Categories: KEKRISTENAN

20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

 

11. Letnan Jenderal (Purn) Suryo Prabowo

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Suryo Prabowo.

Letjen Johannes Suryo Prabowo lahir di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 15 Juni 1954.

Ia adalah alumni AKABRI (sekarang Akmil) tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Selama berstatus Taruna Akabri pada tahun 1974 ditugaskan dalam ‘pertukaran taruna’ dengan Taruna dari RMC (Royal Military College) Duntroon, Australia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di AKABRI, dia mengikuti berbagai pendidikan/kursus, di antaranya kursus spesialisasis Nubika (Nuklir Biologi dan Kimia), kursus penjinakan bahan peledak, kursus dasar para dan kursus pandu udara, Suslapa, Seskoad dan Lemhanas KRA 14. Hampir seluruhnya diselesaikannya dengan predikat terbaik.

Ia banyak bertugas di Timor-Timur bahkan pernah menjadi Wakil Gubernur Timor Timur (1998).

Jabatan yang pernah dipegangnya, antara lain: Sekretaris Pribadi Kasum ABRI, Wadan Pasukan Pengamanan Presiden, Kepala Staf Kodam III/Siliwangi, Pangdam I/Bukit Barisan, Pangdam Jaya/Jayakarta, Wakil Kepala Staf TNI AD, dan Kepala Staf Umum TNI.

Ketika menjadi Wakil Kepala Staf TNI AD dengan pangkat Letnan Jenderal, Suryo Prabowo banyak berkreasi untuk membenahi sistem pendidikan dan latihan dijajaran TNI AD, terutama yang difokuskan pada bidang Kepemimpinan Militer dan taktik bertempur.

Selama 36 tahun masa pengabdiannya di TNI, Suryo Prabowo dianugerahi 17 tanda kehormatan.

Suryo Prabowo juga telah menulis beberapa buku di seputar pertahanan /militer.

Ia kemudian bergabung ke Partai Gerindra dan menjadi pendukung utama Prabowo Subianto ketika maju sebagai calon presiden pada pilpres 2014 silam.

 

12. Letnan Jenderal (Purn) Sahala Rajagukguk

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk.

Letjen Adolf Sahala Rajagukguk lahir di Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 31 Desember 1938.

Sahala Rajagukguk mempunyai banyak penugasan di Timor Timur (TimTim). Antara lain menjadi Komandan Korem 164/Wira Dharma/Timor Timur, Panglima Kolakops TNI Timor Timur, dan Panglima Koopskam TNI Timor Timur.

Kemudian ketika berpangkat Mayor Jenderal (bintang dua) ia menjadi Panglima Kodam XIII Merdeka, Wakil Komandan Seskoad, Asisten Operasi KSAD, dan Panglima Kodam IX/Udayana.

Jabatannya terus naik hingga ia menjadi Panglima Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tahun 1987-1988, suatu jabatan yang sangat strategis di tubuh TNI Angkatan Darat. Di sini pangkatnya naik menjadi Letnan Jenderal (bintang tiga).

Ia mencapai puncak karier militernya ketika dilantik menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Jabatan inilah yang diembannya hingga ia pensiun dari dinas militer.

Setelah pensiun dari dinas militer, ia diangkat menjadi Duta Besar RI untuk India.

Letjen Sahala meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Pangururan, Sumatera Utara, pada 16 November 2002. Ia meninggal bersama istri dan iparnya.

 

13. Letnan Jenderal (Purn) Erwin Sudjono

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Erwin Sudjono.

Letjen Erwin Sudjono lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 5 Februari 1951.

Erwin merupakan lulusan Akabri tahun 1975.

Sejumlah tugas operasi pernah dijalani Erwin. Antara lain, dua kali bertugas dalam Operasi Timor Timur (1976), Operasi Perdamaian PBB (1992), dan Operasi Aceh (2003).

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya adalah: Danrem 121/Alambhana Wanawai Kodam VI/Tanjung Pura (Kolonel), Kasdivif 1/Kostrad, Kasdam III/Siliwangi (Brigadir Jenderal), Pangdivif 2 Kostrad, Pangdam Tanjungpura (Mayor Jenderal), Pangkostrad (2006 -2007), dan Kasum TNI (2007), dengan pangkat Letnan Jenderal.

