19 Tokoh Kristen Paling Berpengaruh Di Indonesia

Artikel ini berisi tentang 19 tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Sejak dulu, sejak kemerdekaan Indonesia, banyak tokoh Kristen/Katolik yang berpengaruh di bangsa ini, sebagiannya adalah para tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, yang saat ini sebagiannya sudah ditetapkan sebagai pahlawan bangsa Indonesia.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Saat ini pun banyak tokoh Kristen yang berpengaruh di Indonesia.

Mereka umumnya adalah para pejabat atau politisi, baik di pusat maupun di daerah.

Baca juga: 100 Pendeta Paling Berpengaruh Di Indonesia

Artikel ini akan membahas tentang 19 tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Lalu, siapa sajakah tokoh-tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia saat ini? Berikut pembahasannya.

 

1. Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama, atau lebih dikenal sebagai Ahok, lahir di Manggar, Belitung Timur, Bangka-Belitung, pada 29 Juni 1966.

Ahok menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014-9 Mei 2017.

Sebelumnya ia pernah menjadi Bupati Belitung Timur dan anggota DPR RI.

Ahok dikenal sebagai politisi yang bersih, jujur, berani, dan merakyat.

Karena itu dia mempunyai banyak musuh yang ingin menjatuhkannya.

Dikenal ceplas-ceplos dalam berbicara, Ahok pun jatuh lewat pidatonya di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Ia dituduh menista agama dan dipenjara selama dua tahun.

Kendati demikian, pengikut dan penggemar Ahok masih sangat banyak dan terus mendukungnya.

Juga hasil karyanya di daerah yang dipimpinnya masih terasa hingga kini.

 

2. Yasonna H. Laoly (Menteri Hukum Dan HAM)

Yasonna Hamonangan Laoly, lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 27 Mei 1953 dari ayah seorang Nias dan ibu Batak.

Yasonna saat ini menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Kerja Jokowi yang menjabat sejak 27 Oktober 2014. Sebelumnya ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2014 dari fraksi PDI-P.

Ia menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Sibolga. Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Virginia Commonwealth University (gelar Master), North Carolina University (gelar doktor), dan Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, semuanya di Amerika Serikat.

Ia pernah bekerja sebagai Pengacara & Penasehat Hukum, dosen dan dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan.

Ia mulai aktif berorganisasi sejak di Medan, antara lain sebagai Sekretaris BKS PGI-GMKI Sumut-Aceh, Wakil Bendahara KNPI Medan, Kepala Badiklatda PDI-P Sumut dan Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut. Ia kemudian menjadi anggota DPRD Sumut pada periode 1999-2004.

Pada tahun 2004-2014 ia menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Di parlemen ia tergabung dalam Badan Anggaran DPR RI, dan di MPR RI, ia menjadi Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, hingga ia diangkat menjadi menteri.

 

3. Ignasius Jonan (Menteri ESDM)

Ignasius Jonan lahir di Singapura, pada 21 Juni 1963, merupakan keturunan Tionghoa beragama Katholik.

Saat ini Jonan adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui reshuffle Kabinet Kerja Jilid II. Sebelumnya, Ignasius Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan, tetapi terkena reshuffle Kabinet Kerja Jilid I.

Jonan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 2009 s/d 2014. Sebelumnya ia adalah Direktur Utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, dan Director/Managing Director Citibank/Citigroup.

Ia merupakan alumnus SMA Katholik St. Louis 1 Surabaya, program studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, dan Fletcher School, Tufts University, Amerika Serikat.

Jonan dikenal sebagai pejabat yang sederhana dan pekerja keras.

 

4. Yohana Yembise (Menteri PPPA)

Yohana Susana Yembise lahir di Manokwari, Papua, pada 1 Oktober 1958.

Saat ini Yohana Yembise adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ia adalah menteri dan guru besar perempuan pertama dari Papua. Sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah seorang profesor di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Yohana menempuh pendidikan di SD Padang Bulan Jayapura, SMP Negeri 1 Nabire dan SMA Negeri Persiapan Nabire, semuanya di Papua.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan tingginya di Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Cenderawasih, Regional Language Center (RELC), SEAMEO Singapura, program Master di Departemen Pendidikan Simon Fraser University, Kanada, dan Program Doktoral di Universitas Newcastle, Inggris.

