12 Pahlawan Iman Dalam Ibrani 11

 

Di dalam Alkitab Perjanjian Baru, tepatnya dalam Kitab Ibrani pasal 11, terdapat daftar para pahlawan iman. Mereka terdiri dari para tokoh terkenal di Perjanjian Lama, serta bangsa Israel pada masa Musa dan Yosua.

Jadi selain daripada para tokoh Alkitab, yakni individu-individu, para pahlawan iman ini juga terdiri dari sekelompok orang, yakni bangsa Israel secara keseluruhan.

Dari tokoh-tokh Alkitab yang menjadi pahlawan iman ini, dua di antaranya merupakan perempuan.

Baca juga: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka (1)

Para pahlawan iman adalah pahlawan rohani, bukan pahlawan dalam pengertian umum, yakni pahlawan secara jasmani, yang berjuang dalam pertempuran secara fisik, sekalipun beberapa di antara mereka juga merupakan pahlawan-pahlawan secara jasmani.

Selain menyebut secara khusus sejumlah individu dan kelompok sebagai pahlawan iman, dengan menyebut secara spesifik tindakan mereka sebagai para pahlawan iman, kitab Ibrani pasal 11 juga menyebut enam pahlawan iman lainnya sebagai contoh.

Baca juga: 12 Murid Yesus Dan Akhir Hidup Mereka (2)

Namun nama-nama mereka hanya disinggung secara sekilas saja tanpa menyebut tindakan iman mereka masing-masing secara spesifik.

Keenam orang tersebut adalah para tokoh Alkitab terkenal di Perjanjian Lama, yakni Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel.

Gideon, Barak, Simson, Yefta, dan Samuel adalah para Hakim terkenal Israel. Gideon, Simson, Yefta, dan Samuel termasuk ke dalam 7 Hakim Israel Terbesar Di Alkitab.

Secara khusus, Samuel juga merupakan nabi besar, yang termasuk ke dalam 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama.

Sementara Daud adalah raja Israel yang sangat terkenal. Daud merupakan salah satu dari 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab.

Tetapi artikel kali ini tidak membahas keenam tokoh tersebut. Artikel ini hanya membahas 12 pahlawan iman yang tindakan iman mereka disebut secara spesifik di Alkitab.

Lalu siapa sajakah 12 pahlawan iman yang disebutkan dalam Alkitab Perjanjian Baru, yakni dalam kitab Ibrani? Berikut pembahasannya.

 

1. Habel

Pahlawan iman pertama yang disebut di Alkitab adalah Habel.

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.” (Ibrani 11:4)

Habel adalah anak kedua dari Adam dan Hawa. Anak pertama mereka adalah Kain. Kain adalah seorang petani dan Habel seorang peternak kambing-domba.

Suatu waktu Kain dan Habel mempersembahkan korban kepada Tuhan. Kain mempersembahkan hasil pertaniannya, sedangkan Habel mempersembahkan hasil peternakannya. Ternyata persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, sedangkan persembahan Habel, adiknya, diterimaNya.

Karena persembahannya ditolak oleh Tuhan, maka Kain menjadi iri hati kepada Habel lalu membunuh adiknya tersebut. Habel adalah salah satu dari 7 Martir Terkenal Di Alkitab

Alasan mengapa persembahan Kain ditolak oleh Tuhan adalah karena perbuatan Kain jahat. Jadi bukan karena “bahan” persembahannya yang berbeda dengan “bahan” persembahan Habel (seperti yang sering dianggap oleh sebagian orang), melainkan lebih pada sikap hati Kain yang tidak berkenan kepada Tuhan (1 Yohanes 3:12).

Sebaliknya, Habel mempersembahkan persembahannya dengan iman dan hati yang benar.

 

2. Henokh

Pahlawan iman selanjutnya adalah Henokh.

