19 Cagub Dan Cawagub Kristen Di Pilkada Serentak 2018

 

Artikel ini berisi cagub dan cawagub Kristen di pilkada serentak 2018.

Pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada) dilakukan secara serentak untuk ketiga kalinya pada tanggal 27 Juni 2018. Sebelumnya, pilkada pertama serentak di Indonesia diadakan pada tahun 2015, dan pilkada kedua pada tahun 2017 lalu.

Pilkada 2018 ini diikuti oleh 171 daerah, 17 daerah di antaranya adalah pilkada tingkat provinsi atau pemilihan gubernur/wakil gubernur.

Pada pilkada 2018 ini para calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) telah mendaftar secara resmi kepada KPU daerah setempat. Sebagian besar dari mereka diusung oleh koalisi partai politik dan sebagian kecil maju secara independen.

Baca juga: 46 Tokoh Kristen Pemenang Pilkada Serentak 2017

Dari cagub/cawagub yang mendaftar tersebut, terdapat 19 cagub/cawagub beragama Kristen/Katolik, baik yang maju sebagai calon gubernur maupun sebagai calon wakil gubernur.

Sebagian dari mereka berpasangan dengan sesama calon Kristen/Katolik, sedangkan sebagian lagi berpasangan dengan calon dari agama lain.

Para cagub/cawagub Kristen/Katolik tersebut terdiri dari beragam latar belakang profesi, seperti brokrat/PNS, anggota legislatif, tokoh masyarakat, pengusaha, dll.

Baca juga: 26 Senator Indonesia Beragama Kristen

Sebagian dari antara mereka merupakan petahana, atau “petarung” yang sedang menjabat, sedangkan yang lainnya adalah “petarung” baru.

Para cagub/cawagub Kristen/Katolik pada pilkada serentak 2018 ini umumnya bertarung di daerah-daerah mayoritas Kristen/Katolik, ataupun di wilayah-wilayah di mana populasi Kristen/Katolik cukup signifikan.

Mereka bertarung di lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Berikut ke-19 cagub dan cawagub Kristen di pilkada serentak 2018 ini.

 

1. Sihar Sitorus (Calon Wakil Gubernur Sumut)

Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus lahir di Jakarta, pada 13 Juli 1968.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Sihar Sitorus maju sebagai calon wakil gubernur Sumatera Utara.

Sihar Sitorus berdampingan dengan Djarot Saiful Hidayat – mantan wakil gubernur/mantan gubernur DKI Jakarta – sebagai calon gubernur Sumatera Utara.

Pasangan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan PPP.

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus adalah seorang tenaga ahli di Kementerian Koordinator PMK RI. Selain itu, ia juga seorang pengusaha.

Sebelumnya, Sihar Sitorus juga pernah bekerja di  PT Freeport Indonesia dan di PT Bursa Efek Indonesia.

Sihar Sitorus adalah seorang pecinta sepak bola. Ia telah mendirikan tiga klub sepak bola, yakni Medan Chiefs Deli Serdang, Pro Titan, dan Nusaina Fans Club (FC).

Selain itu, dia juga pernah memimpin PSMS Medan, salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia.

Sihar Sitorus menyelesaikan program Bachelor of Science in Business Administration di University of Arizona, AS, pada 1987. Dia juga menyelesaikan Master of Business Administration di Creighton University Ohama, AS, pada 1991.

Sihar Sitorus adalah putra dari D.L. Sitorus, seorang pengusaha nasional asal Sumatera Utara.

 

2. Karolin Margret Natasa (Calon Gubernur Kalbar)

Karolin Margret Natasa lahir di Mempawah, Kalimantan Barat, pada 12 Maret 1982.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Karolin Margret Natasa maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat.

Karolin berdampingan dengan Suryadman Gidot sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat (lihat poin 5 di bawah).

Pasangan Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot diusung oleh tiga partai, yakni PDIP, Demokrat, dan PKPI.

Sebelum menjadi calon gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa adalah Bupati Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, periode 2017-2022.

Sebelum terpilih menjadi bupati Landak, Karolin adalah anggota Komisi IX DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019, satu dari 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen.

Ketika terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode kedua dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, Karolin berhasil memperoleh suara sebanyak 397.481.

Hal ini menjadikan Karolin sebagai caleg peraih suara terbanyak se-Indonesia.

Karolin juga pernah menjadi Ketua Umum Pemuda Katholik Indonesia (hingga saat ini ia satu-satunya perempuan yang pernah menempati posisi itu).

Karolin merupakan putri dari Gubernur Kalimantan Barat, Drs. Cornelis, M.H, satu dari 10 Gubernur Dan Wakil Gubernur Beragama Kristen Di Indonesia.

 

3. Milton Crosby (Calon Gubernur Kalbar)

Drs. Milton Crosby, M.Si, lahir di Baitani, Kalimantan Barat pada 18 Juni 1959.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Milton Crosby maju sebagai calon gubernur Kalimantan Barat.

Milton Crosby berdampingan dengan Boyman Harun sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat.

Pasangan Milton Crosby dan Boyman Harun diusung oleh dua partai, yakni Gerindra dan PAN.

