3 Bukti Gereja Tidak Menggantikan Israel Sebagai Umat Allah

Saat ini banyak orang yang berpandangan bahwa posisi bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan telah digantikan oleh Gereja.

Mereka beranggapan bahwa bangsa Israel telah ditolak oleh Tuhan karena dosa dan pemberontakan mereka kepadaNya, khususnya ketika mereka menolak Yesus sebagai Mesias.

Jadi Gereja telah menggantikan posisi Israel sebagai umat pilihan Tuhan yang baru karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus.

Baca juga: 5 Kelebihan bangsa Israel menurut Alkitab

Dengan demikian semua pengharapan Israel dan janji-janji Tuhan kepada mereka telah digenapi di dalam Gereja. Tidak ada lagi penggenapan janji-janji Tuhan kepada bangsa Israel di masa depan.

Pandangan seperti ini banyak ditemukan di dalam sejumlah denominasi gereja tertentu, yang menjadi pandangan utama mereka dalam melihat hubungan antara umat Israel dengan Gereja.

Baca juga: 10 Dosa terbesar Israel di Alkitab

Tetapi benarkah demikian?

Apakah posisi Israel sebagai umat pilihan Tuhan telah digantikan oleh Gereja?

Apakah benar Tuhan telah menolak umat pilihanNya, bangsa Israel? 

Artikel ini akan membahasnya.

 

1. Tuhan Yesus secara implisit mengatakan bahwa Israel tidak digantikan oleh Gereja

Tuhan Yesus secara implisit mengatakan bahwa Israel tidak digantikan oleh Gereja.

Sesaat sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Ia ditanya oleh murid-muridNya apakah Ia mau memulihkan kerajaan Israel pada saat itu.

Seperti biasanya, di sini para murid berbicara tentang pemulihan secara politik, bukan pemulihan secara rohani.

Jadi maksud mereka adalah pemulihan kejayaan bangsa Israel secara politik seperti yang terjadi pada masa pemerintahan Daud.

Dan seperti biasanya juga, saat itu Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan pertanyaan murid-muridNya yang kurang tepat, tetapi Ia memberi mereka jawaban yang tepat, sekaligus mengoreksi pertanyaan murid-muridNya.

Jadi ketika murid-muridNya bertanya tentang pemulihan bangsa Israel secara politik, Tuhan Yesus menjawab mereka dengan pemulihan bangsa Israel secara rohani.

Tetapi Tuhan Yesus tidak secara spesifik menjawab pertanyaan murid-muridNya, melainkan hanya berkata, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” (Kisah Para Rasul 1:7).

Jadi menurut perkataan Tuhan Yesus ini, masih ada pemulihan bangsa Israel di masa depan. Jika seandainya Israel telah digantikan oleh Gereja sebagai umat Tuhan, maka tidak ada lagi “acara” Israel pada akhir zaman.

Para penganut pandangan Teologi Perjanjian Tradisional mengatakan bahwa jika Gereja telah menggantikan Israel maka seluruh pengharapan dan janji yang berkaitan dengan mereka telah digenapi dalam Gereja, tidak ada lagi penggenapannya di dalam Israel di masa depan.

Tetapi dalam ayat ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa pengharapan itu masih ada, penggenapan janji-janji Tuhan atas bangsa Israel masih akan terjadi pada akhir zaman.

Karena itu jelas, posisi bangsa Israel sebagai umat Tuhan tidak digantikan oleh Gereja.

 

2. Tuhan tidak menyesali pilihanNya terhadap bangsa Israel

Tuhan tidak menyesali pilihanNya terhadap bangsa Israel.

Ketika membahas masa depan bangsa Israel pada akhir zaman, rasul Paulus berkata bahwa Tuhan tidak pernah menyesali pilihanNya atas bangsa Israel (Roma 11:28-29).

Meskipun bangsa Israel hidup dalam pemberontakan dan gagal menjadi umat Tuhan, namun Tuhan tetap mengasihi umatNya.

Mengapa? Karena Tuhan telah bersumpah kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang bangsa Israel, bahwa keturunan mereka akan menjadi umatNya.

