Loading...
Loading...

19 Cagub Dan Cawagub Kristen Di Pilkada Serentak 2018

 

4. Suryadman Gidot (Calon Wakil Gubernur Kalbar)

Suryadman Gidot, S. Pd lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 15 Mei 1971.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Suryadman Gidot maju sebagai calon wakil gubernur Kalimantan Barat.

Suryadman Gidot berdampingan dengan Karolin Margret Natasa sebagai calon gubernur (lihat poin 3 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Kalimantan Barat, Suryadman Gidot adalah Bupati kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang menjabat selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya Suryadman Gidot menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bengkayang dan wakil bupati Bengkayang periode 2005-2010.

 

5. Viktor Laiskodat (Calon Gubernur NTT)

Viktor Bungtilu Laiskodat lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Februari 1965.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Viktor Laiskodat maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Viktor Laiskodat berdampingan dengan Josef A. Nae Soi sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 10 di bawah).

Pasangan Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi diusung oleh tiga partai, yakni Nasdem, Golkar, dan Hanura.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Laiskodat adalah anggota DPR RI dari Partai NasDem, dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur.

Viktor Laiskodat juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem (2013-2018) dan merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Sebelum di Partai Nasdem, Viktor Laiskodat pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, pada periode 2004-2009.

Ia juga salah satu anggota Badan Pemenangan Jokowi-JK pada pilpres 2014.

Viktor adalah alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia. Dan sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengacara/Konsultan Hukum, yang pernah menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia.

 

6. Marianus Sae (Calon Gubernur NTT)

Marianus Sae, S.Ap lahir di Bosiko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 8 Mei 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Marianus Sae maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Marianus Sae berdampingan dengan Emilia J. Nomleni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 11 di bawah).

Pasangan Marianus Sae dan Emilia J. Nomleni diusung oleh dua partai, yakni PDIP dan PKB.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae adalah Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur selama dua periode, yakni periode 2010-2015 dan periode 2016-2021.

Sebelumnya ia pernah menjadi Pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Kabupaten Ngada tahun 1994 – 1997 dan Pengurus DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Ngada tahun 2008 –sekarang.

Ia juga pernah menduduki jabatan puncak di beberapa perusahaan swasta serta menjadi pembicara di berbagai seminar di dalam dan luar negeri.

Selain itu ia pernah memimpin organisasi komunitas masyarakat Ngada di Bali.

 

7. Benny K. Harman (Calon Gubernur NTT)

Benny Kabur Harman, S.H. lahir di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 19 September 1962.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Benny Kabur Harman maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Benny Kabur Harman berdampingan dengan Benny Alexander Litelnoni sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 12 di bawah).

Pasangan Benny K. Harman dan Benny Alexander Litelnoni diusung oleh tiga partai, yakni Demokrat, PKS, dan PKPI.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Harman merupakan anggota Komisi II DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Timur I, dari partai Demokrat.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Benny Harman tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Benny juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

8. Esthon L. Foenay (Calon Gubernur NTT)

Esthon Leyloh Foenay lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 3 Agustus 1950.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Esthon L. Foenay maju sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur.

Esthon berdampingan dengan Christian Rotok sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 13 di bawah).

Pasangan Esthon L. Foenay dan Christian Rotok diusung oleh dua partai, yakni Gerindra dan PAN.

Sebelum menjadi calon gubernur Nusa Tenggara Timur, Esthon Foenay adalah Ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Esthon juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 mendampingi Gubernur Frans Lebu Raya.

 

9. Josef A. Nae Soi (Calon Wakil Gubernur NTT)

Josef A. Nae Soi lahir di Mataloko, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 22 September 1952.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Josef A. Nae Soi maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Josef  berdampingan dengan Viktor Laiskodat sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 6 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef A. Nae Soi adalah anggota DPR RI selama dua periode, periode 2004-2009 dan periode 2009-2014, dari Fraksi Golongan Karya (Golkar).

Ia juga pernah menjadi guru di  Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere, Flores (1970 – 1972), Dosen Altri Kehakiman Jakarta (mulai 1987), dan Pembantu Direktur III  Altri Kehakiman Jakarta (2000-2005).

Josef A. Nae Soi menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen di Universitas Atmajaya, Jakarta; dan S2 Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen LPMI, Jakarta.

 

10. Emilia J. Nomleni (Calon Wakil Gubernur NTT)

Pada pilkada serentak 2018 ini, Emilia J. Nomleni maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Emilia Julia Nomleni berdampingan dengan Marianus Sae, sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 7 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Emilia J. Nomleni adalah ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.

Emilia Nomleni juga pernah menjadi anggota DPRD NTT periode 2009-2014.

Tidak banyak yang diketahui tentang Emilia Nomleni ini. Kemunculannya dalam bursa wakil gubernur NTT dari partai PDIP juga di luar dugaan banyak orang.

Kendati demikian, sumber di internal PDI Perjuangan menyebut, Emilia merupakan sosok perempuan yang punya pengalaman dalam berpolitik, sudah malang melintang di berbagai organisasi dan konsen memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak-anak.

Hingga saat ini, baru Emilia perempuan yang pernah mencalonkan diri sebagai gubernur/wakil gubernur NTT.

 

11. Benny A. Litelnoni (Calon Wakil Gubernur NTT)

Drs. Benny Alexander Litelnoni, SH, M.Si, lahir di Niki-niki, Amanuban Tengah, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, pada 5 Agustus 1956.

Pada pilkada serentak 2018 ini, Benny Alexander Litelnoni maju sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur.

Benny Litelnoni berdampingan dengan Benny K. Harman sebagai calon gubernur Nusa Tenggara Timur (lihat poin 8 di atas).

Sebelum menjadi calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny Alexander Litelnoni adalah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur petahana (menjabat sejak tahun 2013).

Sebelumnya ia juga pernah menjadi Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, sejak tahun 2009 hingga tahun 2013.

Benny Alexander Litelnoni juga pernah menempati beberapa jabatan penting di Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Timor Tengah Selatan. Antara lain: Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Badan Penjenjangan pada Badan DIKLAT, dan Kasubdin Postel pada Dinas Perhubungan.

Pendidikannya ia tempuh di Sekolah Tinggi Administrasi Negara, Malang, Jawa Timur; Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang; dan di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah.

Loading...
6 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!