14 Universitas Kristen Terbaik 2017 Versi Pemerintah

Pada bulan Agustus 2017 silam, pemerintah, melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merilis daftar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Kemenristekdikti melakukan pengelompokan/klasterisasi perguruan tinggi menjadi dua: perguruan tinggi politeknik dan perguruan tingi non-politeknik.

Kemenristekdikti mengumumkan 100 Besar Perguruan Tinggi non Politeknik terbaik dan 25 Besar Perguruan Tinggi Politeknik terbaik di Indonesia.

Baca juga: 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: a) Kualitas SDM; b) Kualitas Kelembagaan; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

Indikator pada Kualitas SDM meliputi: i) persentase dosen berpendidikan S3; ii) persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar; iii) rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa.

Baca juga: 7 Perguruan Tinggi Kristen Negeri Di Indonesia

Indikator kualitas kelembagaan dicerminkan oleh: i) Akreditasi Institusi, ii) Akreditasi Program Studi, iii) jumlah program studi yang telah memiliki Akreditasi/Sertifikasi International, dan iv) jumlah mahasiswa asing.

Indikator yang mencerminkan Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan adalah prestasi mahasiswa. Variabel yang mencerminkan prestasi mahasiswa tersebut adalah: prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional, baik dalam kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh Kemenristekdikti maupun non-kemenristekdikti, serta tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan.

Sedangkan indikator yang mencerminkan Kualitas Penelitian meliputi: i) kinerja penelitian, ii) rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, iii) kinerja pengabdian pada masyarakat.

Baca juga: 20 Sekolah Alkitab Terbaik Di Indonesia

100 perguruan tinggi non politeknik tersebut, terdiri dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS), baik universitas, institut, maupun sekolah tinggi.

Dan dari antara perguruan tinggi swasta tersebut terdapat 14 perguruan tinggi Kristen, yakni 7 perguruan tinggi Kristen Protestan dan 7 perguruan tinggi Kristen Katolik.

Semua perguruan tinggi Kristen/Katolik tersebut berada di Pulau Jawa, dan berada di antara peringkat 30 (peringkat tertinggi untuk perguruan tinggi swasta) dan peringkat 99 dari daftar 100 perguruan tinggi terbaik non-Politeknik.

Berikut daftar ke-14 perguruan tinggi Kristen/Katolik tersebut.

 

1. Universitas Kristen Petra Surabaya (Peringkat: 30)

Universitas Kristen Petra Surabaya (disingkat UK Petra atau UKP) didirikan pada 22 September 1961 atas prakarsa dari beberapa pendiri Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen Petra  (PPPK Petra), sebuah perhimpunan Kristen yang didirikan pada tahun 1951 untuk menyelenggarakan pendidikan taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah.

Ide mendirikan Universitas Petra telah tercetus sejak tahun 1956, dan dihembuskan kembali pada tahun 1960, setelah pendiri PPPK Petra, Tan Tjiauw Yong dan Tan Gie Djien bertemu dengan Brigjen TNI Prof. Dr. Moestopo dalam Kongres Persatuan Dokter Gigi di Bandung, yang telah mendirikan Universitas Moestopo di Jakarta.

Pada 22 September 1961 secara resmi diumumkan berdirinya Universitas Kristen Petra dengan fakultas Sastra sebagai fakultas pertama dan satu tahun kemudian pada tahun 1962 berdirilah Fakultas Teknik Sipil.

Pada tahun 1964 didirikanlah Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra (YPTK Petra) yang beranggotakan wakil dari PPPK Petra, tokoh-tokoh Kristen, dan didukung oleh 6 gereja Protestan di Surabaya.

Saat ini Universitas Kristen Petra telah berkembang pesat menjadi salah satu universitas yang ternama di Indonesia dengan memiliki 10.000 mahasiswa dari dalam maupun luar negeri.

Pendidikan yang diselenggarakan meliputi program Pascasarjana dan Strata 1 (S1) yang terdiri dari enam Fakultas yaitu: Fakultas Sastra, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, Fakultas Seni & Desain, serta Fakultas Ilmu Komunikasi.