Selama berkarier di militer sejumlah tanda jasa dan bintang penghargaan pernah disandangnya, di antaranya Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Satya Lencana (SL) Seroja, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, SL Dwija Sistha, Tanda Jasa Pemerintah Kamboja, SL UNTAC/PBB, dan SL Santi Dharma.

Letjen Erwin Sudjono merupakan saudara ipar dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

14. Letnan Jenderal (Purn) H.B.L. Mantiri

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Letnan Jenderal H.B.L. Mantiri.

Letjen Herman Bernhard Leopold Mantiri lahir di Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 11 September 1939, sebagai keturunan Minahasa, Sulawesi Utara.

Jabatan terakhirnya di militer adalah Kepala Staf Umum ABRI (Kasum ABRI), yang sekarang dikenal sebagai Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI), dengan pangkat Letnan Jenderal.

Sebelum menjadi kepala staf umum ABRI/TNI, Mantiri menjabat sebagai Pangdam Udayana (berkedudukan di Denpasar), menggantikan Letjen Sintong Panjaitan.

Setelah pensiun dari militer, ia menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura.

Namanya sempat mencuat sebagai calon duta besar Indonesia untuk Australia pada tahun 1995, namun akhirnya pencalonannya dibatalkan pemerintah karena sebuah komentarnya mengenai aksi militer di Timor Timur pada 1991 kurang disukai pemerintah Australia.

Ia juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Letjen Mantiri sangat aktif dalam dunia pelayanan gereja, antara lain di Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan di Full Gospel.

 

15. Letnan Jenderal (Purn) Cornel Simbolon

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Cornel Simbolon.

Letjen Cornel Simbolon lahir di Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, pada 14 Juli 1951.

Cornel merupakan alumnus Akademi Militer tahun 1973 dan berasal dari kecabangan infanteri.
Jabatan yang pernah diembannya antara lain: Komandan Brigade Infanteri 13/ Kostrad, Wakil Asisten Operasi KASAD, Asisten Operasi KASAD, Panglima Daerah Militer IV/Diponegoro, Komandan Kodiklat TNI.
Jabatan militer terakhir Cornel adalah sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) dari tahun 2007 hingga 2008.

Setelah pensiun dari dinas milier, Cornel terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrat. Ia adalah salah satu jenderal pendukung Prabowo Subianto pada pilpres 2014 silam.

 

16. Letnan Jenderal (Purn) Hotmangaraja Panjaitan

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Hotmangaraja Panjaitan.

Letjen Hotmangaraja M.P. Panjaitan lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada14 Oktober 1953.

Ia berasal dari kesatuan Infanteri – Baret Merah (Kopassus) angkatan 1977.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain: Asintel Kopassus, Dan Grup 3 Sandhi Yudha/Kopassus, Danrem 163/Wirasatya.

Ketika berpangkat Brigadir Jenderal (bintang satu) ia menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) dan Waaspam Kasad.

Pangkatnya naik menjadi Mayor Jenderal ketika ia menjabat sebagai Danpusterad, Aster Kasad, dan Pangdam IX/Udayana.

Pangkat terakhirnya di militer adalah Letnan Jenderal TNI dengan jabatan sebagai Sekretaris Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan (SesMenkoPolhukam) RI.

Ia pernah mendapat pelatihan di US Army Airborne, Pathfinder, Ranger Course, Fort Benning dan US Army Special Forces, Fort Bragg, Amerika Serikat, serta bertugas sebagai Atase Militer di Republik Federal Jerman.

Hotmangaraja merupakan putera dari Pahlawan Revolusi, Mayjen TNI Anumerta D.I. Panjaitan.

Saat ini Hotmangaraja menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perancis, Andorra, Monako, serta UNESCO.

 

17. Letnan Jenderal (Purn) Romulo Simbolon

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Letnan Jenderal Romulo Simbolon.

Letjen Romulo Robert Simbolon merupakan angkatan 1973 Akademi Militer, seangkatan dengan Letjen Cornel Simbolon dan tokoh militer terkemuka lainnya, antara lain dengan mantan presiden SBY.

Romulo pernah menjabat sebagai Kasdam Jaya, dan jabatan terakhirnya di militer adalah Sektretaris Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), ketika ia berpangkat Letnan Jenderal.

