Loading...
Loading...

39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya

Artikel ini berisi tentang 39 Kitab Perjanjian Lama dan penjelasannya.

Alkitab adalah firman Allah, bukan perkataan manusia. Itulah sebabnya Alkitab sangat perlu untuk dipelajari.

Bahwa Alkitab adalah firman Allah, bukan berasal dari manusia, disebutkan berulang-ulang di Alkitab. Misalnya, dalam 2 Timotius 3:16 dan 2 Petrus 1:20-21.

Kendati Alkitab adalah tulisan Allah, yang berasal dari hati Allah sendiri, namun Alkitab itu ditulis oleh manusia biasa yang dipilihNya.

Alkitab tidak begitu saja turun dari surga dalam bentuk yang kita kenal sekarang. Alkitab berproses sedemikian selama 1500 tahun, hingga dia sampai di tangan kita secara lengkap.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Alkitab Yang Wajib Diketahui

Kitab pertama yang ditulis adalah Kitab Pentateukh (Kejadian-Ulangan), dan kitab terakhir adalah kitab Wahyu.

Alkitab itu ditulis oleh para penulis Alkitab yang diilhamiNya.

Ada sedikitnya 40 penulis Alkitab yang disebut namanya.

Ada kitab di Alkitab yang ditulis oleh beberapa penulis. Demikian juga, ada penulis Alkitab yang menulis beberapa kitab.

Misalnya, kitab Mazmur atau Amsal ditulis oleh banyak penulis, sedangkan rasul Paulus menulis banyak kitab, hampir separoh dari kitab-kitab Perjanjian Baru.

Para penulis ini memiliki beragam latar belakang profesi dan pendidikan, mulai dari gembala, nelayan, raja, nabi, imam, rasul, dll.

Baca juga: 10 Peristiwa Terpenting Yang Terjadi Di Perjanjian Lama

Para penulis yang berlatar belakang berbeda-beda ini tak pelak menghasilkan karya tulis yang berbeda pula, seperti gaya bahasa, istilah, penekanan, dll.

Allah tidak mengabaikan latar belakang mereka dalam menulis Alkitab. Sebab Allah tidak menjadikan mereka seperti robot.

Hanya saja, Allah mengilhami mereka sedemikian sehingga ketika menulis Alkitab, mereka tidak salah.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Terbesar Di Perjanjian Lama

Itulah sebabnya, kendati Alkitab ditulis oleh banyak orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan dalam kurun waktu yang berbeda, namun tulisan mereka tidaklah bertentangan satu sama lain, melainkan saling terkait.

Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama terdiri dari 39 Kitab, sedangkan Perjanjian Baru sebanyak 27 kitab.

Jadi jumlah total Alkitab adalah 66 kitab.

Baca juga: 10 Karakter Tokoh Alkitab Perjanjian Lama Yang Patut Diteladani

Kendati di dalam berbagai aliran atau denominasi gereja Kristen sendiri terdapat sedikit perbedaan tentang jumlah dan  kitab-kitab yang termasuk ke dalam Alkitab, namun pada umumnya terdapat persamaan.

Umumnya berbagai aliran dan denominasi gereja Kristen menerima bahwa Alkitab terdiri dari 66 kitab dengan beberapa “kitab tambahan” bagi aliran gereja tertentu, seperti gereja Katolik.

Baca juga: 10 Nabi Terbesar Di Perjanjian Lama

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, urutan kitab-kitab Perjanjian Lama agak berbeda dengan urutan Alkitab Yahudi atau biasa disebut Tanakh.

Dan kitab-kitab Perjanjian Lama itu umumnya tidak disusun secara  kronologis, melainkan berdasarkan jenis sastranya.

Ke-39 kitab-kitab Perjanjian Lama tersebut dapat dibagi menjadi beberapa bagian, berdasarkan jenis sastranya.

Berikut pembagian dan urutan ke-39 kitab Perjanjian Lama tersebut dalam Alkitab bahasa Indonesia.

