25 Sinode Gereja Terbesar Di Indonesia

Gereja-HKBP-Tomok

Sejak kekristenan masuk ke Indonesia beberapa abad silam, telah banyak berdiri gereja dari berbagai denominasi atau aliran. Gereja-gereja tersebut menyatu ke dalam berbagai sinode.

Saat ini di Indonesia sudah ada ratusan sinode gereja. Sinode-sinode tersebut tergabung ke dalam sejumlah organisasi gereja di Indonesia. Ada yang masuk hanya ke dalam satu organisasi, dua organisasi, bahkan ke dalam tiga organisasi atau lebih.

Organisasi-organisasi tersebut antara lain adalah: Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII), dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta di Indonesia (PGPI), yang merupakan tiga organisasi gereja Protestan terbesar di Indonesia.

Artikel kali ini akan membahas 25 sinode gereja terbesar di Indonesia, berdasarkan jumlah total anggota jemaatnya. Masing-masing sinode gereja ini mempunyai jumlah total jemaat di atas 200.000 (dua ratus ribu) jiwa.

Baca juga: 20 Universitas Kristen Terbaik Di Indonesia

Sinode-sinode gereja ini terdiri dari gereja-gereja mainstream, yang umumnya merupakan gereja suku (terdiri dari satu etnis tertentu, sekalipun mereka juga terbuka kepada etnis lain), ataupun gereja bebas/gereja “kontemporer”, yang usianya relatif lebih muda.

Semua sinode gereja ini merupakan anggota dari salah satu organisasi Protestan yang telah disebut di atas (PGI, PGLII, ataupun PGPI). Dan semuanya termasuk ke dalam rumpun gereja Kristen Protestan, baik yang beraliran Ekumenikal, Injili, Pentakostal ataupun Karismatik. Jadi tidak termasuk gereja Katholik dan Ortodoks.

Perlu disampaikan bahwa data-data jumlah anggota jemaat sinode-sinode gereja yang dicatat di sini, selain diambil dari situs resmi gereja yang bersangkutan ataupun dari Wikipedia, juga diambil dari berbagai sumber lain di internet (jika di situs gereja yang bersangkutan ataupun di Wikipedia data tidak tersedia, atau jika gereja yang bersangkutan tidak mempunyai situs resmi).

Baca juga: 20 Sekolah Alkitab Terbaik Di Indonesia

Karena itu angka-angka yang dicantumkan di sini mungkin tidak semuanya akurat. Apalagi data-data tersebut kadang kala tidak menyebut tahunnya, padahal jumlah anggota jemaat (umumnya) pasti mengalamai kenaikan dari tahun ke tahun.

Dengan demikian, jika seandainya ada sinode gereja dalam artikel ini yang mempunyai jumlah anggota jemaat yang terkini ternyata tidak sama dengan data yang tercantum di sini, maka urutan yang diberikan dalam artikel ini akan berubah.

Bahkan jika ternyata ada sinode gereja yang tidak tercantum dalam artikel ini mempunyai jumlah anggota jemaat melebihi jumlah anggota jemaat sinode-sinode gereja yang ada dalam artikel ini, maka artikel ini akan mengalami perubahan isi, bukan hanya perubahan urutan.

Baca juga: 20 Pahlawan Indonesia Beragama Kristen Terpopuler

Meski demikian, data-data yang ada dalam artikel ini sudah cukup memberikan gambaran kepada kita tentang perkembangan gereja-gereja Tuhan di Indonesia saat ini, khususnya perkembangan kedua puluh lima sinode gereja yang ada dalam artikel ini.

Nah, sinode gereja apa sajakah yang termasuk ke dalam 25 sinode gereja terbesar di Indonesia saat ini? Berikut pembahasannya.

 

1. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP): 4,5 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar pertama di Indonesia adalah Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).

Seperti namanya, gereja ini merupakan gereja etnis Batak (Toba).

Gereja ini merupakan sinode gereja terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, HKBP memiliki sekitar 4,5 juta anggota jemaat.

HKBP merupakan hasil penginjilan I.L. Nommensen dari lembaga misi RMG (Rheinische Missionsgesellschaft), Jerman. Karena itu gereja ini beraliran Lutheran, sebagaimana umumnya gereja Protestan di Jerman.