Dia dianggap paling cemerlang di angkatannya dan digadang-gadang memiliki karier yang cemerlang di TNI. Namun faktanya jabatannya “mentok” di Seskemenpohulkam dan pangkat terakhirnya “hanya” sampai Letnan Jenderal.

Bersama Letjen Suryo Prabowo dan Letjen Cornel Simbolon, Letjen Romulo merupakan jenderal pendukung Prabowo Subianto pada pilpres 2014 silam.

 

18. Letnan Jenderal (Purn) Leo Lopulisa

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal Leo Lopulisa.

Letjen Leo Lopulisa, merupakan keturunan Maluku, lahir di Bandung pada tanggal 23 November 1926.

Leo pernah menjadi Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dari 4 Januari 1975 hingga 19 Januari 1978, dan Panglima Kowilhan III/Sulawesi-Kalimantan (jabatan ini sudah tidak ada lagi saat ini) tahun 1978-1981.

Setelah pensiun dari dinas militer, ia menjadi Duta Besar Indonesia untuk Filipina dari tahun 1981 sampai 1983.

Leo Lopulisa meninggal di Jakarta pada tanggal 14 September 2009.

Leo cukup aktif dalam pelayanan Kristen, antara lain sebagai penasehat Persekutuan Injili Indonesia (PII), yang kini berubah nama menjadi Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII).

 

19. Letnan Jenderal (Purn) G.H. Mantik

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Letnan Jenderal G.H. Mantik.

Letjen Gustaf Hendrik Mantik lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 26 April 1928 dari keturunan Minahasa.

Ketika revolusi fisik masih bergolak G.H. Mantik menjadi Komandan Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) wilayah Bandung-Jakarta. Ia juga turut aktif dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun, penumpasan pemberontakan APRA di Bandung, penumpasan pemberontakan RMS di Maluku, dan berbagai operasi militer lainnya.

G.H. Mantik pernah menjabat Asisten II Kodam V/Jaya, Kepala Staf Garnizun Jakarta, Pangdam IX/Mulawarman, dan Pangdam V/Jaya. Lalu dengan pangkat Letnan Jenderal, ia dilantik menjadi Pangkowilhan I, yang merupakan jabatan terakhirnya di kemiliteran.

Ia kemudian menjadi Gubernur Sulawesi Utara selama 7 tahun (1978-1985).

G.H. Mantik merupakan ayah mertua dari Letjen Arie J. Kumaat (lihat poin 10 di atas). Ia meninggal di Jakarta pada 8 Agustus 2001.

 

20. Letnan Jenderal (Purn) Amir Sembiring

Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik terakhir adalah Letnan Jenderal Amir Sembiring.

Letjen Amir Sembiring lahir di Pancur Batu, Sumatera Utara, pada 3 Agustus 1947.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain adalah Sekretaris Utama Lemhanas, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih (1998-1999), dan Komandan Kodiklat TNI-AD (2000-2001).

Ia cukup aktif dalam pelayanan gerejawi, khususnya di lingkungan gereja GBKP. Antara lain dengan terlibat sebagai penasehat Panitia Sidang Sinode dan Jubileum 125 tahun GBKP Tahun 2015, satu dari 25 Sinode Gereja Terbesar Di Indonesia.

 

Itulah 20 Jenderal terbaik Indonesia beragama Kristen/Katholik.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

Page: 1 2

View Comments

  • Ini nama-nama jendral yang beragama Kristen Katholik, dirilis juga dong nama-nama jendral berbintang dari agama non Katholik. Itu nama2 jendral di atas dimulai dari bintang 3 sampai ke bintang 4, emangnya tidak ada bintang satu dan dua jendral katholik, koq bintang 3 dan 4 aja yang dirilis di artikel ini.

    • Lah kamu nggak baca sudah jelas jelas ketulis di sini 20 jendral yang non muslim, kamu carilah di google juga jendral2 yang beragama islam.

    • Ini semua jenderal Kristen, Protestan dan Katolik, jadi bukan hanya Katolik. Kenapa hanya Kristen/Katolik, bukan agama lain, karena ini adalah situs Kristen, jadi hanya jenderal Kristen/Katolik saja yang dibahas.

