18 Cagub-Cawagub Kristen Di Pilkada Serentak 2018

 

Artikel ini berisi cagub dan cawagub Kristen/Katolik di pilkada serentak 2018.

Pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) dilakukan secara serentak untuk ketiga kalinya pada tanggal 27 Juni 2018. Sebelumnya, pilkada pertama serentak di Indonesia diadakan pada tahun 2015, dan pilkada kedua pada tahun 2017 lalu.

Pilkada 2018 ini diikuti oleh 171 daerah, 17 daerah di antaranya adalah pilkada tingkat provinsi atau pemilihan gubernur/wakil gubernur.

Pada pilkada 2018 ini para calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) telah mendaftar secara resmi kepada KPU daerah setempat. Sebagian besar dari mereka diusung oleh koalisi partai politik dan sebagian kecil maju secara independen.

Baca juga: 46 Tokoh Kristen Pemenang Pilkada Serentak 2017

Dari cagub/cawagub yang mendaftar tersebut, terdapat 18 cagub/cawagub beragama Kristen/Katolik, baik yang maju sebagai calon gubernur maupun sebagai calon wakil gubernur.

Sebagian dari mereka berpasangan dengan sesama calon Kristen/Katolik, sedangkan sebagian lagi berpasangan dengan calon dari agama lain.

Para cagub/cawagub Kristen/Katolik tersebut terdiri dari beragam latar belakang profesi, seperti brokrat/PNS, anggota legislatif, tokoh masyarakat, pengusaha, dll.

Baca juga: 26 Senator Indonesia Beragama Kristen

Sebagian dari antara mereka merupakan petahana, atau “petarung” yang sedang menjabat, sedangkan yang lainnya adalah “petarung” baru.

Para cagub/cawagub Kristen/Katolik pada pilkada serentak 2018 ini umumnya bertarung di daerah-daerah mayoritas Kristen/Katolik, ataupun di wilayah-wilayah di mana populasi Kristen/Katolik cukup signifikan.

Mereka bertarung di lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Berikut ke-18 cagub dan cawagub Kristen/Katolik di pilkada serentak 2018 ini.

 

1. Sihar Sitorus (Calon Wakil Gubernur Sumut)

Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus lahir di Jakarta, pada 13 Juli 1968.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Sihar Sitorus maju sebagai calon wakil gubernur Sumatera Utara.

Sihar Sitorus berdampingan dengan Djarot Saiful Hidayat – mantan wakil gubernur/mantan gubernur DKI Jakarta – sebagai calon gubernur Sumatera Utara.

Pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan PPP.

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus adalah seorang tenaga ahli di Kementerian Koordinator PMK RI. Selain itu, ia juga seorang pengusaha.

Sebelumnya, Sihar Sitorus juga pernah bekerja di  PT Freeport Indonesia dan di PT Bursa Efek Indonesia.

Sihar Sitorus adalah seorang pecinta sepak bola. Ia telah mendirikan tiga klub sepak bola, yakni Medan Chiefs Deli Serdang, Pro Titan, dan Nusaina Fans Club (FC).

Selain itu, dia juga pernah memimpin PSMS Medan, salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia.

Sihar Sitorus menyelesaikan program Bachelor of Science in Business Administration di University of Arizona, AS, pada 1987. Dia juga menyelesaikan Master of Business Administration di Creighton University Ohama, AS, pada 1991.

Sihar Sitorus adalah putra dari D.L. Sitorus, seorang pengusaha nasional asal Sumatera Utara.

 

2. Karolin Margret Natasa (Calon Gubernur Kalbar)

Karolin Margret Natasa lahir di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 12 Maret 1982.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Karolin Margret Natasa maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat.

Karolin berdampingan dengan Suryadman Gidot sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat (lihat poin 5 di bawah).

Pasangan Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot diusung oleh tiga partai, yakni PDIP, Demokrat, dan PKPI.

Sebelum menjadi calon gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa adalah Bupati Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, periode 2017-2022.

Sebelum terpilih menjadi bupati Landak, Karolin adalah anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019, satu dari 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen.

Ketika terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode kedua dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, Karolin berhasil memperoleh suara sebanyak 397.481.

Hal ini menjadikan Karolin sebagai caleg peraih suara terbanyak se-Indonesia.

Karolin juga pernah menjadi Ketua Umum Pemuda Katholik Indonesia (hingga saat ini ia satu-satunya perempuan yang pernah menempati posisi itu).