Yohana memulai karier dengan menjadi asisten dosen di bidang Bahasa dan Seni di Universitas Cenderawasih, lalu menjadi dosen tetap sejak 1987 hingga sekarang. Ia dikukuhkan menjadi profesor di universitas tersebut pada tahun 2012.

Yohana aktif berorganisasi dan pernah menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai. Ia juga pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Biak Numfor pada tahun tahun 2013, tetapi tidak terpilih.

 

5. Luhut Panjaitan (Menteri Kemaritiman)

Luhut Binsar Panjaitan lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 28 September 1947.

Saat ini ia adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia.

Ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember2014 hingga 2 September 2015. Pada 12 Agustus 2015 ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno, pada reshuffle Kabinet Kerja Jilid I.

Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016, dia diangkat/digeser menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut Panjaitan adalah wakil ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Kemudian, ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan menjadi Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla pada pemilu presiden 2014. Sebab pada saat itu partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai capres (yang tidak disukai Luhut).

Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Luhut adalah seorang pensiunan jenderal bintang empat, dan merupakan lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 serta mendapat banyak penghargaan selama berdinas di militer. (Baca: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen)

Ia banyak menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri. Antara lain, di George Washington University dan di National Defense University, keduanya di Amerika Serikat.

Setelah pensiun dari dinas militer, Luhut aktif sebagai pengusaha, dan kini menjadi seorang pengusaha sukses. Dari profesi pengusaha inilah ia kenal dan menjadi dekat dengan Jokowi (yang juga seorang pengusaha).

Pengaruh Luhut sangat kuat di pemerintahan saat ini, bahkan ia pernah dianggap menjadi orang terkuat kedua di Indonesia.

 

6. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan)

Enggartiasto Lukita lahir dengan nama Loe Joe Eng di Cirebon, Jawa Barat, pada 12 Oktober 1951.

Kini Enggartiasto Lukita menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI. Ia menggantikan posisi Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan sejak 27 Juli 2016, saat reshuffle Kabinet Kerja Jilid II. Ia diangkat menjadi menteri mewakili partai Nasdem, salah satu partai pendukung pemerintah.

Sebelum bergabung ke partai Nasdem pada 2013 lampau, Enggartiasto dikenal sebagai politisi partai Golkar dan anggota DPR RI dari partai tersebut (1997-1999 dan 2004-2009).

Di partai Golkar ia pernah menjabat sebagai anggota dewan penasehat dan wakil bendahara umum.

Di partai Nasdem, Enggartiasto dipercaya sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri. Dan pada Pemilu 2014, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari partai Nasdem, hingga ia diangkat sebagai menteri.

Enggartiasto menyelesaikan pendidikannya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia).

Sejak usia muda ia sudah mengakrabi dunia organisasi. Tercatat, dia pernah aktif di GMKI, Hipmi, AMPI, dan Real Estate Indonesia (REI), sebagai ketua umum.

Di dunia usaha, Enggartiasto menekuni bidang properti dan menjabat di beberapa perusahaan, sebagai Komisaris Utama maupun sebagai Direktur Utama.

 

7. Cornelis (Gubernur Kalimantan Barat)

Drs. Cornelis, M.H. lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, pada 27 Juli 1953.

Cornelis merupakan Gubernur Kalimantan Barat selama dua periode (2008-2013; 2013-2018) berpasangan dengan Christiandy Sanjaya.

Cornelis juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Kalimantan Barat.

Sebelum menjadi gubernur, ia adalah Bupati Landak, Kalimantan Barat, selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011. Namun pada tahun 2007 ia berhenti sebagai bupati karena maju sebagai calon gubernur.

Putri sulungnya, dr. Karolin Margret Natasa, bau saja terpilih menjadi bupati Landak, dan sebelumnya adalah anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Kalimantan Barat.

