Categories: TOKOH ALKITAB

15 Tokoh Alkitab Yang Murah Hati

  

Artikel ini membahas tentang 15 tokoh Alkitab yang murah hati.

Alkitab mencatat banyak tokoh Alkitab yang murah hati.

Murah hati maksudnya adalah bahwa mereka baik hati, suka memberi, dan ringan tangan dalam menolong orang lain.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Rendah Hati

Para tokoh Alkitab yang murah hati ini terdiri dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan, baik kaya maupun miskin, baik para pejabat maupun orang awam, baik laki-laki maupun perempuan.

Mereka disebut murah hati sebab dalam satu atau beberapa kali kesempatan mereka mempraktekkan sikap yang murah hati kepada sesamanya, sebagaimana dicatat di Alkitab.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Setia Sampai Akhir

Mereka menunjukkan kebaikan hati kepada orang lain, menolong mereka dalam kesusahan mereka, menjamu mereka, ataupun memberi sedekah kepada orang lain.

Karena itulah mereka dikenal sebagai orang-orang yang murah hati/baik hati di Alkitab.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Taat Kepada Tuhan

Tokoh-tokoh Alkitab yang murah hati ini terdiri dari tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Lama, maupun tokoh-tokoh Alkitab yang ada di Perjanjian Baru.

Tuhan Yesus juga menghendaki agar anak-anakNya menjadi orang-orang yang murah hati (Matius 5:7), yang menunjukkan kebaikan hati kepada semua orang, memberi kepada orang lain, serta mau menolong orang lain yang dalam kesusahan.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Yang Patut Diteladani

Kemurahan hati adalah salah satu dari 9 buah Roh yang didaftarkan oleh rasul Paulus (Galatia 5:22-23).

Lalu, siapa sajakah 15 tokoh Alkitab yang murah hati tersebut?

Berikut pembahasannya.

 

1. Ribka

Ribka adalah istri Ishak, anak Sara. Jadi Ribka adalah menantu Sara.

Di masa tuanya, Abraham mengutus seorang hambanya ke Aram-Mesopotamia, kepada sanak keluarganya, untuk mencarikan anaknya, Ishak, seorang istri.

Setelah hamba Abraham tersebut sampai di Aram-Mesopotamia, maka ia berdoa dan meminta tanda kepada Tuhan. Jika perempuan yang dia mintai tolong mau memberinya minum serta unta-untanya, maka dialah kiranya yang dikehendaki oleh Tuhan.

Dan Tuhan menjawab doa hamba Abraham itu, ia bertemu dengan Ribka yang sedang datang mengambil air.

Ketika ia meminta tolong kepada Ribka agar diberikan air, maka Ribka menanggupinya. Ia menurunkan buyung airnya ke tangannya dan memberi orang tersebut minum air.

Bahkan Ribka juga menawarkan minum unta-unta hamba Abraham itu.

Dengan murah hati Ribka menuang air dari buyungnya ke dalam palungan, lalu berlari untuk mengambil air dari dalam sumur.

Ribka digambarkan sebagai seorang perempuan yang sangat cantik parasnya.

Ternyata Ribka bukan hanya seorang perempuan yang cantik, seperti digambarkan di Alkitab, tetapi juga seorang wanita yang murah hati, bahkan bermurah hati kepada orang asing yang belum dikenalnya.

Setelah hamba Abraham tersebut menjelaskan maksud kedatangannya, ia pun  dibawa oleh Ribka ke rumah orang tuanya. Keluarga Ribka dan Ribka sendiri setuju untuk dijadikan istri Ishak.

Lalu Ribka dibawa oleh hamba Abraham ke Tanah Kanaan untuk dinikahkan dengan anak tuannya, Ishak. (Kejadian 24).

 

2. Boas

Naomi, seorang perempuan Israel yang mengungsi ke Moab karena bala kelaparan, kembali ke kampung halamannya di Betlehem bersama Rut, menantunya. Suami dan kedua anak Naomi, salah satunya suami Rut, telah meninggal di Moab (Rut 1).

Di Betlehem Rut pergi ke sebuah ladang untuk mencari jelai buat dimakan, yang tanpa sepengetahuannya adalah ladang Boas, seorang pria kaya yang masih merupakan kerabat Naomi.

Boas kemudian menujukkan kemurahannya dengan meminta para pekerjanya untuk dengan sengaja meninggalkan jelainya di ladang yang mereka panen agar bisa diambil oleh Rut.

Bahkan Boas juga menawarkan Rut untuk makan dan minum bersama para pekerjanya (Rut 2).

