Loading...

25 Gereja Terbesar Di Indonesia

Loading...

Gereja-HKBP-Tomok

Artikel ini membahas tentang 25 gereja terbesar di Indonesia, dari segi sinode.

Sejak kekristenan masuk ke Indonesia beberapa abad silam, telah banyak berdiri gereja terbesar di Indonesia dari berbagai denominasi atau aliran. Gereja-gereja tersebut menyatu ke dalam berbagai sinode.

Saat ini di Indonesia sudah ada ratusan sinode gereja. Sinode-sinode tersebut tergabung ke dalam sejumlah organisasi gereja di Indonesia. Ada yang masuk hanya ke dalam satu organisasi, dua organisasi, bahkan ke dalam tiga organisasi atau lebih.

Organisasi-organisasi tersebut antara lain adalah: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII), dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI), yang merupakan tiga organisasi gereja Protestan terbesar di Indonesia.

Artikel kali ini akan membahas 25 sinode gereja terbesar di Indonesia, berdasarkan jumlah total anggota jemaatnya. Masing-masing sinode gereja ini mempunyai jumlah total jemaat di atas 200.000 (dua ratus ribu) jiwa.

Baca juga: 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Sinode-sinode gereja ini terdiri dari gereja-gereja mainstream, yang umumnya merupakan gereja suku (terdiri dari satu etnis tertentu, sekalipun mereka juga terbuka kepada etnis lain), ataupun gereja bebas/gereja “kontemporer”, yang usianya relatif lebih muda.

Semua sinode gereja ini merupakan anggota dari salah satu organisasi Protestan yang telah disebut di atas (PGI, PGLII, ataupun PGPI). Dan semuanya termasuk ke dalam rumpun gereja Kristen Protestan, baik yang beraliran Ekumenikal, Injili, Pentakostal ataupun Karismatik. Jadi tidak termasuk gereja Katholik dan Ortodoks.

Perlu disampaikan bahwa data-data jumlah anggota jemaat sinode-sinode gereja yang dicatat di sini, selain diambil dari situs resmi gereja yang bersangkutan ataupun dari Wikipedia, juga diambil dari berbagai sumber lain di internet (jika di situs gereja yang bersangkutan ataupun di Wikipedia data tidak tersedia, atau jika gereja yang bersangkutan tidak mempunyai situs resmi).

Baca juga: 20 Sekolah Alkitab Terbaik Di Indonesia

Karena itu angka-angka yang dicantumkan di sini mungkin tidak semuanya akurat. Apalagi data-data tersebut kadang kala tidak menyebut tahunnya, padahal jumlah anggota jemaat (umumnya) pasti mengalamai kenaikan dari tahun ke tahun.

Dengan demikian, jika seandainya ada sinode gereja dalam artikel ini yang mempunyai jumlah anggota jemaat yang terkini ternyata tidak sama dengan data yang tercantum di sini, maka urutan yang diberikan dalam artikel ini akan berubah.

Bahkan jika ternyata ada sinode gereja yang tidak tercantum dalam artikel ini mempunyai jumlah anggota jemaat melebihi jumlah anggota jemaat sinode-sinode gereja yang ada dalam artikel ini, maka artikel ini akan mengalami perubahan isi, bukan hanya perubahan urutan.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Meski demikian, data-data yang ada dalam artikel ini sudah cukup memberikan gambaran kepada kita tentang perkembangan gereja-gereja Tuhan di Indonesia saat ini, khususnya perkembangan kedua puluh lima sinode gereja yang ada dalam artikel ini.

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 25 gereja terbesar di Indonesia saat ini? Berikut pembahasannya.

 

1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP): 4,5 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar pertama di Indonesia adalah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Seperti namanya, gereja ini merupakan gereja etnis Batak (Toba).

Gereja ini merupakan sinode gereja terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, HKBP memiliki sekitar 4,5 juta anggota jemaat.