HKBP resmi berdiri pada hari Senin, 7 Oktober 1861 dan berkantor pusat di Pearaja, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar 1 km dari pusat kota Tarutung, ibu kota kabupaten Tapanuli Utara.

Selain di Indonesia, HKBP juga mempunyai beberapa gereja di luar negeri, antara lain di Singapura, Malaysia dan Amerika serikat.

Ephorus (Ketua Sinode) HKBP saat ini adalah Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, sementara Sekretaris Jenderalnya adalah Pdt. David Farel Sibuea, MTh, D.Min.

Gereja ini memiliki banyak bidang pelayanan, seperti pendidikan dan kesehatan. Di antaranya: Universitas di Medan, Sekolah Teologi di Pematangsiantar, dan rumah sakit di Balige.

Sampai April 2012, HKBP mempunyai 1.519 Pendeta, 175 Calon Pendeta, 428 Guru Jemaat, 36 Calon Guru Jemaat, 408 Bibelvrouw (penginjil wanita), 43 Calon Bibelvrouw, 284 Diakones, 29 Calon Diakones. Keseluruhan pelayan dan calon pelayan berjumlah 2.922 orang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.hkbp.or.id

 

2. Gereja Bethel Indonesia (GBI): 2,3 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar kedua di Indonesia adalah Gereja Bethel Indonesia (GBI).

GBI lahir pada 6 Oktober 1970 di Sukabumi, Jawa Barat, didirikan oleh Pdt. H.L. Senduk (Ho Liong Seng) dan rekan-rekannya. Sebelumnya Pdt. H.L. Senduk pernah bergabung di sinode GPdI.

Sinode GBI merupakan gereja yang beraliran Pentakostal-Karismatik.

Kegiatan sehari-hari Sinode GBI dipimpin oleh Badan Pekerja Harian (BPH) yang terdiri atas Ketua Umum dan beberapa Ketua, Sekretaris Umum dan beberapa Sekretaris, Bendahara Umum dan beberapa Bendahara, serta Ketua-Ketua Departemen dan Ketua-ketua Biro.

Saat ini Ketua Sinode atau Ketua Umum BPH GBI adalah Pdt. Dr. Japarlin Marbun, dan kantor pusatnya berada di Jakarta.

Sinode GBI memiliki sekolah Alkitab (STT Bethel) di Petamburan, Jakarta.

Ada beberapa sinode gereja yang “lahir” dari sinode GBI, antara lain Gereja Bethany Indonesia (GBI), yang dipimpin oleh Pdt. Alex Abraham Tanusaputera, dan Gereja Tiberias Indonesia (GTI), yang dipimpin oleh Pdt. Yesaya Pariadji.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.beritabethel.com

 

3. Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI): 1,5 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar ketiga di Indonesia adalah Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI).

Berdirinya Gereja Pantekosta di Indonesia tidak terlepas dari kedatangan dua keluarga missionaris dari Gereja Bethel Temple Seattle, USA ke Indonesia pada tahun 1921, yaitu Rev. Cornelius Groesbeek dan Rev. Richard Van Klaveren keturunan Belanda yang berimigrasi ke Amerika.

GPdI kemudian melahirkan gereja-gereja baru, antara lain, GBIS, GPPS, Gereja Isa Almasih, dan lain sebagainya.

Kantor pusat GPdI ada di Jakarta dan saat ini dipimpin oleh Pdt. DR. M.D. Wakkary sebagai ketua sinode.

Berdasarkan data 2012, jumlah gereja mandiri GPdI ada 4130 buah, gereja muda 2157 buah, gereja cabang 1892 buah, dan jumlah anggota jemaat 1,5 juta jiwa. Jumlah Hamba Tuhan: Pendeta (Pdt) =2684 orang, Pendeta Muda (Pdm) 2189 orang, Pendeta Pembantu (Pdp) 3332 orang.

Dengan demikian, GPdI adalah sinode gereja terbesar di antara sinode-sinode gereja beraliran pentakosta di Indonesia.

GPdI terdapat di setiap provinsi di Indonesia. Tersebar di kota-kota besar, sampai ke pelosok pedalaman. GPdI juga membuka cabang di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, Australia, Korea, Singapura, Inggris, dan Belanda.

GPdI mempunyai beberapa sekolah Alkitab, antara lain di Pematangsiantar dan di Batu, Malang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gpdi.or.id.

 

4. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT): 1 Juta Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

GMIT berdiri pada 31 Oktober 1947 dan berkantor pusat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gereja ini lahir dari pelayanan para misionaris Belanda.

