Categories: FAKTA ALKITAB

3 Bait Allah Di Perjanjian Baru

Bait Allah di Perjanjian Baru adalah gereja ataupun tempat ibadah bangsa Israel.

Bait Allah Israel terdapat di kota Yerusalem, ibu kota Israel/Yehuda. Hal ini menjadikan Yerusalem menjadi sangat penting, sebab bukan saja menjadi pusat pemerintahan, tempat raja-raja Israel/Yehuda tinggal, tetapi juga menjadi pusat ibadah, tempat Allah berdiam.

Itulah sebabnya kota Yerusalem disebut sebagai kota kudus. (Baca: 10 Fakta Tentang Yerusalem Yang Perlu Anda Tahu)

Bait Allah itu umumnya terdiri dari tiga bagian utama, yakni: pelataran, ruang kudus dan ruang maha kudus.

Di masing-masing bagian Bait Suci tersebut terdapat beberapa benda yang dipakai untuk melakukan upacara ibadah.

Di bagian pelataran atau halaman Bait Suci, ada dua benda penting.

Pertama, mezbah korban bakaran, yang dipakai untuk membakar korban-korban hewan (kambing, domba, sapi).

Kedua, bejana pembasuhan, yakni tempat menampung air yang dipakai oleh imam-imam untuk membersihkan korban-korban bakaran dan untuk membersihkan diri mereka sendiri sebelum masuk ke ruang kudus.

Di ruang kudus Bait Allah ada tiga benda penting.

Pertama, meja roti sajian, yang dipakai untuk mempersembahkan/menyajikan 12 potong roti. Ke-12 roti tersebut mewakili setiap suku Israel dari 12 suku.

Kedua, mezbah ukupan, yang dipakai untuk mempersembahkan ukupan yang terbuat dari berbagai macam rempah-rempah, dibakar dan mengeluarkan asap.

Ketiga, menorah, atau kaki dian, atau kandil bercabang 7, yang dinyalakan dengan memakai minyak zaitun.

Sedangkan di dalam ruang maha kudus Bait Allah, hanya satu benda yang ada, yakni tabut perjanjian. Tabut perjanjian adalah kotak persegi empat yang terbuat dari kayu penaga dan dilapisi dengan emas.

Tabut perjanjian secara khusus adalah lambang kehadiran Tuhan, sekalipun secara keseluruhan Bait Suci juga merupakan lambang kehadiran Tuhan.

Di dalam tabut perjanjian tersebut, dalam perjalanannya kemudian, terdapat tiga benda, yakni: dua loh batu berisi sepuluh firman Tuhan, buli-buli emas berisi manna, dan tongkat Harun yang berbunga (Ibrani 9:4).

Pelataran Bait Allah diperuntukkan bagi umat, setiap orang Israel bisa masuk ke dalamnya. Sedangkan ruang kudus diperuntukkan hanya bagi imam-imam untuk melakukan upacara ibadah setiap harinya.

Sementara ruang maha kudus hanya boleh dimasuki oleh imam besar untuk mengadakan upacara pendamaian dosa dengan memerciki darah hewan ke atas tabut perjanjian, yang dilakukan setiap tahun, yakni pada Hari Raya Pendamaian atau Yom Kippur.

Ada 3 Bait Allah di Perjanjian Baru, baik secara jasmani maupun secara rohani.

Berikut ketiga Bait Allah di Perjanjian Baru dan penjelasannya.

 

1. Bait Allah Herodes

Bait Allah Zerubabel direnovasi secara besar-besaran/dibangun ulang oleh Herodes Agung, raja Yahudi boneka Romawi.

Tetapi Herodes membangun Bait Allah ini bukan karena ia cinta Tuhan atau karena rindu menyembah Tuhan, melainkan untuk mengambil hati orang-orang Yahudi yang membencinya.

Herodes memang terkenal sangat jahat sehingga dibenci oleh bangsa Israel. Salah satu kejahatan Herodes Agung yang terkenal adalah membunuh bayi-bayi Israel di Betlehem, karena ia tidak ingin disaingi oleh bayi Yesus, raja Yahudi yang baru lahir itu. (Baca: 10 Pemeran Utama Dalam Peristiwa Natal Di Alkitab)

Bait Suci ini mengalami perluasan secara signifikan, dan bangunannya sangat indah. Bait Suci ini belum selesai sepenuhnya dibangun selama 46 tahun! (Yohanes 2:20).

Dibangun mulai tahun 19 SM, Bait Allah ini baru selesai seluruhnya pada tahun 66 Masehi.

Karena indahnya bangunan Bait Allah ini, maka tidak heran banyak orang yang mengaguminya, termasuk para murid Tuhan Yesus (Markus 13:1).

Inilah Bait Allah pada zaman Perjanjian Baru. Di Bait Allah ini juga Tuhan Yesus beribadah dan mengajar setiap hari.

Inilah Bait Suci yang pernah dibersihkan oleh Tuhan Yesus. Karena fungsinya sebagai tempat beribadah telah disalahgunakan oleh orang-orang Yahudi pada masa itu untuk berdagang dan mencari untung (Matius 21).