      Hanya jenderal bintang 3 dan 4 saja yang dibahas, karena jika semua dibahas dari bintang 1 dan 2, maka tidak akan cukup waktu dan tempat, karena ada ratusan jenderal Kristen/Katolik. Terima kasih, GBU.

  • Letjend Djamin Ginting salah satu jendral terbaik Indonesia, menumpas penjajah dan menjadi panglima pertama kodam 1 bukit barisan yang wilayahnya satu pulau sumatra, pernah menjadi staf kasad Ahmad Yani, menjadi sekber partai golkar, menjadi duta besar dan aktif di pelayanan gereja, khususnya GBKP, dan sekarang menjadi Pahlawan Nasional. Artinya diakui Negara ini jasanya. Tolong admin memasukkan nama letnand jendral Djamin Ginting. Sekian dan terima kasih.

    • Shalom, tentang Letjen Djamin Ginting sudah dibahas di bawah ya, silakan baca komentar-komentar sebelumnya. Terima kasih, GBU.

    • Setahu kami, iya, benar, dari garis ayah. Dari garis ibu campuran Jerman-Jawa, lahir di Jawa Tengah. Ayahnya Muslim, ibunya Katolik, beliau ikut agama ibunya, Katolik. Terima kasih, GBU.

  • Vence Sumual yang salah satu pemimpin pada serangan umum 1 Maret dan Alex Kawilarang yang pendiri RPKAD (KOPASUS sekarang) kok nda masuk...???

    • Sesuai judul, artikel ini membahas jenderal, khususnya yang bintang 3 dan 4.
      Vence Sumual dan Alex Kawilarang baru kolonel, dan sayangnya pernah "memberontak" terhadap NKRI lewat Permesta.

  • Letjen EE Mangindaan terakhir memegang jabatan Danseskoad..sebelum jadi Gubernur Sulut..pernah Mentri dan skarang wakil ketua MPR

    • Tentang Letjen EE Mangindaan kami telah memberi komentar di bawah ya, silakan dilihat di situ.

  • Yg ditulis disini hanya Jenderal AD?
    Masih ada Laksamana Rudolf Kasenda & Laksamana Bernard Kent Sondakh.
    Mereka berdua Bintang Empat penuh & pernah menjabat sbg KSAL

  • Kenapa tidak ada nama Jenderal DI Panjaitan? Hanya ada nama anaknya saja? Pdhl prestasi Jenderal DI Panjaitan sangat diakui di jaman soekarno.J

  • Siapapun mereka dan apa pun pangkatnya, mereka adalah wakil kita (Kristen) di Kemiliteran, mgkn ada banyak lagi yg tidak disebutkan. Tapi itu sdh cukup membuat bangga kita sebagai orang Kristen..Syalom

  • bung redaksi mohon ditambahkan ketokohan dr Mayor Jenderal John Lee dari ALRI Angkatan Laut Rep Indonesia dan beliau adl seorang pahlawan

    • Mohon maaf, ini hanya untuk jenderal bintang tiga, nanti ada lagi artikel untuk pahlawan Kristen (bagian 2), termasuk John Lee di dalamnya.

  • D.I. Panjaitan
    Pahlawan Revolusi, apakah kurang terkenal?
    atau bukan salah satu yang terbaik?

    • D.I. Panjaitan sudah pasti pahlawan yang terkenal, tapi artikel ini hanya untuk jenderal minimal pangkat bintang tiga (Letjen).

    • Artikel ini khusus membahas jenderal TNI Angkatan Darat, tidak termasuk jenderal polisi. Terima kasih, GBU.

  • Letjen (purn) HBL. Mantiri saat ini menjadi Pendeta di Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah Di Indonesia

    • Judul artikel ini adalah "20 Jenderal..." Kalau jenderal pasti TNI Angkatan Darat, jadi di sini tidak termasuk TNI Angkatan Laut (Laksamana) dan TNI Angkatan Udara (Marsekal). GBU.

  • saya tidak setuju dengan nama2 jenral tersebut, karna banyak jenral yg lebih hebat dan lebih terkenal tidak di masukkan...
    contohnya: letjen jamin ginting

    • Sepertinya tdk ada lagi jenderal yg lebih hebat dari daftar ini, khususnya yg jenderal bintang tiga ke atas, kalau ada silakan disebutkan. Kalau soal Jamin Ginting pertimbangannya adalah karena dia tidak pernah memegang jabatan strategis di tubuh TNI/ABRI atau pemerintahan, seperti pangkostrad, wakasad, sesmenkopolkam, dll, dia "hanya" sebagai pangdam di Medan, walau ia berjasa di sana sehingga menjadi salah satu dari 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler. Terima kasih.

