2 Raja Yang Memerintah Saat Yesus Lahir

 

2. Herodes Agung

Raja yang memerintah saat Yesus lahir, yang kedua  adalah raja Herodes Agung.

Herodes Agung adalah raja boneka Romawi yang memerintah di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem, di mana Yesus lahir).

Ketika orang-orang majus dari timur tiba di Yerusalem, mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya.

Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung.

Herodes kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan.

Mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Baca: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus).

Lalu Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar ia juga datang menyembahNya.

Tetapi tentu ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem, mereka bertemu bayi Yesus serta kedua orang tuaNya, Yusuf dan Maria.

Kemudian orang-orang majus pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali lagi kepadanya di Yerusalem (Matius 2:1-12). (Baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus (sehingga tak bisa langsung membunuh Yesus), maka ia menjadi sangat marah.

Ia panik dan ia tak mau ambil resiko.

Herodes secara sadis membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Tetapi Yesus luput dari rencana pembunuhan Herodes.

Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:13-18).

Ketakutan berlebihan Herodes Agung kepada Yesus adalah karena ketakutannya kehilangan kekuasaan.

Istilah “raja orang Yahudi” sangat menghantuinya.

Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia.

Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab).

Setelah raja Herodes Agung mati, maka malaikat memerintahkan Yusuf untuk kembali dari Mesir.

Lamanya Yesus dan orang tuaNya di Mesir mungkin sampai beberapa bulan.

Tetapi Yusuf, Maria, dan bayi Yesus, tidak kembali lagi ke Betlehem, melainkan ke Nazaret di Galilea.

Sebab di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem) memerintah Arkhelaus, anak Herodes Agung yang juga lalim, dan Yusuf takut ke sana (Matius 2:19-23).

Di Nazaret-lah Yesus dibesarkan, sehingga Ia digelari Yesus orang Nazaret.

 

Itulah 2 raja yang memerintah saat Yesus lahir, sebagaimana dicatat dalam Alkitab Perjanjian Baru.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!