14 Gereja Etnis Batak Di Indonesia

Artikel ini berisi tentang 14 Gereja etnis Batak di Indonesia.

Saat ini setidaknya ada 14 gereja yang bisa dikategorikan sebagai Gereja etnis Batak.

Sejak kekristenan masuk ke Indonesia beberapa abad silam, telah banyak berdiri gereja di Indonesia dari berbagai denominasi atau aliran. Gereja-gereja tersebut menyatu ke dalam berbagai sinode.

Saat ini di Indonesia sudah ada ratusan sinode gereja. Dan banyak dari antara sinode-sinode gereja ini yang  merupakan gereja suku atau gereja etnis.

Baca juga: 10 Gereja HKBP Terbesar Di Indonesia

Jadi sinode gereja tersebut terdiri dari satu etnis tertentu, sekalipun mereka juga terbuka bagi etnis lain.

Sinode-sinode tersebut tergabung ke dalam sejumlah organisasi gereja di Indonesia.

Antara lain: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII), dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI).

Baca juga: 30 Perbedaan Kristen Katolik Dengan Kristen Protestan

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 14 Gereja etnis Batak di Indonesia.

Sinode-sinode gereja ini disebut sebagai gereja etnis Batak, sebab dalam sejarahnya gereja-gereja tersebut memang dimulai dari suku Batak dan diperuntukkan bagi masyarakat suku Batak.

Dan mayoritas anggota jemaat dan para pendetanya juga berasal dari etnis Batak, meski dalam perkembangannya gereja-gereja etnis Batak ini juga menerima anggota jemaat dan para pelayan (pendeta, majelis, dll) dari etnis lain.

Baca juga: 10 Aliran Gereja Terbesar Dalam Kristen Protestan

Etnis Batak adalah salah satu etnis/suku terbesar di Indonesia yang berasal dari Sumatera Utara.

Etnis Batak yang dimaksud di sini bukan hanya Batak Toba (sub etnis Batak yang biasanya diedentikkan dengan “Batak”), tetapi juga sub etnis Batak lainnya: Karo, Simalungun, Pakpak/Dairi, dan Angkola.

(Satu lagi sub etnis Batak, yakni Batak Mandailing, tidak mempunyai gereja suku tersendiri).

Semua sinode gereja etnis Batak ini merupakan anggota dari salah satu organisasi Protestan yang telah disebut di atas (PGI, PGLII, ataupun PGPI).

Baca juga: 17 Gereja Dengan Jumlah Jemaat Terbanyak Di Indonesia

Ke 14 gereja etnis Batak ini semuanya  berpusat di Sumatera Utara, dan sebagian besar beraliran Lutheran, di samping gereja beraliran Calvinist, Injili, dan Pentakosta.

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 14 gereja etnis Batak di Indonesia saat ini?

Berikut pembahasannya.

 

1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang pertama adalah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Seperti namanya, gereja ini merupakan gereja etnis Batak (Toba).

Gereja HKBP merupakan sinode gereja terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, HKBP memiliki sekitar 4,5 juta anggota jemaat.

HKBP merupakan hasil penginjilan I.L. Nommensen dari lembaga misi RMG (Rheinische Missionsgesellschaft), Jerman. Karena itu gereja ini beraliran Lutheran, sebagaimana umumnya gereja Protestan di Jerman.

HKBP resmi berdiri pada hari Senin, 7 Oktober 1861 dan berkantor pusat di Pearaja, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota Tarutung, ibu kota kabupaten Tapanuli Utara.

Selain di Indonesia, HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, antara lain di Singapura, Malaysia dan Amerika serikat.

Sampai April 2012, HKBP mempunyai 1.519 Pendeta, 175 Calon Pendeta, 428 Guru Jemaat, 36 Calon Guru Jemaat, 408 Bibelvrouw (penginjil wanita), 43 Calon Bibelvrouw, 284 Diakones, 29 Calon Diakones. Keseluruhan pelayan dan calon pelayan berjumlah 2.922 orang. (Baca: 25 Gereja Terbesar Di Indonesia)

 

2. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang kedua adalah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).

GKPI adalah gereja yang memisahkan diri dari sinode HKBP karena adanya keinginan untuk adanya pembaharuan di tubuh gereja HKBP pada waktu itu, awal tahun 1960-an.

Gereja ini berdiri pada tanggal 30 Agustus 1964 di Pematangsiantar.

Kantor Pusat GKPI berkedudukan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jemaat-jemaat GKPI tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

GKPI mempunyai beberapa pelayanan sosial seperti panti asuhan, dan lembaga pendidikan (SD-SMP di Rawamangun, Jakarta).

