Loading...
Loading...

25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

 

10. Trimedya Panjaitan (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Trimedya Panjaitan.

Trimedya Panjaitan lahir di Medan, pada 6 Juni 1966.

Trimedya adalah seorang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ia berada di Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan Perundang-undangan, Hak Asasi Manusia, serta Keamanan. Trimedya pernah menjabat sebagai ketua Komisi III DPR RI, dan pada saat itu ia begitu populer.

Selain itu, ia juga menduduki posisi sebagai Ketua Bidang Hukum DPP PDIP 2010-2015 dan periode 2015-2020.

Trimedya sebelumnya merupakan seorang advokat.

Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta.

 

11. Effendi M.S. Simbolon (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Effendi M.S. Simbolon.

Effendi Muara Sakti Simbolon lahir di Banjarmasin, 1 Desember 1964.

Ia merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan ditunjuk sebagai wakil ketua Komisi VII yang fokus pada bidang Energi Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Lingkungan Hidup.

Ia juga menjadi anggota DPR di periode 2004-2009 dan 2009-2014.

Effendi pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, dan sempat diusung sebagai bakal calon Sekretaris Jenderal PDIP untuk periode tahun 2010 hingga 2015.

Dia juga sempat ikut bertarung dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018, namun tidak berhasil.

Effendi dikenal sangat getol dalam mengkritik Presiden Jokowi, kendati dia merupakan anggota partai pendukung pemerintah (PDI-P).

Effendi menyelesaikan studi S-1 Ekonomi di Universitas Jayabaya, Jakarta (1983–1988), S-2 dan S-3 Hubungan Internasional di Universitas Padjajaran, Bandung. Pendidikan non-formal pernah dia tempuh di Universitas Charleston, Amerika Serikat.

Sebelum menjadi anggota DPR ia pernah bekerja sebagai Asisten Direktur di Djajanti Group (1987–1991), Special Assistant Board of Directors di PT. Chandra Asri (Bimantara Group) (1991–1996), Vice President Director PT. Sinar Alam Lestari (Bimantara Group), dan Konsultan di PT. Pupuk Kaltim (1997–1999).

 

12. Nurdin Tampubolon (Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Nurdin Tampubolon.

Nurdin Tampubolon lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 29 Desember 1954.

Nurdin Tampubolon pernah menjabat sebagai anggota MPR mewakili Sumatera Utara, serta anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mewakili Sumatera Utara (2004-2009).

Nurdin adalah anggota DPR RI periode 2009-2014 dan 2014-1019, yang berasal dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) daerah pemilihan Sumatera Utara I.

Pada tahun 2009-2011 ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, serta BUMN. Kini masih aktif sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan, Pasar modal, dan Perbankan.

Dia juga menjabat sebagai Bendahara Fraksi Hanura DPR RI (2013-sekarang), Ketua Fraksi Partai Hanura DPR RI (2014-2019), serta Wakil Ketua Umum Partai Hanura (2015-2020).

Nurdin merupakan alumnus Sarjana Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), dan menerima gelar Doktor Kehormatan dari Amerika Serikat, tahun 1999.

 

13. Junimart Girsang (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Junimart Girsang.

Junimart Girsang adalah anggota DPR RI periode 2014-2019 dari PDI-P, mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara III. Di DPR dia duduk di Komisi III, yang membidangi hukum, Hak Asasi Manusia, dan keamanan.

Nama Junimart juga terkenal sebagai Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR saat sedang menangani Skandal Politik di Kasus PT Freeport Indonesia pada 2015 yang dikenal sebagai “Papa Minta Saham”,  yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto.

Sebelum menjadi anggota DPR, Junimart Girsang dikenal sebagai seorang advokat hukum yang cukup terkenal. (Baca: 25 Pengacara Terbaik Indonesia Beragama Kristen)

Sebagai pengacara atau kuasa hukum, Junimart banyak menangani kasus yang melibatkan para petinggi publik dan pesohor Indonesia.

Junimart pernah bertindak sebagai tim kuasa hukum Mabes POLRI atas pembelaan terhadap tuduhan pelanggaran HAM berat, tim penasehat hukum Megawati Soekarno Putri ketika menjabat Presiden RI, kuasa hukum mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, serta tim pembela Muhammad Nazaruddin dalam kasus korupsi di DPR tahun 2013.

Junimart adalah kakak kandung dari pengacara kondang lainnya, Juniver Girsang.

Junimart merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Katholik Parahyangan Bandung (S-1), Universitas Satyagama Jakarta (S-2) dan Universitas Padjajaran Bandung (juga S-2).

 

14. Martin Hutabarat (Politisi Partai Gerindra)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Martin Hutabarat.

Martin Hutabarat lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pada 26 November 1951.

Martin merupakan anggota DPR-RI Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra dan merupakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra.

Ia dikenal cukup kontroversial di kalangan DPR.

Ia pernah mengatakan bahwa anggota DPR yang ngantor dengan jam tangan Rolex melingkar di pergelangan tangan merupakan contoh hedonis wakil rakyat yang tak sepatutnya dilakukan. Menurutnya, anggota DPR seharusnya lebih mengedepankan ide dan kerja kerasnya sebagai penyampai aspirasi rakyat, sebab anggota DPR duduk di kursi DPR berkat pilihan rakyat.

