3 Perbedaan Mimpi Dengan Penglihatan Dalam Alkitab

 

3. Perbedaan dalam hal penafsir mimpi dan penglihatan

Perbedaan ketiga antara mimpi dengan penglihatan di Alkitab adalah perbedaan dalam hal orang-orang yang menafsirkan mimpi dan penglihatan.

Sebuah mimpi dan penglihatan kadang kala harus ditafsirkan terlebih dahulu baru dapat diketahui maknanya.

Nah, dalam hal ini, biasanya yang menafsirkan mimpi, khususnya mimpi orang yang tidak percaya, adalah orang-orang yang percaya.

Dengan kata lain, yang menafsirkan mimpi di Alkitab adalah manusia.

Contohnya adalah Yusuf, yang menafsirkan mimpi juru minum dan juru roti raja Firaun di dalam penjara (Kejadian 40:1-23).

Atau Yusuf, yang menafsirkan mimpi Firaun, raja Mesir, yang punya mimpi tentang lembu kurus dan lembu gemuk, sebagai tanda tentang adanya masa panen dan masa paceklik di Mesir dan di seluruh bangsa di sekitarnya (Kejadian 41:1-57).

Sedang yang menafsirkan penglihatan di Alkitab umumnya adalah malaikat Tuhan.

Hal ini misalnya dapat diketahui dari penglihatan tentang domba jantan dan kambing jantan yang dilihat oleh nabi Daniel, di mana yang menafsirkannya adalah malaikat Gabriel (Daniel 8:15-16).

 

Itulah 5 perbedaan utama antara mimpi dengan penglihatan di Alkitab yang perlu kita ketahui.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah.

 

Ikuti juga Halaman Rubrik Kristen di facebook dengan cara mengklik tombol facebook “ikuti” di bagian bawah artikel ini sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!