Selain di Timor, NTT, Sinode GMIT juga hadir di pulau Flores, NTT, dan di Nusa Tenggara Barat.

Gereja ini mempunyai sebuah univeritas, yang salah satu fakultasnya adalah teologi.

Tidak terdapat data yang lengkap dan dapat dipercayai perihal jumlah anggota jemaat sinode GMIT untuk saat ini. Tetapi data tahun 1972 jumlah anggota jemaatnya sebanyak 517.779 jiwa.

Diperkirakan kini anggota jemaatnya mencapai 1 juta jiwa (beberapa pihak bahkan menyebut 1,5 juta jiwa).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sinodegmit.or.id

 

5. Gereja Injili Di Indonesia (GIDI): 976.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Injili Di Papua (GIDI).

GIDI berdiri sejak tanggal 12 Februari1962, dan berkantor pusat di Sentani, Jayapura, Papua.

Sistem Pemerintahannya adalah Presbiterian-Kongregasional.

Setelah berkiprah selama setengah abad di Papua, Anggota Jemaat GIDI tercatat 976.000 jiwa. Semuanya terdaftar dalam Surat Baptisan.

Gereja GIDI secara keseluruhan terdiri dari delapan Wilayah Pelayanan di seluruh Indonesia. Terdiri atas 61 Klasis, 11 Calon Klasis.

GIDI juga memiliki dua buah rumah sakit swasta, Klinik Kalvari di Wamena dan rumah sakit Immanuel di Mulia.

Selain itu, GIDI juga berkiprah di bidang pendidikan, lewat sekolah Tingkat Atas: STAKIN, SAID dan STT GIDI di Sentani.

Sekolah Alkitab berbahasa daerah (Lokal) ada 7 buah. TK-PAUD 5 buah, SMP dan SMU sebanyak 9 buah tersebar di seluruh wilayah GIDI.

Tidak hanya masyarakat sipil biasa, bahkan pejabat pemerintahan, termasuk anggota DPR dan Gubernur Papua, juga merupakan jemaat GIDI.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.pusatgidi.org.

 

6. Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM): 845.274 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

GMIM didirikan di Minahasa, Sulawesi Utara pada tanggal 30 September 1934.

Kekristenan mulai diperkenalkan di tanah Minahasa oleh dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz, yang diutus oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG), badan pekabaran Injil asal Belanda.

Pada tanggal 12 Juni 1831 mereka tiba di daerah ini untuk memberitakan Injil. Tanggal ini diperingati oleh GMIM sebagai Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa.

Jumlah gereja lokal GMIM ada 939 (111 klasis/wilayah), jumlah pendeta 2157 orang, dan jumlah pelayan lainnya 14.649 penatua, 10.118 syamas (data 2015).

GMIM mengelola banyak lembaga sosial, pendidikan dan kesehatan seperti: Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA), universitas lengkap dengan fakultas teologinya, rumah yatim-piatu, dan Rumah Sakit.

Kepimpinan GMIM dijalankan oleh Badan Pekerja Sinode yang dipimpin oleh seorang ketua. Ketua Sinode GMIM saat ini adalah Pdt. Dr. H.W.B. Sumakul (2015-2019).

Kantor pusat GMIM terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gmim.or.id

 

7. Gereja Kristen Sumba (GKS): 596.500 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Sumba (GKS).

Hari lahir GKS bertepatan dengan pelaksanaan Sidang Sinode yang pertama pada 15 Januari 1947. GKS merupakan hasil Pekabaran Injil dari Zending GKN (Belanda) sejak tahun 1881.

Saat ini, gereja-gereja dari Sinode GKS sudah hadir di beberapa kota lain di luar Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur.

GKS tidak hanya melakukan PI, tetapi juga turut serta mengembangkan pendidikan, kesehatan, dan mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat seperti pertanian.

Jumlah gereja lokal GKS saat ini ada 712 buah, jumlah Kelompok Kebaktian 150 buah, jumlah Pos Kebaktian 700 buah, dan jumlah anggota jemaat sebanyak 596.500 jiwa. Sedangkan jumlah pendeta ada 300 orang, jumlah pelayan lainnya 1656 orang (Guru Injil; Vicaris; Penolong Guru Injil).

Wilayah pelayanan GKS tidak begitu luas dan utamanya hanya mengemban misi di Pulau Sumba.