“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:5)

Henokh, dua kali dikatakan oleh Alkitab sebagai orang yang bergaul dengan Tuhan. Artinya ia adalah orang yang beriman, pahlawan iman.

Karena itulah Henokh diangkat Tuhan ke sorga, ia tidak mengalami kematian seperti manusia pada umumnya.

Henokh berumur 365 tahun pada saat ia diangkat ke sorga (Kejadian 5:21-24). Karena itu Henokh tidak mencapai umur yang panjang di bumi, seperti umumnya manusia pada zamannya.

Sementara Metusalah, anak Henokh, adalah orang paling tua atau paling panjang umurnya di bumi sebelum meninggal, yakni 969 tahun! dan ia menjadi salah satu dari 10 Tokoh Alkitab Yang Usianya 600 Tahun Ke Atas!

 

3. Nuh

Nuh adalah pahlawan iman berikutnya.

“Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.” (Ibrani 11:7)

Nuh adalah orang yang benar di hadapan Tuhan. Ia hidup bergaul dengan Tuhan, di tengah-tengah dunia yang moralnya bobrok.

Pada masa Nuh kejahatan manusia di bumi semakin besar dan kecenderungan hatinya hanyalah melakukan kejahatan. Karena itu Tuhan sangat marah dan berencana menghukum manusia dengan mendatangkan air bah ke bumi.

Tetapi Tuhan ingin menyelamatkan Nuh sekeluarga. Karena itu Tuhan menyuruhnya untuk membuat sebuah bahtera, yang mampu menampung Nuh sekeluarga dan sejumlah spesies hewan di bumi sehingga hewan-hewan tersebut tidak punah.

Dan Nuh taat kepada perintah Tuhan ini, sebagai wujud imannya kepadaNya, padahal saat itu belum ada hujan, banjir atau air bah.

Setelah Nuh selesai membuat bahtera, Tuhan menyuruh Nuh berserta seluruh keluarganya masuk ke dalamnya sehingga selamat dari air bah yang melanda bumi.

 

4. Abraham

 Pahlawan iman lainnya adalah Abraham.

“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” (Ibrani 11:8)

Allah memanggil Abraham untuk mengadakan perjanjian denganNya. Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya, yakni Tanah Kanaan.

Abraham taat pada panggilan Tuhan ini, sebagai wujud imannya kepadaNya, sekalipun saat itu Abraham belum mengetahui tempat yang ia tuju.

“Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.” (Ibrani 11:9-10)

Abraham juga beriman dengan taat diam di Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan, di dalam kemah, bukan di dalam istana atau rumah yang indah, sekalipun Tuhan berjanji kepadanya bahwa ia akan menjadi pemilik seluruh Tanah Perjanjian tersebut.

“Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walaupun kepadanya telah dikatakan: ‘Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.’ Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.” (Ibrani 11:17-19)

Abraham percaya dan taat pada perintah Tuhan untuk mempersembahkan Ishak kepadaNya (membunuh Ishak), padahal Tuhan berjanji bahwa lewat Ishak ia akan mempunyai keturunan sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Abraham taat karena ia percaya bahwa kalaupun Ishak dibunuh, Tuhan akan sanggup membangkitkannya dari kematian.

 

5. Sara

Pahlawan iman berikutnya adalah Sara.

Sara adalah istri Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

“Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.” (Ibrani 11:11)

Sara, bersama suaminya, Abraham, dengan iman menantikan kelahiran anak mereka, anak perjanjian, yakni Ishak.

Padahal saat itu usia Sara sudah 99 tahun, dan ia juga mandul. Sedangkan Abraham, suaminya, sudah berusia 100 tahun.

Karena iman Sara ini, maka ia melahirkan anaknya di usianya yang ke-99 tahun!

Hal ini menjadikan Sara sebagai salah satu dari 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib

 

6. Ishak

Pahlawan iman selanjutnya adalah Ishak, anak Abraham dan Sara.

