2 Kitab Apokaliptik Dalam Alkitab

Kitab Apokaliptik dalam Alkitab adalah kitab-kitab yang isi utamanya merupakan suatu pengungkapan tentang hal-hal yang akan terjadi di masa depan atau akhir zaman.

Pengungkapan yang terdapat di Kitab Apokaliptik dalam Alkitab diberikan langsung oleh Tuhan melalui penglihatan-penglihatan atau mimpi kepada nabi-nabiNya.

Hanya ada dua kitab di Alkitab yang bisa dikategorikan sebagai Kitab Apokaliptik, yang keduanya masing-masing terdapat di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Baca juga: 39 Kitab Perjanjian Lama dan penjelasannya

Kedua Kitab Apokaliptik dalam Alkitab ini sudah sangat terkenal bagi orang Kristen, juga kisah-kisah ataupun ayat-ayat penting di dalamnya.

Terlebih lagi penglihatan-penglihatan di kitab-kitab tersebut sering dibahas atau dikutip ketika belajar tentang akhir zaman atau eskatologi.

Eskatologi atau akhir zaman adalah suatu hal yang penting di Alkitab. Topik ini dibahas baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

Baca juga: 10 Peristiwa Terpenting yang akan terjadi pada akhir zaman

Di Perjanjian Lama akhir zaman banyak disinggung di kitab Daniel, Yesaya, Yehezkiel, dan Yeremia.

Sedangkan di Perjanjian Baru akhir zaman banyak ditemukan dalam khotbah-khotbah Tuhan Yesus yang dicatat dalam Injil-Injil Sinoptik (Injil Matius, Markus, Lukas), yang biasa disebut sebagai Khotbah Akhir Zaman.

Selain itu terdapat juga dalam surat-surat rasul Paulus, terutama 1 Korintus, 1 Tesalonika dan 2 Tesalonika, dan dalam 1 Petrus.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Nubuat Menurut Alkitab

Tetapi akhir zaman terbanyak dan lebih terang dicatat di dalam kitab-kitab apokaliptik.

Karena akhir zaman lebih banyak, lebih terang dan lebih terinci dibahas di dalam kitab-kitab apokaliptik, maka pembahasan tentang eskatologi biasanya akan lebih banyak membahas kitab-kitab apokaliptik ketimbang kitab-kitab lainnya.

Lalu, apa sajakah kedua kitab apokaliptik di Alkitab?

Berikut pembahasannya.

 

1. Kitab Daniel

Kitab Daniel berisi tentang kisah Nabi Daniel di pembuangan di Babel serta penglihatan-penglihatan dari Tuhan yang dilihatnya di Babel.

Daniel adalah seorang pemuda Yahudi ketika ia, bersama orang-orang Yahudi lainnya, dibuang ke Babel akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan.

Namun atas anugerah Tuhan, Daniel kemudian menjadi seorang pejabat tinggi di situ.

Selain sebagai pejabat tinggi negara, Daniel juga dikarunia dengan hikmat sorgawi, penglihatan dan mimpi, sehingga ia layak disebut sebagai nabi, kendati di mana pun di Perjanjian Lama tidak pernah disebut dia sebagai nabi.

Daniel dapat “menjelaskan” mimpi Nebukadnezar tentang patung serta menafsirkannya.

Mimpi tersebut berbicara tentang 5 kerajaan yang silih berganti menguasai dunia, di mana puncaknya adalah kerajaan Mesianik.

Daniel juga dapat “melihat” masa depan bangsanya, bangsa Yahudi, yakni kembalinya mereka dari pembuangan dan berjayanya mereka atas musuh mereka, serta datangnya Mesias.

Puncaknya Daniel “melihat” akhir zaman, tentang kebangkitan orang mati, penghakiman, hidup kekal dan hukuman kekal, yang dicatat dalam bagian akhir kitab tersebut.

Daniel sendiri yang menulis kitab yang memakai namanya, yakni kitab Daniel. (Baca: 7 Fakta Penting Tentang Daniel di Alkitab).

Bersama Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel, Daniel digolongkan sebagai “nabi besar”.

Selain karena tebalnya kitab mereka, juga karena cakupan nubuat mereka yang sangat luas, menjangkau zaman Perjanjian Baru atau akhir zaman.

 

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!