Martin juga tidak setuju dengan wacana merevisi UU KPK yang santer disebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika itu dilakukan, maka secara otomatis akan membatasi ruang gerak KPK dalam menyelidiki dan menuntaskan kasus korupsi.

Martin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

 

15. Masinton Pasaribu (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Masinton Pasaribu.

Masinton Pasaribu lahir di Sibolga, Sumatera Utara pada Pada 11 Februari 1971.

Masinton berhasil menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta II.
Di DPR ia berada di Komisi III, yang membidangi Hukum, HAM, dan keamanan. Sebagai anggota DPR baru, ia begitu populer.

Masinton dikenal sebagai aktivis gerakan mahasiswa tahun 1998, FAMRED (Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi), dan aktivis buruh melalui FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia).

Setelah lulus kuliah, bersama dengan aktivis pergerakan pro demokrasi, seperti Budiman Sudjatmiko, Beathor Suryadi, dkk, Masinton meneruskan pergerakan dan perjuangannya melalui partai politik PDI-P dengan membentuk Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM).

REPDEM akhirnya menjadi organisasi sayap dari PDI-P. Dan pada Kongres II REPDEM di Jakarta pada 2011 silam, Masinton Pasaribu terpilih menjadi Ketua Umum DPN REPDEM, periode 2011-2016.

Masinton meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Indonesia, Jakarta.

 

16. Andreas Pareira (Ketua DPP PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Andreas Pareira.

Andreas Hugo Pareira lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur  pada 31 Mei 1964.

Andreas merupakan anggota DPR dari PDI-P. Ia berada di Komisi I, yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, dan Komunikasi dan Informatika.

Andreas aktif di PDI Perjuangan sejak tahun 1999. Sejak tahun 2011 ia menjabat sebagai Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Pertahanan DPP PDI-P.

Sebelum terjun ke dunia politik, Andreas Pareira merupakan seorang akademisi yang berprofesi sebagai dosen di FISIP Univesitas Katholik Parahyangan, Bandung.

Andreas meraih gelar Doktorandus (Drs) dari FISIP Universitas Katholik Parahyangan, Bandung (1982-1986), gelar Magister Sosiologi Politik dari Universitas Pasau, Jerman (1992-1996), serta gelar Doktor Politik Internasional dari Universitas Giessen, Jerman (2000-2003).

 

17. Yorrys Raweyai (Ketua DPP Partai Golkar)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik selanjutnya adalah Yorrys Raweyai.

Yorrys Th. Raweyai lahir di serui, Papua, pada 28 Januari 1951.

Yorrys merupakan anggota DPR dari fraksi Golkar sebagai Anggota Komisi I yang membawahi bidang Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi periode 2009-2014. Saat ini ia merupakan salah satu Ketua DPP Partai Golkar.

Yorrys aktif di banyak organisasi. Ia menjadi Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (PP-AMPG), Ketua Korbid Kepemudaan DPP Golkar, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Ketua Umum INKADO, dan Ketua Dewan Adat Papua hingga saat ini.

Ketika terjadi perpecahan di tubuh Golkar yang mengakibatkan terbaginya partai tersebut ke dalam dua kubu, Yorrys berada di kubu Agung Laksono (Munas Ancol).

Ia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Papua, lalu ia mengikuti Kursus Bahasa dan Manajemen Perminyakan di Inggris pada 1973.

 

18. Benny K. Harman (Ketua DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Benny K. Harman.

Benny Kabur Harman lahir di Manggarai, Flores, NTT pada 19 September 1962.

Benny merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat dan duduk di Komisi II DPR RI. Ia juga pernah menjadi Ketua Komisi III DPR RI.

Ia mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Brawijaya Malang. Sedangkan Magister Hukum dan Doktor Hukum diraihnya dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta.

Ia tercatat sebagai pendiri sekaligus Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mulai tahun 1995 hingga 1998. Ia juga mendirikan Center for Information and Economic-Law Studies (CINLES) dan juga berposisi sebagai direktur eksekutif.

Sebelum terjun ke dunia politik, Benny K. Harman seorang advokat, yang antara lain bekerja sebagai Staf Non Litigasi pada kantor YLBHI Jakarta, Pendiri Pusat Studi Lingkungan Indonesia (1989-1992), dan Kepala Divisi Kajian Strategi YLBHI Jakarta (1992-1995).

Ia juga pernah menjadi Wartawan bidang hukum dan politik Harian Media Indonesia (1989-1996), serta Kepala Litbang Harian Media Indonesia (1996-1998).

Ia juga sempat berpasangan dengan Alfred M Kase untuk maju sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2008, tapi gagal.

 

19. Johnny G. Plate (Sekretaris Jenderal Nasdem)

Johnny Gerard Plate, S.E, lahir di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 10 September 1956.

Ia terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I setelah memperoleh 33.704 suara.

Johnny duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan.

Johnny G. Plate sebelumnya adalah seorang pengusaha.

Ia juga merupakan Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup, DPP Partai NasDem.

Kemudian ia dipilih sebagai Sekjen Partai Nasdem.

Pendidikannya ia tempuh di Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) dan S1, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta.

 

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!