Karolin merupakan putri dari Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H, satu dari 10 Gubernur Dan Wakil Gubernur Beragama Kristen Di Indonesia.

 

3. Milton Crosby (Calon Gubernur Kalbar)

Drs. Milton Crosby, M.Si, lahir di Baitani, Kalimantan Barat pada 18 Juni 1959.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Milton Crosby maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat.

Milton Crosby berdampingan dengan Boyman Harun sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat.

Pasangan Milton Crosby dan Boyman Harun diusung oleh dua partai, yakni Gerindra dan PAN.

Sebelum menjadi calon gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby adalah Bupati Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

 

4. Suryadman Gidot (Calon Wakil Gubernur Kalbar)

Suryadman Gidot, S. Pd lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 15 Mei 1971.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Suryadman Gidot maju sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat.

Suryadman Gidot berdampingan dengan Karolin Margret Natasa sebagai calon gubernur (lihat poin 3 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Kalimantan Barat, Suryadman Gidot adalah Bupati kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang menjabat selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya Suryadman Gidot menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bengkayang dan wakil bupati Bengkayang periode 2005-2010.

 

5. Viktor Laiskodat (Calon Gubernur NTT)

Viktor Bungtilu Laiskodat lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Februari 1965.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Viktor Laiskodat maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Viktor Laiskodat berdampingan dengan Josef A. Nae Soi sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 10 di bawah).

Pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi diusung oleh tiga partai, yakni Nasdem, Golkar, dan Hanura.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat adalah anggota DPR RI dari Partai NasDem, dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur.

Viktor Laiskodat juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem (2013-2018) dan merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Sebelum di Partai Nasdem, Viktor Laiskodat pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, pada periode 2004-2009.

Ia juga salah satu anggota Badan Pemenangan Jokowi-JK pada pilpres 2014.

Viktor adalah alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia. Dan sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengacara/Konsultan Hukum, yang pernah menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia.

 

6. Marianus Sae (Calon Gubernur NTT)

Marianus Sae, S.Ap lahir di Bosiko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 8 Mei 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Marianus Sae maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Marianus Sae berdampingan dengan Emilia J. Nomleni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 11 di bawah).

Pasangan Marianus Sae dan Emilia J. Nomleni diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan PKB.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae adalah Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya ia pernah menjadi Pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Kabupaten Ngada tahun 1994 – 1997 dan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Ngada tahun 2008 –sekarang.

Ia juga pernah menduduki jabatan puncak di beberapa perusahaan swasta serta menjadi pembicara di berbagai seminar di dalam dan luar negeri.

Selain itu ia pernah memimpin organisasi komunitas masyarakat Ngada di Bali.

 

7. Benny K. Harman (Calon Gubernur NTT)

Benny Kabur Harman, S.H. lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 September 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Benny Kabur Harman maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Benny Kabur Harman berdampingan dengan Benny Alexander Litelnoni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 12 di bawah).

Pasangan Benny K. Harman dan Benny Alexander Litelnoni diusung oleh tiga partai, yakni Demokrat, PKS, dan PKPI.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Harman merupakan anggota Komisi II DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur I, dari partai Demokrat.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Benny Harman tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Benny juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

8. Esthon L. Foenay (Calon Gubernur NTT)

Esthon Leyloh Foenay lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Agustus 1950.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Esthon L. Foenay maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Esthon berdampingan dengan Christian Rotok sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 13 di bawah).

Pasangan Esthon L. Foenay dan Christian Rotok diusung oleh dua partai, yakni Gerindra dan PAN.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Esthon Foenay adalah Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Esthon juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 mendampingi Gubernur Frans Lebu Raya.

 

9. Josef A. Nae Soi (Calon Wakil Gubernur NTT)

Josef A. Nae Soi lahir di Mataloko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 22 September 1952.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Josef A. Nae Soi maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Josef  berdampingan dengan Viktor Laiskodat sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 6 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi adalah anggota DPR RI selama dua periode, periode 2004-2009 dan periode 2009-2014, dari Fraksi Golongan Karya (Golkar).

Ia juga pernah menjadi guru di  Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere, Flores (1970 – 1972), Dosen Altri Kehakiman Jakarta (mulai 1987), dan Pembantu Direktur III  Altri Kehakiman Jakarta (2000-2005).

Josef A. Nae Soi menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas Atmajaya, Jakarta; dan S2 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI, Jakarta.

