3 Fakta Tentang Konflik Israel dan Palestina Menurut Kristen

Konflik Israel dan Palestina menurut Kristen adalah pandangan Kristen tentang perang antara Israel dan Palestina yang sering terjadi.

Karena itu Konflik Israel dan Palestina menurut Kristen sangat penting untuk diketahui, bukan hanya oleh orang Kristen sendiri tetapi juga oleh orang lain di luar Kristen.

Konflik Israel dan Palestina menurut Kristen adalah suatu pandangan dari sudut pandang agama Kristen, yang didasarkan pada Alkitab sebagai sumber utama ajaran Kristen.

Baca juga: 10 Perbedaan Agama Yahudi dengan Agama Kristen

Konflik antara Palestina dengan Israel adalah sebuah konflik yang saat ini masih berlangsung, yang memperebutkan sejumlah wilayah di Timur Tengah.

Konflik ini telah berlangsung sangat lama, memakan banyak korban jiwa dan materi serta menimbulkan banyak pengungsi. Dan hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa konflik ini akan segera berakhir. Inilah salah satu konflik antar negara yang paling lama terjadi.

Baca juga: 5 Kelebihan Israel atas bangsa lain  Menurut Alkitab

Hal ini disebabkan kedua belah pihak yang sedang bertikai, Palestina dan Israel, tetap bersikukuh dengan pendapat masing-masing. Akibatnya, hingga kini belum ditemukan solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

Konflik Israel-Palestina menjadi menarik, sebab bukan hanya menyangkut masalah politik tetapi juga masalah agama, yang melibatkan tiga agama besar di dunia, Yahudi, Kristen, dan Islam.

Baca juga: 10 Dosa terbesar bangsa Israel Menurut Alkitab

Saat ini negara-negara di dunia mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang konflik Israel-Palestina. Sebagian negara lebih memihak Israel, sedangkan negara-negara lainnya lebih memihak Palestina. Sebagian lagi bersikap netral.

Orang Kristen sendiri mempunyai pandangan yang berbeda-beda tentang konflik ini. Sebagian gereja lebih memihak kepada bangsa Palestina, sebagian lagi lebih memihak kepada bangsa Israel.

Baca juga: 4 Perbedaan Israel dengan Gereja

Nah, bagaimanakah seharusnya sikap orang Kristen dalam menghadapi konflik antara Israel dan Palestina ini?

Orang Kristen mempunyai pandangan tersendiri tentang konflik Israel-Palestina. Pandangan Kristen merupakan gabungan pandangan Alkitab dan pandangan kemanusiaan.

1. Kepemilikan bangsa Israel atas Tanah Palestina adalah sah dan Alkitabiah

Orang Kristen meyakini bahwa tanah Palestina adalah milik bangsa Israel, tanah yang sudah ditempati oleh mereka selama 1500 tahun, sebelum mereka terserak ke negara-negara lain.

Tanah itu mereka tinggalkan selama 1900 tahun sebelum akhirnya mereka kembali dan mendirikan negara mereka sendiri pada tahun 1948.

Lagipula Tanah Palestina adalah Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan yang dijanjikan oleh Tuhan kepada nenek moyang Israel, Abraham, menjadi miliknya dan milik keturunannya, yakni bangsa Israel (Kejadian 12:6-7; 15:18-21).

Karena itu orang Kristen berpandangan bahwa bangsa Israel mempunyai hak yang sah atas Tanah Palestina.

Dan orang Kristen tidak sependapat dengan pihak-pihak yang mengatakan bahwa orang Israel mencaplok wilayah Palestina.

Yang benar adalah bahwa orang Palestina menduduki wilayah itu pada saat orang Israel mengembara sejak tahun 70 Masehi. Dan bahwa Israel hanya kembali ke negeri mereka sendiri.

Perlu diketahui juga bahwa orang Palestina sekarang bukanlah penduduk asli Palestina, mereka juga pendatang seperti halnya Israel.

Mereka bukanlah keturunan orang Filistin di Alkitab, yang pernah menduduki Palestina, tidak ada hubungan orang Filistin di Alkitab dengan orang Palestina masa kini.

Orang Palestina sekarang adalah keturunan Arab, dan bukan penghuni asli tanah Palestina.

2. Hak Orang Palestina untuk berdiri sendiri sebagai sebuah negara harus diakui

Meski orang Kristen mendukung dan mengakui kepemilikan orang Israel atas tanah Palestina, namun tidak berarti bahwa orang Kristen juga mendukung pengusiran orang Palestina dari tanah yang kini mereka duduki.

Bagaimana pun mereka telah berada di tanah itu dalam jangka waktu yang sangat lama, ketika bangsa Israel masih berada di pengasingan. Mereka memiliki tanah, kebun, dan rumah yang mereka bangun dengan jerih payah mereka sendiri.

Karena itu orang Kristen sudah seharusnya mendukung keberadaan orang Palestina di tanah yang kini mereka duduki, termasuk mendukung pendirian negara Palestina yang merdeka dari pengaruh Israel.

Dalam hal ini orang Kristen pada prinsipnya sependapat dengan Perjanjian Oslo tahun 1993 tentang solusi dua negara, yang membagi wilayah Palestina menjadi dua negara yang berdaulat: Israel dan Palestina.

Karena itu orang Kristen tidak setuju dengan pandangan sebagian kelompok di Israel yang menolak pendirian negara Palestina.

Sebab saat ini keadaannya sudah berbeda dengan keadaan zaman Alkitab Perjanjian Lama, yang memerintahkan orang Israel untuk memusnahkan penduduk Tanah Kanaan serta menguasai negeri mereka.

Penduduk Tanah Kanaan saat itu adalah orang-orang yang sangat jahat yang kemusnahannya telah direncanakan Tuhan. Berbeda dengan orang Palestina saat ini di mana penduduknya banyak yang percaya Tuhan Yesus.

Lagipula hal ini juga merupakan dosa dan kesalahan orang Israel,  sehingga mereka terusir dari negeri tersebut akibat dosa-dosa mereka, khususnya atas penolakan mereka terhadap Tuhan Yesus sebagai Mesias.

Jika orang Israel taat kepada Tuhan tentu mereka tidak terusir dari tanah mereka, dan tidak akan “berbagi tanah” dengan orang Palestina.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!