Kantor pusat GKS berada di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

 

8. Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII): 507.083 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII).

GKII berdiri pada 10 September 1930 di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui penginjilan Robert Alexander Jaffray dari Kanada. Namun kantor pusat sinode gereja ini berada di Jakarta.
GKII mempunyai 90 Daerah Pelayanan, 2.455 gereja lokal, 998 Pos Penginjilan. Sedangkan pekerja aktifnya ada 3.161 orang (Pendeta 2.187, Vicaris 216 orang, Evangelis 2.758 orang). Jumlah angota jemaatnya adalah 507.083 jiwa.

Sinode gereja ini beraliran injili.
Badan Pengurus Pusat sinode gereja saat ini adalah: Pdt. Dr. Daniel Ronda (ketua umum), Pdt. Sebinus Luther, M.Th (sekretaris umum), Drs. Arie Moningka (bendahara umum).
Gereja ini memiliki sekolah Alkitab di Makassar dan Jakarta, serta penerbit buku, yakni Kalam Hidup di Bandung.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.kemah-injil.org

 

9. Gereja Protestan Maluku (GPM): 504.128 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Protestan Maluku (GPM).

GPM berdiri di Ambon, Maluku, pada tanggal 6 September 1935. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai hari kelahiran GPM.

GPM berawal dari pelayanan para misionaris dari Belanda, yang melakukan ibadah perdananya di Ambon pada 27 Februari 1605.

GPM melayani di wilayah Provinsi Maluku (Pulau Buru, Pulau Seram, Pulau Ambon, Pulau-pulau Lease (Saparua, Haruku dan Nusalaut), Pulau-pulau Banda, Kepulauan Kei, Kepulauan Aru (Dobo), Tanimbar, Babar, Leti-Moa-Lakor, Kisar hingga Wetar, dan Provinsi Maluku Utara (Ternate, Pulau-pulau Bacan, Pulau-pulau Obi, dan Kepulauan Sula).

Gereja ini mempunyai universitas lengkap dengan fakultas teologinya untuk mendidik para calon pendeta/pelayan gereja.

Jumlah anggota jemaat GPM saat ini adalah 504.128 jiwa.

 

10. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB): 500.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB).

GPIB hadir di 26 Provinsi dan berada di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, serta pulau-pulau sekitarnya sesuai dengan wilayah yang ditetapkan pada waktu GPIB didirikan sebagai Gereja yang mandiri.

Kantor Majelis Sinode GPIB terletak di area komplek GPIB “Immanuel” Jalan Medan Merdeka Timur No. 10, Pejambon Jakarta Pusat.

Gereja ini beraliran Calvinis dan jumlah jemaatnya saat ini sekitar 500.000 jiwa.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gpib.org

 

11. Banua Niha Kriso Protestan (BNKP): 486.802 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Banua Niha Kriso Protestan (BNKP).

BNKP lahir pada tanggal 27 September 1865 melalui penginjil Jerman, E. Ludwig Denninger dari Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Kantor pusat sinode gereja ini berada di Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara.

BNKP aktif dalam melaksanakan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pekerjaan sosial. Gereja ini menerbitkan majalah Turia Röfa (Berita Salib).

Selain di Nias, gereja ini juga hadir hampir di seluruh Indonesia, seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota-kota kecil lainnya.

Pengurus pusat yang disebut BPHMS BNKP saat ini adalah: Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, M.Si (ketua atau Ephorus), Pdt. Dorkas Orienti Daeli, MTh (sekretaris umum), dan Pdt. Helu’aro Zega, STh (bendahara umum).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.turiabnkp.org

 

12. Gereja Gerakan Pentakosta (GGP): 450.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Gerakan Pentakosta (GGP).

Gereja ini lahir pada tanggal 12 April 1923 di Cepu, Jawa Tengah, dan saat ini berkantor pusat di Jl. Kramat Pulo No. 22B, Jakarta.

GGP didirikan oleh Rev. Johannes Gerhard Thiessen, seorang misionaris dari Doopgezinde Kerk Belanda, yang datang ke Indonesia pada tahun 1901.

Gereja Gerakan Pentakosta sudah menyebar ke beberapa kota di pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat serta Maluku.

Seperti namanya, gereja ini beraliran Pentakosta.

Jumlah anggota jemaat sinode GGP saat ini adalah 450.000 jiwa.

