20 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Protestan Mainstream

Artikel ini membahas tentang 20 perbedaan antara gereja-gereja beraliran Pentakosta dengan gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama.

Gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama adalah gereja-gereja tertua dan terbesar dalam rumpun gereja Protestan.

Gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama yang terutama adalah gereja-gereja beraliran Lutheran dan Calvinis/Reformed.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

Sementara gereja-gereja beraliran Pentakosta adalah salah satu cabang dari aliran gereja Kristen Protestan dan merupakan pecahan dari gereja tersebut.

Gereja-gereja beraliran Pentakosta lahir sebagai sebuah gerakan pembaruan di tubuh gereja Kristen Protestan dengan ciri-ciri tersendiri.

Karena itu, meski masih bagian dari gereja Protestan, Gereja-gereja Pentakosta memiliki sejumlah perbedaan dengan gereja-gereja Protestan non-Pestakostal, khususnya gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama.

Baca juga: 30 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Protestan

Bahkan perbedaan ini dalam beberapa hal cukup signifikan, sekalipun persamaannya tentu masih jauh lebih banyak.

Itulah sebabnya kita perlu mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut sehingga kita bisa lebih mengenal kedua bagian gereja Protestan: gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama dan gereja-gereja beraliran Pentakosta.

Sebelum itu kita perlu tahu contoh-contoh gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama, khususnya di Indonesia.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Ortodoks Timur

Beberapa contoh gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama di Indonesia adalah: HKBP, GKI, GPIB, GKJ, GKP, BNKP, HKI, GKPI, GKPS, GBKP, GMIT, GMIM, GMIH, GKS, dll.

Beberapa contoh gereja-gereja beraliran Pentakosta di Indonesia adalah: GPdI, GBI, GIA, GGP, GUP, GPI, GPIA, dll.

Baca juga: 5 Perbedaan Gereja Ortodoks Timur Dengan Gereja Ortodoks Oriental

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 20 perbedaan antara gereja-gereja beraliran Pentakosta dengan gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama.

Apa sajakah kelima belas perbedaan gereja-gereja beraliran Pentakosta dengan gereja-gereja Protestan mainstream atau Protestan arus utama?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya.

1. Perbedaan Dalam Hal Tata Ibadah Gereja 

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang pertama adalah dalam hal tata ibadah gereja.

Gereja-gereja aliran Pentakosta beribadah lebih bebas, ekspresif, dan ceria.

Mereka bernyanyi sambil bertepuk tangan atau mengangkat tangan dengan diiringi berbagai alat musik.

Terutama gereja-gereja Pentakosta di perkotaan, yang sudah dipengaruhi oleh aliran Karismatik, keceriaan ini tampak lebih menonjol lagi, bisa sambil menari atau bahkan berjingkrak-jingkrak.

Sekalipun ada tata ibadah di gereja-gereja Pentakosta, tapi hal itu tidaklah terlalu kaku.

Sementara di gereja-gereja Protestan arus utama, tata ibadahnya sudah baku dan tertata rapi, sehingga terkesan sangat kaku.

 

2. Perbedaan Dalam Hal

Kepemimpinan Gereja 

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang kedua adalah dalam hal kepemimpinan gereja.

Kepemimpinan Gereja-gereja beraliran Pentakosta umumnya dapat dialihkan kepada istri atau anaknya jika ia meninggal.

Sedangkan dalam gereja-gereja Protestan arus utama jabatan kependetaan tidak boleh dialihkam atau diwariskan kepada anggota keluarga.

Dan dalam gereja-gereja Protestan pendetanya biasanya dimutasi dalam jangka waktu tertentu seperti halnya TNI/Polri.

Sedangkan dalam gereja-gereja Pentakosta, tempat pelayanannya umumnya tidak berubah seumur hidup, dia tetap menggembalakan di satu gereja, yang biasanya dia rintis sendiri.

 

3. Perbedaan Dalam Hal Baptisan Roh Dan Bahasa Roh  

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang ketiga adalah dalam hal bahasa roh atau bahasa lidah.

Dalam gereja-gereja Pentakosta bahasa roh adalah suatu keharusan.

Inilah doktrin penting gereja Pentakosta, sekalipun saat ini cukup banyak juga orang Pentakosta, terutama yang sekolah teologi, yang tidak lagi berpegang pada pandangan ini.

Istilah “pentakosta” sendiri, yang merupakan salah satu hari raya Israel, merujuk pada pencurahan Roh Kudus yang disertai dengan bahasa roh, yang terjadi dalam gereja mula-mula pada Hari Pentakosta, seperti yang dicatat di dalam Kisah Para Rasul 2.

Jadi dari namanya kita tahu bahwa aliran gereja ini sangat menekankan bahkan mengharuskan baptisan Roh Kudus, yang khususnya disertai dengan bahasa roh/bahasa lidah sebagai bukti nyatanya.

Sedangkan dalam aliran gereja Protestan arus utama baptisan Roh Kudus sudah otomatis dialami oleh seseorang ketika ia percaya kepada Tuhan Yesus.

Dan tidak harus disertai bahasa roh (bahkan  bahasa roh itu sudah tidak ada lagi sekarang).

 

4. Perbedaan Dalam Hal

Penekanan Pada Roh Kudus Dan MujizatNya

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang keempat adalah dalam hal penekanan pada Kuasa Roh Kudus.

Bukan hanya bahasa roh atau karunia-karunia roh yang ditekankan oleh gereja Pentakosta, tetapi juga kuasa Roh Kudus.