Cornelis menempuh pendidikannya di APDN Pontianak, Kalimantan Barat; Sarjana (S1) di Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur; dan Pasca Sarjana (S2) di Universitas Tanjungpura, Pontianak.

 

8. Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara)

Olly Dondokambey, S.E. lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 18 November 1961.

Sebelum menjadi gubernur, ia adalah anggota DPR RI dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Sulawesi Utara selama tiga periode (2004-2009; 2009-2014; 2014-2019).

Sejak 2009, Ia dipercaya menjadi Bendahara Fraksi PDI Perjuangan. Kemudian dia menjabat sebagai Bendahara Umum DPP PDIP hingga dua periode (2010-2015; 2015-2020).

Di tingkat daerah, Olly terpilih menjadi Ketua DPD I PDIP Sulawesi Utara sejak tahun 2012, dan terpilih kembali untuk periode 2015-2020.

Pendidikannya ditempuh di Akademi Akuntansi Manado dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Widya, Jakarta.

 

9. Frans Lebu Raya (Gubernur Nusa Tenggara Timur)

Drs. Frans Lebu Raya lahir di Adonara, Nusa Tenggara Timur, pada 18 Mei 1960.

Frans adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur selama dua periode (2008-2013; 2013-2018).

Sebelum menjadi gubernur, dia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008.

Frans adalah ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur.

Frans Lebu Raya menempuh pendidikannya di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

10. Lukas Enembe (Gubernur Papua)

Lukas Enembe, S.IP, M.H lahir di Kembu, Tolikara, Papua, pada 27 Juli 1967.

Ia mulai menjabat gubernur Papua sejak tahun 2013. Sebelumnya ia menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya, Papua.

Jabatan lain yang pernah diembannya antara lain adalah: Penggerak Kegiatan Tani Pegunungan Tengah, Ketua Dewan Pembina DPW PDS Papua, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Papua, dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah di FISIP Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dan di The Christian Leadership & Secound Leanguestic, Cornerstone College, Australia.

 

11. Dominggus Mandacan (Gubernur Papua Barat)

Drs. Dominggus Mandacan lahir di Manokwari, Papua Barat, pada 16 Desember 1959.

Sebelum menjadi gubernur, ia menjabat sebagai Staf Ahli Khusus Bupati Pegunungan Arfak bidang Pemerintahan (sejak tahun 2015).

Sebelum itu, ia adalah Bupati Manokwari, Papua Barat, sejak 2000 hingga 2010 (dua periode), dan pejabat Bupati Pegunungan Arfak, Papua Barat (2013-2015).

 

12. Hary Tanoesoedibjo (Ketua Umum Perindo)

Hary Tanoe lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 26 September 1965.

Pada 7 Februari 2015, Hary mendeklarasikan Partai Persatuan Indonesia atau Partai Perindo, dan menjadi ketua umumnya. Perindo adalah partai baru yang akan ikut berkontestasi pada pemilu 2019 untuk pertama kalinya.

Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora Senayan, Jakarta.

Sebelum membentuk Perindo, Hary pernah bergabung dengan partai Nasdem dan partai Hanura.

Hary adalah seorang konglomerat Indonesia, terutama dikenal sebagai pemilik dari MNC Group. Selain tiga stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, MNCTV, dan GTV, grup medianya ini juga mencakup stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi dan bisnis Trust, dan tabloid remaja Genie.

Hary juga adalah salah satu orang terkaya di Indonesia.

Pada tahun 2011, Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan Hary menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan sebesar US$ 1,19 miliar (lebih dari 15 triliun rupiah).

Hary meraih gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa, Kanada (1988); serta Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa, Kanada (1989).

 

13. Grace Natalie (Ketua Umum PSI)

Grace Natalie lahir di Jakarta, pada 4 Juli 1982.

Grace adalah seorang mantan pembawa acara berita dan jurnalis.

Grace Natalie mengenyam pendidikan tingginya di jurusan akuntansi IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia), Jakarta.

Setelah menyelesaikan kuliahnya, SCTV langsung merekrutnya. Di sana ia menjadi salah satu penyiar Liputan 6. Pada tahun-tahun pertamanya sebagai jurnalis ia banyak turun ke lapangan meliput berbagai peristiwa, mulai dari berita kriminal, politik, ekonomi, dan peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat.

