17 Tokoh Alkitab Yang Menjomblo Seumur Hidup

Artikel ini membahas tentang tokoh-tokoh Alkitab yang menjomblo seumur hidup mereka, alias tidak menikah/tidak kawin/melajang.

Ada banyak tokoh Alkitab yang menjomblo seumur hidup mereka. Mereka tidak pernah menikah atau kawin; karenanya tidak mempunyai keturunan atau anak-cucu.

Ada beberapa alasan/penyebab mengapa mereka tidak menikah.

Yang pertama, orang yang sejak lahir demikian keadaannya, dalam arti ada cacat fisik yang menyebabkan dia tidak bisa menikah.

Yang kedua, orang yang dikebiri, atau sida-sida/kasim (Ibrani: Saris; Yunani: Eunoukhos; Inggris: Eunuch).

Orang seperti ini umumnya adalah para sida-sida yang bekerja di istana kerajaan. Mereka biasanya para budak yang telah dibeli oleh sang raja lalu dikebiri dan dipekerjakan di istana raja.

Tujuan dikebiri adalah untuk meningkatkan “performa” mereka sehingga layak bekerja di istana raja.

Dengan demikian sida-sida ini lebih fokus bekerja di istana raja tanpa dipusingkan dengan masalah-masalah keluarga (istri dan anak-anak).

Selain itu, juga agar keluarga raja bisa merasa lega karena terhindar dari pelecehan atau perbuatan yang tidak senonoh, sebab sida-sida sering juga dipekerjakan untuk menjaga para istri/selir raja dan putri-putri raja di istana.

Sekalipun tidak semua sida-sida dikebiri, namun umumnya demikian. Dan orang-orang jomblo dengan alasan seperti inilah yang paling banyak disebut di Alkitab.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Paling Kaya

Tetapi umumnya orang yang tidak menikah karena dikebiri di Alkitab adalah orang-orang non-Israel.

Dan mereka biasanya dikeluarkan dari jemaah Israel (Ulangan 23:1).

Namun orang-orang yang dikebiri seperti sida-sida diperhatikan oleh Tuhan asal mereka melakukan firmanNya (Yesaya 56:3-5).

Yang ketiga, orang yang memilih secara sukarela tidak menikah.

Ketiga alasan ini juga diungkapkan oleh Tuhan Yesus sendiri dalam pengajaranNya kepada murid-muridNya (Matius 19:12).

Rasul Paulus menambahkan bahwa hal menjomblo/tidak menikah juga merupakan sebuah karunia atau panggilan, dalam arti perintah atau kehendak Tuhan bagi orang-orang tertentu (1 Korintus 7).

Dalam perkembangannya kemudian, banyak rohaniwan Kristen yang hidup menjomblo/selibat, seperti para bapa gereja dan para Pastor Gereja Katolik masa kini.

Baca juga: 10 Wanita Paling Cantik Di Alkitab

Pada masa kini mungkin banyak lagi alasan orang tidak menikah, misalnya karena terpaksa: tidak kunjung menemukan jodoh yang dianggap tepat, atau karena trauma.

Yang jelas menurut pandangan Alkitab, orang yang tidak menikah dan orang yang menikah sama saja kedudukannya, sama-sama dikasihi Tuhan.

Dan dalam pandangan Kristen hidup menjomblo/melajang/membujang/selibat bukanlah sebuah aib, kesalahan/kekurangan, kelemahan, apalagi dosa.

Tetapi menjomblo/melajang/membujang/selibat juga bukanlah sebuah “prestasi” atau sebuah kelebihan atas mereka yang tidak menikah/kawin.

Pandangan yang menganggap hidup menjomblo/selibat sebagai hidup yang lebih tinggi dan lebih suci/murni  dari orang yang menikah jelas adalah ajaran yang sesat.

Ajaran seperti inilah, yang menganggap hidup menjomblo lebih suci serta melarang orang untuk menikah, yang pernah dikecam oleh rasul Paulus ( 1 Timotius 4:3).

Baca juga: 10 Pria Paling Tampan Di Alkitab

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang 17 Tokoh Alkitab yang menjomblo seumur hidup mereka, baik yang dicatat di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

14 orang di antara mereka adalah sida-sida yang dikebiri, 2 orang karena panggilan Tuhan, serta 1 orang karena nazar orang tuanya.

Sebenarnya banyak tokoh Alkitab yang sering dianggap hidup menjomblo/melajang seumur hidup mereka, seperti Elia, Daniel, Nehemia, Yohanes Pembaptis, Yohanes anak Zebedeus, Barnabas, dll.

Tetapi karena Alkitab tidak menyebut mereka tidak menikah, atau bahwa mereka disebut sida-sida, maka kita tidak bisa memastikan apakah mereka hidup melajang seumur hidup mereka.

Lalu, siapa sajakah ke-17 Tokoh Alkitab yang menjomblo seumur hidup mereka? Berikut pembahasannya.

 

1. Putri Yefta

Putri Yefta ini tidak disebut namanya.

Tetapi ketika ayahnya, Yefta, hendak pergi berperang, ia bernazar bahwa jika ia menang dalam peperangan maka ia akan mempersembahkan kepada Tuhan apa saja yang pertama kali keluar dari pintu rumahnya ketika ia pulang perang.

Dan ketika Yefta menang dan pulang perang, ia disambut oleh putrinya sendiri.

Hati Yefta hancur, dan ia tidak bisa lagi menarik nazarnya.

Alkitab tidak secara eksplisit mengatakan bahwa Yefta mempersembahkan anaknya sendiri kepada Tuhan, tetapi secara tersirat demikian, sekalipun hal itu tidak Tuhan kehendaki .

Karena itu putri Yefta pergi ke pegunungan 2 bulan lamanya bersama teman-temannya untuk menangisi kegadisannya. Sebab ia belum pernah menikah dan tidak mungkin lagi akan menikah (Hakim-hakim 11).

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!