“Karena iman maka Ishak, sambil memandang jauh ke depan, memberikan berkatnya kepada Yakub dan Esau.” (Ibrani 11:20)

Ishak di masa tuanya memberkati kedua anak kembarnya, Yakub dan Esau.

Sekalipun Esau adalah anak sulung, yang seharusnya mendapat berkat yang lebih sebagaimana biasanya dalam budaya pada masa itu, namun Ishak justru memberkati Yakub melebihi Esau, sehingga Yakub berhak atas hak kesulungan.

Sebab Ishak menyadari bahwa Yakublah yang dipilih Tuhan untuk menjadi ahli waris  janji-janji Allah kepada Abraham, kakeknya, dan Ishak, ayahnya.

Memang, sejak dalam kandungan Tuhan telah memilih Yakub, bukan Esau, sekalipun Esau anak yang sulung.

 

7. Yakub

Pahlawan iman berikutnya adalah Yakub, anak Ishak. Yakub disebut juga Israel, yang merupakan ayah dari 12 anak laki-laki yang kemudian menjadi nenek moyang bangsa Israel.

“Karena iman maka Yakub, ketika hampir waktunya akan mati, memberkati kedua anak Yusuf, lalu menyembah sambil bersandar pada kepala tongkatnya.” (Ibrani 11:21)

Di masa tuanya, sesaat sebelum ia mati, Yakub memberkati kedua anak Yusuf, yakni Efraim dan Manasye. Lalu ia menyembah Allah sambil bersandar pada tongkatnya (dalam kelemahannya).

Yakub percaya bahwa setelah kematiannya, anak-cucunya, termasuk Eraim dan Manasye, akan menjadi ahli-ahli waris janji Tuhan kepada Abraham.

Yakub memberkati kedua anak Yusuf ketika ia tiba di Mesir dari Tanah Kanaan, di mana Yusuf, anak kesayangannya,  telah menjadi penguasa di Mesir.

 

8. Yusuf

Pahlawan iman lainnya yang disebut di Alkitab adalah Yusuf. Yusuf adalah salah satu dari 12 Anak Yakub, Nenek Moyang Bangsa Israel

“Karena iman maka Yusuf menjelang matinya memberitakan tentang keluarnya orang-orang Israel dan memberi pesan tentang tulang-belulangnya.” (Ibrani 11:22)

Yusuf beriman bahwa setelah ia mati di Mesir, maka saudara-saudaranya, orang Israel, pasti akan keluar dari Mesir dan masuk ke Tanah Perjanjian, sesuai dengan janji Tuhan kepada nenek moyang mereka, Abraham.

Karena itu ia juga meminta agar jenazahnya (tulang-tulangnya) ikut dibawa ke Tanah Perjanjian tersebut. Yusuf yakin bahwa Tanah Perjanjian adalah tanah milik mereka, bangsa Israel, dan menjadi tempat ia “beristirahat” ketika meninggal.

 

9. Orang Tua Musa

Pahlawan iman berikutnya di Alkitab adalah orang tua Musa, yakni Amram dan Yokhebed (Keluaran 6:19).

“Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.” (Ibrani 11:23)

Ketika jumlah orang Israel semakin banyak di Mesir, maka Firaun raja Mesir dan rakyat Mesir menjadi takut. Mereka takut jika orang Israel memerangi mereka.

Karena itu Firaun memerintahkan membunuh bayi-bayi laki-laki orang Israel, agar mereka tidak bertambah-tambah.

Tetapi kedua orang tua Musa menyembunyikan bayi Musa selama tiga bulan. Namun ibu Musa tak bisa lagi menyembunyikan Musa lebih lama. Karena itu, ia memasukkan Musa ke dalam sebuah peti pandan, lalu menaruhnya ke sungai Nil, di mana putri Firaun biasa mandi. Kakak Musa, Miryam, disuruhnya mengawasi bayi Musa.