Dalam waktu tiga tahun kariernya makin menanjak dan ia sempat berpindah-pindah stasiun TV. Dari SCTV ia pindah ke ANTV, dan tak lama kemudian dari ANTV ia pindah lagi ke TVOne.

Grace pernah beberapa kali melakukan wawancara ekslusif dengan tokoh-tokoh internasional, seperti Abhisit Vejjajiva (Perdana Menteri Thailand), Jose Ramos Horta (presiden Timor Leste), Steve Forbes (CEO Majalah Forbes), George Soros, dll.

Di dunia maya, Grace adalah salah satu pembawa acara berita terfavorit dengan mendapat gelar Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer.

Pada bulan Juni 2012, Grace Natalie resmi meninggalkan tvOne untuk menjadi CEO Saiful Mujani Research and Consulting.

Namun pada tahun 2014, ia banting setir dan masuk ke dunia politik dan sekarang menjadi ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Seperti halnya Perindo, PSI adalah partai baru yang baru akan ikut berkontestasi pada pemilu 2019 yang akan datang.

 

14. Hasto Kristiyanto (Sekretaris Jenderal PDI-P)

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta, pada 7 Juli 1966.

Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDI-P), menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Sebelumnya, Hasto menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P.

Hasto juga merupakan salah satu deputi Tim Transisi menjelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, pada 20 Oktober 2014.

Ia menjadi anggota DPR RI pada periode 2004-2009 dari fraksi PDI-P. Saat itu, dia duduk di Komisi VI yang menangani permasalahan perdagangan, perindustrian, investasi dan koperasi. (Baca: 25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen)

Sejak duduk di bangku SMA, dia sudah tertarik dengan dunia politik dan gemar membaca buku politik. Dan ketika menjadi mahasiswa, Hasto aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Ia meraih gelar S1 dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan S2 dari Prasetya Mulya Business School, Jakarta.

 

15. Hinca Panjaitan (Sekretaris Jenderal Demokrat)

Hinca Panjaitan lahir di Aek Songsongan, Asahan, Sumatera Utara, pada 25 September 1964.

Hinca merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak Mei 2015. Hinca juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat serta menjadi anggota komite konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat.

Selain aktif di partai politik, Hinca juga dikenal sebagai pengurus PSSI. Tercatat bahwa ia sempat menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI. Pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 18 April 2015 di Surabaya, Hinca terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Erwin Dwi Budiawan.

Hinca meraih gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Tata Negara di Universitas HKBP Nommensen, Medan, dan gelar Magister Hukum bidang Hukum Tata Negara di Progam Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung, dan doktor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang.

Hinca pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan, Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan dan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta.

Hinca juga merupakan seorang advokat dan masuk dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia.

Hinca kemudian dilantik sebagai anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Partai Demokrat.

 

16. Johnny G. Plate (Sekretaris Jenderal Nasdem)

Johnny Gerard Plate, S.E, lahir di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 10 September 1956.

Ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I setelah memperoleh 33.704 suara. (Baca juga: 82 Anggota DPR RI Beragama Kristen)

Johnny duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan.

Johnny G. Plate sebelumnya adalah seorang pengusaha.

Ia juga merupakan Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup, DPP Partai NasDem.

Kemudian ia dipilih sebagai Sekjen Partai Nasdem.

Pendidikannya ia tempuh di Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) dan S1, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

 

17. Basaria Panjaitan (Wakil Ketua KPK, 2015-2019)

Basaria Panjaitan adalah salah satu pimpinan/Wakil Ketua KPK jilid keempat (periode 2015-2019) yang masih menjabat saat ini.

Sebelum terpilih menjadi salah satu Wakil Ketua KPK periode keempat, Basaria Panjaitan merupakan seorang Perwira Tinggi Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Irjen)/bintang dua.

Basaria Panjaitan adalah wanita pertama (polwan) di Indonesia yang berhasil mencapai pangkat Inspektur Jenderal di kepolisian. Selain itu, ia juga wanita pertama di Indonesia yang berhasil menjadi pimpinan KPK.