Dalam pengembangannya, pada tahun 2013, UK Petra mulai membangun gedung baru yang merupakan gedung universitas ramah lingkungan pertama di Surabaya.

Perpustakaan universitas Kristen Petra merupakan perpustakaan yang terbesar dan terlengkap di Jawa Timur saat ini.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.petra.ac.id

 

2. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Peringkat: 32)

Universitas Sanata Dharma lahir dari kursus-kursus yang diselenggarakan oleh para imam Katolik, terutama Ordo Societas Jesu (Serikat Yesus, yang lazim disingkat S.J.).

Kemudian lahirlah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). Pada awalnya PTPG Sanata Dharma mempunyai 4 Jurusan, yaitu Bahasa Inggris, Sejarah, IPA, dan Ilmu Mendidik. Para pembesar misi Serikat Yesus menunjuk Pater Prof. Nicolaus Driyarkara, S.J. menjadi Dekan PTPG Sanata Dharma dan Pater H. Loeff sebagai Wakil Dekan.

Untuk menyesuaikan diri dengan ketentuan pemerintah, maka PTPG Sanata Dharma pada bulan November 1958 berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) Sanata Dharma dan merupakan bagian dari Universitas Katolik Indonesia cabang Yogyakarta.

Lalu, FKIP Sanata Dharma berubah menjadi IKIP Sanata Dharma berdasarkan SK Menteri PTIP No. 237/B – Swt/U/1965. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 1 September 1965.

Selain melaksanakan Program S1 (sebelumnya Sarjana Muda dan Sarjana), IKIP Sanata Dharma juga dipercaya pemerintah untuk mengelola Program Diploma I, II, dan III untuk jurusan Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPS, dan PMP. Berbagai program Diploma ini ditutup pada tahun 1990 dan selanjutnya dibuka program Diploma II PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar).

Akhirnya, 20 April 1993 sesuai dengan SK Mendikbud No. 46/D/O/1993, IKIP Sanata Dharma dikembangkan menjadi Universitas Sanata Dharma atau lebih dikenal dengan nama USD.

Universitas Sanata Dharma sekarang memiliki 8 Fakultas dengan 25 Program Studi, 3 Program Pasca Sarjana, 1 Program Profesi, dan 3 Program Kursus Bersertifikat.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.usd.ac.id

 

3. Universitas Katolik Parahyangan Bandung (Peringkat: 34)

Universitas Katolik Parahyangan atau dikenal dengan UNPAR,  terletak di kota Bandung. Kampus utamanya terletak di Jalan Ciumbuleuit, dan kampus lainnya terletak di Jalan Merdeka dan Jalan Nias.

17 Januari 1955, merupakan tonggak awal berdirinya niversitas Katolik Parahyangan. Pada hari itu didirikan Akademi Perniagaan oleh Keuskupan Bandung, sebagai hasil kerjasama antara Uskup Bandung Mgr. Pierre Marin Arntz, O.S.C. dengan Uskup Bogor Mgr. Prof. Dr. Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M.

Pada Agustus 1955, Akademi Perniagaan ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Sosio – Ekonomi Parahyangan, yang sekarang menjadi Fakultas Ekonomi.

Pada 1958, nama Perguruan Tinggi Sosio – Ekonomi Parahyangan diubah menjadi Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.

Pada tahun 1961 terbitlah Undang-undang Nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, sehingga nama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan diganti menjadi Universitas Katolik Parahyangan.

Program S1 dan dipoma yang ada saat ini di Unpar adalah: Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik , Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, dan Fakultas Filsafat. Sedangkan Program Magister meliputi: Manajemen, Ilmu Hukum, Teknik Sipil, Arsitektur, Ilmu Sosial, dan Ilmu Teologi.

Sementara Program Doktor terdiri dari ilmu Ekonomi, Hukum, Teknik Sipil, dan Arsitektur.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.unpar.ac.id

 

4. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (Peringkat: 36)

Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) adalah sebuah universitas swasta tertua dan salah satu yang terbaik di Indonesia, terletak di Salatiga, Jawa Tengah.

