Loading...

25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Loading...

 

7. Gereja Kristen Sumba (GKS): 596.500 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Sumba (GKS).

Hari lahir GKS bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Sinode yang pertama pada 15 Januari 1947. GKS merupakan hasil Pekabaran Injil dari Zending GKN (Belanda) sejak tahun 1881.

Saat ini, gereja-gereja dari Sinode GKS sudah hadir di beberapa kota lain di luar Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

GKS tidak hanya melakukan PI, tetapi juga turut serta mengembangkan pendidikan, kesehatan, dan mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti pertanian.

Jumlah gereja lokal GKS saat ini ada 712 buah, jumlah Kelompok Kebaktian 150 buah, jumlah Pos Kebaktian 700 buah, dan jumlah anggota jemaat sebanyak 596.500 jiwa. Sedangkan jumlah pendeta ada 300 orang, jumlah pelayan lainnya 1656 orang (Guru Injil; Vicaris; Penolong Guru Injil).

Wilayah pelayanan GKS tidak begitu luas dan utamanya hanya mengemban misi di Pulau Sumba.

Kantor pusat GKS berada di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

 

8. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII): 507.083 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).

GKII berdiri pada 10 September 1930 di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui penginjilan Robert Alexander Jaffray dari Kanada. Namun kantor pusat sinode gereja ini berada di Jakarta.
GKII mempunyai 90 Daerah Pelayanan, 2.455 gereja lokal, 998 Pos Penginjilan. Sedangkan pekerja aktifnya ada 3.161 orang (Pendeta 2.187, Vicaris 216 orang, Evangelis 2.758 orang). Jumlah angota jemaatnya adalah 507.083 jiwa.

Sinode gereja ini beraliran injili.
Badan Pengurus Pusat sinode gereja saat ini adalah: Pdt. Dr. Daniel Ronda (ketua umum), Pdt. Sebinus Luther, M.Th (sekretaris umum), Drs. Arie Moningka (bendahara umum).
Gereja ini memiliki sekolah Alkitab di Makassar dan Jakarta, serta penerbit buku, yakni Kalam Hidup di Bandung.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.kemah-injil.org

 

9. Gereja Protestan Maluku (GPM): 504.128 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Protestan Maluku (GPM).

GPM berdiri di Ambon, Maluku, pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran GPM.

GPM berawal dari pelayanan para misionaris dari Belanda, yang melakukan ibadah perdananya di Ambon pada 27 Februari 1605.

GPM melayani di wilayah Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-pulau Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Pulau-pulau Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar, Babar, Leti-Moa-Lakor, Kisar hingga Wetar, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate, Pulau-pulau Bacan, Pulau-pulau Obi, dan Kepulauan Sula).

Gereja ini mempunyai universitas lengkap dengan fakultas teologinya untuk mendidik para calon pendeta/pelayan gereja.

Jumlah anggota jemaat GPM saat ini adalah 504.128 jiwa.

 

10. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB): 500.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

GPIB hadir di 26 Provinsi dan berada di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, serta pulau-pulau sekitarnya sesuai dengan wilayah yang ditetapkan pada waktu GPIB didirikan sebagai Gereja yang mandiri.

Kantor Majelis Sinode GPIB terletak di area komplek GPIB “Immanuel” Jalan Medan Merdeka Timur No. 10, Pejambon Jakarta Pusat.

Gereja ini beraliran Calvinis dan jumlah jemaatnya saat ini sekitar 500.000 jiwa.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gpib.org

 

11. Banua Niha Keriso Protestan (BNKP): 486.802 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Banua Niha Keriso Protestan (BNKP).

BNKP lahir pada tanggal 27 September 1865 melalui penginjil Jerman, E. Ludwig Denninger dari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Kantor pusat sinode gereja ini berada di Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara.

BNKP aktif dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sosial. Gereja ini menerbitkan majalah Turia RΓΆfa (Berita Salib).

Selain di Nias, gereja ini juga hadir hampir di seluruh Indonesia, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya.

Pengurus pusat yang disebut BPHMS BNKP saat ini adalah: Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (ketua atau Ephorus), Pdt. Dorkas Orienti Daeli, MTh (sekretaris umum), dan Pdt. Helu’aro Zega, STh (bendahara umum).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.turiabnkp.org

 

12. Gereja Gerakan Pentakosta (GGP): 450.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Gerakan Pentakosta (GGP).

Gereja ini lahir pada tanggal 12 April 1923 di Cepu, Jawa Tengah, dan saat ini berkantor pusat di Jl. Kramat Pulo No. 22B, Jakarta.

GGP didirikan oleh Rev. Johannes Gerhard Thiessen, seorang misionaris dari Doopgezinde Kerk Belanda, yang datang ke Indonesia pada tahun 1901.

Gereja Gerakan Pentakosta sudah menyebar ke beberapa kota di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat serta Maluku.

Seperti namanya, gereja ini beraliran Pentakosta.

Jumlah anggota jemaat sinode GGP saat ini adalah 450.000 jiwa.

Pimpinan Pusat GGP saat ini adalah: Pdt. Drs. Harsanto Adi, MM. M.Th, Ferry Tarumingi, MM, dan Drs. Darmawan Soetedjo, MM.

Loading...
35 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!