 

3. Huria Kristen Indonesia (HKI)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang ketiga adalah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Gereja HKI lahir pada tahun 1927, dan mayoritas anggota jemaat sinode gereja ini berasal dari etnis Batak Toba, seperti halnya sinode HKBP.

Sinode HKI berkantor pusat di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Kini HKI sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa. Anggota jemaatnya kurang lebih berjumlah 355.000 jiwa.

Gereja ini terdiri dari 674 gereja lokal, 103 Resort, dan 8 Distrik/wilayah. Pelayannya berjumlah 130 orang pendeta, 78 orang guru jemaat penuh waktu dan 596 orang guru jemaat paruh waktu, 8 orang bibelvrow (penginjil wanita), dan 4 orang diakones.

 

4. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang keempat adalah Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).

GBKP lahir dari penginjilan para misionaris Belanda. Karena itu sinode gereja ini beraliran Calvinis, seperti umumnya dengan gereja-gereja Protestan di Belanda. (Baca: 10 Gereja Calvinist Terbesar Di Indonesia)

Seperti namanya, sinode gereja ini merupakan gereja etnis (Batak) Karo.

Menurut statistik tahun 2000, GBKP terdiri dari 22 Klasis (wilayah), 745 gereja lokal dan sekitar 275.000 anggota jemaat.

Anggota gerejanya tersebar di seluruh Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Gereja GBKP dilayani oleh 160 orang pendeta penuh waktu, 32 calon pendeta (vikaris), 3 guru agama, dan 50 guru injil.

Pusat Sinode atau Moderamen GBKP berada di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

 

5. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang kelima adalah Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

GKPS lahir pada tanggal 1 September 1963, sebagai pecahan dari sinode HKBP.

Gereja ini merupakan gereja dari etnis Batak Simalungun. Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka tentu GKPS beraliran Lutheran.

Kantor Pusat GKPS berada di Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang beroperasi sejak 2 Maret 1992.

GKPS membagi wilayah pelayanannya ke dalam 7 distrik.

Setiap Distrik terdiri atas beberapa Resort, dan tiap Resort terdiri atas beberapa Gereja lokal. Jumlah Resort keseluruhannya ada 106 buah, dengan 614 gereja lokal.

 

6. Gereja Pantekosta Indonesia (GPI)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang keenam adalah Gereja Pantekosta Indonesia (GPI).
GPI memang adalah gereja untuk segala etnis/suku, dan nama gerejanya juga tidak menyebut identitas Batak.
Apalagi gereja ini adalah aliran Pentakosta, yang di seluruh dunia umumnya bukan gereja dari satu etnis tertentu.
Namun demikian, jika melihat sejarahnya, GPI lahir dari penginjilan di Tanah Batak, menjangkau masyarakat Batak, dan berdiri dengan pendeta dan anggota jemaat mayoritas etnis Batak.
Hingga kini, meski terbuka untuk segala suku, namun anggota jemaat gereja-gereja sinode GPI umumnya terdiri dari etnis Batak, kecuali GPI-GPI di Nias, anggota jemaatnya merupakan etnis Nias.
GPI mempunyai lebih 1100 gereja lokal dan puluhan ribu hingga ratusan ribu anggota jemaat, di seluruh provinsi Indonesia. (Baca: 10 Gereja Pentakosta Terbesar Di Indonesia)
Ketua sinode GPI saat ini adalah Pdt M.H. Siburian, yang juga merupakan gembala GPI Pematangsiantar, Sumatera Utara.
GPI didirikan oleh Pdt Renatus Siburian, ayah dari Pdt M.H. Siburian, yang memulai penginjilannya di Paranginan, Tapanuli Utara.
GPI berkantor pusat di Pematangsiantar, dan mempunyai sebuah STT, yakni STT Renatus, Pematangsiantar.

 

7. Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)

Gereja etnis Batak di Indonesia yang ketujuh adalah Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD).

GKPPD adalah gereja suku Batak Pakpak Dairi.

Jumlah anggota jemaatnya sebanyak 35.873 jiwa.

GKPPD berkantor pusat di Jl. Air Bersih, Complex Centrum GKPPD, Kelurahan Batang Beruh, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatra Utara.

GKPPD merupakan pecahan/pemekaran dari
HKBP.

 

2 komentar untuk “14 Gereja Etnis Batak Di Indonesia”

  1. Selalu saja HKI dikatakan pemisahan dari sinode HKBP, itu sejarahnya dapat dari mana? Kita HKI berdiri sendiri bukan dari pecahan HKBP, tolong ditanyakan sejarah HKI biar ngga salah buat yah admin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!