Pimpinan Pusat GGP saat ini adalah: Pdt. Drs. Harsanto Adi, MM. M.Th, Ferry Tarumingi, MM, dan Drs. Darmawan Soetedjo, MM.

 

13. Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST): 420.529 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).

Sejarah GKST sangat erat hubungannya dengan dua tokoh pekabaran Injil, yaitu Dr. A.C. Kruyt dan Dr. N. Adriani, masing-masing diutus oleh NZG (Nederlandsch Zendeling Genootschap) dan Lembaga Alkitab Belanda.

Jumlah gereja lokal GKST ada 383 buah dan 24 kelompok kebaktian. Jumlah anggota jemaatnya sebanyak 420.529 jiwa. Jumlah pendeta 630 orang, jumlah pelayan lainnya 1915 orang, dan jumlah pelayan kategorial sebanyak 400 orang.

Kantor Pusat Sinode GKST berada di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Wilayah pelayanannya meliputi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sidang-sinode.gkst.org

 

14. Gereja Toraja (GT): 400.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Toraja (GT).

Nama Gereja Toraja awalnya adalah Gereja Kristen Toraja Makale dan Rantepao. Kemudian Gereja Toraja berdiri sendiri (mandiri) pada tahun 1947 dengan nama Gereja Toraja.

Gereja Toraja lahir dan tumbuh dari hasil kegiatan pekabaran injil misionaris Perhimpunan Pekabaran Injil Gereformeerd (Gereformeerde Zendingsbond- (GZB) Belanda.

Atas kerja keras dan pengorbanan mereka, terbentuklah jemaat-jemaat di berbagai tempat yang kemudian mendirikan Gereja Toraja yang berdiri sendiri. Gereja Toraja kemudian tersebar di luar Toraja, seperti Makassar, Surabaya, Jakarta, dan kota lainnya.

Gereja ini berbentuk Presbiterial-Sinodal yang berarti pengaturan tata hidup dan pelayanan gereja yang dilaksanakan oleh para presbiter (penatua, pendeta, dan diaken) dalam suatu jemaat, terikat dan taat pada lingkup yang lebih luas (klasis dan sinode).

Saat ini, kantor Pusat Gereja Toraja terletak di Rantepao, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Sinode gereja ini mempunyai sebuah universitas.

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja periode tahun 2016-2021 adalah: Pdt. Musa Salusu, M.Th (ketua umum), Pdt. Suleman Allolinggi, M.Th (sekretaris umum), dan Pnt. Katarina Tombi, S.E (bendahara umum).

Saat ini Gereja Toraja terbagi atas 89 klasis dan 1088 gereja lokal yang tergabung atas 4 wilayah, dengan jumlah anggota jemaat sebanyak 400.000 jiwa.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.bps-gerejatoraja.org

 

15. Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI): 360.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI).

GKPI adalah gereja yang memisahkan diri dari sinode HKBP karena adanya keinginan untuk adanya pembaharuan di tubuh gereja HKBP pada waktu itu, awal tahun 1960-an.

Gereja ini berdiri pada tanggal 30 Agustus 1964 di Pematangsiantar dengan Pdt. Dr. Andar Lumbantobing, seorang dosen dan rektor Universitas HKBP Nommensen sebagai ketua sinode (disebut Bishop) dan Pdt. Dr. Sutan M. Hutagalung, juga dosen di Universitas HKBP Nommensen, sebagai Sekretaris Jenderal. Mereka memimpin GKPI hingga tahun 1988.

Kantor Pusat GKPI berkedudukan di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jemaat-jemaat GKPI tersebar di sejumlah daerah di seluruh Indonesia.

Saat ini Bishop (ketua sinode) GKPI adalah Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th, dan Sekjen dijabat oleh Pdt. Ro Sininta Hutabarat, M.Th.

GKPI mempunyai beberapa pelayanan sosial seperti panti asuhan, dan lembaga pendidikan (SD-SMP di Rawamangun, Jakarta).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gkpi.or.id

 

16. Huria Kristen Indonesia (HKI): 355.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Huria Kristen Indonesia (HKI).

Gereja ini lahir pada tahun 1927, setelah memisahkan diri dari sinode HKBP. Itulah sebabnya mayoritas anggota jemaat sinode gereja ini berasal dari etnis Batak Toba, seperti halnya sinode HKBP.