Universitas ini berawal dari Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Kristen Indonesia pada 30 November 1956, dipelopori oleh DR. Oeripan Notohamidjojo, SH. Pada tahun 1959 berubah nama menjadi FKIP Kristen Indonesia Satya Wacana, kemudian pada tanggal 5 Desember 1959 menjadi Universitas Kristen Satya Wacana.

Universitas Kristen Satya Wacana didukung oleh 18 Sinode Gereja di Indonesia.

Selain kerja sama dengan institusi pendidikan dan nonpendidikan dalam negeri, UKSW juga memiliki kerja sama dengan beberapa institusi luar negeri.

Pada saat ini UKSW memiliki 56 Program Studi yang terdiri dari 4 Program Studi Diploma 3, 39 Program Studi Sarjana (S1), 10 Program Studi Magister (S2), dan 3 Program Studi Doktoral (S3).

Ada banyak prestasi yang telah dicapai universitas ini.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.uksw.edu

 

5. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Peringkat: 46)

Universitas Atma Jaya Yogyakarta, didirikan 27 September 1965 oleh Yayasan Slamet Rijadi Yogyakarta. Lima orang pendiri Universitas Atma Jaya Yogyakarta adalah: Prof. R.A. Soehardi, S.H, Drs. A.J. Liem Sioe Siet, A. Sutijoso, S.H, Prof. Drs. Oey Liang Lee, dan Dr. Leo Sukoto, S.J.

Awalnya universitas ini adalah cabang Universitas Atma Jaya Jakarta (lihat poin 11 di bawah). Kemudian memisahkan diri dan menjadi independen di bawah Yayasan Slamet Rijadi pada tanggal 31 Agustus 1973.

Dimulai dengan meminjam ruang kelas di IKIP Sanata Dharma, kini Universitas Sanata Dharma (poin 2 di atas), pembangunan gedung kampus sendiri selesai pada tahun 1980 yang berlokasi di Jalan Demangan Baru 28, berseberangan dengan Universitas Sanata Dharma.

Dengan semakin berkembangnya jumlah mahasiswa, pada tahun 1990 bertepatan dengan pesta peraknya, rektorat dan Fakultas Teknik menempati gedung baru di Jalan Babarsari. Pada tahun 1995, Fakultas Ekonomi dan Program Magister juga menempati gedung baru, di seberang gedung rektorat, juga di Jalan Babarsari Yogyakarta.

Sejak 31 Agustus 1973 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Yogyakarta melepaskan diri dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya di Jakarta, dan berdiri sendiri sebagai Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Program Sarjana di Universitas Atma Jaya saat ini adalah: Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknobiologi, Fakultas Teknologi Industri, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sedangkan Program Magisternya adalah: Manajemen, Teknik, dan Hukum.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: http://www.uajy.ac.id

 

6. Universitas Katolik Soegijapranata Semarang (Peringkat: 54)

Universitas Katolik Soegijapranata  Semarang berada di bawah naungan Yayasan Sandjojo yang terafiliasi dengan Keuskupan Agung Semarang.

Universitas ini merupakan kelanjutan dari Universitas Katolik Indonesia Atmajaya Cabang Semarang yang lahir tahun 1964 dan yang kemudian berubah menjadi Institut Teknologi Katolik Semarang (I.T.K.S.) pada tahun 1973.

Pada tanggal 5 Agustus 1982 dengan Surat Keputusan Mendikbud RI tanggal 24 September 1983 Nomor.0400/0/1983, I.T.K.S. berubah nama menjadi Universitas Katolik Soegijapranata.

Di awal berdirinya, Universitas Katolik Soegijapranata yang berlokasi di Jl. Pandanaran 100 Semarang terdiri dari tiga Fakultas yakni Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ekonomi.

Seiring dengan perkembangan Universitas, sejak pertengahan dekade 1990 seluruh aktivitas Unika Soegijapranata dipusatkan di Kampus Bendan Dhuwur dan hingga saat ini Kampus Bendhan Dhuwur menjadi pusat kegiatan akademis perguruan tinggi ini.

Nama “Soegijapranata” diambil dari nama Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, seorang imam dan Uskup Agung, satu dari 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler.

