25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Artikel ini berisi tentang politisi terpopuler Indonesia beragama Kristen/Katolik.

Politisi atau politikus adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia politik. Mereka umumnya menjadi orang-orang penting dalam struktur sebuah Partai Politik, ataupun menduduki kursi parlemen (DPR) dan pemerintahan (seperti menteri atau gubernur).

Artikel kali ini akan menyoroti 25 politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen dan Katholik. Artikel ini khusus menyoroti mereka yang duduk di kursi DPR dan dalam  struktur kepengurusan tingkat pusat sebuah Partai Politik.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Mereka ini dianggap populer karena mereka vokal dan kritis dalam menjalankan tugas-tugas mereka, menduduki posisi penting di partainya atau di Komisi mereka di DPR.

Selain itu, juga karena mereka sering muncul sebagai narasumber di berbagai acara televisi, radio, ataupun dalam seminar-seminar, baik mewakili partai/fraksi mereka ataupun mewakili Komisi mereka di DPR.

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Dalam konteks pemilu, pilpres dan pilkada, mereka juga menjadi populer karena menjadi juru kampanye partainya atau tim sukses salah satu calon (presiden/gubernur) yang didukung partainya.

Bukan hanya itu, bahkan di antara mereka ada juga yang menjadi populer karena kontroversialnya.

Siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya.

 

1. Hasto Kristiyanto (Sekjen DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik pertama adalah Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta, pada 7 Juli 1966.

Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDI-P), menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya, Hasto menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P.

Hasto juga merupakan salah satu deputi Tim Transisi menjelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, pada 20 Oktober 2014.

Ia menjadi anggota DPR RI pada periode 2004-2009 dari fraksi PDI-P. Saat itu, dia duduk di Komisi VI yang menangani permasalahan perdagangan, perindustrian, investasi dan koperasi.

Sejak duduk di bangku SMA, dia sudah tertarik dengan dunia politik dan gemar membaca buku politik. Dan ketika menjadi mahasiswa, Hasto aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Ia meraih gelar S1 dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan S2 dari Prasetya Mulya Business School, Jakarta.

 

2. Maruarar Sirait (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait, yang akrab dipanggil Ara, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 23 Desember 1969.

Saat duduk di bangku kuliah, Ara mulai aktif berorganisasi dengan bergabung dalam Resimen Mahasiswa Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung, dan aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Bandung.

Kemudian ia bergabung ke dalam partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), sejak tahun 1999.

Ara sudah menjadi anggota DPR-RI sejak periode 2004-2009 hingga kini.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

Ia pernah menjadi panitia hak angket yang menangani kasus Bank Century, dan menjadi bagian partainya ketika menolak kenaikan harga BBM yang semula direncanakan naik pada tanggal 1 April 2012.

Ia merupakan salah satu tim sukses utama Jokowi-JK pada pemilihan presiden 2014 silam, dan digadang-gadang masuk kabinet, tetapi gagal, karena konon tidak mendapat restu dari ketua umum partai.

Ara adalah lulusan FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung, dan merupakan putra dari Sabam Sirait, politisi senior PDI-P.

 

3. Ruhut Sitompul (Politisi Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Maret 1954.

Ruhut merupakan anggota DPR dari partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP Partai Demokrat.

Sebelum masuk ke partai Demokrat, Ruhut merupakan politisi Partai Golkar.

Ruhut sangat populer sebagai politisi dan semakin populer berkat perannya sebagai tokoh Poltak yang mengaku sebagai Raja Minyak dari Tarutung di sinetron Gerhana, serta dalam beberapa sinetron lainnya.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai seorang pengacara. Ia pernah menangani kasus-kasus yang kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Di antaranya adalah menjadi pengacara Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Akbar Tandjung, dan pengacara sejumlah yayasan milik mantan Presiden Soeharto.

Ketika masa pilpres 2014 silam, ia berani mendukung Jokowi-Jk ketika partainya menyatakan netral. Bahkan ketika partainya mencalonkan Agus Harimurti Yodhoyono (putra SBY, ketua Umum partai Demokrat) sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Ruhut malah mendukung pasangan Ahok-Djarot. Hal ini membuatnya terpaksa hengkang dari partai Demokrat.

Dulu banyak pernyataan Ruhut yang kontroversial, tetapi sekarang ia terlihat lebih bijak.

Ruhut menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979.