Jadi kesetiaan Tuhan terhadap bangsa Israel bukan karena bangsa Israel layak untuk terus dikasihi, melainkan karena sumpah setia Tuhan kepada nenek moyang mereka.

Tuhan sendiri sering mengatakan bahwa kasih setiaNya tidak akan berubah terhadap bangsa Israel (Yesaya 54:10).

Saat ini memang bangsa Israel masih tertolak, belum dipulihkan. Namun rasul Paulus berkata bahwa penolakan Allah terhadap bangsa Israel hanyalah sementara.

Akan tiba saatnya mereka diterima kembali, yakni ketika jumlah orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain telah genap (Roma 11:25) atau ketika semua bangsa di dunia telah diinjili pada akhir zaman.

Bangsa Israel akan Tuhan pulihkan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkanNya. Dan pada akhirnya bangsa Israel akan bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Mesias mereka. 

Jika penolakan Tuhan terhadap bangsa Israel hanya sementara saja, maka tentu posisi mereka sebagai umat Tuhan tidak perlu digantikan oleh Gereja. Buat apa menggantikan umat yang masih akan dipulihkan? 

 

3. Kitab Wahyu menyingkapkan pemulihan bangsa Israel pada akhir zaman

Kitab Wahyu menyingkapkan pemulihan bangsa Israel pada akhir zaman

Dalam Kitab Wahyu disebutkan bahwa pada akhir zaman Tuhan akan menyelamatkan bangsa Israel dan memulihkan keadaan mereka sebagai umat pilihanNya.

Hal ini nyata tatkala pada akhir zaman Tuhan memeteraikan 12 suku Israel sebagai bukti iman mereka pada Tuhan Yesus.

Mereka dimeteraikan untuk dilindungi dari malapetaka yang akan datang. Artinya mereka adalah orang-orang yang diselamatkan.

Tetapi tidak semua orang Israel yang diselamatkan, hanya sebagian saja, yang disebut sebagai kaum sisa (Roma 11:5).

Sebab dalam penglihatannya,  rasul Yohanes mencatat bahwa yang diselamatkan dari bangsa Israel pada akhir zaman “hanya” 144 ribu orang, yang terdiri dari 12 ribu orang dari setiap suku Israel (Wahyu 7:4-8).

Meskipun hal ini mungkin saja hanya lambang, tetapi maksudnya adalah jelas, tidak semua orang Israel akan diselamatkan.

Sebagian orang menafsirkan bahwa 144 ribu orang yang dimeteraikan dari setiap suku Israel tersebut sebagai gambaran Gereja yang setia.

Dengan demikian, secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa Israel telah digantikan oleh Gereja dan bahwa tidak ada lagi pemulihan bagi bangsa Israel dan penggenapan janji-janji Tuhan bagi mereka pada akhir zaman.

Tetapi ini adalah tafsiran yang tidak benar. Sebab istilah Israel di Alkitab, termasuk dalam kitab Wahyu, selalu mengacu pada bangsa Israel secara jasmani, bukan menunjuk pada Gereja.

Sehingga jelas bahwa ayat-ayat ini menggambarkan pemulihan bangsa Israel pada akhir zaman sebagai umat Tuhan.

Implikasinya adalah jelas: posisi Israel sebagai umat Tuhan tidak digantikan oleh Gereja, sebab masih ada masa pemulihan bagi bangsa Israel dan penggenapan janji-janji Tuhan bagi mereka pada akhir zaman, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus dan rasul Paulus. 

 

Kesimpulan:

Israel adalah umat pilihan Tuhan karena perjanjian yang diikatNya dengan nenek moyang mereka, Abraham. Sekalipun bangsa Israel telah memberontak kepada Tuhan dan mendapat hukumanNya, namun hal itu tidak membatalkan status mereka sebagai umat pilihan Tuhan.

Gereja juga adalah umat Tuhan karena iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. Tetapi Gereja tidak menggantikan posisi Israel sebagai umat Tuhan. Baik Israel maupun Gereja adalah sama-sama umat Tuhan yang baru benar-benar menyatu pada akhir zaman.

 

Itulah 3 bukti bahwa gereja tidak menggantikan posisi bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan, yang punya hak istimewa dibanding bangsa lainnya.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!