Hingga saat ini Unika Soegijapranata mengelola 18 Program Studi Sarjana, 1 Program Studi Diploma III, dan 8 Program Magister.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.unika.ac.id

 

7. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Peringkat: 63)

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya didirikan pada tahun 1960 dan berada di bawah pengelolaan Keuskupan Surabaya.

Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya adalah anggota dari ASEACCU (Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities) dan APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia).

Selain itu Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya adalah salah satu dari sedikit universitas di Indonesia yang Fakultas Bisnisnya memperoleh keanggotaan (membership) dari AACSB (Association of Advance Collegiate School of Business) yaitu sebuah organisasi akreditasi internasional untuk program studi bisnis yang berkedudukan di Tampa, Florida, USA

Program S1 di Universitas ini adalah: Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan, Fakultas Farmasi, Fakultas Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Psikologi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Kedokteran.

Sedangkan Pascasarjana meliputi: Manajemen Strategik, Manajemen Keuangan, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.ukwms.ac.id

 

8. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta (Peringkat: 80)

Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) didirikan pada tahun 1985 sebagai pengembangan dari Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana yang berdiri sejak 31 Oktober 1962 hasil penggabungan antara Akademi Theologia Jogjakarta dan Sekolah Theologia Bale Wiyata, Malang.

Sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana ini dibentuk sebagai jawaban akan harapan gereja-gereja untuk meningkatkan mutu pendidikan para pelayan jemaatnya melalui pendidikan tinggi yang setara dengan universitas.

Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah tetapi juga dari gereja dengan semakin banyaknya gereja yang menjadi pendukung Duta Wacana.

Gereja-gereja pendukung ini kemudian sepakat untuk meningkatkan pelayanannya dengan mengembangkan sekolah Tinggi Theologia Duta Wacana menjadi Universitas Kristen Duta Wacana. Maka secara resmi berdirilah Universitas Kristen Duta Wacana, pada 31 Oktober 1985 walaupun secara operasional sudah mulai berjalan sejak bulan Mei 1985.

Hingga saat ini UKDW memiliki 6 fakultas (Theologia, Ekonomi, Teknologi Informasi, Arsitektur dan Desain, Biologi dan Kedokteran) dengan 9 Program Studi yaitu Theologia, Manajemen, Akuntansi, Arsitektur, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Desain Produk, Biologi dan Kedokteran untuk jenjang S1.

Selain itu, program S-2 dan S-3 juga sudah dibuka di institusi ini.

Universitas ini merupakan salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia, dan telah mendapat banyak penghargaan.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.ukdw.ac.id

 

9. Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta (Peringkat: 81)

Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jakarta, atau lebih dikenal sebagai Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta) adalah satu dari 20 Sekolah Alkitab Terbaik Di Indonesia.

STT Jakarta adalah salah satu perguruan tinggi teologi tertua di Indonesia. STT Jakarta didirikan pada tahun 1934, saat itu bernama Hoogere Theologische School (HTS) dan berlokasi di Bogor, sebelum pindah ke Jakarta pada tahun 1936.

Boleh dikatakan sebagian besar teolog Indonesia, pimpinan PGI, para penerjemah Alkitab di LAI, merupakan alumni STT ini.  Sebut saja Eka Darmaputera, J.L.Ch. Abineno, S.A.E. Nababan, Sularso Sopater, Natan Setiabudi, A.A.Yewangoe, dan lain sebagainya. Hal ini cukup wajar, mengingat STT ini salh satu perguruan teologi tertua di Indonesia (tentu selain karena mutunya yang baik).

Dosen senior yang hingga kini masih mengajar di STT ini adalah Prof. Dr. Jan Aritonang (mantan Rektor/Ketua) yang dikenal sebagai pakar sejarah gereja di Indonesia.

Sebagian besar tenaga dosen STT Jakarta saat ini merupakan lulusan dari sekolah-sekolah Alkitab terbaik di luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Belanda.