Baca juga: 10 Raja Israel Terbesar Di Alkitab

Pertama, kitab-kitab Taurat atau Pentateukh/lima kitab Musa (dari Kejadian sampai Ulangan).

Kedua, kitab-kitab sejarah/hikayat (dari Yosua sampai Ester).

Ketiga, kitab-kitab sastra/syair/puisi (dari Ayub sampai Kidung Agung).

Keempat, kitab-kitab nabi (nabi-nabi besar dari Yesaya sampai Daniel; nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi).

Baca juga: 7 Hakim Terbesar Israel Di Alkitab

Artikel kali ini akan membahas tentang 39 Kitab Perjanjian Lama dan penjelasannya yang perlu untuk kita ketahui.

Berikut pembahasan selengkapnya dari 39 kitab-kitab Perjanjian Lama.

 

1. Kitab Kejadian

Kitab Kejadian adalah kitab pertama dari seluruh kitab-kitab di Perjanjian Lama, bahkan di seluruh Alkitab.

Kitab Kejadian juga merupakan kitab pertama dari lima Kitab Musa, atau yang biasa disebut sebagai Pentateukh, yang diyakini sebagai tulisan Musa.

Sejak dulu tradisi memang mengatakan bahwa Kitab Kejadian beserta empat kitab lainnya dalam Pentateukh (Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan) merupakan kitab yang ditulis oleh Musa.

Pandangan yang menolak penulisan Musa atas kiab-kitab tersebut tidak mempunyai alasan yang memadai.

Ada dua tema utama yang dibahas dalam kitab Kejadian. Pertama, asal usul dan sejarah seluruh alam semesta dan umat manusia, yang dicatat dalam pasal 1 sampai pasal 11.

Kedua, asal usul dan sejarah nenek moyang umat Israel, sebagai umat pilihan Tuhan, yang dicatat dalam pasal 12 sampai pasal 50 (pasal terakhir kitab Kejadian).

Kitab Kejadian diawali dengan kisah tentang Allah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya selama 6 hari. Pada hari ketujuh Ia berhenti dan “beristirahat”.

Lalu dikisahkan tentang penciptaan manusia secara rinci, kejatuhan mereka ke dalam dosa, dan pengusiran mereka dari Taman Eden.

Lalu daftar keturunan Adam sebagai manusia pertama di bumi, dosa-dosa manusia yang menyebabkan terjadinya peristiwa air bah, dan peristiwa menara Babel yang menggambarkan bahasa-bahasa bangsa-bangsa di bumi yang berbeda-beda satu sama lain.

Kemudian kisah dalam kitab Kejadian berlanjut dengan kisah Abraham, nenek moyang bangsa Israel.

Lalu Ishak, dan Yakub, kemudian ke-12 anak Yakub yang menjadi nenek moyang bangsa Israel, hingga mereka tiba di Mesir.

Kitab Kejadian berakhir pada saat Yakub/Israel dan anak-cucunya sejumlah 66 jiwa mengungsi ke Mesir karena  kelaparan di Tanah Kanaan, di mana Yusuf, salah satu anak Yakub telah menjadi penguasa di Mesir.

 

2. Kitab Keluaran

Kitab Keluaran adalah kitab kedua di Alkitab setelah kitab Kejadian dan secara kronologis kitab Keluaran adalah kelanjutan dari kitab Kejadian.

Kitab Keluaran mencatat kisah tentang keluarnya bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir menuju Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan, serta kisah perjalanan mereka sampai di gunung Sinai, di padang gurun.

Telah disebutkan bahwa kitab Kejadian berakhir tatkala bangsa Israel, yakni Yakub dan anak-anaknya, pergi ke Mesir dan bermukim di situ.

Maka kitab Keluaran ini diawali dengan kisah tentang kematian Yusuf, dan Firaun lain yang bangkit, yang tidak mengenal Yusuf, dan mulai memperlalukan bangsa Israel dengan begitu keras.

