Categories: KRISTOLOGI

2 Raja Yang Tidak Senang Yesus Lahir

 

Artikel ini membahas tentang 2 raja yang tidak senang Yesus lahir di dunia.

Ada 2 raja di Alkitab yang tidak senang ketika Yesus lahir di dunia.

Kelahiran Yesus di dunia adalah berita sukacita besar bagi umat manusia.

Sebab melalui kelahiranNya tersebut manusia akan mengalami keselamatan dari dosa dan hukuman kekal.

Itulah sebabnya orang-orang di Alkitab sangat senang akan kelahiranNya dan menyambutNya dengan sukacita.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Kelahiran Yesus Menurut Alkitab

Misalnya adalah para gembala di padang Efrata dan para majus yang datang dari Timur ke Betlehem.

Namun demikian, ternyata tidak semua orang yang senang dengan kelahiran Yesus di dunia.

Ada juga orang yang tidak senang akan kelahiran Yesus di dunia.

Setidaknya ada 2 raja ada zaman Alkitab yang tidak senang ketika Yesus lahir di dunia.

Baca juga: 2 Raja Yang Memerintah Saat Yesus Lahir

Kedua raja tersebut adalah para raja yang lalim, yang takut bahwa Yesus kelak akan mengganggu tahtanya.

Mereka berpikir Yesus datang ke dunia untuk menjadi raja politis. Padahal Ia datang untuk memberi nyawaNya demi pengampunan dosa manusia.

Lalu, siapa sajakah kedua raja yang tidak senang Yesus lahir di dunia, sebagaimana dicatat dalam Alkitab Perjanjian Baru?

Berikut pembahasannya.

 

1. Herodes Agung

Raja yang tidak senang Yesus lahir, yang pertama adalah Herodes Agung.

Herodes Agung adalah raja boneka Romawi yang memerintah di wilayah Yudea (yang mencakup Betlehem, di mana Yesus lahir).

Ketika orang-orang majus dari timur tiba di Yerusalem, mereka bertanya-tanya di manakah raja Yahudi yang baru lahir itu, sebab mereka telah melihat bintangNya.

Hal ini mengejutkan raja Herodes Agung.

Herodes kemudian bertanya kepada para ahli taurat di mana Kristus dilahirkan.

Mereka menjawab di Betlehem, sesuai nubuat nabi Mikha (Baca: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus).

Lalu Herodes memerintahkan orang-orang majus tersebut untuk menyelidiki Yesus agar ia juga datang menyembahNya.

Tetapi tentu ini hanya siasat Herodes saja untuk membunuh Yesus. Karena ia takut kehadiran Yesus akan mengganggu kekuasaannya di Yudea.

Para majus tersebut pun pergi ke Betlehem, mereka bertemu bayi Yesus serta kedua orang tuaNya, Yusuf dan Maria.

Kemudian orang-orang majus pulang ke negerinya dan, karena diperingatkan Tuhan, tidak menghiraukan perkataan Herodes untuk kembali lagi kepadanya di Yerusalem (Matius 2:1-12). (Baca: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu).

Ketika Herodes Agung merasa diperdaya oleh para majus (sehingga tak bisa langsung membunuh Yesus), maka ia menjadi sangat marah.

Ia panik dan ia tak mau ambil resiko.

Herodes secara sadis membunuh semua bayi di Betlehem, yang berusia 2 tahun ke bawah, ia tak ingin Yesus luput.

Hal ini menimbulkan ratapan yang sangat pilu pada para ibu yang kehilangan bayi mereka.

Tetapi Yesus luput dari rencana pembunuhan Herodes.

Karena sebelumnya malaikat Tuhan sudah memerintahkan Yusuf untuk membawa Yesus mengungsi ke Mesir, menghindari Herodes yang ingin membunuhNya (Matius 2:13-18).

Ketakutan berlebihan Herodes Agung kepada Yesus adalah karena ketakutannya kehilangan kekuasaan.

Istilah “raja orang Yahudi” sangat menghantuinya.

Padahal Yesus lahir ke dunia bukanlah untuk menjadi pemimpin politik, melainkan untuk mati bagi dosa manusia.

Inilah kesalahan Herodes tentang konsep Mesias atau raja orang Yahudi. (Baca: 10 Fakta Tentang Mesias Menurut Alkitab).

 

Page: 1 2