19 Tokoh Kristen Paling Berpengaruh Di Indonesia

Artikel ini berisi tentang 19 tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Sejak dulu, sejak kemerdekaan Indonesia, banyak tokoh Kristen/Katolik yang berpengaruh di bangsa ini, sebagiannya adalah para tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, yang saat ini sebagiannya sudah ditetapkan sebagai pahlawan bangsa Indonesia.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Saat ini pun banyak tokoh Kristen yang berpengaruh di Indonesia.

Mereka umumnya adalah para pejabat atau politisi, baik di pusat maupun di daerah.

Baca juga: 100 Pendeta Paling Berpengaruh Di Indonesia

Artikel ini akan membahas tentang 19 tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia.

Mereka disebut tokoh Kristen paling berpengaruh karena mereka adalah para pejabat tinggi negara dan para pimpinan partai politik yang mempunyai wewenang dalam mengambil keputusan-keputusan penting yang berdampak bagi banyak orang.

Mereka adalah para menteri, gubernur, pimpinan KPK dan pimpinan pusat parpol.

Lalu, siapa sajakah tokoh-tokoh Kristen paling berpengaruh di Indonesia saat ini? Berikut pembahasannya.

 

1. Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama, atau lebih dikenal sebagai Ahok, lahir di Manggar, Belitung Timur, Bangka-Belitung, pada 29 Juni 1966.

Ahok menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014-9 Mei 2017.

Sebelumnya ia pernah menjadi Bupati Belitung Timur dan anggota DPR RI.

Ahok dikenal sebagai politisi yang bersih, jujur, berani, dan merakyat.

Karena itu dia mempunyai banyak musuh yang ingin menjatuhkannya.

Dikenal ceplas-ceplos dalam berbicara, Ahok pun jatuh lewat pidatonya di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Ia dituduh menista agama dan dipenjara selama dua tahun.

Kendati demikian, pengikut dan penggemar Ahok masih sangat banyak dan terus mendukungnya.

Juga hasil karyanya di daerah yang dipimpinnya masih terasa hingga kini.

 

2. Yasonna H. Laoly (Menteri Hukum Dan HAM)

Yasonna Hamonangan Laoly, lahir di Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada 27 Mei 1953 dari ayah seorang Nias dan ibu Batak.

Yasonna saat ini menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Kabinet Kerja Jokowi yang menjabat sejak 27 Oktober 2014. Sebelumnya ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2014 dari fraksi PDI-P.

Ia menempuh pendidikan dasar dan menengahnya di Sibolga. Pendidikan tinggi ditempuhnya di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Virginia Commonwealth University (gelar Master), North Carolina University (gelar doktor), dan Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Salem Virginia, semuanya di Amerika Serikat.

Ia pernah bekerja sebagai Pengacara & Penasehat Hukum, dosen dan dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan.

Ia mulai aktif berorganisasi sejak di Medan, antara lain sebagai Sekretaris BKS PGI-GMKI Sumut-Aceh, Wakil Bendahara KNPI Medan, Kepala Badiklatda PDI-P Sumut dan Wakil Ketua DPD PDI-P Sumut. Ia kemudian menjadi anggota DPRD Sumut pada periode 1999-2004.

Pada tahun 2004-2014 ia menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan. Di parlemen ia tergabung dalam Badan Anggaran DPR RI, dan di MPR RI, ia menjadi Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, hingga ia diangkat menjadi menteri.

 

3. Ignasius Jonan (Menteri ESDM)

Ignasius Jonan lahir di Singapura, pada 21 Juni 1963, merupakan keturunan Tionghoa beragama Katholik.

Saat ini Jonan adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui reshuffle Kabinet Kerja Jilid II. Sebelumnya, Ignasius Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan, tetapi terkena reshuffle Kabinet Kerja Jilid I.

Jonan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tahun 2009 s/d 2014. Sebelumnya ia adalah Direktur Utama PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, dan Director/Managing Director Citibank/Citigroup.

Ia merupakan alumnus SMA Katholik St. Louis 1 Surabaya, program studi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, dan Fletcher School, Tufts University, Amerika Serikat.

Jonan dikenal sebagai pejabat yang sederhana dan pekerja keras.

 

4. Yohana Yembise (Menteri PPPA)

Yohana Susana Yembise lahir di Manokwari, Papua, pada 1 Oktober 1958.

Saat ini Yohana Yembise adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ia adalah menteri dan guru besar perempuan pertama dari Papua. Sebelum diangkat menjadi menteri, ia adalah seorang profesor di Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Yohana menempuh pendidikan di SD Padang Bulan Jayapura, SMP Negeri 1 Nabire dan SMA Negeri Persiapan Nabire, semuanya di Papua.

Kemudian ia melanjutkan pendidikan tingginya di Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Cenderawasih, Regional Language Center (RELC), SEAMEO Singapura, program Master di Departemen Pendidikan Simon Fraser University, Kanada, dan Program Doktoral di Universitas Newcastle, Inggris.

Yohana memulai karier dengan menjadi asisten dosen di bidang Bahasa dan Seni di Universitas Cenderawasih, lalu menjadi dosen tetap sejak 1987 hingga sekarang. Ia dikukuhkan menjadi profesor di universitas tersebut pada tahun 2012.

Yohana aktif berorganisasi dan pernah menjadi wakil ketua KNPI Kabupaten Paniai. Ia juga pernah mencalonkan diri menjadi Bupati Biak Numfor pada tahun tahun 2013, tetapi tidak terpilih.

 

5. Luhut Panjaitan (Menteri Kemaritiman)

Luhut Binsar Panjaitan lahir di Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 28 September 1947.

Saat ini ia adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia.

Ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia sejak 31 Desember2014 hingga 2 September 2015. Pada 12 Agustus 2015 ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno, pada reshuffle Kabinet Kerja Jilid I.

Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada tanggal 27 Juli 2016, dia diangkat/digeser menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut Panjaitan adalah wakil ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Kemudian, ia mengundurkan diri dari jabatan tersebut dan menjadi Tim Sukses Jokowi-Jusuf Kalla pada pemilu presiden 2014. Sebab pada saat itu partai Golkar mendukung Prabowo Subianto sebagai capres (yang tidak disukai Luhut).

Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden RI. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Luhut adalah seorang pensiunan jenderal bintang empat, dan merupakan lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1970 serta mendapat banyak penghargaan selama berdinas di militer. (Baca: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen)

Ia banyak menempuh pendidikan dan pelatihan di luar negeri. Antara lain, di George Washington University dan di National Defense University, keduanya di Amerika Serikat.

Setelah pensiun dari dinas militer, Luhut aktif sebagai pengusaha, dan kini menjadi seorang pengusaha sukses. Dari profesi pengusaha inilah ia kenal dan menjadi dekat dengan Jokowi (yang juga seorang pengusaha).

Pengaruh Luhut sangat kuat di pemerintahan saat ini, bahkan ia pernah dianggap menjadi orang terkuat kedua di Indonesia.

 

6. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan)

Enggartiasto Lukita lahir dengan nama Loe Joe Eng di Cirebon, Jawa Barat, pada 12 Oktober 1951.

Kini Enggartiasto Lukita menjabat sebagai Menteri Perdagangan RI. Ia menggantikan posisi Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan sejak 27 Juli 2016, saat reshuffle Kabinet Kerja Jilid II. Ia diangkat menjadi menteri mewakili partai Nasdem, salah satu partai pendukung pemerintah.

Sebelum bergabung ke partai Nasdem pada 2013 lampau, Enggartiasto dikenal sebagai politisi partai Golkar dan anggota DPR RI dari partai tersebut (1997-1999 dan 2004-2009).

Di partai Golkar ia pernah menjabat sebagai anggota dewan penasehat dan wakil bendahara umum.

Di partai Nasdem, Enggartiasto dipercaya sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri. Dan pada Pemilu 2014, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari partai Nasdem, hingga ia diangkat sebagai menteri.

Enggartiasto menyelesaikan pendidikannya di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia).

Sejak usia muda ia sudah mengakrabi dunia organisasi. Tercatat, dia pernah aktif di GMKI, Hipmi, AMPI, dan Real Estate Indonesia (REI), sebagai ketua umum.

Di dunia usaha, Enggartiasto menekuni bidang properti dan menjabat di beberapa perusahaan, sebagai Komisaris Utama maupun sebagai Direktur Utama.

 

7. Cornelis (Gubernur Kalimantan Barat)

Drs. Cornelis, M.H. lahir di Sanggau, Kalimantan Barat, pada 27 Juli 1953.

Cornelis merupakan Gubernur Kalimantan Barat selama dua periode (2008-2013; 2013-2018) berpasangan dengan Christiandy Sanjaya.

Cornelis juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Kalimantan Barat.

Sebelum menjadi gubernur, ia adalah Bupati Landak, Kalimantan Barat, selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2011. Namun pada tahun 2007 ia berhenti sebagai bupati karena maju sebagai calon gubernur.

Putri sulungnya, dr. Karolin Margret Natasa, bau saja terpilih menjadi bupati Landak, dan sebelumnya adalah anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Kalimantan Barat.

Cornelis menempuh pendidikannya di APDN Pontianak, Kalimantan Barat; Sarjana (S1) di Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur; dan Pasca Sarjana (S2) di Universitas Tanjungpura, Pontianak.

 

8. Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara)

Olly Dondokambey, S.E. lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 18 November 1961.

Sebelum menjadi gubernur, ia adalah anggota DPR RI dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Sulawesi Utara selama tiga periode (2004-2009; 2009-2014; 2014-2019).

Sejak 2009, Ia dipercaya menjadi Bendahara Fraksi PDI Perjuangan. Kemudian dia menjabat sebagai Bendahara Umum DPP PDIP hingga dua periode (2010-2015; 2015-2020).

Di tingkat daerah, Olly terpilih menjadi Ketua DPD I PDIP Sulawesi Utara sejak tahun 2012, dan terpilih kembali untuk periode 2015-2020.

Pendidikannya ditempuh di Akademi Akuntansi Manado dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tri Dharma Widya, Jakarta.

 

9. Frans Lebu Raya (Gubernur Nusa Tenggara Timur)

Drs. Frans Lebu Raya lahir di Adonara, Nusa Tenggara Timur, pada 18 Mei 1960.

Frans adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur selama dua periode (2008-2013; 2013-2018).

Sebelum menjadi gubernur, dia merupakan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2003 hingga 2008.

Frans adalah ketua DPD PDIP Nusa Tenggara Timur.

Frans Lebu Raya menempuh pendidikannya di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

10. Lukas Enembe (Gubernur Papua)

Lukas Enembe, S.IP, M.H lahir di Kembu, Tolikara, Papua, pada 27 Juli 1967.

Ia mulai menjabat gubernur Papua sejak tahun 2013. Sebelumnya ia menjabat sebagai Bupati Puncak Jaya, Papua.

Jabatan lain yang pernah diembannya antara lain adalah: Penggerak Kegiatan Tani Pegunungan Tengah, Ketua Dewan Pembina DPW PDS Papua, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Papua, dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

Pendidikan yang ditempuhnya adalah di FISIP Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dan di The Christian Leadership & Secound Leanguestic, Cornerstone College, Australia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!