Apalagi ketika jumlah orang Israel semakin bertambah banyak di Mesir, raja Firaun yang baru membuat kebijakan untuk membasmi orang Israel dengan cara membunuh bayi-bayi mereka.

Selain itu, mereka juga dipaksa kerja paksa di Mesir.

Pada saat itulah lahir seorang bayi dari suku Lewi yang bernama Musa. Atas seijin Tuhan, ia tidak ikut dibunuh ketika Firaun membunuh bayi-bayi Israel, sebab ia disembunyikan oleh ibunya.

Akhirnya  Musa pun diangkat menjadi anak oleh putri Firaun.

Setelah Musa dewasa, ia menemui teman-teman sebangsanya, tetapi mereka menolaknya.

Ia pergi ke Midian dan menikah dengan seorang putri imam di Midian.

Empat puluh tahun kemudian, Tuhan memanggilnya ketika ia sedang menggembalakan kambing domba mertuanya di Midian.

Tuhan memerintahkannya untuk membawa umatNya keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian yang telah Ia janjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham, Ishak dan Yakub.

Setelah sempat menolak, Musa akhirnya pergi menemui teman sebangsanya.

Tetapi raja Mesir, Firaun, tidak mengizinkan bangsa Israel pergi dari Mesir, sebab mereka adalah budak-budak yang dipekerjakan Firaun; kepergian mereka akan menjadi kerugian bagi dia dan bangsa Mesir.

Namun Tuhan melakukan banyak tulah kepada Firaun dan bangsanya sehingga Firaun melepaskan bangsa Israel dari perbudakannya.

Setelah bangsa Israel sampai di dekat Sinai, maka Tuhan memerintahkan Musa untuk naik ke atas gunung. Musa berada di atas gunung Sinai itu selama 40 hari.

Lalu Tuhan  memberi perintahNya kepadanya untuk disampaikan kepada umat Isarel, yang kemudian dikenal sebagai 10 Perintah atau Dasa Titah, yang ditulis oleh jari tangan Allah sendiri dalam dua loh batu.

Tetapi di gunung itu Tuhan juga memberikan hukumnya secara panjang lebar, baik hukum sipil maupun hukum keagamaan.

Salah satunya adalah perintah Tuhan kepada Musa untuk mendirikan sebuah kemah, yang kemudian dikenal sebagai Kemah Suci, yang menjadi cikal bakal Bait Suci mereka kelak di Yerusalem.

Kemudian Tuhan mengikat perjanjian dengan bangsa Isarel. Ia berkata bahwa jika mereka sungguh-sunguh mendengar/menaati perintahNya maka mereka akan menjadi umat kesayanganNya.

Dan bangsa Israel berkomitmen untuk menaati seluruh perintah Tuhan.

 

3. Kitab Imamat

Kitab Imamat secara khusus berbicara tentang imam-imam Israel, serta yang berkaitan dengan kehidupan dan tugas-tugas mereka.

Kitab Imamat adalah kitab ketiga di Alkitab setelah kitab Keluaran.

Beberapa kisah penting seputar imamat/keimaman Israel di bahas dalam kitab ini.

Kisah-kisah tersebut adalah kisah-kisah yang terjadi di padang gurun, dalam perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian.

Antara lain pemilihan Harun sebagai imam besar dan anak-anaknya sebagai para imam, serta kematian kedua anak Harun, karena melanggar firman Tuhan tentang tugas-tugas keimaman.

Dalam kitab Imamat dibahas tentang cara hidup para imam yang kudus, dan hal-hal yang bisa membuat mereka tidak kudus sehingga mereka tidak layak melayani Tuhan.

Selain itu juga dibahas tentang berbagai persembahan korban Israel, yang sebagiannya sudah dicatat di dalam kitab Keluaran.

Kemudian dibahas tentang berbagai macam hari-hari raya Israel serta hal-hal yang harus mereka lakukan dalam merayakannya.

Bahkan cara hidup yang kudus bagi semua umat pun juga banyak dibahas di kitab ini, karena memang masih berkaitan dengan tugas dan wewenang para imam.

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!