Orang Pentakosta biasanya sangat mengandalkan kuasa Roh Kudus dalam segala aspek hidup mereka, terutama dalam kaitannya dengan kuasa dan mujizat.

Sedangkan gereja Protestan arus utama tidak demikian.

Mereka lebih melihat kehidupan secara normal dan mencoba menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang alami atau menjalani setiap masalah dengan kepasrahan kepada Tuhan.

Sebagai contoh adalah dalam hal menghadapi sakit penyakit.

 

5. Perbedaan Dalam Hal Doktrin Tritunggal

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang kelima adalah dalam hal doktrin Tritunggal.

Baik gereja Pentakosta maupun gereja Protestan arus utama sama-sama menerima doktrin Tritunggal: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Tetapi sebenarnya mereka berbeda.

Orang Pentakosta umumnya melihat Allah sebagai Satu Pribadi tetapi termanifestasi dalam tiga bentuk/wujud: Bapa, Putra, Roh Kudus.

Sedangkan gereja Protestan arus utama melihat Allah dalam tiga Pribadi/Oknum tetapi dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan.

 

6. Perbedaan Dalam Hal Lahir Baru

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang keenam adalah dalam hal lahir baru.

Gereja Pentakosta memahami lahir baru sebagai pekerjaan Allah tetapi menuntut respon manusia.

Seseorang harus percaya dulu kepada Tuhan Yesus agar ia menjadi lahir baru, manusia baru di dalam Yesus.

Sementara dalam gereja Protestan arus utama, kelahiran baru adalah karya Allah semata-mata.

Allah yang melahirkan seseorang menjadi manusia baru.

 

7. Perbedaan Dalam Hal Doktrin Keselamatan 

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang ketujuh adalah dalam hal doktrin keselamatan.

Hal kelahiran baru sangat erat kaitannya dengan doktrin keselamatan, atau sangat dipengaruhi oleh doktrin keselamatan.

Gereja Pentakosta melihat keselamatan sebagai anugerah Tuhan tetapi manusia diperhadapkan pada sebuah pilihan: percaya atau tidak percaya.

Jika ia memilih percaya maka ia akan dilahirkan baru dan kelak masuk surga.

Inilah pandangan Armenian.

Sedangkan gereja Protestan arus utama melihat keselamatan sebagai anugerah Tuhan semata tanpa campur tangan manusia.

Bahkan iman/percaya pun merupakan pemberian Tuhan semata.

Sebab seseorang telah Tuhan pilih untuk diselamatkan (dan tidak diselamatkan).

Dan barangsiapa yang dipilihNya untuk selamat maka Tuhan akan melahirkannya secara baru.

Inilah pandangan Calvinis atau predestinasi.

 

8. Perbedaan Dalam Hal Kehilangan Keselamatan

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang kedelapan adalah dalam hal kehilangan keselamatan.

Ini juga masih berkaitan dengan doktrin keselamatan.

Gereja Pentakosta umumnya meyakini bahwa seseorang yang lahir baru atau percaya Tuhan Yesus bisa hidup terus menerus di dalam dosa ataupun murtad sehingga kehilangan keselamatan.

Sedangkan gereja Protestan arus utama meyakini bahwa orang yang telah Tuhan pilih untuk selamat tidak mungkin hidup terus menerus di dalam dosa atau murtad sehingga kehilangan keselamatan.

Jika ada orang yang percaya yang hidup terus menerus di dalam dosa atau murtad maka ada dua kemungkinan.

Bisa saja orang tersebut pada akhir hidupnya akan bertobat dari dosanya atau kembali kepada Tuhan.

Atau, bisa jadi dia tidak dipilih Tuhan dan tidak selamat, ia hanya kelihatannya saja sebagai orang percaya padahal bukan.

 

9. Perbedaan Dalam Hal

Baptisan Air

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang kesembilan adalah dalam hal baptisan air.

Gereja Pentakosta menerapkan baptisan selam atau baptisan dewasa.

Baptisan selam atau baptisan dewasa ini hanya diberikan bagi mereka yang telah bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus.

Sedangkan gereja Protestan arus utama menerapkan baptisan percik atau baptisan bayi.

Baptisan percik atau baptisan bayi ini diberikan kepada bayi-bayi yang orang tuanya orang percaya.

Jadi bayi-bayi yang dibaptis tersebut tentu  belum tahu mengambil keputusan untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus.

 

10. Perbedaan Dalam Hal Kekudusan Hidup

Perbedaan antara gereja Pentakosta dengan gereja Protestan arus utama, yang kesepuluh adalah dalam hal kekudusan hidup.

Gereja Pentakosta sangat menekankan kekudusan hidup sebagai orang percaya.

Setiap orang percaya harus mempunyai cara hidup yang berbeda pada dunia.

Selain sebagai sifat yang seharusnya bagi anak-anak Tuhan, penekanan kekudusan hidup ini tampaknya juga sebagai cara mempertahankan keselamatan yang Tuhan beri.

Orang yang tidak menjaga kekudusan bisa berakhir dengan terus menerus hidup di dalam dosa, yang pada akhirnya membuatnya kehilangan keselamatan.

Sementara gereja Protestan arus utama, sekalipun mengajarkan perlunya kekudusan hidup, tidak terlalu menekankan hal ini “sekeras” penekanan Gereja Pentakosta.

Boleh jadi karena mereka menganggap keselamatan itu sudah pasti terjamin.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!