 

4. Viktor Laiskodat (Ketua DPP Partai Nasdem)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Viktor Laiskodat.

Viktor Bungtilu Laiskodat lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Februari 1965.

Saat ini ia menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II,dan merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem (2013-2018).

Sebelum di Partai Nasdem, ia pernah menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar, pada periode 2004-2009.

Ia juga salah satu anggota Badan Pemenangan Pilpres Jokowi-JK (2014).

Viktor adalah alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jakarta. Dan sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengacara/Konsultan Hukum, yang pernah menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia.

 

5. Adian Napitupulu (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Adian Napitupulu.

Adian Yunus Yusak Napitupulu lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 9 Januari 1971.

Adian merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.

Sejak mahasiswa Adian aktif di berbagai organisasi, seperti di Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UKI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Adian merupakan pendiri ataupun pemimpin sejumlah organisasi, seperti  Aliansi Pemuda Indonesia(API), Komunitas Mahasiswa Se-Jabotabek (Forum Kota /Forkot), Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA), dan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR dari PDI-P.

Ia populer ketika masa kampanye pilpres 2014 silam, dan menjadi salah satu tim sukses Jokowi-JK.

Salah satu pernyataannya yang diingat dan mengundang tawa banyak orang adalah Closing statementnya tentang kelebihan Prabowo dalam mengurus kuda, di acara debat di salah satu TV swasta pada 2014 silam.

 

6. Hinca Panjaitan (Sekjen DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan lahir di Aek Songsongan, Asahan, Sumatera Utara, pada 25 September 1964.

Hinca merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak Mei 2015. Hinca juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat serta menjadi anggota komite konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat.

Selain aktif di partai politik, Hinca juga dikenal sebagai pengurus PSSI. Tercatat bahwa ia sempat menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI. Pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 18 April 2015 di Surabaya, Hinca terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Erwin Dwi Budiawan.

Hinca meraih gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Tata Negara di Universitas HKBP Nommensen, Medan, dan gelar Magister Hukum bidang Hukum Tata Negara di Progam Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung, dan doktor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang.

Hinca pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan, Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan dan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta.

Hinca juga merupakan seorang advokat dan masuk dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia.

 

7. Eriko Sotarduga (Wakil Sekjen DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Eriko Sotarduga.

 Eriko Sotarduga Sitorus lahir di Medan, pada tanggal 10 April 1969.

Eriko memiliki latar belakang pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Manajemen Bahan Bakar Andalan, Direktur PT Dwi Mekar Persada dan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi di Balikpapan.

Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang Teknik Industri, dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Eriko adalah Deklarator Banteng Muda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Sekjen di Banteng Muda Indonesia, Jakarta.

Saat ini Eriko Sotarduga adalah anggota legislatif untuk dapil DKI Jakarta 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri) dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia berada di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, dan juga Badan Anggaran.

Eriko Sotarduga dianggap salah satu orang yang berpengaruh dalam Partai PDI Perjuangan karena ia dilibatkan dalam pembahasan tentang Kongres IV PDIP di kediaman Megawati bersama Hasto Kristiyanto, Rokhmin Dahuri dan Puan Maharani.

 

8. Hendrawan Supratikno (Ketua DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hendrawan Supratikno.

 Hendrawan Supratikno lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 21 April 1960.

Ia merupakan anggota DPR RI yang bertugas di Komisi VI pada periode 2009-2014, dan bertugas di Komisi XI (Perbankan dan Keuangan) pada periode 2014-sekarang dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia juga menjabat sebagai Ketua bidang Perekonomian DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2015-2020.

Nama Hendrawan Supratikno dikenal sebagai politisi Senayan beretnis Tionghoa yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Sebelum menjadi anggota DPR, Hendrawan merupakan profesor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mulai populer saat terlibat aktif dalam Panitia Khusus Angket Century akhir tahun 2009 lalu.

Sewaktu mahasiswa, ia dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang dulu merupakan onderbouw Parkindo, salah satu partai penyusun PDI dan PDIP.

Hendrawan adalah anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah 10 (Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang).

Ia menempuh pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga (meraih gelar Drs. 1983), Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, (meraih gelar M. Ba. 1986), Free University (VUA), Amsterdam, Belanda, (meraih gelar Ph. D. 1998).

 

9. Aria Bima (Politisi PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Aria Bima.

Aria Bima lahir di Semarang, pada 29 Mei 1965.

Ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2009, periode 2009-2014, dan periode 2014 – 2019 dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Aria Bima ditugaskan di Komisi VI perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Badan Standardisasi Nasional. Ia juga pernah menjadi Ketua Pansus Panja Gula DPR.

Aria Bima aktif di bidang organisasi sejak mahasiswa, antara lain menjadi Ketua Senat Fisipol UGM pada tahun 1987-1989, dan Sekretariat Komisariat GMNI Fisipol UGM.

Ia kemudian menjadi Bendahara DPC PDIP Kabupaten Bekasi pada tahun 1998-2001, juga menjadi Depercab DPC Kabupaten Bekasi dari tahun 2001-2004. Aria Bima juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Arya Bima merupakan lulusan Fisipol UGM Yogyakarta, Jurusan sosiologi.

 

10. Trimedya Panjaitan (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Trimedya Panjaitan.

Trimedya Panjaitan lahir di Medan, pada 6 Juni 1966.

Trimedya adalah seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ia berada di Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Perundang-undangan, Hak Asasi Manusia, serta Keamanan. Trimedya pernah menjabat sebagai ketua Komisi III DPR RI, dan pada saat itu ia begitu populer.

Selain itu, ia juga menduduki posisi sebagai Ketua Bidang Hukum DPP PDIP 2010-2015 dan periode 2015-2020.

Trimedya sebelumnya merupakan seorang advokat.

Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta.

 

11. Effendi M.S. Simbolon (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Effendi M.S. Simbolon.

Effendi Muara Sakti Simbolon lahir di Banjarmasin, 1 Desember 1964.

Ia merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi VII yang fokus pada bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup.

Ia juga menjadi anggota DPR di periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Effendi pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, dan sempat diusung sebagai bakal calon Sekretaris Jenderal PDIP untuk periode tahun 2010 hingga 2015.

Dia juga sempat ikut bertarung dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018, namun tidak berhasil.

Effendi dikenal sangat getol dalam mengkritik Presiden Jokowi, kendati dia merupakan anggota partai pendukung pemerintah (PDI-P).

Effendi menyelesaikan studi S-1 Ekonomi di Universitas Jayabaya, Jakarta (1983–1988), S-2 dan S-3 Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran, Bandung. Pendidikan non-formal pernah dia tempuh di Universitas Charleston, Amerika Serikat.

Sebelum menjadi anggota DPR ia pernah bekerja sebagai Asisten Direktur di Djajanti Group (1987–1991), Special Assistant Board of Directors di PT. Chandra Asri (Bimantara Group) (1991–1996), Vice President Director PT. Sinar Alam Lestari (Bimantara Group), dan Konsultan di PT. Pupuk Kaltim (1997–1999).

 

12. Nurdin Tampubolon (Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Nurdin Tampubolon.

Nurdin Tampubolon lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 29 Desember 1954.

Nurdin Tampubolon pernah menjabat sebagai anggota MPR mewakili Sumatera Utara, serta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mewakili Sumatera Utara (2004-2009).

Nurdin adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-1019, yang berasal dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) daerah pemilihan Sumatera Utara I.

Pada tahun 2009-2011 ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta BUMN. Kini masih aktif sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan, Pasar modal, dan Perbankan.

Dia juga menjabat sebagai Bendahara Fraksi Hanura DPR RI (2013-sekarang), Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI (2014-2019), serta Wakil Ketua Umum Partai Hanura (2015-2020).

Nurdin merupakan alumnus Sarjana Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), dan menerima gelar Doktor Kehormatan dari Amerika Serikat, tahun 1999.

 

13. Junimart Girsang (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Junimart Girsang.

Junimart Girsang adalah anggota DPR RI periode 2014-2019 dari PDI-P, mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara III. Di DPR dia duduk di Komisi III, yang membidangi hukum, Hak Asasi Manusia, dan keamanan.

Nama Junimart juga terkenal sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR saat sedang menangani Skandal Politik di Kasus PT Freeport Indonesia pada 2015 yang dikenal sebagai “Papa Minta Saham”,  yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Sebelum menjadi anggota DPR, Junimart Girsang dikenal sebagai seorang advokat hukum yang cukup terkenal.

Sebagai pengacara atau kuasa hukum, Junimart banyak menangani kasus yang melibatkan para petinggi publik dan pesohor Indonesia.

Junimart pernah bertindak sebagai tim kuasa hukum Mabes POLRI atas pembelaan terhadap tuduhan pelanggaran HAM berat, tim penasehat hukum Megawati Soekarno Putri ketika menjabat Presiden RI, kuasa hukum mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, serta tim pembela Muhammad Nazaruddin dalam kasus korupsi di DPR tahun 2013.

