2 Kitab Apokaliptik Dalam Alkitab

 

2. Kitab Wahyu 

Kitab Wahyu adalah kumpulan penglihatan Nabi Yohanes atau Rasul Yohanes tentang akhir zaman yang disingkapkan kepadanya oleh Tuhan Yesus yang telah naik ke surga.

Kitab Wahyu berisi sejumlah penglihatan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan Yesus kedua kali serta kedatangan Tuhan Yesus itu sendiri.

Lalu peristiwa penghakiman orang percaya dan orang tidak percaya, Kerajaan Seribu Tahun, perang Gog dan Magog, dan kehidupan kekal/kematian kekal.

Pada dasarnya ada empat pandangan yang berbeda tentang Kitab Wahyu, tetapi pandangan yang umum di kalangan Kristen Protestan adalah pandangan yang dosebut dengan istilah Futuris (Baca: 4 Pandangan tentang Kitab Wahyu dan penjelasannya).

Para penganut Futuris melihat penglihatan-penglihatan dalam kitab Wahyu sebagai kejadian-kejadian yang benar-benar akan terjadi pada akhir zaman.

Hal ini nyata dari Kitab Wahyu itu sendiri yang menyebutkan bahwa peristiwa-peristiwa dalam Kitab Wahyu, yang sebenarnya merupakan penglihatan-penglihatan rasul Yohanes, adalah suatu nubuat yang masih akan digenapi (Wahyu 1:3, 19).

Jadi meskipun peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam kitab Wahyu adalah peristiwa-peristiwa yang memang sedang dan telah terjadi saat itu (dan tentu telah berlalu pada saat ini), namun pada dasarnya peristiwa-peristiwa tersebut masih akan terjadi di masa depan.

Hal seperti ini bukan hanya terjadi pada nubuat dalam kitab Wahyu saja, tetapi juga pada nubuat Alkitab secara umum.

Ada nubuat tertentu yang digenapi berkali-kali, secara berulang-ulang. Biasanya ini adalah nubuat-nubuat yang penting, khususnya yang bersifat eskatologis (akhir zaman).

Ada nubuat di Perjanjian Lama yang telah digenapi pada zaman Perjanjian Lama namun digenapi lagi pada zaman Perjanjian Baru.

Bahkan ada nubuat di Perjanjian Lama yang digenapi pada zaman Perjanjian Lama, pada zaman Perjanjian Baru, dan pada akhir zaman. Jadi digenapi sebanyak tiga kali.

Contohnya adalah nubuat tentang antikris yang menajiskan Bait Suci Yahudi, yang dalam Perjanjian Lama disebut Pembinasa Keji.

Antikris, dinubuatkan pertama kali oleh nabi Daniel (Daniel 9:27), dan digenapi pertama kali oleh Antiokhus Epifanes (raja Yunani-Siria), ketika memasuki Bait Suci orang Yahudi pada tahun 168 SM. (Baca: 5 Kerajaan Dalam Penglihatan Daniel Dan Penjelasannya).

Nubuat ini kemudian digenapi lagi pada zaman Romawi (bandingkan Matius 24:15 dengan Lukas 21:20), ketika orang-orang Romawi menghancurkan Bait Suci pada tahun 70 Masehi.

Tetapi hal ini akan kembali digenapi pada akhir zaman, sebelum kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sebagaimana disebut dalam 2 Tesalonika 2:4. (Baca: 10 Fakta Tentang Antikris Yang Perlu Anda Tahu).

 

Itulah 2 Kitab Apokaliptik di Alkitab Kristen, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!