STT Jakarta mempunyai program S1 hingga S3. Dan yang luar biasanya, semua program tersebut mendapat nilai akreditasi A. Hal ini menjadikannya sebagai satu-satunya sekolah teologi di Indonesia yang mendapat nilai seperti itu. Tidak heran, STT ini menjadi perguruan teologi favorit bagi banyak orang di Indonesia, termasuk para dosen teologi.

Untuk informasi lebih lanjut tentang institusi ini, silakan mengunjungi websitenya: www.sttjakarta.ac.id

 

10. Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta (Peringkat: 82)

Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STFD) Jakarta didirikan pada 2 Februari 1969  di bawah naungan Yayasan Pendidikan Driyarkara, yang diprakarsai oleh tiga lembaga, yaitu: tarekat Serikat Yesus, tarekat Fransiskan (OFM), dan Keuskupan Agung Jakarta.

Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (STFD) Jakarta dinamai menurut nama tokoh yang mencita-citakan didirikannya sekolah tinggi filsafat di Jakarta, yakni Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara, S.J., guru besar filsafat di Universitas Indonesia dan IKIP Sanata Dharma (lihat poin 2 di atas).

Kuliah perdana STFD dalam keadaan serba sederhana diadakan di sebuah ruang tamu Susteran Ursulin di Jl. Gereja Theresia 2, Jakarta. Sejak 1973 STFD menempati kampus sendiri di Jl. Percetakan Negara, dekat Jembatan Serong Rawasari, Jakarta Pusat.

Sejak 1984 STF Driyarkara melaksanakan Kurikulum Sarjana (S1): Program Studi Ilmu Filsafat dan Program Studi Ilmu Teologi.

Pada 1996 dibuka Program Pasca Sarjana dengan Program Studi Magister Ilmu Filsafat. Lalu pada 2007 dibuka Program Doktor Ilmu Filsafat.

Hingga saat ini STF Driyarkara merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia yang menyelenggarakan Program Studi Magister Ilmu Filsafat.

Untuk info lebih lanjut tentang institusi ini, silakan mengunjungi websitenya: http://www.driyarkara.ac.id

 

11. Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta (Peringkat: 87)

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya atau disingkat Unika Atma Jaya didirikan oleh Yayasan Atma Jaya pada tanggal 1 Juni 1960. Kampus utama Unika Atma Jaya terletak di daerah Semanggi, Jakarta Selatan dan kampus lainnya terletak di daerah Pluit, Jakarta Utara.

Unika Atma Jaya merupakan buah gagasan yang dibahas pada rapat para Uskup se-Jawa pada Juni 1952. Dalam pertemuan itu diutarakan kemungkinan pembentukan suatu perguruan tinggi Katolik di Indonesia. Di Jakarta gagasan itu terwujud sejak didirikannya Yayasan Atma Jaya oleh sekelompok cendekiawan muda Katolik pada tanggal 1 Juni 1960.

Yayasan inilah yang kemudian mendirikan sebuah perguruan tinggi Katolik dengan nama Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Mereka antara lain: Ir. J.P. Cho, Ir. Lo Siang Hien-Ginting, Drs. Goei Tjong Tik, I.J. Kasimo, J.B. Legiman, S.H., Drs. F.X. Frans Seda, J.Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton M. Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, J.E. Tan, Ben Mang Reng Say.

Kini, Unika Atma Jaya telah memiliki delapan fakultas dengan 17 program studi untuk program sarjana (S1), Program Pasca Sarjana dengan 2 program magister dan satu program doktor.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.unika.ac.id

 

12. Universitas Pelita Harapan Karawaci (Peringkat: 92)

Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang-Banten, didirikan pada bulan September 1994 oleh Ir. Johannes Oentoro dan Dr. (HC) James Riady (Lippo Group).

Awalnya UPH menempati gedung sementara di Gedung Lippo Bank, Kedoya, Jakarta, kemudian pindah ke gedung Menara Asia, di kota mandiri Lippo Karawaci, Tangerang.

Tanggal 27 September 1994 kegiatan perkuliahan dimulai di Menara Asia dengan kurang lebih 250 mahasiwa di 3 fakultas dan 8 jurusan, sementara pembangunan gedung UPH Tower berjalan.