Junimart adalah kakak kandung dari pengacara kondang lainnya, Juniver Girsang.

Junimart merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan Bandung (S-1), Universitas Satyagama Jakarta (S-2) dan Universitas Padjajaran Bandung (juga S-2).

 

14. Martin Hutabarat (Politisi Partai Gerindra)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Martin Hutabarat.

Martin Hutabarat lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 26 November 1951.

Martin merupakan anggota DPR-RI Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra dan merupakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Ia dikenal cukup kontroversial di kalangan DPR.

Ia pernah mengatakan bahwa anggota DPR yang ngantor dengan jam tangan Rolex melingkar di pergelangan tangan merupakan contoh hedonis wakil rakyat yang tak sepatutnya dilakukan. Menurutnya, anggota DPR seharusnya lebih mengedepankan ide dan kerja kerasnya sebagai penyampai aspirasi rakyat, sebab anggota DPR duduk di kursi DPR berkat pilihan rakyat.

Martin juga tidak setuju dengan wacana merevisi UU KPK yang santer disebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika itu dilakukan, maka secara otomatis akan membatasi ruang gerak KPK dalam menyelidiki dan menuntaskan kasus korupsi.

Martin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

 

15. Masinton Pasaribu (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Masinton Pasaribu.

Masinton Pasaribu lahir di Sibolga, Sumatera Utara pada Pada 11 Februari 1971.

Masinton berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II.
Di DPR ia berada di Komisi III, yang membidangi Hukum, HAM, dan keamanan. Sebagai anggota DPR baru, ia begitu populer.

Masinton dikenal sebagai aktivis gerakan mahasiswa tahun 1998, FAMRED (Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi), dan aktivis buruh melalui FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia).

Setelah lulus kuliah, bersama dengan aktivis pergerakan pro demokrasi, seperti Budiman Sudjatmiko, Beathor Suryadi, dkk, Masinton meneruskan pergerakan dan perjuangannya melalui partai politik PDI-P dengan membentuk Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM).

REPDEM akhirnya menjadi organisasi sayap dari PDI-P. Dan pada Kongres II REPDEM di Jakarta pada 2011 silam, Masinton Pasaribu terpilih menjadi Ketua Umum DPN REPDEM, periode 2011-2016.

Masinton meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia, Jakarta.

 

16. Andreas Pareira (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Andreas Pareira.

Andreas Hugo Pareira lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur  pada 31 Mei 1964.

Andreas merupakan anggota DPR dari PDI-P. Ia berada di Komisi I, yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, dan Komunikasi dan Informatika.

Andreas aktif di PDI Perjuangan sejak tahun 1999. Sejak tahun 2011 ia menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Pertahanan DPP PDI-P.

Sebelum terjun ke dunia politik, Andreas Pareira merupakan seorang akademisi yang berprofesi sebagai dosen di FISIP Univesitas Katholik Parahyangan, Bandung.

Andreas meraih gelar Doktorandus (Drs) dari FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung (1982-1986), gelar Magister Sosiologi Politik dari Universitas Pasau, Jerman (1992-1996), serta gelar Doktor Politik Internasional dari Universitas Giessen, Jerman (2000-2003).

 

17. Yorrys Raweyai (Ketua DPP Partai Golkar)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Yorrys Raweyai.

Yorrys Th. Raweyai lahir di serui, Papua, pada 28 Januari 1951.

Yorrys merupakan anggota DPR dari fraksi Golkar sebagai Anggota Komisi I yang membawahi bidang Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi periode 2009-2014. Saat ini ia merupakan salah satu Ketua DPP Partai Golkar.

Yorrys aktif di banyak organisasi. Ia menjadi Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (PP-AMPG), Ketua Korbid Kepemudaan DPP Golkar, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Ketua Umum INKADO, dan Ketua Dewan Adat Papua hingga saat ini.

Ketika terjadi perpecahan di tubuh Golkar yang mengakibatkan terbaginya partai tersebut ke dalam dua kubu, Yorrys berada di kubu Agung Laksono (Munas Ancol).

Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Papua, lalu ia mengikuti Kursus Bahasa dan Manajemen Perminyakan di Inggris pada 1973.

 

18. Benny K. Harman (Ketua DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Benny K. Harman.

Benny Kabur Harman lahir di Manggarai, Flores, NTT pada 19 September 1962.

