Loading...

25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen

Loading...

 

5. Adian Napitupulu (Politisi PDI-P)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Adian Napitupulu.

Adian Yunus Yusak Napitupulu lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 9 Januari 1971.

Adian merupakan lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta.

Sejak mahasiswa Adian aktif di berbagai organisasi, seperti di Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UKI dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Adian merupakan pendiri ataupun pemimpin sejumlah organisasi, seperti  Aliansi Pemuda Indonesia(API), Komunitas Mahasiswa Se-Jabotabek (Forum Kota /Forkot), Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA 98), Benteng Demokrasi Rakyat (BENDERA), dan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI).

Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR dari PDI-P.

Ia populer ketika masa kampanye pilpres 2014 silam, dan menjadi salah satu tim sukses Jokowi-JK.

Salah satu pernyataannya yang diingat dan mengundang tawa banyak orang adalah Closing statementnya tentang kelebihan Prabowo dalam mengurus kuda, di acara debat di salah satu TV swasta pada 2014 silam.

 

6. Hinca Panjaitan (Sekjen DPP Partai Demokrat)

Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hinca Panjaitan.

Hinca Panjaitan lahir di Aek Songsongan, Asahan, Sumatera Utara, pada 25 September 1964.

Hinca merupakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sejak Mei 2015. Hinca juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP-Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat serta menjadi anggota komite konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat.

Selain aktif di partai politik, Hinca juga dikenal sebagai pengurus PSSI. Tercatat bahwa ia sempat menjadi Ketua Komisi Disiplin PSSI. Pada Kongres Luar Biasa PSSI tanggal 18 April 2015 di Surabaya, Hinca terpilih menjadi Wakil Ketua Umum PSSI bersama Erwin Dwi Budiawan.

Hinca meraih gelar Sarjana Hukum bidang Hukum Tata Negara di Universitas HKBP Nommensen, Medan, dan gelar Magister Hukum bidang Hukum Tata Negara di Progam Pascasarjana Universitas Padjajaran, Bandung, dan doktor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang.

Hinca pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen, Medan, Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Katolik Santo Thomas Medan dan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta.

Hinca juga merupakan seorang advokat dan masuk dalam keanggotaan Perhimpunan Advokat Indonesia.

 

7. Eriko Sotarduga (Wakil Sekjen DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Eriko Sotarduga.

 Eriko Sotarduga Sitorus lahir di Medan, pada tanggal 10 April 1969.

Eriko memiliki latar belakang pengusaha. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Manajemen Bahan Bakar Andalan, Direktur PT Dwi Mekar Persada dan PT Tri Teknik Kalimantan Abadi di Balikpapan.

Ia meraih gelar Sarjana dalam bidang Teknik Industri, dari Universitas Trisakti, Jakarta.

Eriko adalah Deklarator Banteng Muda Indonesia dan pernah menjabat sebagai Sekjen di Banteng Muda Indonesia, Jakarta.

Saat ini Eriko Sotarduga adalah anggota legislatif untuk dapil DKI Jakarta 2 (Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri) dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia berada di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN, dan juga Badan Anggaran.

Eriko Sotarduga dianggap salah satu orang yang berpengaruh dalam Partai PDI Perjuangan karena ia dilibatkan dalam pembahasan tentang Kongres IV PDIP di kediaman Megawati bersama Hasto Kristiyanto, Rokhmin Dahuri dan Puan Maharani.

 

8. Hendrawan Supratikno (Ketua DPP PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Hendrawan Supratikno.

 Hendrawan Supratikno lahir di Cilacap, Jawa Tengah, pada 21 April 1960.

Ia merupakan anggota DPR RI yang bertugas di Komisi VI pada periode 2009-2014, dan bertugas di Komisi XI (Perbankan dan Keuangan) pada periode 2014-sekarang dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia juga menjabat sebagai Ketua bidang Perekonomian DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2015-2020.

Nama Hendrawan Supratikno dikenal sebagai politisi Senayan beretnis Tionghoa yang memiliki latar belakang akademik yang kuat. Sebelum menjadi anggota DPR, Hendrawan merupakan profesor di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, satu dari 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mulai populer saat terlibat aktif dalam Panitia Khusus Angket Century akhir tahun 2009 lalu.

Sewaktu mahasiswa, ia dikenal sebagai aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang dulu merupakan onderbouw Parkindo, salah satu partai penyusun PDI dan PDIP.

Hendrawan adalah anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Tengah 10 (Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang).

Ia menempuh pendidikannya di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga (meraih gelar Drs. 1983), Katholieke Universiteit Leuven, Belgia, (meraih gelar M. Ba. 1986), Free University (VUA), Amsterdam, Belanda, (meraih gelar Ph. D. 1998).

 

9. Aria Bima (Politisi PDI-P)

 Politisi Indonesia terpopuler beragama Kristen/Katholik berikutnya adalah Aria Bima.

Aria Bima lahir di Semarang, pada 29 Mei 1965.

Ia adalah anggota DPR RI periode 2004-2009, periode 2009-2014, dan periode 2014 – 2019 dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah V yang meliputi Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten.

Aria Bima ditugaskan di Komisi VI perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM, BUMN, dan Badan Standardisasi Nasional. Ia juga pernah menjadi Ketua Pansus Panja Gula DPR.

Aria Bima aktif di bidang organisasi sejak mahasiswa, antara lain menjadi Ketua Senat Fisipol UGM pada tahun 1987-1989, dan Sekretariat Komisariat GMNI Fisipol UGM.

Ia kemudian menjadi Bendahara DPC PDIP Kabupaten Bekasi pada tahun 1998-2001, juga menjadi Depercab DPC Kabupaten Bekasi dari tahun 2001-2004. Aria Bima juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Arya Bima merupakan lulusan Fisipol UGM Yogyakarta, Jurusan sosiologi.

Loading...
4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!