Loading...
Loading...

25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Artikel ini berisi tentang politisi terpopuler Indonesia beragama Kristen/Katolik.

Politisi atau politikus adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia politik. Mereka umumnya menjadi orang-orang penting dalam struktur sebuah Partai Politik, ataupun menduduki kursi parlemen (DPR) dan pemerintahan (seperti menteri atau gubernur).

Artikel kali ini akan menyoroti 25 politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen dan Katholik. Artikel ini khusus menyoroti mereka yang duduk di kursi DPR dan dalam  struktur kepengurusan tingkat pusat sebuah Partai Politik.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Mereka ini dianggap populer karena mereka vokal dan kritis dalam menjalankan tugas-tugas mereka, menduduki posisi penting di partainya atau di Komisi mereka di DPR.

Selain itu, juga karena mereka sering muncul sebagai narasumber di berbagai acara televisi, radio, ataupun dalam seminar-seminar, baik mewakili partai/fraksi mereka ataupun mewakili Komisi mereka di DPR.

Baca juga: 20 Jenderal Terbaik Indonesia Beragama Kristen

Dalam konteks pemilu, pilpres dan pilkada, mereka juga menjadi populer karena menjadi juru kampanye partainya atau tim sukses salah satu calon (presiden/gubernur) yang didukung partainya.

Bukan hanya itu, bahkan di antara mereka ada juga yang menjadi populer karena kontroversialnya.

Siapa sajakah mereka? Berikut daftarnya.

 

1. Hasto Kristiyanto (Sekjen DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik pertama adalah Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta, pada 7 Juli 1966.

Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDI-P), menggantikan Tjahjo Kumolo yang diangkat sebagai Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya, Hasto menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PDI-P.

Hasto juga merupakan salah satu deputi Tim Transisi menjelang pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia, pada 20 Oktober 2014.

Ia menjadi anggota DPR RI pada periode 2004-2009 dari fraksi PDI-P. Saat itu, dia duduk di Komisi VI yang menangani permasalahan perdagangan, perindustrian, investasi dan koperasi.

Sejak duduk di bangku SMA, dia sudah tertarik dengan dunia politik dan gemar membaca buku politik. Dan ketika menjadi mahasiswa, Hasto aktif berorganisasi dan pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Ia meraih gelar S1 dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan S2 dari Prasetya Mulya Business School, Jakarta.

 

2. Maruarar Sirait (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Maruarar Sirait.

Maruarar Sirait, yang akrab dipanggil Ara, lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 23 Desember 1969.

Saat duduk di bangku kuliah, Ara mulai aktif berorganisasi dengan bergabung dalam Resimen Mahasiswa Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung, dan aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Bandung.

Kemudian ia bergabung ke dalam partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P), sejak tahun 1999.

Ara sudah menjadi anggota DPR-RI sejak periode 2004-2009 hingga kini.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P.

Ia pernah menjadi panitia hak angket yang menangani kasus Bank Century, dan menjadi bagian partainya ketika menolak kenaikan harga BBM yang semula direncanakan naik pada tanggal 1 April 2012.

Ia merupakan salah satu tim sukses utama Jokowi-JK pada pemilihan presiden 2014 silam, dan digadang-gadang masuk kabinet, tetapi gagal, karena konon tidak mendapat restu dari ketua umum partai.

Ara adalah lulusan FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung, dan merupakan putra dari Sabam Sirait, politisi senior PDI-P.

 

3. Ruhut Sitompul (Politisi Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Ruhut Sitompul.

Ruhut Sitompul lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Maret 1954.

Ruhut merupakan anggota DPR dari partai Demokrat dan pernah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP Partai Demokrat.

Sebelum masuk ke partai Demokrat, Ruhut merupakan politisi Partai Golkar.

Ruhut sangat populer sebagai politisi dan semakin populer berkat perannya sebagai tokoh Poltak yang mengaku sebagai Raja Minyak dari Tarutung di sinetron Gerhana, serta dalam beberapa sinetron lainnya.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai seorang pengacara. Ia pernah menangani kasus-kasus yang kontroversial dan kurang populer di masyarakat. Di antaranya adalah menjadi pengacara Ketua Umum Partai Golkar saat itu, Akbar Tandjung, dan pengacara sejumlah yayasan milik mantan Presiden Soeharto.

Ketika masa pilpres 2014 silam, ia berani mendukung Jokowi-Jk ketika partainya menyatakan netral. Bahkan ketika partainya mencalonkan Agus Harimurti Yodhoyono (putra SBY, ketua Umum partai Demokrat) sebagai calon gubernur DKI Jakarta, Ruhut malah mendukung pasangan Ahok-Djarot. Hal ini membuatnya terpaksa hengkang dari partai Demokrat.

Dulu banyak pernyataan Ruhut yang kontroversial, tetapi sekarang ia terlihat lebih bijak.

Ruhut menyelesaikan pendidikan akademiknya di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 1979.

 

4. Viktor Laiskodat (Ketua DPP Partai Nasdem)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik lainnya adalah Viktor Laiskodat.

Viktor Bungtilu Laiskodat lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Februari 1965.