Ketika Naomi ingin agar Rut menikah kembali, maka ia memintanya untuk pergi secara diam-diam ke ladang Boas, karena Boas adalah kerabat Naomi yang berkewajiban untuk menebus ladang yang akan dijual Naomi serta menikahi Rut, sesuai tradisi saat itu.

Boas kembali menunjukkan kemurahan hatinya kepada Rut dengan memberinya jelai untuk dibawa pulang (Rut 3).

Kemurahan hati Boas kepada Rut dan Naomi tidak berhenti sampai di situ.

Ketika tidak ada kerabat dekat Naomi yang bersedia menebus ladang Naomi, karena juga diharuskan menikahi Rut sebagai mana tradisi Israel saat itu, maka Boas pun bersedia membeli ladang Naomi dan menikahi Rut.

Sekalipun Boas seorang yang kaya raya, namun dia bersedia menikahi Rut, perempuan asing (Moab) yang sudah janda.

Boas dan Rut adalah nenek moyang Daud, raja terbesar Israel, dan juga nenek moyang Mesias, Tuhan Yesus secara manusia. (Rut 4).

 

3. Barzilai

Barzilai bukanlah orang yang terkenal di Alkitab. Ia hanya sekali disebutkan di Alkitab.

Namun Barzilai sangat kaya. Selain sangat kaya, ia juga sangat murah hati. Ia menyediakan makanan bagi raja Daud selama ia dalam pelarian di Mahanaim.

Ketika itu Daud terpaksa melarikan diri dari Absalom, anak kandungnya, yang memberontak kepadanya dan menguasai kota Yerusalem.

Setelah Absalom mati dan Daud bersiap-siap untuk kembali ke Yerusalem, Barzilai juga pergi menjemput raja Daud dan mengantarkannya hingga ke sungai Yordan.

Jadi ia bukan hanya bermurah hati dalam hal makanan Daud, tetapi juga berusaha membantu Daud secara fisik, walau ia saat itu sudah sangat tua, berusia 80 tahun!

Selain murah hati, Barzilai juga punya sifat-sifat yang baik, ia tidak mengharapkan balasan atas perbuatan baiknya serta tidak mau merepotkan orang lain (Daud).

Ketika Daud meminta Barzilai ikut dia, yang berarti tinggal di istana raja, dan Daud akan menanggung makanannya, maka Barzilai dengan halus menolaknya.

Ia merasa sudah tua dan nanti hanya akan menjadi beban bagi Daud saja.

Sebaliknya, Barzilai merekomendasikan hambanya, Kimhan, untuk mengikuti Daud (2 Samuel 19:31-39).

 

4. Perempuan Sunem

Seorang perempuan di Sunem, yang masih termasuk wilayah Israel, termasuk juga sebagai orang yang murah hati.

Nama perempuan Sunem ini tidak disebutkan, pun nama suaminya. Tetapi suami-istri tersebut adalah orang kaya, juga orang yang murah hati.

Ketika nabi Elisa singgah di Sunem dalam perjalanannya, perempuan dan suaminya itu sering kali mengundangnya makan ke rumah mereka.

Mereka bahkan menyediakan sebuah kamar khusus untuk Elisa, sehingga ketika abdi Allah itu pergi ke Sunem, dia boleh menginap di kamar tersebut.

Kemurahan hati perempuan Sunem ini mendapat ganjarannya.

Waktu itu pasangan suami-istri tersebut belum mempunyai anak. Jadi Elisa berdoa dan bernubuat bahwa tahun depannya perempuan tersebut akan hamil dan punya anak. Dan hal itu benar-benar terjadi, tahun depannya mereka punya anak.

Selang beberapa tahun, anak ibu tersebut sakit lalu meninggal. Hal ini diberitahukan kepada nabi Elisa. Elisa pun mendoakan anak tersebut, dan anak itu pun bangkit kembali! (2 Raja-raja 4:8-37).

Bahkan ketika keluarga perempuan Sunem ini terpaksa mengungsi karena kelaparan di Israel, seluruh harta mereka dikembalikan oleh raja Israel, ketika mereka kembali dari pengungsian. (2 Raja-raja 8:1-6).

 

5. Maria Magdalena

Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang berasal dari Magdala, dan darinya Yesus pernah mengusir tujuh roh jahat. Setelah dibebaskan dari roh jahat, Maria Magdalena setia mengikut Yesus dalam pelayananNya.

Bukan hanya itu, dia juga, bersama perempuan-perempuan lainnya, dengan bermurah hati mempergunakan hartanya untuk membantu pelayanan Tuhan Yesus dan murid-muridNya (Lukas 8:1-3).