HKBP merupakan hasil penginjilan I.L. Nommensen dari lembaga misi RMG (Rheinische Missionsgesellschaft), Jerman. Karena itu gereja ini beraliran Lutheran, sebagaimana umumnya gereja Protestan di Jerman.

HKBP resmi berdiri pada hari Senin, 7 Oktober 1861 dan berkantor pusat di Pearaja, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota Tarutung, ibu kota kabupaten Tapanuli Utara.

Selain di Indonesia, HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, antara lain di Singapura, Malaysia dan Amerika serikat.

Ephorus (Ketua Sinode) HKBP saat ini adalah Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, sementara Sekretaris Jenderalnya adalah Pdt. David Farel Sibuea, MTh, D.Min.

Gereja ini memiliki banyak bidang pelayanan, seperti pendidikan dan kesehatan. Di antaranya: Universitas di Medan, Sekolah Teologi di Pematangsiantar, dan rumah sakit di Balige.

Sampai April 2012, HKBP mempunyai 1.519 Pendeta, 175 Calon Pendeta, 428 Guru Jemaat, 36 Calon Guru Jemaat, 408 Bibelvrouw (penginjil wanita), 43 Calon Bibelvrouw, 284 Diakones, 29 Calon Diakones. Keseluruhan pelayan dan calon pelayan berjumlah 2.922 orang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.hkbp.or.id

 

2. Gereja Bethel Indonesia (GBI): 2,3 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar kedua di Indonesia adalah Gereja Bethel Indonesia (GBI).

GBI lahir pada 6 Oktober 1970 di Sukabumi, Jawa Barat, didirikan oleh Pdt. H.L. Senduk (Ho Liong Seng) dan rekan-rekannya. Sebelumnya Pdt. H.L. Senduk pernah bergabung di sinode GPdI.

Sinode GBI merupakan gereja yang beraliran Pentakostal-Karismatik.

Kegiatan sehari-hari Sinode GBI dipimpin oleh Badan Pekerja Harian (BPH) yang terdiri atas Ketua Umum dan beberapa Ketua, Sekretaris Umum dan beberapa Sekretaris, Bendahara Umum dan beberapa Bendahara, serta Ketua-Ketua Departemen dan Ketua-ketua Biro.

Saat ini Ketua Sinode atau Ketua Umum BPH GBI adalah Pdt. Dr. Japarlin Marbun, dan kantor pusatnya berada di Jakarta.

Sinode GBI memiliki sekolah Alkitab (STT Bethel) di Petamburan, Jakarta.

Ada beberapa sinode gereja yang “lahir” dari sinode GBI, antara lain Gereja Bethany Indonesia (GBI), yang dipimpin oleh Pdt. Alex Abraham Tanusaputera, dan Gereja Tiberias Indonesia (GTI), yang dipimpin oleh Pdt. Yesaya Pariadji.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.beritabethel.com

 

3. Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI): 1,5 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar ketiga di Indonesia adalah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI).

Berdirinya Gereja Pantekosta di Indonesia tidak terlepas dari kedatangan dua keluarga missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA ke Indonesia pada tahun 1921, yaitu Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren keturunan Belanda yang berimigrasi ke Amerika.

GPdI kemudian melahirkan gereja-gereja baru, antara lain, GBIS, GPPS, Gereja Isa Almasih, dan lain sebagainya.

Kantor pusat GPdI ada di Jakarta dan saat ini dipimpin oleh Pdt. DR. M.D. Wakkary sebagai ketua sinode.

Berdasarkan data 2012, jumlah gereja mandiri GPdI ada 4130 buah, gereja muda 2157 buah, gereja cabang 1892 buah, dan jumlah anggota jemaat 1,5 juta jiwa. Jumlah Hamba Tuhan: Pendeta (Pdt) =2684 orang, Pendeta Muda (Pdm) 2189 orang, Pendeta Pembantu (Pdp) 3332 orang.

