Loading...
Loading...

2 Pandangan Tentang Baptisan Air Dan Penjelasannya

 

2. Baptisan Bayi/Baptisan Percik

Pandangan kedua tentang baptisan air adalah baptisan bayi atau baptisan anak.

Jadi pandangan seperti ini membaptis seseorang ketika masih bayi (dengan cara dipercik), bukan setelah dewasa dan telah percaya kepada Tuhan Yesus.

Baptisan seperti ini juga disebut sebagai baptisan percik.

Ada beberapa alasan yang diberikan mengapa pandangan ini membaptis anak-anak atau bayi.

Pertama, menurut pandangan ini, baptisan di Alkitab bukan hanya tanda bahwa seseorang telah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi juga sebagai tanda perjanjian Allah dengan umatNya, seperti halnya sunat di Perjanjian Lama (Kolose 2:11-13).

Dan sunat di Perjanjian Lama diberikan kepada umat Israel ketika mereka masih bayi, kecuali Abraham dan orang-orang lainnya yang telah dewasa ketika perintah sunat Tuhan berikan. (Baca: 10 Fakta Tentang Sunat Menurut Pandangan Kristen)

Kedua, di Alkitab terdapat sejumlah rujukan pada baptisan sekeluarga/seisi rumah (misalnya Kisah Para Rasul 16:15), yang menunjukkan bahwa baptisan diberikan bukan hanya bagi orang dewasa, tetapi bagi semua anggota keluarga, termasuk anak-anak.

Ketiga, Tuhan Yesus meminta agar anak-anak datang kepadaNya (Markus 10:14). Maka baptisan anak adalah bentuk/cara anak-anak/bayi datang kepada Tuhan Yesus.

Pandangan ini umumnya dipegang oleh denominasi gereja di luar Kristen Protestan (seperti Katolik, Ortodoks, dan Anglikan) dan aliran gereja-gereja Protestan mainstream (seperti Lutheran dan Calvinis).

Jadi manakah yang benar, baptisan dewasa yang telah percaya kepada Tuhan Yesus atau baptisan anak/bayi yang belum tahu percaya (dan tidak percaya)?

Ataukah dua-duanya benar?

Tentu saja setiap gereja menganggap bahwa pandangannyalah yang benar, dan hal ini adalah sah-sah saja.

Yang penting masing-masing gereja saling menghargai pandangan gereja lain yang berbeda dengannya.

Kendati demikian, kami berkeyakinan bahwa baptisan dewasa adalah baptisan yang paling sesuai dengan ajaran dan praktek Alkitab.

Baptisan anak/bayi, dengan alasan sesuai dengan prinsip sunat di Perjanjian Lama yang menyunat anak-anak/bayi, kurang bisa diterima.

Sebab makna utama baptisan air adalah tanda iman kepada Yesus dan lambang pertobatan, sekalipun ada kaitannya dengan sunat di Perjanjian Lama.

Lagipula sunat di Perjanjian Lama dengan baptisan air di Perjanjian Baru berbeda.

Sunat di Perjanjian Lama hanya ditujukan kepada keturunan Abraham dari Ishak dan Yakub, serta orang-orang asing di rumah mereka.

Sedangkan baptisan air di Perjanjian Baru ditujukan bagi semua orang dari segala bangsa, yang percaya kepada Tuhan Yesus.

Selain itu, sunat di Perjanjian Lama hanya ditujukan kepada laki-laki. Padahal baptisan air di Perjanjian Baru ditujukan kepada semua orang, laki-laki dan perempuan.

Demikian juga dengan baptisan sekeluarga/seisi rumah, belum tentu hal ini berarti bahwa bayi/anak-anak juga ikut dibaptis.

Sebab dari Kisah Para Rasul 16:32-34 dapat kita ketahui bahwa seisi keluarga yang dibaptis adalah seisi keluarga yang percaya. Jadi tentu adalah orang-orang dewasa.

Sedangkan ajakan Tuhan Yesus agar anak-anak datang kepadaNya tidak bisa diterapkan pada baptisan.

Sebab Tuhan Yesus tidak membaptis anak-anak tersebut.

Lebih masuk akal jika anak-anak “diserahkan” kepada Tuhan Yesus, seperti yang dilakukan oleh gereja-gereja yang menerapkan baptisan dewasa, yang dikenal dengan istilah “penyerahan anak”.

 

Itulah 2 pandangan tentang baptisan air dan penjelasannya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!