39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya

 

4. Kitab Bilangan

Kitab Bilangan, kitab keempat di Alkitab setelah kitab Imamat, adalah kitab yang membahas tentang kisah bangsa Israel di padang gurun, dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian/Tanah Kanaan.

Secara khusus adalah setelah melewati wilayah Sinai, di mana bangsa Israel mengikat perjanjian dengan Tuhan serta menerima 10 Perintah Allah, sebagaimana dicatat di kitab Keluaran.

Namun demikian, ada juga kisah yang sama dicatat dalam kitab Keluaran dan kitab Bilangan.

Karena memang kedua kitab ini sama-sama membahas tentang pengembaraan bangsa Israel di padang gurun, sekalipun dalam zaman yang berbeda.

Dalam kitab orang Yahudi, yakni Tanakh, kitab Bilangan disebut sebagai kitab “Di Padang gurun”, karena memang membahas kisah tentang bangsa Israel di padang gurun.

Namun dalam Septuaginta, Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani, kitab ini disebut kitab  “Bilangan”, yang merujuk pada sensus yang dicatat sebanyak dua kali dalam kitab ini.

Alkitab Kristen dalam berbagai bahasa umumnya mengikuti Septuaginta dalam penamaan kitab ini, termasuk Alkitab bahasa Indonesia.

Salah satu kisah penting yang dicatat dalam kitab Bilangan adalah bahwa saat di padang gurun menuju Tanah Perjanjian bangsa Israel memberontak kepada Tuhan.

Sebab ketika Musa mengutus 12 pengintai ke Tanah Perjanjian, 10 orang dari pengintai itu memberi kabar buruk kepada orang Israel, dan sebagian besar orang Israel mempercayainya sehingga mereka menolak pergi ke Tanah Perjanjian dan ingin kembali ke Mesir.

Karena itu Tuhan sangat murka kepada bangsa Israel, Ia membunuh semua orang yang tak percaya itu, laki-laki yang berusia 20 tahun ke atas, kecuali Kaleb dan Yosua yang tidak ikut memberontak kepadanya.

Jadi yang masuk ke Tanah Perjanjian hanya mereka yang berusia 20 tahun ke bawah serta perempuan dan anak-anak.

Itupun mereka harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum masuk ke Tanah Perjanjian, sampai semua para pemberontak tersebut mati di padang gurun.

Selain itu, kitab Bilangan juga  mencatat kisah tentang Musa sendiri, pemimpin Israel, yang terpancing dengan tingkah laku orang Israel, yang dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, keras kepala dan keras hati.

Akibatnya Musa pun marah dan memukul gunung batu sebanyak dua kali, sehingga Tuhan murka kepadanya dan  kepada Harun serta tidak mengizinkan mereka masuk ke Tanah Kanaan/Tanah Perjanjian.

 

5. Kitab Ulangan

Kitab Ulangan adalah kitab yang berisi pidato Musa sebelum ia mati di puncak gunung Pisga di pegunungan Nebo, di dataran Moab.

Seperti namanya, kitab ini boleh dikatakan “pengulangan” atau kilas balik dari perjalanan bangsa Israel di padang gurun.

Maksud pengulangan ini adalah untuk mengingatkan bangsa Israel akan apa yang Tuhan lakukan terhadap mereka, baik janjiNya, perlindunganNya, berkat-berkatNya, maupun hukumanNya.

Tetapi bukan hanya itu, Musa juga memberikan nasihat-nasihat “tambahan” kepada bangsa Israel, yang tidak lama lagi akan memasuki Tanah Perjanjian, di mana Musa sendiri tidak ikut di dalamnya.

 

6. Kitab Yosua

Kitab Yosua adalah kitab yang mencatat tentang kisah masuknya bangsa Israel ke Tanah Perjanjian dan merebut tanah tersebut di bawah Yosua, lalu tanah tersebut dibagi-bagikan kepada suku-suku Israel oleh Yosua.

Kitab ini diawali dengan perintah Tuhan kepada Yosua untuk membawa bangsa Israel menyeberang sungai Yordan dan masuk ke kota Yerikho, kota pertama yang mereka rebut di Tanah Kanaan.