Sinode HKI berkantor pusat di Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka HKI juga termasuk ke dalam aliran Lutheran, sebagaimana umumnya dengan gereja protestan di Jerman.

Kini HKI sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, terutama di Sumatera dan Jawa. Anggota jemaatnya kurang lebih berjumlah 355.000 jiwa.

Gereja ini terdiri dari 674 gereja lokal, 103 Resort, dan 8 Distrik/wilayah. Pelayannya berjumlah 130 orang pendeta, 78 orang guru jemaat penuh waktu dan 596 orang guru jemaat paruh waktu, 8 orang bibelvrow (penginjil wanita), dan 4 orang diakones.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.kanpushki.com

 

17. Gereja Kalimantan Evangelis (GKE): 329.776 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Kalimantan Evangelis (GKE).

GKE didirikan pada tanggal 4 April 1935, awalnya dengan nama Gereja Dayak Evangelis (GDE).

Gereja ini melakukan pelayanan iman kepada suku-suku di pulau Kalimantan, yaitu suku-suku yang termasuk ke dalam rumpun Dayak. Meski demikian, GKE tidak tertutup bagi anggota non-Dayak.

GKE memiliki wilayah pelayanan yang bisa dikatakan cukup luas. Wilayah pelayanan GKE meliputi Pulau Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Malaysia (ada 7 gereja).

Kantor Pusat Sinode GKE berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sinode gereja ini mempunyai sebuah sekolah teologi di Banjarmasin.

Menurut data tahun 2013, jumlah gereja lokal dan calon gereja lokal ada 1.227 buah, dengan jumlah anggota jemaat sebanyak 329.776 jiwa.

Sedangkan jumlah pendeta ada 647 orang, dan jumlah pelayan lainnya (penatua/daikon) sebanyak 15.971 orang.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gke.or.id

 

18. Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH): 300.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH).

Gereja ini lahir sebagai buah misi Utrech Zendings Verenigeeng (UZV) dari Belanda, seperti Hendrijk van Dijken yang berkerja di Halmahera sejak tahun 1866.

GMIH kemudian menjadi gereja otonom pada 6 Juni 1949, melalui sidang perdana sinode yang bertempat di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara.

Organisasi gereja ini diatur sesuai dengan model “Presbiterial Sinodal”.

Wilayah pelayanan GMIH mencakup: Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Ternate, Morotai, Manado, Bitung (Sulut), dan Raja Ampat (Papua).

Hingga kini jumlah gereja lokal GMIH ada 411, jumlah anggota jemaat sebanyak 300.000 orang, serta jumlah hamba Tuhan 326 Pendeta dan 48 Penginjil.

Pusat Sinode Gereja ini ada di Tobelo, Halmahera, Maluku Utara.

Sinode gereja ini memiliki satu universitas, yakni Universitas Halmahera (UNIERA).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gmih.or.id

 

19. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP): 275.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar berikutnya di Indonesia adalah Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).

GBKP lahir dari penginjilan para misionaris Belanda. Karena itu sinode gereja ini beraliran Calvinis (seperti umumnya dengan gereja-gereja Protestan di Belanda).

Seperti namanya, sinode gereja ini merupakan gereja etnis (Batak) Karo.

Menurut statistik tahun 2000, GBKP terdiri dari 22 Klasis (wilayah), 745 gereja lokal dan sekitar 275.000 anggota jemaat.

Anggota gerejanya tersebar di seluruh Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, yang memiliki wilayah pelayanan di Sanggau sekitarnya dan Ngabang sekitarnya, serta satu calon gereja di Simpang Tanjung (di tepi jalan antarnegara Indonesia-Malaysia).

Gereja ini dilayani oleh 160 orang pendeta penuh waktu, 32 calon pendeta (vikaris), 3 guru agama, dan 50 guru injil.

Kepengurusan Pusat GBKP disebut Moderamen (sinode). Masa periode 2015-2020 pengurus Sinodenya adalah: Pdt. Agustinus Pengarapen Purba, S.Th, M.A (ketua umum), Pdt. Rehpelita Ginting, S.Th., M.Min (sekretaris umum), dan Pt. Mulia Perangin-angin, S.E (bendahara umum).

Sejumlah yayasan dikelola oleh GBKP, antara lain: Yayasan Taman Kanak-kanak dan Yayasan Wisata Rohani GBKP.

