Loading...
Loading...

2 Tokoh Alkitab Yang Diangkat Ke Surga Tanpa Mengalami Kematian

 

Artikel ini berisi tentang tokoh Alkitab yang diangkat ke surga tanpa mengalami kematian.

Kematian adalah natur atau sifat dasar manusia. Semua manusia akan mengalami kematian.

Tentu perkecualian bagi mereka yang masih hidup pada saat kedatangan Tuhan Yesus kedua kali di akhir zaman. (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman).

Kematian jasmani dialami manusia sebagai hukuman atas dosa manusia pertama, Adam dan Hawa.

Ketidaktaatan Hawa dan Adam kepada perintah Tuhan untuk tidak memakan buah pohon terlarang membuat Tuhan menghukum mereka, salah satunya dengan kematian jasmani (Kejadian 3).

Setelah hidup bertahun-tahun, akhirnya Adam dan Hawa mati secara fisik. Jika mereka tidak memakan buah pohon terlarang tentu mereka akan hidup selamanya.

Hukuman yang ditimpakan kepada Adam dan Hawa ternyata bukan hanya untuk mereka berdua, tetapi untuk seluruh keturunan mereka kelak, dengan kata lain, untuk semua manusia di bumi, yang adalah keturunan Adam dan Hawa.

Jadi semua manusia akan mengalami kematian jasmani, seperti halnya Adam dan Hawa (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia).

Kendati demikian, berbeda dengan manusia pada umumnya, ternyata ada juga orang yang tidak pernah mengalami kematian, melainkan langsung terangkat ke surga dan hidup selamanya.

Orang seperti itu adalah dua tokoh Alkitab di Perjanjian Lama, yang diangkat ke surga tanpa mengalami kematian.

Kedua tokoh Alkitab Perjanjian Lama ini adalah orang-orang yang hidup saleh pada zamannya.

Tetapi kita tidak tahu mengapa Tuhan mengangkat mereka ke surga sehingga tidak mengalami kematian.

Sebab banyak juga tokoh Alkitab yang hidup saleh pada zaman mereka masing-masing, tetapi toh mereka mengalami kematian juga dan tidak diangkat ke surga.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Surga Menurut Pandangan Kristen

Demikian juga pandangan sebagian orang yang mengatakan bahwa kedua tokoh Alkitab ini diangkat ke surga tanpa mengalami kematian adalah untuk mempersiapkan peran mereka pada akhir zaman, hanyalah dugaan semata.

Jadi alasan mengapa kedua tokoh Alkitab ini – dan hanya mereka berdua – diangkat ke surga tanpa mengalami kematian, hanya Tuhanlah yang tahu.

Lalu, siapa sajakah kedua tokoh Alkitab yang diangkat ke surga tanpa mengalami kematian? Berikut pembahasannya.

 

1. Henokh

Tokoh Alkitab yang diangkat ke surga tanpa mengalami kematian, yang pertama adalah Henokh.

Henokh adalah keturunan ketujuh dari Adam, manusia pertama.

Henokh dua kali dikatakan oleh Alkitab sebagai orang yang bergaul dengan Tuhan.

Hal ini berarti bahwa Henokh adalah orang yang dekat dengan Tuhan dan menjauhi dosa.

Dengan kata lain, Henokh adalah orang yang hidup saleh pada zamannya. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Yang Saleh)

Lalu Henokh diangkat Tuhan ke surga, jadi ia tidak mengalami kematian seperti manusia pada umumnya.

Dalam Kitab Kejadian disebutkan,

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” (Kejadian 5:22-24)

Kisah tentang pengangkatan Henokh ini dikutip kembali dalam Perjanjian Baru.

Dalam Kitab Ibrani dicatat,

“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:5)

Henokh berumur 365 tahun pada saat ia diangkat ke surga. Karena itu Henokh tidak mencapai umur yang panjang di bumi, seperti orang-orang pada zamannya.

Sebagai contoh, Yared, ayah Henokh, pada saat meninggalnya, mencapai usia 962 tahun! (Kejadian 5:18-20).

Sedangkan Metusalah, anak Henokh, saat meninggal, usianya mencapai 969 tahun! Hal ini berarti bahwa Metusalah adalah manusia tertua yang pernah hidup di bumi (Kejadian 5:25-27).

Pada masa Henokh, umur manusia di bumi memang masih panjang-panjang. (Baca: 10 Tokoh Alkitab Paling Berumur Panjang)

Selain hidupnya yang saleh di bumi, dan terangkatnya ia ke surga tanpa mengalami kematian, tidak ada lagi catatan Alkitab Perjanjian Lama tentang Henokh.

Tetapi nama Henokh satu kali lagi (setelah Ibrani 11:5) disinggung di Alkitab Perjanjian Baru, yakni dalam Kitab Yudas.

Ini adalah seputar nubuat Henokh tentang kedatangan Tuhan bersama orang-orang kudusNya untuk menghakimi manusia (Yudas 1:14-15).

Catatan tentang Henokh dalam Kitab Yudas ini hampir pasti diambil dari “kitab Henokh”, sebuah kitab yang dianggap berasal dari Henokh, tetapi bukan bagian dari Alkitab.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!