Benny merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat dan duduk di Komisi II DPR RI. Ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Ia mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan Magister Hukum dan Doktor Hukum diraihnya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

Ia tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Ia juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

19. Bambang Wuryanto (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Bambang Wuryanto.

Bambang Wuryanto lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah pada 17 Juli 1958.

Bambang adalah anggota DPR RI dari PDI Perjuangan mewakili Jawa Tengah terutama Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen. Ia ditempatkan di Komisi VI yang menangani perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN dan Badan Standardisasi Nasional.

Di tubuh partai, Bambang Wuryanto menjabat sebagai Ketua DPP PDI-P Bidang Energi dan Pertambangan.

Bambang merupakan alumnus Fakultas Teknik Kimia UGM, Yogyakarta 1990, dan STIE Prasetiya Mulya, Jakarta, 1993.

Bambang mempunyai banyak pengalaman organisasi, di antaranya bergabung dalam Paguyuban Wonogiri Seluruh Indonesia, PSSI dan PBUSI, Keluarga Besar Marheinis (KBM), juga GSNI dan GMNI.

Pengalaman kerja yang pernah dilalui Bambang antara lain adalah direktur LPPM Yogjakarta pada 1987-1994, Dirut PT Sarana Yasa Manunggal sejak tahun 1998 sampai sekarang, bekerja di PRISMAGAMA dan menjadi staf pengajar di STIE YKPN Yogya sejak tahun 1987 sampai dengan tahun 1994.

 

20. Ramson Siagian (Politisi Partai Gerindra)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Ramson Siagian.

Ramson Siagian lahir di Simalungun, Sumatera Utara pada 5 April 1957.

Ramson saat ini merupakan anggota DPR RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra.

Sebelumnya, periode 1999-2004 dan 2004-2009, ia merupakan anggota DPR RI dari partai PDI-P. Ia juga pernah menjadi salah satu Ketua DPP PDI-P.

Di DPR ia pernah menjadi Anggota Panitia Anggaran DPR RI, Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPR RI Bidang Anggaran, Anggota Komisi IV (PU, Perhubungan), Anggota Komisi V (Perdagangan, UKM, BUMN), Anggota Komisi VIII (ESDM, Ristek, Lingkungan Hidup), dan anggota Komisi XI (Ekonomi, Keuangan, Perbankan).

Ramson punya banyak pengalaman berorganisasi, antara lain sebagai Ketua GMNI Cabang Jakarta (1979-1981), Pengurus Yayasan Soekarno (1980-1983), Pengurus PDI Pro Mega Jakarta (1997).

Sebelum terjun ke dunia politik dan menjadi salah satu wakil rakyat, ia merupakan seorang pengusaha.

Ramson menempuh pendidikannya di Universitas Jayabaya Jakarta serta Program Doktor Universitas Maryland, AS (kuliah jarak jauh).

 

21. Ribka Tjiptaning (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Ribka Tjiptaning.

Ribka Tjiptaning (baca: Ciptaning) lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 1 Juli 1959.

Ribka adalah Ketua Komisi IX DPR RI (membidangi masalah tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan) dari Fraksi PDI-P pada periode 2009-2014. Selain itu, ia juga merupakan anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI.

Ribka kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai legislator dari Dapil Jawa Barat IV (Kab. Sukabumi dan Kota Sukabumi) pada pemilihan legislatif tahun 2014.

Ia terlahir dari keluarga ningrat Jawa yang kaya raya, namun orang tuanya tidak pernah pulang lagi ke rumah karena dituduh terlibat pemberontakan G-30S/PKI.

Stigma sebagai anak PKI melekat dalam diri Ribka, sehingga sempat menghalanginya untuk terlibat dalam dunia politik, hingga diskriminasi terhadap keluarga mantan PKI dicabut oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur).

Ribka pernah digadang-gadang sebagai calon Menteri Kesehatan di Kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, namun tidak terpilih.

Ribka merupakan alumnus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta dan berprofesi sebagai dokter.

 

22. Theo L. Sambuaga(Politisi Partai Golkar)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Theo L. Sambuaga.

Theo Sambuaga lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 6 Juni 1949.

Theo merupakan politisi senior Partai Golkar lintas generasi. Dia merupakan mantan anggota DPR RI beberapa periode dan mantan Menteri.

Sekalipun sudah tidak menjadi anggota DPR, Theo masih menjabat sebagai salah satu petinggi Partai Golkar, yakni sebagai anggota Dewan Pembina Partai.

