yakobus, ayah Tadeus atau Yudas ini.

Ada yang menyebut bahwa ia adalah Yakobus saudara Tuhan Yesus (hal yang hampir pasti tidak mungkin benar).

Sementara yang lain menyebut Yakobus anak Zebedeus (hal ini juga hampir pasti tidak mungkin benar).

Namun ini hanyalah dugaan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Selain muncul dalam daftar para rasul di kitab-kitab Injil dan Kisah Para Rasul, singgungan terhadap Tadeus atau Yudas hanya disebut di dalam Injil Yohanes.

Ketika itu Tadeus atau Yudas bertanya kepada Tuhan Yesus, “Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” (Yohanes 14:22).

Sejarawan Eusebius (260-340 Masehi) mengatakan bahwa Tuhan Yesus suatu kali mengutus Tadeus kepada Raja Abgar dari Mesopotamia untuk berdoa bagi kesembuhan raja tersebut.

Menurut cerita ini, Tadeus pergi kepada Abgar setelah kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, dan ia tetap berada di sana, berkhotbah di beberapa kota di Mesopotamia.

Sementara tradisi lainnya menyebutkan bahwa Tadeus dibunuh oleh ahli-ahli sihir di kota Suanir di Persia, dengan menggunakan pentungan dan lemparan batu.

 

11. Simon Orang Zelot

12 murid Yesus / 12 rasul Yesus yang kesebelas adalah Simon orang Zelot.

Di dalam naskah bahasa Yunani, Injil Matius dan Injil Markus menyebutkan seorang murid bernama Simon orang Kanani.

Di dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Lama, nama inilah yang dipakai.

Tetapi di dalam Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru, yang dipakai adalah Simon orang Zelot (Matius 10:4).

Sedangkan dalam naskah bahasa Yunani Injil Lukas dan Kisah Para Rasul (Kisah Para Rasul juga ditulis oleh Lukas), disebut Simon orang Zelot, sebagaimana di Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru.

Kedua nama itu mengacu kepada orang yang sama.

Zelotes, adalah kata Yunani yang artinya “orang yang penuh semangat”.

Sedangkan Kanani berasal dari kata Aram, Kanna’ah, yang juga berarti “orang yang penuh semangat”.

Karena itu murid ini kemungkinan besar adalah mantan anggota kelompok orang Zelot, suatu golongan orang Yahudi yang berusaha melawan penjajahan Romawi dengan cara peperangan.

Alkitab tidak menceritakan kapan Simon orang Zelot ini pertama kali diajak bergabung dengan para murid Tuhan Yesus.

Tetapi ada tradisi yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus memanggil Simon pada saat yang sama ketika Ia memanggil Andreas dan Petrus, Yakobus dan Yohanes, Yudas Iskariot dan Tadeus.

Nikephorus dari Konstantinopel (758-828 Masehi), seorang penulis dan rohaniwan Kristen, menulis,

“Simon, yang lahir di Kana, Galilea, yang juga disebut orang Zelot, setelah menerima Roh Kudus dari Surga, mengadakan perjalanan ke Mesir dan Afrika, lalu Mauritania dan Libia, untuk memberitakan Injil.

Dan ajaran yang sama dia ajarkan juga di seputar Samudera Atlantik dan kepulauan yang dikenal sebagai Britania.”

 

12. Yudas Iskariot

12 murid Yesus / 12 rasul Yesus yang kedua belas/terakhir adalah Yudas Iskariot.

Nama Yudas dalam bahasa Yunani adalah Iudaeos, yang berasal dari bahasa Ibrani, y’huda atau Yehuda, yang artinya, “bersyukur”.

Sedangkan kata Iskariot berasal dari bahasa Ibrani, ‘isy q’riyot, yang secara harfiah berarti “orang dari Keriot”.

Keriot yang dimaksud di sini kemungkinan adalah sebuah kota di dekat Hebron (Yosua 15:25).

Seandainya benar demikian, maka Yudas Iskariot merupakan satu-satunya orang Yudea di antara murid-murid Tuhan Yesus.

Selain Yudas Iskariot, semua muridNya berasal dari Galilea.

Orang-orang Yudea sering kali mengejek penduduk Galilea sebagai penduduk perbatasan yang kasar.

Advertisements
Ad 16
Advertisements Text

Hal ini mungkin membuat Yudas Iskariot terasing dari kalangan para murid. (Baca: 7 Fakta Penting tentang Yudas Iskariot)

Seluruh Injil serta Kisah Para Rasul menempatkan Yudas Iskariot di urutan terakhir dari daftar murid-murid Tuhan Yesus.

Tidak diragukan lagi, ini mencerminkan reputasi buruk Yudas Iskariot sebagai pengkhianat Gurunya.

Lagipula, namanya biasanya disertai keterangan dengan kesan buruk, seperti: “Yang mengkhianati Dia” atau “Yang kemudian menjadi pengkhianat”.

Tidak disebutkan secara pasti kapan Tuhan Yesus memanggil Yudas Iskariot untuk bergabung dengan kelompok pengikutNya.

Tetapi kemungkinan pada saat yang sama ketika Ia memanggil Andreas, Petrus, Yakobus, Yohanes, Simon orang Zelot dan Tadeus (lihat poin 11 di atas).

Nama Yudas Iskariot cukup sering disinggung di dalam kitab-kitab Injil, tetapi bukan karena perbuatannya yang baik, tetapi justru karena sifatnya yang buruk dan pengkhianatannya kepada Gurunya sendiri.

Pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus adalah malam yang paling mengerikan, sehingga hal ini diabadikan dalam tradisi Perjamuan Kudus pada zaman Rasul Paulus, “Pada malam waktu Ia diserahkan” (1 Korintus 11:23).

Yudas Iskariot bertugas sebagai bendahara para rasul.

Dan dalam satu kesempatan ia menunjukkan sikap yang pelit terhadap pekerjaan mereka, ketika Maria datang untuk mengurapi kaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Yudas bersikap seolah-olah memperhatikan nasib orang-orang miskin, tetapi sebenarnya karena ia adalah seorang pencuri.

Yudas biasa mencuri uang dari kas yang dipegangnya (Yohanes 12:1-8). (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Tidak Jujur)

Para pakar Alkitab memberikan beberapa teori mengenai alasan pengkhianatan Yudas Iskariot terhadap Tuhan Yesus.

Pertama, Yudas sakit hati ketika Tuhan Yesus menegurnya pada waktu Maria mengurapiNya dengan minyak narwastu yang sangat mahal harganya.

Kedua, Yudas tertarik dengan tawaran uang dari musuh-musuhNya, walaupun uang sebesar 30 perak bukanlah jumlah yang cukup besar pada masa itu.

Ketiga, Yudas kecewa terhadap misi Tuhan Yesus, yang gagal sebagai pemimpin gerakan massa untuk melawan penjajah Romawi.

Namun, apa pun alasannya, yang jelas Yudas telah memberikan dirinya dikuasai oleh Iblis untuk mengkhianati Tuhan Yesus (Lukas 22:3; Yohanes 13:27), dan ia berkeras hati terhadap peringatanNya yang berulang-ulang.

Setelah Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati, maka Yudas pun menyesal atas perbuatannya menjual Gurunya, dan ia mengembalikan uang penjualanNya kepada imam-imam kepala dan tua-tua Yahudi.

Lalu Yudas pun bunuh diri (Matius 27:3-10). (Baca: 7 Tokoh Alkitab Yang Mati Bunuh Diri)

Menurut sebuah cerita rakyat, ia menggantung diri di sebuah pohon yang kuncupnya merah, yang kemudian disebut “pohon Yudas”.

Menurut Agustinus (354-430 Masehi), seorang bapa gereja terkemuka, tali yang dipakai Yudas gantung diri putus, lalu ia terjatuh dan mati.

Hal ini cocok dengan kematian Yudas yang jatuh tertelungkup, lalu perutnya terbelah dan semua isi perutnya tertumpah keluar (Kisah Para Rasul 1:18-19).

Akhir hidup Yudas Iskariot yang sangat tragis itu adalah akibat langsung dari perbuatannya yang keji dengan mengkhianati Gurunya sendiri.

Alkitab dengan gamblang berkata bahwa Yudas “jatuh ke tempat yang wajar baginya.” (Kisah Para Rasul 1:25).

 

Matias: Pengganti Yudas Iskariot

Setelah kematian Yudas Iskariot, Rasul Petrus mengusulkan untuk memilih pengganti pengkhianat tersebut, sehingga jumlah rasul tetap 12 orang.

Lalu Petrus memberikan beberapa persyaratan tertentu yang harus dimiliki oleh rasul yang baru, yakni harus mengenal Tuhan Yesus “mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke Sorga.”

Ia juga harus menjadi “saksi dengan kami tentang kebangkitanNya.” (Kisah Para Rasul 1:15-22).

Para rasul menemukan dua orang yang memenuhi persyaratan demikian, yakni Yusuf, yang juga dikenal sebagai Yustus, dan Matias. (Baca: 7 Rasul di luar 12 Murid Yesus)

Mereka kemudian membuang undi untuk menentukan pilihan, dan pilihan jatuh pada Matias, sehingga ia ditambahkan pada bilangan 12 murid Yesus / 12 rasul Yesus (Kisah Para Rasul 1:23-26).

Nama Matias dalam bahasa Yunani adalah Matthias, merupakan varian dari nama Ibrani, Mattityahu, yang artinya “pemberian Tuhan”.

Alkitab tidak mencatat pelayanan Matias, seperti kebanyakan rasul lain.

Tetapi menurut sejarawan gereja mula-mula, Eusebius (260-340 Masehi), Matias termasuk salah seorang dari 70 murid Tuhan Yesus (Lukas 10:1).

Sebuah tradisi menceritakan bahwa Matias memberitakan Injil kepada suku kanibal di Mesopotamia.

Sementara tradisi lainnya mengatakan bahwa ia dilempari batu sampai mati oleh orang-orang Yahudi.

 

Itulah 12 murid Yesus / 12 rasul Yesus dan akhir hidup mereka (bagian 2).

 

Perhatian:

Artikel ini merupakan saduran dari artikel yang berjudul “12 Murid Tuhan Yesus (2)”, aslinya adalah tulisan saya yang sudah dimuat di renungan harian Manna Sorgawi.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

This Post Has 6 Comments

  1. Donna

    Shalom Pak, sumber bukunya dari buku apa saja ya Pak?

  2. Rubrik Kristen

    Shalom Donna, sumbernya dari Alkitab, beberapa buku, internet (yang berbahasa Inggris), dan pemikiran sendiri penulis. Terima kasih. GBU.

  3. Sutri

    Trimakasih banyak atas artikelnya…Tuhan Yesus memberkati…

  4. Johanes Tumbelaka

    Sungguh mencerahkan..dan sangat menambah pengetahuan dan wawasan saya..Puji Tuhan..

  5. Rubrik Kristen

    Puji Tuhan, terima kasih, Gbu.

Tinggalkan Balasan