Loading...
Loading...

26 Senator Indonesia Beragama Kristen

 

Artikel ini akan membahas tentang senator Indonesia beragama Kristen dan Katolik.

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang anggotanya merupakan perwakilan dari setiap provinsi yang dipilih melalui Pemilihan Umum.

DPD lahir pada tanggal 1 Oktober 2004, ketika 128 anggota DPD yang terpilih untuk pertama kalinya dilantik dan diambil sumpahnya. Sebelum tahun 2004, lembaga ini disebut Utusan Daerah (UD), yang menjadi satu fraksi tersendiri di MPR RI.

Anggota DPD berasal dari setiap provinsi, di mana setiap provinsi diwakili oleh 4 orang yang mendapat suara terbanyak di provinsinya dalam pemilihan umum. Dengan demikian jumlah anggota DPD saat ini adalah 132 orang dari 33 provinsi.

(Provinsi terbaru Indonesia/provinsi ke-34, yakni Kalimantan Utara, belum memiliki senator, masih diwakili senator dari provinsi induknya, Kalimantan Timur).

(Baca juga: 7 Menteri Jokowi Beragama Kristen)

DPD bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Artinya, anggota MPR adalah anggota DPR ditambah dengan anggota DPD.

DPD memiliki fungsi pengajuan usul, ikut dalam pembahasan dan memberikan pertimbangan yang berkaitan dengan bidang legislasi tertentu serta pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang tertentu.

Masa jabatan anggota DPD, yang sering disebut sebagai senator atau anggota senat, sama dengan masa jabatan anggota DPR RI, yakni 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPD yang baru mengucapkan sumpah/janji.

(Baca juga: 25 Politisi Indonesia Terpopuler Beragama Kristen)

Artikel ini akan memuat 26 senator Indonesia beragama Kristen dan Katolik saat ini, yakni periode 2014-2019, termasuk mereka yang hanya menjabat “separoh waktu” dari masa periode tersebut, baik di separoh awal maupun di separoh akhir dari periode tersebut.

Bahan-bahan utama bagi penulisan artikel ini diambil dari situs resmi DPD RI dan dari Wikipedia.

Siapa sajakah 26 senator Indonesia beragama Kristen dan Katolik saat ini? Berikut nama-namanya, yang diurutkan secara alfabet.

 

1. Abraham Liyanto (Nusa Tenggara Timur)

Ir. Abraham Liyanto lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),  tanggal 24 Oktober 1956. Abraham merupakan anggota DPD RI perwakilan Nusa Tenggara Timur pada periode 2009-2014. Ia terpilih kembali pada periode kedua, 2014-2019, setelah berhasil mengumpulkan 177.119 suara.

Jabatan di organisasi yang pernah diduduki oleh Abraham Liyanto antara lain adalah: Ketua umum Kadin NTT, Ketua Kosgoro NTT, anggota Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Bali-Nusa Tenggara, Wakil Ketua Golkar NTT, Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) NTT, Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, serta Anggota Majelis Sinode GMIT.

 

2. Adrianus Garu (Nusa Tenggara Timur)

Adrianus Garu, S.E., M.Si lahir di Lenteng, tanggal 08 Mei 1974. Ia merupakan Senator DPD RI perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur periode tahun 2014-2019 dengan perolehan suara sebesar 140.502 suara.

Adrianus merupakan Lulusan Pasca Sarjana Universitas Wijaya Putra Surabaya. Ia aktif di berbagai organisasi dengan berbagai jabatan, seperti Ketua GABPEKNAS Kabupaten Manggarai Barat tahun, Ketua Mandat KADIN Kabupaten Ngada, Sekretaris GABPEKNAS (Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional), serta anggota Pemuda Pancasila Surakarta, Jawa Tengah.

Sebelum menjadi Senator Provinsi NTT, Adrianus Garu merupakan anggota DPRD Kabupaten Manggarai, NTT, periode tahun 2009-2014.

 

3. Bahar Buasan (Bangka Belitung)

Bahar Buasan (Bong Tjhai Bun) merupakan senator asal Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Presiden Direktur PT Harlie Travelindo adalah wakil dari daerah Bangka Belitung yang menjadi Anggota DPD RI.

Bahar Buasan aktif dalam berbagai organisasi di antaranya: anggota Bulu Perindu (Kumpulan Orang-orang Bangka di Bandung), anggota IMA Babel (Ikatan Masyarakat Bangka Belitung), anggota Felia Golf Club, anggota Lions Club Sangkuriang, serta sebagai Ketua Umum Asosiasi Manajemen Indonesia Bandung.

Bahar Buasan berhasil menjadi senator karena senator sebelumnya, Drs. H. Zulkarnain Karim, M.M tersangkut tindak pidana korupsi. Zulkarnain Karim adalah salah satu anggota Dewan yang tidak dilantik pada 1 Oktober 2014 karena terjerat kasus korupsi.

 

4. Carles Simaremare (Papua)

Pdt. Carles Simaremare, S. Th., M.Si. lahir di Tanjung Beringin, Sumatera Utara, tanggal 10 Oktober 1974. Carles merupakan Senator asal Provinsi Papua yang terpilih dengan perolehan suara sebesar 394.138 suara.

Pendidikan S1 Carles ditempuh di STT Walter Post Sentani, pada tahun 2001. Sedangkan pendidikan S2 diambilnya di Universitas Cendrawasih, Jayapura, Papua pada tahun 2010.

Sebelum bergabung dengan DPD RI, Carles pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Jayapura periode tahun 2004-2009 dan anggota DPRD Papua periode tahun 2009-20014.

 

5. Djasarmen Purba (Kepulauan Riau)

Djasarmen Purba, S.H. lahir di Simalungun, Sumatera Utara, tanggal 05 Agustus 1947. Djasarmen merupakan senator asal Provinsi Riau.

Sebelum bergabung dengan DPD RI, Djasarmen Purba merupakan anggota DPRD Kota Batam periode tahun 2004-2009.

Pengalaman organisasi yang pernah diikutinya antara lain: Wakil Ketua DPD REI Kota Batam, Ketua DPD PNI Marhaenisme Kepulauan Riau, Ketua LSM Deiding Center DPD Kepulauan Riau, Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Batam, Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara, Batam, serta Pendiri Yayasan Juma Tidahan, Kota Batam.

Djasarmen Purba berhasil terpilih sebagai Senator DPD RI wakil Provinsi Kepulauan Riau pada dua periode, yaitu periode tahun 2009-2014 dan tahun 2014-2019 dengan perolehan suara sebesar 83.748 suara.

 

6. Edison Lambe (Papua)

Edison Lambe merupakan putera asli Papua yang terpilih sebagai anggota DPD RI perwakilan Provinsi Papua dengan mendapatkan 206.503 suara.

Edison lahir di Paniai, Papua, pada tanggal 9 September 1984.

Edison Lambe merupakan seorang yang aktif berorganisasi di lingkungannya.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!