Loading...

25 Tokoh Alkitab Yang Berpoligami

Loading...

  

Artikel ini membahas tentang 25 tokoh Alkitab yang berpoligami.

Alkitab mencatat banyak tokoh Alkitab yang berpoligami, atau mempunyai lebih dari satu istri pada saat yang bersamaan.

Ada yang mempunyai dua istri, tiga istri, lima istri, belasan istri, puluhan istri, bahkan seribu istri!

Istri-istri tersebut ada yang menjadi istri yang sah, yang setara kedudukannya dengan istri pertama.

Tetapi ada juga istri-istri, yang kedua dan seterusnya, yang kedudukannya lebih rendah daripada istri yang sah. Inilah yang disebut sebagai gundik.

Sangat menarik, hanya ada dua ayat di Alkitab yang melarang orang percaya untuk berpoligami, satu ayat di Perjanjian Lama dan satu ayat lagi di Perjanjian Baru.

Dan kedua ayat tersebut pun sama-sama ditujukan kepada para pemimpin, bukan kepada umat pada umumnya.

Dalam Perjanjian Lama ayat tersebut ditujukan kepada raja-raja Israel (Ulangan 17:17), sedangkan dalam Perjanjian Baru ditujukan kepada para penilik/penatua jemaat (1 Timotius 3:2).

Sebaliknya, ada dua bagian ayat-ayat di Alkitab, khususnya di Perjanjian Lama yang “mengatur” tentang praktek poligami di antara umat Tuhan (Keluaran 21:10; Ulangan 21:15-17).

Baca juga: 7 Dosa Perzinahan Terbesar Di Alkitab

Hal ini telah sering menimbulkan pertanyaan: Apakah Tuhan menghendaki umatNya untuk berpoligami?

Jika tidak, mengapa Ia hanya memperingatkan umatNya sebanyak dua kali/dalam dua ayat saja?

Dan mengapa Ia membiarkan umatNya berpoligami?

Bagaimanapun, rancangan awal Tuhan bukanlah poligami, banyak istri, tetapi monogami, satu istri.

Kendati demikian, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Tuhan mengizinkan dosa dan kesalahan terjadi, seperti poligami, sekalipun hal itu tidak disukaiNya.

Tetapi sejak kedatangan Tuhan Yesus ke dunia, rancangan Allah semula bagi manusia, termasuk pernikahan monogami, telah dipulihkan.

Baca juga: 7 Perempuan Mandul Di Alkitab Yang Melahirkan Secara Ajaib

Itulah sebabnya dalam Perjanjian Baru monogami secara tersirat diajarkan dan dipraktekkan. Dan tidak ada anggota jemaat Kristen di Perjanjian Baru yang berpoligami, setidaknya yang dicatat di Alkitab.

Lagi pula, ayat 1 Timotius 3:2 yang dikutip di atas dapat juga diterapkan pada semua umat Tuhan, bukan hanya para pemimpin gereja. Hanya saja, karena rasul Paulus dalam ayat itu sedang membicarakan tentang pemimpin gereja, maka hanya monogami pemimpin gerejalah yang disinggungnya.

Jadi pandangan Alkitab Perjanjian Baru tentang poligami adalah jelas: menolak poligami dan mengajarkan monogami. Artinya, itu jugalah pandangan Kristen terhadap poligami, yakni menolaknya.

Baca juga: 17 Tokoh Alkitab Yang Menjomblo Seumur Hidup

Pasti sangat banyak tokoh Alkitab Perjanjian Lama yang berpoligami (misalnya yang dicatat dalam Kejadian 6:2 dan 2 Tawarikh 11:23), tetapi artikel kali ini hanya membahas sebagian di antaranya, yang secara eksplisit disebut di Alkitab, baik nama mereka maupun praktek poligami mereka.

Jadi yang dibahas di sini adalah 25 tokoh Alkitab yang berpoligami, semuanya  di Perjanjian Lama, baik yang percaya kepada Tuhan maupun tidak.

Mereka umumnya adalah para pemimpin, baik para pemimpin suku atau puak, maupun para raja Israel dan Yehuda (Israel Selatan).

Lalu, siapa sajakah ke-25 tokoh Alkitab yang berpoligami tersebut? Berikut pembahasannya.

 

1. Lamekh

Lamekh adalah manusia pertama di bumi yang berpoligami, seperti yang dicatat di Alkitab.

“Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila.” (Kejadian 4:19).

Lamekh menyombongkan diri kepada kedua istrinya bahwa ia telah membunuh seorang laki-laki yang melukainya.

Dengan sombong ia berkata bahwa jika Kain dibalaskan 7 kali lipat, maka Lamekh harus dibalaskan 70 kali lipat (Kejadian 4:23-24).

Tuhan Yesus tampaknya merujuk kepada perkataan Lamekh ini tatkala Ia berkata kepada Petrus untuk mengampuni orang yang bersalah sebanyak 70 x 7 kali (Matius 18:21-22).

Tetapi ada bedanya, jika Lamekh berbicara tentang pembalasan dendam, maka Tuhan Yesus berbicara tentang pengampunan.

 

2. Abraham

Abraham adalah nenek moyang bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

Allah memanggil Abraham keluar dari negerinya, Ur-Kasdim, dan pergi ke suatu negeri yang akan ditunjukkanNya.

Ia berjanji akan membuat keturunan Abraham sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di tepi laut.

Tetapi Sara, istri Abraham, adalah seorang perempuan mandul dan sudah tua.

Karena itu, Sara meminta suaminya, Abraham, untuk menghampiri pembantunya, Hagar, agar ia melahirkan seorang anak dan dianggap sebagai anak Sara.

“Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak. Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Kejadian 16:1-3).

Tetapi Hagar dan anaknya, Ismail, kemudian diusir oleh Sara, sehingga membuat hati Abraham sangat kesal.

 

3. Nahor

Nahor adalah saudara Abraham. Alkitab juga mencatat bahwa Nahor berpoligami, sebagaimana dengan saudaranya, Abraham.

Nahor mempunyai gundik.

“Dan gundik Nahor, yang namanya Reuma, melahirkan anak juga, yakni Tebah, Gaham, Tahash dan Maakha.” (Kejadian 22:24).

Loading...
2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!