Loading...

25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Loading...

 

13. Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST): 420.529 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).

Sejarah GKST sangat erat hubungannya dengan dua tokoh pekabaran Injil, yaitu Dr. A.C. Kruyt dan Dr. N. Adriani, masing-masing diutus oleh NZG (Nederlandsch Zendeling Genootschap) dan Lembaga Alkitab Belanda.

Jumlah gereja lokal GKST ada 383 buah dan 24 kelompok kebaktian. Jumlah anggota jemaatnya sebanyak 420.529 jiwa. Jumlah pendeta 630 orang, jumlah pelayan lainnya 1915 orang, dan jumlah pelayan kategorial sebanyak 400 orang.

Kantor Pusat Sinode GKST berada di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Wilayah pelayanannya meliputi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sidang-sinode.gkst.org

 

14. Gereja Toraja (GT): 400.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Toraja (GT).

Nama Gereja Toraja awalnya adalah Gereja Kristen Toraja Makale dan Rantepao. Kemudian Gereja Toraja berdiri sendiri (mandiri) pada tahun 1947 dengan nama Gereja Toraja.

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingsbond- (GZB) Belanda.

Atas kerja keras dan pengorbanan mereka, terbentuklah jemaat-jemaat di berbagai tempat yang kemudian mendirikan Gereja Toraja yang berdiri sendiri. Gereja Toraja kemudian tersebar di luar Toraja, seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya.

Gereja ini berbentuk Presbiterial-Sinodal yang berarti pengaturan tata hidup dan pelayanan gereja yang dilaksanakan oleh para presbiter (penatua, pendeta, dan diaken) dalam suatu jemaat, terikat dan taat pada lingkup yang lebih luas (klasis dan sinode).

Saat ini, kantor Pusat Gereja Toraja terletak di Rantepao, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Sinode gereja ini mempunyai sebuah universitas.

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode tahun 2016-2021 adalah: Pdt. Musa Salusu, M.Th (ketua umum), Pdt. Suleman Allolinggi, M.Th (sekretaris umum), dan Pnt. Katarina Tombi, S.E (bendahara umum).

Saat ini Gereja Toraja terbagi atas 89 klasis dan 1088 gereja lokal yang tergabung atas 4 wilayah, dengan jumlah anggota jemaat sebanyak 400.000 jiwa.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.bps-gerejatoraja.org

 

15. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI): 360.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).

GKPI adalah gereja yang memisahkan diri dari sinode HKBP karena adanya keinginan untuk adanya pembaharuan di tubuh gereja HKBP pada waktu itu, awal tahun 1960-an.

Gereja ini berdiri pada tanggal 30 Agustus 1964 di Pematangsiantar dengan Pdt. Dr. Andar Lumbantobing, seorang dosen dan rektor Universitas HKBP Nommensen sebagai ketua sinode (disebut Bishop) dan Pdt. Dr. Sutan M. Hutagalung, juga dosen di Universitas HKBP Nommensen, sebagai Sekretaris Jenderal. Mereka memimpin GKPI hingga tahun 1988.

Kantor Pusat GKPI berkedudukan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jemaat-jemaat GKPI tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Saat ini Bishop (ketua sinode) GKPI adalah Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th, dan Sekjen dijabat oleh Pdt. Ro Sininta Hutabarat, M.Th.

GKPI mempunyai beberapa pelayanan sosial seperti panti asuhan, dan lembaga pendidikan (SD-SMP di Rawamangun, Jakarta).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gkpi.or.id

 

16. Huria Kristen Indonesia (HKI): 355.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Gereja ini lahir pada tahun 1927, setelah memisahkan diri dari sinode HKBP. Itulah sebabnya mayoritas anggota jemaat sinode gereja ini berasal dari etnis Batak Toba, seperti halnya sinode HKBP.

Sinode HKI berkantor pusat di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka HKI juga termasuk ke dalam aliran Lutheran, sebagaimana umumnya dengan gereja protestan di Jerman.

Kini HKI sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa. Anggota jemaatnya kurang lebih berjumlah 355.000 jiwa.

Gereja ini terdiri dari 674 gereja lokal, 103 Resort, dan 8 Distrik/wilayah. Pelayannya berjumlah 130 orang pendeta, 78 orang guru jemaat penuh waktu dan 596 orang guru jemaat paruh waktu, 8 orang bibelvrow (penginjil wanita), dan 4 orang diakones.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.kanpushki.com

 

17. Gereja Kalimantan Evangelis (GKE): 329.776 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).

GKE didirikan pada tanggal 4 April 1935, awalnya dengan nama Gereja Dayak Evangelis (GDE).

Gereja ini melakukan pelayanan iman kepada suku-suku di pulau Kalimantan, yaitu suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak. Meski demikian, GKE tidak tertutup bagi anggota non-Dayak.

GKE memiliki wilayah pelayanan yang bisa dikatakan cukup luas. Wilayah pelayanan GKE meliputi Pulau Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Malaysia (ada 7 gereja).

Kantor Pusat Sinode GKE berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sinode gereja ini mempunyai sebuah sekolah teologi di Banjarmasin.

Menurut data tahun 2013, jumlah gereja lokal dan calon gereja lokal ada 1.227 buah, dengan jumlah anggota jemaat sebanyak 329.776 jiwa.

Sedangkan jumlah pendeta ada 647 orang, dan jumlah pelayan lainnya (penatua/daikon) sebanyak 15.971 orang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gke.or.id

 

18. Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH): 300.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH).

Gereja ini lahir sebagai buah misi Utrech Zendings Verenigeeng (UZV) dari Belanda, seperti Hendrijk van Dijken yang berkerja di Halmahera sejak tahun 1866.

GMIH kemudian menjadi gereja otonom pada 6 Juni 1949, melalui sidang perdana sinode yang bertempat di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara.

Organisasi gereja ini diatur sesuai dengan model “Presbiterial Sinodal”.

Wilayah pelayanan GMIH mencakup: Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Ternate, dan Morotai.

Hingga kini jumlah gereja lokal GMIH ada 411, jumlah anggota jemaat sebanyak 300.000 orang, serta jumlah hamba Tuhan 326 Pendeta dan 48 Penginjil.

Pusat Sinode Gereja ini ada di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara.

Sinode gereja ini memiliki satu universitas, yakni Universitas Halmahera (UNIERA).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gmih.or.id

Loading...
35 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!