Pusat Sinode atau Moderamen GBKP berada di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gbkp.or.id

 

20. Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua): 250.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Protestan Indonesia di Papua (GPI Papua).

GPI Papua lahir pada 25 Mei 1985 dari hasil penginjilan beberapa badan zending, seperti: NZG (1797), UZV (1860), perkumpulan Biji Sesawi dan Ora et Labora (1930), GPM (1935) dan ZPM (1936).

Setelah berdiri dan berkembang, GPI Papua ini terdaftar di Ditjen Bimas Kristen tahun 1989 dan didaftar ulang tanggal 2 Februari 2009. Pengurus awal gereja ini adalah Pdt. Meritus Y. Kabes (Ketua) dan Pdt. J.C. Tanamal, Sm.Th (Sekretaris).

Hingga saat ini jumlah gereja lokal GPI Papua ada 400, jumlah Pos Kebaktian sebanyak 230, dan jumlah anggota jemaat sekitar 250.000 jiwa.

Sedangkan jumlah pendeta ada 312 orang, calon pendeta 46 orang, serta pelayan lainnya sebanyak 1200 orang (guru agama paruh waktu, guru agama, diakonet dan misionaris).

GPI Papua memiliki 6 wilayah pelayanan, yakni: Papua, Papua Barat, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara Timur, dan Luar Negeri (ada 3 buah GPI Papua di Papua Nugini).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sinodeamgpi.org

 

21. Gereja Kristen Indonesia (GKI): 248.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI).

GKI merupakan gereja denominasi Calvinis yang kantor pusatnya berkedudukan di Jakarta.

Pada mulanya, Gereja Kristen Indonesia terdiri dari tiga gereja yang terpisah, yaitu GKI Jawa Timur yang didirikan pada tanggal 22 Februari 1934, GKI Jawa Barat yang didirikan tanggal 24 Maret 1940, dan GKI Jawa Tengah yang didirikan tanggal 8 Agustus 1945. Pengikraran satu GKI baru terjadi pada 26 Agustus 1988.

Organisasi gereja ini terdiri dari empat tingkat, yakni, Jemaat (gereja lokal), Klasis, Sinode Wilayah, dan Sinode.

Periode 2014-2018, sinode GKI dipimpin oleh Pdt. Yahya Wijaya (ketua umum), Pdt. Arliyanus Larosa (sekretaris umum), dan Pnt. Taufik Hamzah (bendahara umum).

Gereja ini mempunyai sejumlah badan pendidikan di Indonesia, antara lain sekolah BPK Penabur, yang mengasuh sekolah-sekolah di beberapa kota di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung, serta sekolah Saint John Jakarta dan Bekasi, yang berada di bawah naungan GKI Bungur Jakarta.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sinodegki.org

 

22. Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST): 220.000 Jiwa

Sinode gereja terbesar lainnya di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST).

GMIST merupakan organisasi pelayanan yang lahir melalui kedatangan Zending dari Belanda sejak tahun 1857. Pelayanan Zending ini berakhir pada tahun 1935. Selanjutnya Zending menyerahkan tanggung jawab pelayanan kepada Komite Sangihe Talaud yang melaksanakan Sidang Sinode Pertama pada tahun 1947.

Tanggal pelaksanaan Sidang Sinode inilah juga yang ditetapkan sebagai hari lahirnya GMIST, yaitu: 25 Mei 1947. Ketua sinode yang pertama adalah Yahya Salawati (1890-1964).

Selama tahun-tahun pertama, sebagian besar jemaat-jemaat di kepulauan Talaud tidak masuk menjadi bagian dari gereja ini. Barulah pada tahun 1955, ketika Yahya Salawati diganti oleh seorang dari suku Talaud, gereja-gereja di Talaud bergabung dengan GMIST.

Pada masa kemudian, dibentuklah klasis Indonesia Barat (resort Inbar), yang mencakup jemaat-jemaat orang Sangir dalam perantauan di pulau Jawa dan Sumatera.

Jumlah anggota GMIST pada tahun 1997 adalah 220.000 jiwa, yang merupakan 90% lebih dari seluruh penduduk kepulauan Sangir-Talaud, Sulawesi Utara.

Sedangkan jumlah gereja lokalnya saat ini ada 335 jemaat, yang dilayani oleh 253 pendeta dan 8.375 pelayan lainnya.

