Categories: TOKOH ALKITAB

2 Tokoh Alkitab Yang Merayakan Ulang Tahun

Artikel ini berisi tokoh-tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahunnya.

Hanya ada dua tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahunnya.

Pada zaman sekarang adalah biasa jika seseorang merayakan hari ulang tahunnya.

Dalam banyak budaya modern, merayakan hari ulang tahun bahkan sudah seperti suatu “kewajiban”, terutama bagi anak-anak muda.

Baca juga: 17 Tokoh Alkitab Yang Menjomblo Seumur Hidup

Namun di Alkitab, hanya dua orang yang  dicatat merayakan hari ulang tahun.

Hanya ada dua tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahunnya.

Hal ini tidak berarti bahwa pada zaman Alkitab orang-orang jarang merayakan hari ulang tahun.

Hanya saja, dalam budaya orang Israel/Yahudi, yang menjadi pusat pemberitaan Alkitab, merayakan hari ulang tahun tidak lazim.

Hal ini terutama karena merayakan hari ulang tahun dianggap sebagai pesta pora belaka.

Baca juga: 25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Tapi dalam budaya lain pada zaman Alkitab, misalnya dalam budaya Romawi, perayaan hari ulang tahun adalah suatu hal yang biasa, khususnya bagi kalangan atas.

Tentu bagi orang Kristen merayakan hari ulang tahun boleh-boleh saja, asal dilakukan dengan cara yang benar dan tujuan yang benar pula.

Tidak dilakukan dengan cara pesta pora,  dan berfungsi sebagai sarana untuk refleksi diri/perenungan serta untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberi tambahan umur.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Berzinah

Nah artikel kali ini akan membahas 2  tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahunnya.

Kedua tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahun ini adalah raja, satu di Perjanjian Lama dan satu di Perjanjian Baru.

Berikut pembahasannya.

 

1. Raja Firaun

Tokoh Alkitab yang merayakan hari ulang tahun, yang pertama adalah raja Firaun (Kejadian 40:20).

Firaun adalah raja Mesir pada zaman Yusuf.

Ketika menjadi orang kepercayaan Potifar, pejabat raja Firaun, maka Yusuf mendapat cobaan dari istri Potifar.

Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan serta punya karakter yang baik.

Karena itu istri Potifar sangat tertarik kepadanya, dan ia berkali-kali menggoda Yusuf agar mau berhubungan intim dengannya.

Tetapi Yusuf tidak pernah mau menuruti ajakan istri Potifar itu, karena ia takut akan Tuhan dan tidak mau melakukan dosa di hadapanNya. (Baca: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani).

Merasa kesal dengan penolakan Yusuf, maka istri Potifar pun memfitnah Yusuf dengan berkata bahwa Yusuf ingin memperkosanya, sehingga ia dimasukkan ke dalam penjara.

Di dalam penjara, Yusuf bertemu dengan juru minum dan juru roti Firaun.

Firaun memenjarakan mereka karena melakukan suatu kesalahan.

Juru minum dan juru roti Firaun ini sama-sama bermimpi. Dan Yusuf berhasil menafsirkan mimpi mereka, tetapi dengan hasil yang berbeda.

Juru roti Firaun menerima hukuman, ia dihukum gantung.

Sedangkan juru minum Firaun justru dikembalikan ke posisinya semula.

Hal ini terjadi pada saat raha Firaun merayakan hari ulang tahunnya dan mengadakan pesta.

 

Page: 1 2