2 Perceraian Yang Diperbolehkan Menurut Kristen

 

Artikel ini membahas 2 perceraian yang diperbolehkan menurut Kristen, khususnya Protestan, berdasarkan ajaran Perjanjian Baru.

Ada 2 perceraian yang diperbolehkan menurut pandangan Kristen yang perlu kita ketahui.

Dewasa ini perceraian dalam pernikahan sudah banyak terjadi.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Bercerai

Bukan hanya di antara orang yang tidak percaya/non-Kristen, tetapi juga di antara orang Kristen itu sendiri.

Alkitab juga mencatat banyak kasus perceraian atau orang-orang yang bercerai.

Umumnya orang Kristen memandang perceraian tidak dibolehkan oleh Alkitab, sekalipun dalam prakteknya banyak orang Kristen yang bercerai.

Namun dalam sejumlah denominasi gereja Kristen, perceraian diizinkan dengan alasan tertentu/khusus.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Perceraian Menurut Alkitab

Terlepas dari hal tersebut, masalah perceraian masih menimbulkan banyak pertanyaan bagi banyak orang, baik orang Kristen maupun non-Kristen.

Apakah Alkitab mengizinkan perceraian dengan alasan tertentu?

Bolehkah orang Kristen bercerai dengan satu alasan tertentu?

Apakah Tuhan mengizinkan umatNya pada zaman Alkitab bercerai?

Baca juga: 10 Fakta Tentang Poligami Menurut Pandangan Kristen

Dan bagaimanakah pandangan Alkitab Perjanjian Baru tentang perceraian?

Bagaimana pandangan Tuhan Yesus tentang perceraian?

Dan bagaimanakah seharusnya pandangan Kristen tentang perceraian?

Semuanya ini akan dibahas dalam artikel ini.

Artikel ini akan membahas perceraian yang diperbolehkan menurut Kristen, berdasarkan ajaran Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Jika Pasangan Seorang Kristen Berzinah

Perceraian yang diperbolehkan menurut Kristen, berdasarkan ajaran Perjanjian Baru, yang pertama adalah jika pasangan seorang Kristen berzinah.

Tuhan Yesus mengizinkan perceraian jika salah satu dari pasangan suami istri berzinah.

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.” (Matius 5:32).

“Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9)

Maksudnya, orang yang dikhianati, yang menjadi korban karena pasangannya berzinah, diizinkan/boleh menceraikan pasangannya yang berzinah.

Tetapi ini bukan suatu keharusan, hanya kelonggaran.

Perceraian karena perzinahan umumnya dibolehkan dalam gereja Protestan, tetapi tidak dalam gereja Katolik.

 

(Visited 160 times, 9 visits today)

2 komentar untuk “2 Perceraian Yang Diperbolehkan Menurut Kristen”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!