Tahun 1995, semua kegiatan perkuliahan dipindahkan ke UPH Tower.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan pertambahan jurusan, pembangunan gedung kuliah juga bertambah, Gedung D (2004), Gedung E (2005), Gedung C (2006), UPH Business School (2008).

Pada tahun 2006, UPH juga membuka kelas internasional bagi mereka yang ingin mendapatkan gelar Sarjana di Indonesia. Sedangkan untuk program S2 Master, UPH membuka kelas di kawasan Semanggi, Jakarta.

UPH juga membuka cabang di luar Jabodetabek, yaitu di Surabaya, Jawa Timur, dengan 6 program sarjana S-1 dan 2 program S-2 master, dan di Medan, Sumatera Utara.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.uph.edu

 

13. Universitas Kristen Maranatha Bandung (Peringkat: 95)

Berdirinya Universitas Kristen Maranatha tidak terlepas dari hasil perjuangan para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) Immanuel yang berjumlah 130 orang, yang telah menyatakan melepaskan diri dari UKI Immanuel pada tanggal 4 Juli 1964 bertempat di Lyceum Jln. Ir. H Juanda Bandung.

Pada tanggal 29 Desember 1984, bertempat di Lycuem Bandung, diadakan pertemuan para tokoh tokoh gereja dan masyarakat Kristen, dalam rangka memeceahkan kesulitan yang di hadapi oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang melepaskan diri dari UKI Immanuel.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Gereja-gereja Kristen, Sinode GKI dan Sinode GKP, DGI, PIKI, Yayasan Pendidikan Kristen, Majelis Daerah Pendidikan Kristen (MDKP), para pendeta, dermawan dan cendekiawan.

Pada pertemuan itu muncul kesepakatan untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi Kristen yang baru di Bandung, yang didukung oleh Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja Kristen Pasundan (GKP).

Pada 14 Juni 1965, dibuat akta pendirian Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha oleh notaris Lie Kwee Nio di Bandung. Ketua Yayasan PTK Maranatha dijabat oleh dr. J.E. Siregar dari GKP.

Pada 11 September 1965 bertempat di GKI-Jabar Jl. Kebon Jati Bandung, diresmikan berdirinya Universitas Kristen Marantaha dengan hanya satu fakultas yaitu Fakultas Kedokteran, kemudian menyusul Fakultas Teknik dengan jurusan Teknik Sipil dan Fakultas Psikologi serta Fakultas sastra Jurusan Sastra Inggris pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk info lebih lanjut tentang universitas ini, silakan mengunjungi websitenya: www.maranatha.edu

 

14. Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (Peringkat: 99)

Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) merupakan salah satu pendidikan tinggi swasta yang menyelenggarakan pendidikan di bidang kepariwisataan yang berada di Lippo Karawaci, Tangerang.

STPPH memiliki dua jurusan yaitu Manajemen Perhotelan dan Manajemen Usaha Wisata. Kedua Program Studi yang ada di Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan memperoleh akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT).

Pada awal berdirinya pada tahun 1995, STPPH masih berbentuk Akademi yang terdiri dari dua Jurusan setingkat Diploma 3, yaitu Jurusan Perhotelan dan Usaha Wisata.

Kemudian pada tahun 2005 Akademi Pariwisata Pelita Harapan (APPH) mendapatkan izin untuk menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) yang menyelenggarakan pendidikan setingkat Diploma 4, yaitu Program Studi Manajemen Perhotelan (Hospitality Management) dan Program Studi Manajemen Usaha Wisata (Travel Industry Management).

Hingga saat ini, STPPH telah memiliki kurang lebih 1000 lulusan, dengan mahasiswa aktif sebanyak 500 orang (data 2011).

Sekolah Tinggi Pariwisata pelita Harapan merupakan bagian integral dari Universitas Pelita Harapan (lihat poin 12 di atas).

Untuk info lebih lanjut tentang institusi ini, silakan mengunjungi websitenya: http://stpph.uph.ac.id

 

Itulah 14 Perguruan Tinggi Kristen/Katolik terbaik di Indonesia tahun 2017 versi pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Sukai Halaman” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!