Ketika putri Firaun melihat bayi Musa, ia pun mengambilnya dan mengangkatnya sebagai anak hingga Musa dewasa.

Musa itu elok rupanya. Musa adalah satu dari 10 Pria Tampan Di Alkitab.

Karena itu orang tuanya tidak membiarkan Musa dibunuh (tentu karena mereka juga sayang kepada Musa). Keelokan rupa Musa membuat orang tuanya yakin bahwa ada maksud Allah atas Musa.

 

10. Musa

Pahlawan iman selanjutnya di Alkitab adalah Musa, salah satu tokoh terbesar di Perjanjian Lama.

“Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.” (Ibrani 11:24-25)

Sekalipun Musa beroleh kesempatan untuk menjadi anak angkat putri Firaun dan cucu Firaun, raja Mesir, serta menikmati segala kemewahan di istana Mesir, namun Musa lebih memilih hidup menderita bersama umat Israel.

“Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.” (Ibrani 11:27)

Karena iman Musa lebih memilih Tanah Perjanjian daripada taat pada Firaun yang melarang umat Israel keluar dari Mesir.

“Karena iman maka ia mengadakan Paskah dan pemercikan darah, supaya pembinasa anak-anak sulung jangan menyentuh mereka.” (Ibrani 11:28)

Dengan mengadakan Paskah dan pemercikan darah di Mesir, maka Musa yakin bahwa malaikat maut yang membunuh anak-anak sulung Mesir tidak akan membunuh anak-anak sulung Israel.

 

11. Orang Israel Zaman Musa Dan Yosua

Pahlawan iman lainnya di Alkitab adalah bangsa Israel pada zaman Musa dan pada zaman Yosua.

“Karena iman maka mereka telah melintasi Laut Merah sama seperti melintasi tanah kering, sedangkan orang-orang Mesir tenggelam, ketika mereka mencobanya juga.” (Ibrani 11:29)

Orang-orang Israel di bawah pimpinan Yosua melewati Laut Merah yang telah terbelah ketika mereka keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.

Ketika para tentara Firaun mengejar orang Israel dari belakang, maka mereka tenggelam karena Laut Merah kembali “tertutup” sedang orang Israel telah sampai di darat.

“Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.” (Ibrani 11:30)

Bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua, pemimpin Israel setelah Musa, berhasil meruntuhkan tembok Yerikho hanya dengan mengelilinginya selama tujuh hari serta bersorak dengan suara nyaring.

Ada perbedaan antara bangsa Israel yang melewati Laut Merah dengan bangsa Israel yang meruntuhkan tembok Yerikho.

Sebagian orang Israel yang melewati Laut Merah, yakni laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, telah tewas di padang gurun karena pemberontakan mereka kepada Tuhan. Jadi mereka tentu tidak ikut dalam meruntuhkan tembok Yerikho.

 

12. Rahab

Pahlawan iman terakhir yang didaftarkan di Alkitab adalah Rahab.

Rahab adalah seorang perempuan sundal (pelacur) di Yerikho. Jadi dia bukanlah bangsa Israel.

“Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.” (Ibrani 11:31)

Ketika Yosua mengutus dua orang pengintai ke Yerikho (Tanah Perjanjian), Rahab menyembunyikan mereka di rumahnya, karena ia tahu dan yakin bahwa Yerikho telah diserahkan oleh Tuhan kepada bangsa Israel.

Dan ketika kota Yerikho jatuh ke tangan bangsa Israel, hanya Rahab dan keluarganya yang diselamatkan, selebihnya ditumpas oleh bangsa Israel.

Rahab kemudian menikah dengan Salmon, dan menjadi nenek moyang Tuhan Yesus secara manusia (Matius 1:5).

 

Itulah 12 pahlawan iman yang didaftarkan di Alkitab Perjanjian Baru, yakni di dalam Kitab Ibrani pasal 11.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Sukai Halaman” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!