Ketika Yesus mati di kayu salib, maka tabir Bait Suci ini, yang memisahkan ruang kudus dengan ruang maha kudus, terbelah dua dari atas ke bawah (Matius 27:51).

Hal ini rupanya punya makna bahwa sekarang telah tersedia jalan bagi orang percaya untuk masuk ke ruang maha kudus bertemu dengan Allah Bapa, yang dimungkinkan oleh pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Jika sebelumnya hanya imam besar yang boleh masuk ke ruang maha kudus untuk bertemu dengan Tuhan, maka sekarang semua orang percaya dapat memasukinya, yakni bertemu langsung dengan Tuhan lewat ibadah kita, tanpa perantaraan imam besar.

Semasa hidupNya, Tuhan Yesus menubuatkan bahwa suatu saat Bait Suci ini akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah (Matius 24:1-2). Hal ini disebabkan oleh pemberontakan bangsa Israel kepada Allah, yang berpuncak pada penolakan dan penyaliban Yesus yang adalah Mesias mereka sendiri.

Nubuat ini benar-benar digenapi 40 tahun kemudian, ketika pada tahun 70 Masehi, di bawah Jenderal Titus, orang-orang Yahudi dianiaya dan dibunuh oleh orang Romawi serta Bait Suci mereka dihancurkan. (Baca: 10 Hukuman Tuhan Terbesar Kepada Manusia)

Dan sejak itu sampai sekarang Bait Allah itu belum pernah didirikan lagi. Saat ini bangsa Israel hanya beribadah di Tembok Ratapan atau Tembok Barat, di sekitar reruntuhan Bait Suci mereka.

Sebab di reruntuhan Bait Suci tersebut kini telah berdiri masjid, Dome of The Rock (kubah emas), dekat masjid Al Aqsa, yang dibangun oleh orang Muslim Arab pada abad 7 Masehi ketika mereka berhasil menguasai Yerusalem.

Pada masa kini orang Yahudi sedang menantikan pembangunan kembali Bait Suci mereka.

 

2. Bait Allah Ketiga

Pada akhir zaman, Bait Suci Yahudi akan dibangun kembali. Inilah Bait Allah ketiga, setelah Bait Allah Salomo dan Bait Allah Zerubabel.

Tuhan Yesus mengatakan kepada murid-muridNya bahwa pada akhir zaman, Pembinasa Keji atau antikris akan masuk ke Bait Suci dan menasjiskannya (Matius 24:15).

Hal senada disampaikan oleh rasul Paulus, ia mengatakan bahwa pada akhir zaman, antikris, yang disebut juga Manusia Durhaka, akan duduk di bait Allah dan menyatakan dirinya sebagai Allah (2 Tesalonika 2:3-4). (Baca: 10 Fakta Tentang Antikris Yang Perlu Anda Ketahui)

Demikian juga dengan rasul Yohanes, ia “melihat” tentang adanya Bait Allah pada akhir zaman (Wahyu 11:1).

Hal-hal ini semua membuktikan bahwa sebuah Bait Suci Yahudi akan dibangun kembali suatu saat nanti.

Bahwa Bait Allah ketiga akan dibangun kembali, juga sesuai dengan keyakinan orang-orang Yahudi saat ini.

Orang Yahudi masa kini berencana untuk membangun kembali Bait Allah mereka di Yerusalem, di tempat di mana Bait Suci mereka yang sudah hancur berdiri. Mereka membangunnya berdasarkan Bait Allah yang dilihat oleh nabi Yehezkiel (lihat poin 3 di atas).

Kapan Bait Allah ini akan dibangun? Setelah segala sesuatunya telah “siap”.

Kini orang Yahudi telah menggali terowongan di dekat Masjid Dome of the Rock, yang mereka yakini sebagai tempat reruntuhan Bait Allah mereka.

Konon mereka sedang mencari batu penjuru (fondasi dasar bangunan) Bait Allah itu. Jika mereka telah menemukannya maka mereka akan membangun Bait Allah mereka.

Tentu saja hal ini akan menyulut peperangan besar, perang dunia ketiga, karena pasti akan mendapat penolakan keras dari pihak Muslim.

Sebab masjid mereka akan dihancurkan untuk membangun Bait Allah Yahudi (jika benar di bawah masjid tersebut ditemukan batu penjuru Bait Allah dulu), atau jika orang Yahudi membangun Bait Allah mereka di sekitar masjid itu (jika batu penjuru itu ditemukan di sekitar masjid Dome of the Rock, bukan di bawah masjid tersebut).

Pembangunan Bait Allah Yahudi ini akan menjadi pertanda bahwa kedatangan Yesus kedua kali semakin dekat. Sebab hal itu berarti antikris akan datang, yang berarti juga kedatangan Yesus sudah semakin dekat (Baca: 10 Peristiwa Terpenting Yang Akan Terjadi Pada Akhir Zaman).

Namun pada akhirnya, Bait Allah ini pun akan dihancurkan, karena di sorga tidak ada Bait Alah, seperti yang dilihat oleh rasul Yohanes (Wahyu 21:22), karena memang tidak dibutuhkan lagi

 

Page: 1 2