Ketua Umum Sinode GMIST saat ini adalah Pdt. W.B. Salindeho, STh. Sementara sekretaris umumnya adalah Pdt. D. J. Walandungo, S.Th, M.Si, dan bendahara Dkn. Lefrietes Liando.

Kantor Pusat Sinode GMIST berada di Tahuna, Sulawesi Utara.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.sinodegmist.net

 

23. Gereja Kristen Jawa (GKJ): 218.998 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ).

GKJ didirikan pada tanggal 17 Februari 1931, merupakan sebuah ikatan kebersamaan Gereja-gereja Kristen Jawa yang seluruhnya berjumlah 307 gereja yang terhimpun dalam 32 klasis dan tersebar di 6 provinsi di pulau Jawa, yaitu: Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Sinode gereja ini dilayani oleh 307 pendeta jemaat dan 16 pendeta pelayanan khusus. Jumlah anggota jemaatnya kini sebanyak 218.998 jiwa.

Gereja ini lahir dari kalangan Jawa kelas bawah dari Banyumas dan Purworejo. Mereka dibaptis oleh para misionaris Belanda. Karena itu gereja ini dipengaruhi oleh gereja Belanda yang beraliran Calvinis.

Gereja-gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS), yang merupakan gereja-gereja Jawa yang tumbuh dan dikembangkan di antara para transmigran di Sumatra (sejak 1936), berasal dari sinode GKJ.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gkj.or.id.

 

24. Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS): 213.042 Jiwa

Sinode gereja terbesar selanjutnya di Indonesia adalah Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

GKPS lahir pada tanggal 1 September 1963, sebagai pecahan dari sinode HKBP. Gereja ini merupakan gereja dari etnis Batak Simalungun. Karena merupakan pecahan dari HKBP, maka tentu GKPS beraliran Lutheran.

Kantor Pusat GKPS berada di Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang beroperasi sejak 2 Maret 1992.

Dan pada periode 2015-2020, GKPS dipimpin oleh Ephorus Pdt. Rumanja Purba, M.Th. dan Sekjennya Pdt. Paul Ulrich Munthe.

GKPS membagi wilayah pelayanannya ke dalam 7 distrik. Setiap Distrik terdiri atas beberapa Resort, dan tiap Resort terdiri atas beberapa Gereja lokal. Jumlah Resort keseluruhannya ada 106 buah, dengan 614 gereja lokal.

Ada 2 rumah sakit yang dikelola oleh GKPS, yaitu: RS GKPS Bethesda Saribudolok, didirikan tanggal 15 September 1953, dan RS GKPS Pematang Raya. Keduanya di kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kini Badan Pendidikan GKPS mengelola beberapa asrama dan sekolah GKPS, yang terdiri atas: 3 Taman Kanak-kanak, 20 Sekolah Dasar, 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 5 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA dan SMK), termasuk 2 Asrama GKPS.

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gkps.or.id

 

25. Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM): 210.300 Jiwa

Sinode gereja terbesar terakhir di Indonesia adalah Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM).

Penginjilan di daerah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, dilakukan oleh para Zending yang datang dari Eropa sejak tahun 1904 dengan dibantu oleh dua orang pribumi yaitu: A. Tumewu di Mariri; dan Th. Pangkei di Poopo.

Pada 28 Juni 1950 terbentuklah Sinode Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow dengan Ketua Sinode yang pertama adalah Pdt. P. M. Kolopita.

Alamat kantor pusat sinode gereja ini berada di Jalan A. Yani No. 720, Kotamobagu, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Pimpinan Sinode GMIBM saat ini adalah: Pdt. Christina Noula Raintama-Pangulimang, M.Th (ketua), Pdt. F. Kamasaan, S.Th (sekretaris), dan Pnt. Suryono Wijoy (bendahara).

Dari data tahun 2012, jumlah gereja lokal sinode ini ada 181, yang tergabung ke dalam 21 wilayah. Jumlah pendeta ada 122 orang, dan jumlah pelayan lainnya sebanyak 1.997 orang (penatua, diaken, guru agama, pegawai).

Untuk info lebih lanjut tentang gereja ini silakan kunjungi: www.gmibm.weebly.com

Itulah 25 Sinode Gereja Kristen terbesar di Indonesia saat ini.

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah.

Ikuti juga Halaman Rubrik Kristen di facebook dengan cara mengklik tombol facebook “ikuti” di bagian bawah artikel ini sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

14 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!