20 Perbedaan Saksi Jehova Dengan Gereja Protestan Lainnya

Artikel ini membahas tentang 20 perbedaan antara Saksi Jehova/Yehuwa dengan gereja-gereja Kristen Protestan lainnya.

Aliran Saksi Jehova (Inggris: Jehovah’s Witnesses) adalah salah satu aliran gereja Protestan yang lahir pada tahun 1870-an atas prakarsa Charles Taze Russell.

Saksi Jehova adalah aliran gereja protestan yang secara umum mempunyai kesamaan doktrin/ajaran dengan aliran-aliran gereja Protestan lainnya.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Pentakosta Dengan Gereja Karismatik

Saksi Jehova lahir sebagai sebuah gerakan pembaruan di tubuh gereja Kristen Protestan dengan ciri-ciri tersendiri.

Karena itu, meski masih bagian dari gereja Protestan, Saksi Jehova memiliki sejumlah perbedaan dengan gereja-gereja Protestan lainnya.

Baca juga: 30 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Protestan

Bahkan perbedaan ini dalam beberapa hal cukup signifikan, sehingga banyak orang yang bertanya apakah Saksi Jehova masih pantas disebut sebagai aliran gereja Protestan.

Itulah sebabnya kita perlu mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut sehingga kita bisa lebih mengenal Saksi Jehova dan perbedaannya dengan gereja-gereja Protestan lainnya.

Baca juga: 7 Perbedaan Gereja Katolik Dengan Gereja Ortodoks Timur

Nah artikel kali ini akan membahas tentang 20 perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya.

Apa sajakah kedua puluh perbedaan tersebut?

Berikut daftarnya dan sedikit penjelasannya.

1. Perbedaan Dalam Hal Nama Gereja 

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang pertama adalah dalam hal nama gereja.

Nama gereja Saksi Jehova adalah “Saksi Jehova” atau biasanya dalam bentuk jamak: Saksi-saksi Jehova (Inggris: Jehovah’s Witnesses).

Dalam bahasa Indonesia ejaan yang umum dipakai adalah Saksi-saksi Yehuwa.

Jadi kelompok ini tidak menyebut kumpulan mereka sebagai “gereja”.

Sementara gereja-gereja Protestan lainnya menyebut kelompok mereka sebagai gereja, misalnya dengan awalan Gereja Kristen, Gereja Protestan, Gereja Pentakosta, Gereja Bethel, dll.

 

2. Perbedaan Dalam Hal

Sebutan Orang Percaya

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang kedua adalah dalam hal sebuyan orang percaya.

Bukan hanya nama kelompok, nama atau sebutan untuk orang percaya pun Saksi Jehova tidak memakai istilah lain, tetapi tetap memakai istilah Saksi Jehova, yang berakar dari Alkitab Perjanjian Lama.

Sementara gereja-gereja Protestan lainnya tetap memakai istilah gereja, yang memang berakar dari Alkitab Perjanjian Baru.

 

3. Perbedaan Dalam Hal

Kepemimpinan/Organisasi Gereja 

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang ketiga adalah dalam hal kepemimpinan dan organisasi gereja.

Saksi Jehova mempunyai pemimpin jemaat lokal dengan sebutan penatua tetapi tanpa mendapat gaji atau persembahan kasih.

Namun semua komunitas Saksi Jehova berpusat di Amerika Serikat.

Dari sanalah ajaran-ajaran mereka disebarkan, terutama lewat majalah, buku, traktat, video, dan website.

Sementara gereja-gereja Protestan lainnya umumnya punya sinode sendiri yang pusatnya berada di tiap negara, tidak terpusat di satu tempat.

 

4. Perbedaan Dalam Hal Doktrin Tritunggal

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang keempat adalah dalam hal doktrin Tritunggal.

Saksi Jehova menolak doktrin Allah Tritunggal : Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Sedangkan gereja-gereja Protestan lainnya umumnya menerima doktrin Tritunggal.

 

5. Perbedaan Dalam Hal Ketuhanan Yesus

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang kelima adalah dalam hal ketuhanan Yesus Kristus.

Karena menolak doktrin Allah Tritunggal, makaSaksi Jehova juga menolak keAllahan Yesus, dan menganggapNya lebih rendah daripada Allah Bapa.

Sedangkan gereja-gereja Protestan lainnya umumnya mengakui/meyakini bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atau Allah, yang setara dengan Allah Bapa.

 

6. Perbedaan Dalam Hal Roh Kudus

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang keenam adalah dalam hal Roh Kudus.

Bagi Saksi Jehova, Roh Kudus bukan Allah, bukan Oknum ketiga dari Allah Tritunggal.

Bahkan Dia bukan suatu pribadi, tapi hanya kuasa Allah.

Sedangkan bagi gereja-gereja Protestan lainnya Roh Kudus bukan saja suatu Pribadi, tetapi juga adalah Allah, yakni Oknum ketiga dari Allah Tritunggal.

 

7. Perbedaan Dalam Hal Perjamuan Kudus 

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang ketujuh adalah dalam hal Perjamuan Kudus.

Saksi Jehova melakukan Perjamuan Kudus hanya setahun sekali.

Sedangkan gereja-gereja Protestan lainnya melakukan Perjamuan Kudus minimal tiap empat bulan, tiap tiga bulan, sekali sebulan, bahkan setiap minggu.

 

8. Perbedaan Dalam Hal Penyebutan Nama Allah

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang kedelapan adalah dalam hal nama Allah.

Saksi Jehova selalu menyebut nama Allah, yakni Jehova, sekalipun mereka juga kadang menyebut “Allah”.

Sedangkan gereja-gereja Protestan lainnya umumnya menyebut Allah atau Tuhan, yang merupakan terjemahan ke dalam berbagai bahasa.

 

9. Perbedaan Dalam Hal

Terjemahan Alkitab

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang kesembilan adalah dalam hal terjemahan Alkitab.

Saksi Jehova mempunyai terjemahan Alkitabnya sendiri, yang diterjemahkan mengikuti ajaran yang mereka anut.

Dengan demikian, sebagai konsekwensinya, ayat-ayat yang tidak sesuai dengan ajaran mereka diterjemahkan secara lain.

Sementara gereja-gereja Protestan lainnya mempunyai terjemahan Alkitab yang diterjemahkan secara wajar dan bisa dipertanggungjawabkan.

 

10. Perbedaan Dalam Hal Neraka

Perbedaan antara Saksi Jehova dengan gereja-gereja Protestan lainnya yang kesepuluh adalah dalam hal neraka.

Saksi Jehova tidak percaya dengan penghukuman kekal di neraka.

Menurut mereka, hukuman bagi orang berdosa adalah kematian kekal, bukan hukuman/penyiksaan kekal di neraka, karena tidak sesuai dengan sifat Allah yang maha kasih.

Sementara gereja-gereja Protestan lainnya percaya pada adanya neraka.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!