 

10. Emilia J. Nomleni (Calon Wakil Gubernur NTT)

Pada pilkada serentak 2018 ini, Emilia J. Nomleni maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Emilia Julia Nomleni berdampingan dengan Marianus Sae, sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 7 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Emilia J. Nomleni adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Emilia Nomleni juga pernah menjadi anggota DPRD NTT periode 2009-2014.

Tidak banyak yang diketahui tentang Emilia Nomleni ini. Kemunculannya dalam bursa wakil gubernur NTT dari partai PDIP juga di luar dugaan banyak orang.

Kendati demikian, sumber di internal PDI Perjuangan menyebut, Emilia merupakan sosok perempuan yang punya pengalaman dalam berpolitik, sudah malang melintang di berbagai organisasi dan konsen memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak-anak.

Hingga saat ini, baru Emilia perempuan yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur/wakil gubernur NTT.

 

11. Benny A. Litelnoni (Calon Wakil Gubernur NTT)

Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si, lahir di Niki-niki, Amanuban Tengah, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada 5 Agustus 1956.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Benny Alexander Litelnoni maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Benny Litelnoni berdampingan dengan Benny K. Harman sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 8 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Alexander Litelnoni adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur petahana (menjabat sejak tahun 2013).

Sebelumnya ia juga pernah menjadi Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, sejak tahun 2009 hingga tahun 2013.

Benny Alexander Litelnoni juga pernah menempati beberapa jabatan penting di Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan. Antara lain: Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Badan Penjenjangan pada Badan DIKLAT, dan Kasubdin Postel pada Dinas Perhubungan.

Pendidikannya ia tempuh di Sekolah Tinggi Administrasi Negara, Malang, Jawa Timur; Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang; dan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah.

 

12. Christian Rotok (Calon Wakil Gubernur NTT)

Drs. Christian Rotok lahir di Ruteng, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 10 Februari 1956.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Christian Rotok maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Christian Rotok berdampingan dengan Esthon L. Foenay sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 9 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Christian Rotok adalah Bupati Manggarai ke-6.

Ia menjabat bupati Manggarai selama dua periode, yakni periode 2005–2010 dan periode 2010-2015.

 

13. Anderias Rentanubun (Calon Wakil Gubernur Maluku)

Anderias Rentanubun dilahirkan di Langgur, Maluku, pada 1 Desember 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Anderias Rentanubun maju sebagai calon wakil gubernur Maluku.

Anderias Rentanubun berdampingan dengan Said Assagaff (gubernur petahana Maluku), sebagai calon gubernur Maluku.

Pasangan Said Assagaff dan Anderias Rentanubun didukung oleh tiga partai, yakni Golkar, PKS, dan Demokrat.

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Maluku, Anderias Rentanubun adalah Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kimpraswil Kabupaten Maluku Tenggara.

 

14. Barnabas Orno (Calon Wakil Gubernur Maluku)

Drs. Barnabas Nataniel Orno lahir di Letoda, Pulau Lakor, Maluku, pada 2 November 1963.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Barnabas Nataniel Orno maju sebagai calon wakil gubernur Maluku.

Barnabas Nataniel Orno berdampingan dengan Murad Ismail, sebagai calon gubernur Maluku.

Pasangan Murad Ismail dan Barnabas Orno diusung oleh empat partai, yakni PDIP, Gerindra, Nasdem, dan PKB.

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Maluku, Barnabas Nataniel Orno adalah Bupati Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, selama dua periode, yakni periode 2011-2016 dan periode 2016-2021.

Ia juga pernah memegang beberapa jabatan penting di Maluku, yakni: Kepala Sub Seksi Bimbingan Kesejahteraan Masyarakat, Kantor Departemen Sosial Kabupaten Maluku Tenggara; Pemeriksa pada Inspektorat Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat; Kepala Bagian Sosial Kantor Bupati Maluku Tenggara Barat; dan Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat.

Barnabas Orno menempuh pendidikan tingginya di FISIP, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKRIM).

 

15. Lukas Enembe (Calon Gubernur Papua)

Lukas Enembe, S.IP, M.H lahir di Kembu, Tolikara, Papua, pada 27 Juli 1967.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Lukas Enembe maju sebagai calon gubernur Papua.

Lukas Enembe berdampingan dengan Klemen Tinal sebagai calon wakil gubernur Papua (lihat poin 18 di bawah).

Pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal diusung oleh sembilan partai, yakni Demokrat, Golkar, Nasdem, PKS, Hanura, PAN, PPP, PKPI, PKB.