      • Menarik juga ya, pangkat letjend tetapi tdk prnah menjabat jabatan strategis; namanya diabadikan sbg nama jalan berarti ada jasanya bagi bangsa dan negara bukan....

        • Ya, dan faktanya banyak jenderal seperti itu, pangkat terakhirnya didapat menjelang pensiun. Kalau pahlawan sudah pasti ada jasanya, tetapi bukan berarti semua pahlawan pasti memiliki jabatan/pangkat tinggi semasa hidupnya.

  • Ada yg lebih layak lagi yaitu Letnan Jenderal Julius Henuhili yg mantan Danjen Akabri dari pulau terselatan yaitu pulau Rote.

    • Benar. Klu bicara jendral yg beragama Kristen harusnya di tulis lengkap tdk boleh ada yg dilupakan seperti bpk lejen J. Henuhili, mayjen Herman Musakabe, Brigjen Ben Mboi dari NTT

      • Artikel ini judulnya "20 jenderal...", jadi yang dicatat di sini hanya 20 jenderal saja, itu pun hanya yg minimal pangkat bintang tiga (letjen), jadi pangkat mayjen seperti yg Anda sebutkan tdk mungkin masuk.

        Soal kenapa letjen Julius Henuhili tidak masuk itu ada penilaian tersendiri. Demikian, Terima kasih.

    • Shalom, saya belum pernah mendengar nama jenderal yang satu ini, baru ini saya tahu, dan saya mencoba mencari biografinya dan prestasinya di militer, tapi tidak ketemu yang lengkap. Apakah Anda punya?

      Sejauh yang saya tahu, setelah membaca sedikit info di internet, jenderal ini memang bagus, sehingga mendapat pangkat bintang tiga, tapi saya ragu kalau dikatakan lebih layak dari kedua puluh jenderal yang ada di artikel ini.

      Tetapi trimakasih untuk informasinya, jenderal ini nanti akan saya masukkan di artikel tentang jenderal terbaik Kristen Indonesia jilid 2 (jika artikelnya jadi dibuat). Terima kasih, GBU.

      • Bagaimana dgn letjen AE.mangindaan apa tidak termasuk dlm daftar 20 jenderal kristen terbaik dari TNI-AD..?

        • Memang Letjen TB Silalahi juga sudah menteri ketika berpangkat Letjen (tidak memegang jabatan strategis di TNI atau lembaga sejenis (Kemenhan, kemenkopolhukan, Lemhanas, dll). Tapi pengaruh beliau di militer kami rasa lebih besar, kususnya karena masih menjadi dosen di sejumlah lembaga TNI setelah pensiun. Jadi kami lebih memilih memasukkannya di daftar ini ketimbang Mangindaan. Terima kasih.

        • Yang menjadi pertimbangan kenapa Letjen E.E. Mangindaan tidak masuk di sini adalah karena ketika berpangkat bintang tiga beliau tidak pernah memegang jabatan strategis di tubuh TNI atau lembaga negara lainnya. Setahu kami beliau sudah menjabat gubernur ketika bintang tiga.

  • Untuk 20 besar ada yg lebih layak yaitu:Mayor Jenderal AE Manihuruk yg berhasil menata Kepegawaian di Indonesia dan beliau jabat kepala BAKN selama 15 Tahun lebih..., dan ada Letjen Jamin Ginting.

    • Kalau dikatakan lebih layak, saya rasa tidak, mengingat prestasi, karya dan jabatan dari 20 jenderal yang disebut di sini, khususnya di dalam tubuh TNI. Tetapi jika ada artikel lain nanti yang membahas jenderal Kristen, mungkin A.E. Manihuruk bisa dimasukkan. Hal yang sama dapat dikatakan tentang Letjen Jamin Ginting. Tetapi jasa-jasa Jamin Ginting juga dihormati sehingga menjadi salah satu dari 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler. Terima kasih, GBU.