Ia aktif di banyak organisasi, antara lain sebagai  Pimpinan Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Sulawesi Utara, Wakil Ketua Umum Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Indonesia, Pimpinan Pusat GMNI, Sekretaris Jenderal DPP KNPI, dan Ketua DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Di Partai Golkar ia pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Ketua DPP Partai Golkar, dan Ketua Pengurus Pusat Badan Informasi Komunikasi (BIK) Partai Golkar.

Sedangkan di DPR ia pernah menjadi Anggota DPR/MPR-RI mewakili Golongan Pemuda, Anggota DPR/MPR-RI Fraksi Karya Pembangunan (Golkar), Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP), Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, dan Ketua Fraksi Partai Golkar (FKP DPR-RI).

Pada zaman Presiden Suharto, Theo menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja, dan pada zaman Presiden B.J. Habibie ia menjadi Menteri Negara Perumahan dan Pemukiman.

Theo menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia (1978), School of Advanced International Studies (SAIS), Johns Hopkins University, Washington DC, Amerika Serikat (1989).

Saat ini ia menjadi presiden Lippo Grup, sebuah grup bisnis terkemuka di Indonesia milik Mochtar dan James Riyadi.

 

23. Anton Sihombing (Ketua DPP Partai Golkar)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Anton Sihombing.

Anton Sihombing lahir di Tapanuli Utara, pada 28 Februari 1952.

Anton duduk di Komisi IV DPR RI (bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, dan perikanan). Selain itu, ia juga merupakan anggota Badan Anggaran DPR. Sebelumnya ia duduk di Komisi III DPR (2002-2004).

Di Partai Golkar ia pernah menjadi koordinator lapangan (1971) dan jurkam (1998-2008). Kemudian, Wakil Ketum dan Ketum Depipus Baladhika Karya (1998-2000 dan 2002-2008) serta Wakil Sekjen Depinas SOKSI.

Anton merupakan politisi senior Golkar dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar bidang kemaritiman.

Anton pernah menjadi Ketua Pengurus Pelaut Indonesia di Eropa yang berkedudukan di Hamburg, Jerman.

Dia menyelesaikan pendidikan S-1 di Akademi Ilmu Pelayaran, S-2 di Universitas Suropati, dan S-3 di Universitas Satyagama, semuanya di Jakarta.

 

24. Sukur Nababan (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Sukur Nababan.

Sukur Nababan lahir pada 14 Oktober 1968 di Padang, Sumatera Barat.

Dia bergabung dengan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan terpilih dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VI untuk menduduki jabatan anggota komisi VI DPR-RI pada periode 2009-2014.

Ia terpilih kembali sebagai anggota DPR pada periode 2014-2019 dan duduk di Komisi V yang membidangi perumahan rakyat, pekerjaan umum dan transportasi.

Selain itu, ia juga merupakan salah satu Ketua DPP PDI-P.

Pada Oktober 2015, Sukur menjadi salah satu anggota dari Panitia Khusus (Pansus) Kasus Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Sukur dikenal sebagai salah satu pakar bisnis dan motivator serta memiliki dan memimpin sebuah perusahaan MLM.

Sukur menyelesaikan studinya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Generasi Muda, dan Universitas Amir Hamzah, semuanya di kota Medan.

 

25. Michael Wattimena (Ketua DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik terakhir adalah Michael Wattimena.

Michael Wattimena adalah Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrat dari Dapil Papua Barat.

Michael, yang lebih dikenal dengan panggilannya BMW (Bang Michael Wattimena), adalah seorang wiraswastawan dan petinggi di organisasi sayap muda Partai Demokrat, Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI).

Pada periode 2009-2014, Michael bertugas di Komisi V DPR-RI yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pedesaan dan kawasan tertinggal. Pada periode 2014-2019, Michael kembali bertugas di Komisi yang sama sebagai Wakil Ketua Komisi V.

Ia menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Pattimura, Ambon, dan S2-nya di STIE IPWIJA, Jakarta.

Michael Wattimena sejak di bangku kuliah sudah aktif berorganisasi di organisasi kegerejaan Gereja Protestan Maluku (GPM), satu dari 25 Sinode Gereja Terbesar Di Indonesia.

Ia juga aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GKMI) dan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Michael menjabat Ketua GAKMI periode 2011-2014.

 

Itulah 25 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik saat ini.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

 

 

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!