Dengan demikian, GPdI adalah sinode gereja terbesar di antara sinode-sinode gereja beraliran pentakosta di Indonesia.

GPdI terdapat di setiap provinsi di Indonesia. Tersebar di kota-kota besar, sampai ke pelosok pedalaman. GPdI juga membuka cabang di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Australia, Korea, Singapura, Inggris, dan Belanda.

GPdI mempunyai beberapa sekolah Alkitab, antara lain di Pematangsiantar dan di Batu, Malang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gpdi.or.id.

 

4. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT): 1 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

GMIT berdiri pada 31 Oktober 1947 dan berkantor pusat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gereja ini lahir dari pelayanan para misionaris Belanda.

Selain di Timor, NTT, Sinode GMIT juga hadir di pulau Flores, NTT, dan di Nusa Tenggara Barat.

Gereja ini mempunyai sebuah univeritas, yang salah satu fakultasnya adalah teologi.

Tidak terdapat data yang lengkap dan dapat dipercayai perihal jumlah anggota jemaat sinode GMIT untuk saat ini. Tetapi data tahun 1972 jumlah anggota jemaatnya sebanyak 517.779 jiwa.

Diperkirakan kini anggota jemaatnya mencapai 1 juta jiwa (beberapa pihak bahkan menyebut 1,5 juta jiwa).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sinodegmit.or.id

 

5. Gereja Injili Di Indonesia (GIDI): 976.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Injili Di Papua (GIDI).

GIDI berdiri sejak tanggal 12 Februari1962, dan berkantor pusat di Sentani, Jayapura, Papua.

Sistem Pemerintahannya adalah Presbiterian-Kongregasional.

Setelah berkiprah selama setengah abad di Papua, Anggota Jemaat GIDI tercatat 976.000 jiwa. Semuanya terdaftar dalam Surat Baptisan.

Gereja GIDI secara keseluruhan terdiri dari delapan Wilayah Pelayanan di seluruh Indonesia. Terdiri atas 61 Klasis, 11 Calon Klasis.

GIDI juga memiliki dua buah rumah sakit swasta, Klinik Kalvari di Wamena dan rumah sakit Immanuel di Mulia.

Selain itu, GIDI juga berkiprah di bidang pendidikan, lewat sekolah Tingkat Atas: STAKIN, SAID dan STT GIDI di Sentani.

Sekolah Alkitab berbahasa daerah (Lokal) ada 7 buah. TK-PAUD 5 buah, SMP dan SMU sebanyak 9 buah tersebar di seluruh wilayah GIDI.

Tidak hanya masyarakat sipil biasa, bahkan pejabat pemerintahan, termasuk anggota DPR dan Gubernur Papua, juga merupakan jemaat GIDI.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.pusatgidi.org.

 

6. Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM): 845.274 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

GMIM didirikan di Minahasa, Sulawesi Utara pada tanggal 30 September 1934.

Kekristenan mulai diperkenalkan di tanah Minahasa oleh dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz, yang diutus oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), badan pekabaran Injil asal Belanda.

Pada tanggal 12 Juni 1831 mereka tiba di daerah ini untuk memberitakan Injil. Tanggal ini diperingati oleh GMIM sebagai Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa.

Jumlah gereja lokal GMIM ada 939 (111 klasis/wilayah), jumlah pendeta 2157 orang, dan jumlah pelayan lainnya 14.649 penatua, 10.118 syamas (data 2015).

GMIM mengelola banyak lembaga sosial, pendidikan dan kesehatan seperti: Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), universitas lengkap dengan fakultas teologinya, rumah yatim-piatu, dan Rumah Sakit.

Kepimpinan GMIM dijalankan oleh Badan Pekerja Sinode yang dipimpin oleh seorang ketua. Ketua Sinode GMIM saat ini adalah Pdt. Dr. H.W.B. Sumakul (2015-2019).

Kantor pusat GMIM terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gmim.or.id

Loading...
35 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!