Maria Magdalena juga merupakan salah satu saksi dari penyaliban dan kematian Tuhan Yesus (Matius 27:55-56). Dia tahu percis di mana mayat Yesus dibaringkan di dalam kuburanNya (Markus 15:47).

Maria Magdalena juga termasuk di anatara perempuan-perempuan yang pergi ke kubur Yesus pada pagi-pagi di hari Minggu untuk merempahi mayatNya (Markus 16:1).

Perbuatan tersebut, yang merupakan tradisi sebelum pemakaman pada masa itu, namun belum sempat dilakukan waktu itu, adalah suatu perbuatan baik, sebab bentuk penghormatan kepada seseorang yang telah meninggal.

Jadi ini adalah salah satu bentuk kemurahan hati dan pengabdian Maria Magdalena kepada Yesus, Gurunya.

Maria Magdalena adalah saksi pertama dari kebangkitan Tuhan Yesus adalah Maria Magdalena (Markus 16:9; Yohanes 20:14-16).

Kesetiaan Maria Magdalena dalam mengikut dan melayani Tuhan Yesus, bahkan setia hingga penyaliban dan kematianNya, serta kerinduannya untuk “bertemu” mayat Yesus, memberinya sebuah kehormatan sebagai saksi pertama dari kebangkitanNya.

 

6. Yohana

Yohana juga disebut sebagai perempuan yang bermurah hati dalam melayani Yesus, bersama Maria Magdalena (Lukas 8:1-3).

Seperti halnya Maria Magdalena, Yohana tampaknya juga orang yang cukup kaya karena melayani rombongan pelayanan Tuhan Yesus dari kekayaannya.

Yohana disebut istri Khuza, bendahara Herodes.

Alkitab tidak menyebut lebih lanjut siapa Yohana ini atau siapa itu Khuza. Tetapi penyebutan Khuza sebagai bendahara Herodes adalah hal yang menarik.

Herodes yang dimaksud di sini pastilah Herodes Antipas, raja Yahudi yang memerintah di wilayah Galilea saat itu.

Dialah Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis, dan yang mengolok-olok Yesus. Dia adalah raja yang lalim, sehingga Yesus menyebutnya “si serigala” (Lukas 13:32).

Jelas sifat Herodes ini bertolak belakang dengan Yohana, kendati suaminya bekerja sebagai pejabat Herodes.

Tampaknya Khuza, suami Yohana ini bukanlah orang yang percaya kepada Yesus.

Namun jabatan suaminya yang cukup tinggi sebagai bendahara Herodes, boleh jadi penyebab Yohana menjadi kaya sehingga bisa membantu pelayanan Tuhan Yesus.

 

7. Susana

Seperti Maria Magdalena dan Yohana, Susana adalah salah satu perempuan yang melayani Tuhan Yesus sejak dari Galilea dan saksi penyaliban Yesus (Lukas 8:1-3; 23:55).

Galilea adalah daerah asal Tuhan Yesus dan tempat di mana Ia lebih banyak melakukan pelayananNya.

Dikatakan bahwa Susana dan perempuan-perempuan lainnya melayani rombongan  Yesus dari kekayaan mereka. Hal ini berarti bahwa Susana termasuk orang yang cukup berada dan murah hati.

Selain di sini, tidak ada lagi yang disebut tentang Susana ini di Alkitab.

Yang jelas, Susana ikut bersama Yesus dalam pelayananNya di Yudea, bukan hanya di Galilea, hingga Yesus disalibkan dan wafat di Yerusalem.

 

8. Salome

Salome juga salah satu perempuan yang melayani rombongan Yesus dan murid-muridNya.

Berdasarkan Markus 16:1 dan Matius 27:56, Salome adalah ibu Yohanes dan Yakobus (anak-anak Zebedeus).

Dan jika kita hubungkan dengan Yohanes 19:25, maka Salome ini adalah adik Maria, ibu Tuhan Yesus.

Dengan demikian, Salome adalah tante Tuhan Yesus.

Di dalam Markus 15:40-41 dijelaskan bahwa Salome adalah salah satu perempuan yang berada di dekat salib Yesus, menyaksikan Yesus disalibkan dan wafat.

Dijelaskan juga bahwa Salome, bersama perempuan-perempuan lainnya yang berada di dekat salib Yesus, telah mengikut dan melayani Yesus sejak dari Galilea.

Salome terutama melayani dalam bantuan keuangan bagi rombongan Yesus dan murid-muridNya, seperti halnya para perempuan lainnya (Lukas 8:1-3).

Salome memang adalah perempuan yang cukup berada, sebab suaminya, Zebedeus, adalah nelayan yang mempunyai “orang-orang upahan” (Markus 1:20).

Page: 1 2