Sebelum menjadi calon gubernur Papua, Lukas Enembe adalah gubernur Papua petahana, yang menjabat sejak tahun 2013.

Lukas Enembe juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Papua.

Sebelumnya ia menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya, Papua.

Jabatan lain yang pernah diembannya antara lain adalah: Penggerak Kegiatan Tani Pegunungan Tengah, Ketua Dewan Pembina DPW PDS Papua, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Papua, dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah di FISIP Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dan di The Christian Leadership & Secound Leanguestic, Cornerstone College, Australia.

 

16. John Wempi Wetipo (Calon Gubernur Papua)

John Wempi Wetipo, S.H, M.H, lahir di Jayawijaya, Papua, pada 15 September 1972.

Pada pilkada serentak 2018 ini, John Wempi Wetipo maju sebagai calon gubernur Papua.

John Wempi Wetipo berdampingan dengan Habel Melkias Suwae sebagai calon wakil gubernur Papua (lihat poin 19 di bawah).

Pasangan John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan Gerindra.

Sebelum menjadi calon gubernur Papua, John Wempi Wetipo adalah Bupati Kabupaten Jayawijaya, Papua, selama dua periode, dari tahun 2010 hingga tahun 2021.

Sebelum menjadi pejabat publik, John Wempi berkarir menjadi PNS dari tahun 1996.

Selama berkarir di dunia politik, John Wempi kerap menerima berbagai penghargaan, di antaranya penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan penghargaan dari Kementerian Keuangan atas penilaian tertinggi dari BPK terkait pengelolaan keuangan Kabupaten Jayawijaya pada tahun 2017.

John Wempi juga merupakan insiator sekaligus deklarator Festival Budaya Baliem yang diselenggarakan setiap tahun menjelang HUT RI. Kegiatan ini membuat melonjaknya arus wisatawan asing ke Lembah Baliem, Papua.

 

17. Klemen Tinal (Calon Wakil Gubernur Papua)

Klemen Tinal, SE, M.M lahir di Beoga, Puncak, Papua, pada 23 Agustus 1970.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Klemen Tinal maju sebagai calon wakil gubernur Papua.

Klemen Tinal berdampingan dengan Lukas Enembe sebagai calon gubernur Papua (lihat poin 16 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Papua, Klemen Tinal adalah wakil gubernur Papua petahana.

Sebelumnya Klemen Tinal menjabat sebagai Bupati Mimika, Papua, selama dua periode.

Jabatan lain yang pernah diembannya adalah: Ketua Pemuda Pancasila Provinsi Irian Jaya, Ketua DPC Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Mimika, Ketua DPD Partai Golongan Karya (GOLKAR) Provinsi Papua.

Pendidikan tinggi  Klemen Tinal adalah di Universitas Surapati, Jakarta dan di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.

 

18. Habel Melkias Suwae (Calon Wakil Gubernur Papua)

Habel Melkias Suwae, S.Sos., M.M. atau yang biasa disingkat dengan HMS, lahir di Tablanusu, Papua, pada 28 Mei 1952.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Habel Melkias Suwae maju sebagai calon wakil gubernur Papua.

Habel Melkias Suwae berdampingan dengan John Wempi Wetipo sebagai calon gubernur Papua (lihat poin 17 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Papua, Habel Melkias Suwae adalah Bupati Jayapura selama dua periode (tahun 2001-2011).

Habel Melkias Suwae juga adalah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Papua.

Ketika menjabat Bupati Jayapura, konon banyak pihak yang datang “belajar” kepadanya, karena ia dinilai sukses melaksanakan Program Pemberdayaan Distrik (PPD) yang kemudian diubah menjadi Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung (PPDK).

Program tersebut kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul “Suara Hati yang Memberdayakan’’.

Habel Melkias Suwae berpasangan dengan Yop Kogoya pernah maju sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Papua dalam Pemilukada Papua tahun 2012, namun mereka gagal.

 

Itulah 18 calon gubernur dan calon wakil gubernur beragama Kristen dan Katolik yang maju di Pilkada Serentak tahun 2018 ini.

 

Kita berdoa agar mereka yang terpilih bisa memerintah dengan jujur, tidak korupsi, serta membawa kemajuan daerah yang mereka pimpin.

 

Dan bagi mereka yang tidak terpilih bisa menerimanya dengan lapang dada serta turut membantu pemerintahan calon yang terpilih demi kemajuan daerah mereka masing-masing.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!