Basaria Panjaitan lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada 20 Desember 1957.

Di luar pendidikan kepolisian, Basaria menempuh pendidikan S1-nya di Jurusan Akuntansi Universitas Jayabaya, Jakarta; dan S2 di Magister Hukum Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Di lingkungan kepolisian, Basaria merupakan lulusan Sepamilsukwan Polri I Tahun Angkatan 1983/1984.

Jabatan yang pernah diemban Basaria Panjaitan di kepolisian, antara lain adalah: Paur Subdisbuk Disku Mabes Polri (1984); Panit Sat. Idik Baya Ditserse Mabes Polri (1990); Kasat Narkoba Polda NTB (1997); dan Kabag Narkoba Polda Jabar (2000).

Kemudian, Dir Reskrim Polda Kepri (2007); Penyidik Utama Dit V/Tipiter Bareskrim Polri (2008); Kapusprovos Divpropam Polri (2009); Karobekum Sdelog Polri; dan Widyaiswara Madya Sespim Polri (2010).

Jabatan terakhir Basaria di polri sebelum terpilih menjadi salah satu pimpinan KPK adalah staf ahli Kapolri bidang sosial politik (2015).

 

18. Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK, 2015-2019)

Alexander Marwata adalah salah satu pimpinan/Wakil Ketua KPK jilid keempat (periode 2015-2019) yang kini masih aktif menjabat.

Sebelum terpilih menjadi salah satu wakil ketua KPK, Alexander Marwata adalah seorang Hakim ad hoc di pengadilan Tipikor (tindak pidana korupsi) Jakarta.

Alexander Marwata lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 26 Februari 1967. Alexander Marwata adalah seorang penganut Agama Kristen Katolik.

Alexander Marwata menempuh pendidikan tingginya di Jurusan Akuntansi (D IV) STAN, Jakarta. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia, Jakarta (S1 Ilmu Hukum).

Sebelum menjadi seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Alexander Marwata pada 1987-2011 berkarier sebagai auditor di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pengangkatan Alexander Marwata sebagai salah satu pimpinan KPK sempat menuai kontroversi. Sebab saat menjadi seorang hakim, Alex dianggap kerap memberikan pendapat berbeda (dissenting opinion) dengan memberikan putusan yang ringan bagi para pelaku korupsi.

Salah satunya adalah, Alexander menyatakan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tidak terbukti korupsi.

Kendati demikian, Alexander dianggap punya kemampuan untuk menjadi salah satu pimpinan KPK, mengingat pengalamannya sebagai Hakim Tipikor selama empat tahun dan lebih dari 10 tahun menjadi auditor BPKP.

 

19. Thony Saut Situmorang (Wakil Ketua KPK 2015-2019)

Thony Saut Situmorang adalah salah satu pimpinan/Wakil Ketua KPK jilid keempat (periode 2015-2019) yang masih menjabat saat ini.

Sebelum terpilih menjadi salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang dikenal sebagai Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Saut masuk ke BIN sejak tahun 1987.

Saut Situmorang lahir di Mayang, Sumatera Utara, pada 20 Februari 1959.

Thony Saut Situmorang menempuh pendidikannya di Universitas Padjajaran, Bandung, jurusan Ilmu Fisika. Kemudian Saut melanjutkan studi S2-nya di program Magister Manajemen, Universitas Krisnadwipayana, Jakarta; dan pendidikan S-3 ditempuhnya di Program Doktoral Universitas Persada Indonesia (UPI), Jakarta.

Tahun 1997-2001, Saut menjadi Sekretaris III KBRI Singapura. Setelah itu, ia berpindah menjadi Sekretaris I di KBRI Canberra, Australia (2008-2011).

Saut Situmorang pernah menjadi Sekretaris Program Pendidikan Regular Angkatan ke-50 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) pada 2013. Selain itu, Saut juga menjadi pengajar ilmu kompetitif intelijen di Pascasarjana Universitas Indonesia, Jakarta; serta Dosen STIN hingga saat ini.

 

Itulah 19 Tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia saat ini.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!