Sebelum menjadi calon gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby adalah Bupati Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

 

4. Suryadman Gidot (Calon Wakil Gubernur Kalbar)

Suryadman Gidot, S. Pd lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 15 Mei 1971.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Suryadman Gidot maju sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat.

Suryadman Gidot berdampingan dengan Karolin Margret Natasa sebagai calon gubernur (lihat poin 3 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Kalimantan Barat, Suryadman Gidot adalah Bupati kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang menjabat selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya Suryadman Gidot menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bengkayang dan wakil bupati Bengkayang periode 2005-2010.

 

5. Viktor Laiskodat (Calon Gubernur NTT)

Viktor Bungtilu Laiskodat lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Februari 1965.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Viktor Laiskodat maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Viktor Laiskodat berdampingan dengan Josef A. Nae Soi sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 10 di bawah).

Pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi diusung oleh tiga partai, yakni Nasdem, Golkar, dan Hanura.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat adalah anggota DPR RI dari Partai NasDem, dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur.

Viktor Laiskodat juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem (2013-2018) dan merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Sebelum di Partai Nasdem, Viktor Laiskodat pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, pada periode 2004-2009.

Ia juga salah satu anggota Badan Pemenangan Jokowi-JK pada pilpres 2014.

Viktor adalah alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia. Dan sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengacara/Konsultan Hukum, yang pernah menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia.

 

6. Marianus Sae (Calon Gubernur NTT)

Marianus Sae, S.Ap lahir di Bosiko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 8 Mei 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Marianus Sae maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Marianus Sae berdampingan dengan Emilia J. Nomleni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 11 di bawah).

Pasangan Marianus Sae dan Emilia J. Nomleni diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan PKB.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae adalah Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya ia pernah menjadi Pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Kabupaten Ngada tahun 1994 – 1997 dan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Ngada tahun 2008 –sekarang.

Ia juga pernah menduduki jabatan puncak di beberapa perusahaan swasta serta menjadi pembicara di berbagai seminar di dalam dan luar negeri.

Selain itu ia pernah memimpin organisasi komunitas masyarakat Ngada di Bali.

 

7. Benny K. Harman (Calon Gubernur NTT)

Benny Kabur Harman, S.H. lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 September 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Benny Kabur Harman maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Benny Kabur Harman berdampingan dengan Benny Alexander Litelnoni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 12 di bawah).

Pasangan Benny K. Harman dan Benny Alexander Litelnoni diusung oleh tiga partai, yakni Demokrat, PKS, dan PKPI.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Harman merupakan anggota Komisi II DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur I, dari partai Demokrat.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Benny Harman tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Benny juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

8. Esthon L. Foenay (Calon Gubernur NTT)

Esthon Leyloh Foenay lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Agustus 1950.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Esthon L. Foenay maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Esthon berdampingan dengan Christian Rotok sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 13 di bawah).

Pasangan Esthon L. Foenay dan Christian Rotok diusung oleh dua partai, yakni Gerindra dan PAN.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Esthon Foenay adalah Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Esthon juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 mendampingi Gubernur Frans Lebu Raya.

 

9. Josef A. Nae Soi (Calon Wakil Gubernur NTT)

Josef A. Nae Soi lahir di Mataloko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 22 September 1952.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Josef A. Nae Soi maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Josef  berdampingan dengan Viktor Laiskodat sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 6 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi adalah anggota DPR RI selama dua periode, periode 2004-2009 dan periode 2009-2014, dari Fraksi Golongan Karya (Golkar).

Ia juga pernah menjadi guru di  Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere, Flores (1970 – 1972), Dosen Altri Kehakiman Jakarta (mulai 1987), dan Pembantu Direktur III  Altri Kehakiman Jakarta (2000-2005).

Josef A. Nae Soi menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas Atmajaya, Jakarta; dan S2 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI, Jakarta.

 

10. Emilia J. Nomleni (Calon Wakil Gubernur NTT)

Pada pilkada serentak 2018 ini, Emilia J. Nomleni maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Emilia Julia Nomleni berdampingan dengan Marianus Sae, sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 7 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Emilia J. Nomleni adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Emilia Nomleni juga pernah menjadi anggota DPRD NTT periode 2009-2014.

Tidak banyak yang diketahui tentang Emilia Nomleni ini. Kemunculannya dalam bursa wakil gubernur NTT dari partai PDIP juga di luar dugaan banyak orang.

Kendati demikian, sumber di internal PDI Perjuangan menyebut, Emilia merupakan sosok perempuan yang punya pengalaman dalam berpolitik, sudah malang melintang di berbagai organisasi dan konsen memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak-anak.

Hingga saat ini, baru Emilia perempuan yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur/wakil gubernur NTT.

6 komentar untuk “19 Cagub Dan Cawagub Kristen Di Pilkada Serentak 2018”

  1. Eri Midion Sidauruk SH SE MM

    Sangat membanggakan dan bisa sebagai inspirasi bagi warga Indonesia yang beragama Kristen/Katolik di daerah masing2 NKRI untuk ikut bersaing dalam Pilkada demi untuk memajukan pembangunan di segala bidang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!