Saat ini ia menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur II,dan merupakan Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI.

Ia juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem (2013-2018).

Sebelum di Partai Nasdem, ia pernah menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar, pada periode 2004-2009.

Ia juga salah satu anggota Badan Pemenangan Pilpres Jokowi-JK (2014).

Viktor adalah alumnus Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jakarta. Dan sebelum menjadi politisi, ia merupakan seorang pengacara/Konsultan Hukum, yang pernah menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia.

 

5. Adian Napitupulu (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Adian Napitupulu.

Adian Yunus Yusak Napitupulu lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 9 Januari 1971.

Adian merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.

Sejak mahasiswa Adian aktif di berbagai organisasi, seperti di Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UKI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Adian merupakan pendiri ataupun pemimpin sejumlah organisasi, seperti  Aliansi Pemuda Indonesia(API), Komunitas Mahasiswa Se-Jabotabek (Forum Kota /Forkot), Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA), dan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR dari PDI-P.

Ia populer ketika masa kampanye pilpres 2014 silam, dan menjadi salah satu tim sukses Jokowi-JK.

Salah satu pernyataannya yang diingat dan mengundang tawa banyak orang adalah Closing statementnya tentang kelebihan Prabowo dalam mengurus kuda, di acara debat di salah satu TV swasta pada 2014 silam.

 

6. Hinca Panjaitan (Sekjen DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan lahir di Aek Songsongan, Asahan, Sumatera Utara, pada 25 September 1964.

Hinca merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak Mei 2015. Hinca juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat serta menjadi anggota komite konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat.

Selain aktif di partai politik, Hinca juga dikenal sebagai pengurus PSSI. Tercatat bahwa ia sempat menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI. Pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 18 April 2015 di Surabaya, Hinca terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Erwin Dwi Budiawan.

Hinca meraih gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Tata Negara di Universitas HKBP Nommensen, Medan, dan gelar Magister Hukum bidang Hukum Tata Negara di Progam Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung, dan doktor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang.

Hinca pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan, Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan dan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta.

Hinca juga merupakan seorang advokat dan masuk dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia.

 

7. Eriko Sotarduga (Wakil Sekjen DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Eriko Sotarduga.

 Eriko Sotarduga Sitorus lahir di Medan, pada tanggal 10 April 1969.

Eriko memiliki latar belakang pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Manajemen Bahan Bakar Andalan, Direktur PT Dwi Mekar Persada dan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi di Balikpapan.

Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang Teknik Industri, dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Eriko adalah Deklarator Banteng Muda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Sekjen di Banteng Muda Indonesia, Jakarta.

Saat ini Eriko Sotarduga adalah anggota legislatif untuk dapil DKI Jakarta 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri) dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia berada di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, dan juga Badan Anggaran.

Eriko Sotarduga dianggap salah satu orang yang berpengaruh dalam Partai PDI Perjuangan karena ia dilibatkan dalam pembahasan tentang Kongres IV PDIP di kediaman Megawati bersama Hasto Kristiyanto, Rokhmin Dahuri dan Puan Maharani.

 

8. Hendrawan Supratikno (Ketua DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hendrawan Supratikno.

 Hendrawan Supratikno lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 21 April 1960.

Ia merupakan anggota DPR RI yang bertugas di Komisi VI pada periode 2009-2014, dan bertugas di Komisi XI (Perbankan dan Keuangan) pada periode 2014-sekarang dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia juga menjabat sebagai Ketua bidang Perekonomian DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2015-2020.

Nama Hendrawan Supratikno dikenal sebagai politisi Senayan beretnis Tionghoa yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Sebelum menjadi anggota DPR, Hendrawan merupakan profesor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mulai populer saat terlibat aktif dalam Panitia Khusus Angket Century akhir tahun 2009 lalu.

Sewaktu mahasiswa, ia dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang dulu merupakan onderbouw Parkindo, salah satu partai penyusun PDI dan PDIP.

Hendrawan adalah anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah 10 (Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang).

Ia menempuh pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga (meraih gelar Drs. 1983), Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, (meraih gelar M. Ba. 1986), Free University (VUA), Amsterdam, Belanda, (meraih gelar Ph. D. 1998).

 

9. Aria Bima (Politisi PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Aria Bima.

Aria Bima lahir di Semarang, pada 29 Mei 1965.

Ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2009, periode 2009-2014, dan periode 2014 – 2019 dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Aria Bima ditugaskan di Komisi VI perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Badan Standardisasi Nasional. Ia juga pernah menjadi Ketua Pansus Panja Gula DPR.

Aria Bima aktif di bidang organisasi sejak mahasiswa, antara lain menjadi Ketua Senat Fisipol UGM pada tahun 1987-1989, dan Sekretariat Komisariat GMNI Fisipol UGM.

Ia kemudian menjadi Bendahara DPC PDIP Kabupaten Bekasi pada tahun 1998-2001, juga menjadi Depercab DPC Kabupaten Bekasi dari tahun 2001-2004. Aria Bima juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Arya Bima merupakan lulusan Fisipol UGM Yogyakarta, Jurusan sosiologi.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!