Kitab ini berakhir dengan pidato terakhir Yosua dan kematiannya.

Seperti namanya, kitab Yosua secara tradisional diterima sebagai tulisan Yosua sendiri dengan tambahan dari “penerusnya” (seperti sering terjadi dalam penulisan kitab-kitab di Alkitab), yang menulis tentang kematian Yosua.

Tuhan telah berjanji kepada Abraham bahwa keturunan keempatnya akan kembali ke Tanah Perjanjian dengan membawa banyak harta benda.

Dengan masuknya bangsa Israel ke Tanah Kanaan, maka janjiNya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, bapa-bapa leluhur bangsa Israel, tergenapi.

Tetapi mereka tidak memasuki Tanah itu dengan begitu saja, tetapi melalui peperangan dan ketaatan kepada Tuhan.

 

7. Kitab Hakim-Hakim

Kitab Hakim-hakim adalah kitab yang mengisahkan tentang keadaan bangsa Israel di Tanah Kanaan di bawah para hakim setelah kematian pemimpin mereka, Yosua, sebelum timbulnya lembaga kerajaan.

Pada zaman ini pemimpin bangsa Israel adalah para hakim.

Hakim adalah sebutan bagi para pemimpin tertinggi Israel di Tanah Perjanjian sebelum munculnya jabatan raja. Hakim-hakim adalah para pemimpin Israel setelah kematian Yosua, tokoh yang membawa mereka memasuki Tanah Perjanjian.

Pada masa itu, hakim Israel merupakan seorang pemimpin di bidang politik, militer, pemerintahan, dan hukum. Jadi bukan hakim di pengadilan sebagaimana pengertian kita pada masa sekarang.

Sejauh yang dicatat di Alkitab, ada 14 orang di Alkitab yang dapat dikategorikan sebagai hakim Israel, yang hampir semuanya dicatat di kitab Hakim-hakim.

Hakim pertama Israel adalah Otniel, menantu Kaleb, satu dari 12 pengintai Tanah Kanaan yang diutus oleh Musa.

Sedangkan hakim terakhir adalah Samuel, yang juga seorang nabi, yang dicatat dalam kitab 1 Samuel, kitab setelah kitab Hakim-hakim.

Tidak diketahui secara pasti siapa penulis kitab Hakim-hakim ini, tetapi para pakar Alkitab banyak yang menyebut Samuel.

Pada umumnya bangsa Israel memberontak kepada Tuhan pada zaman para hakim.

Setelah itu Tuhan menyerahkan mereka ke bangsa lain, lalu mereka berseru kepada Tuhan, dan Tuhan mengutus seorang hakim untuk menyelamatkan mereka.

Itulah polanya, demikianlah seterusnya secara berulang .

Hakim terakhir yang dicatat di kitab Hakim-hakim adalah Simson.

 

8. Kitab Rut

Kitab Rut adalah kitab yang menceritakan tentang Naomi dan menantunya, Rut, seorang perempuan Moab, yang kemudian menikahi Boas, kerabat Naomi, dan menjadi nenek moyang Raja Daud.

Kisah tersebut dimulai ketika Naomi, seorang perempuan Israel, pergi bersama keluarganya mengungsi dari kampung halamannya di Betlehem menuju Moab, karena kelaparan yang terjadi di Israel.

Mereka pergi pada zaman hakim-hakim memerintah di Israel, tetapi tidak disebutkan pada zaman hakim siapa.

Naomi pergi ke Moab bersama suaminya, Elimelekh, dan kedua anaknya laki-laki, Mahlon dan Kilyon.

Lalu di Moab suami Naomi meninggal.

Kedua anak Naomi menikah, yang pertama menikahi Orpa, anak kedua menikahi Rut, keduanya orang Moab yang tidak meyembah Tuhan Israel.

Kedua anak Naomi itu kemudian meninggal tanpa meninggalkan anak.

Lalu Naomi bersiap pulang ke kampungnya, Betlehem di Israel, setelah masa kelaparan di Israel berlalu.

Ia meminta kedua menantunya itu untuk kembali kepada orang tua mereka masing-masing.

Walau dengan berat hati, Orpa akhirnya bersedia pulang ke orang tuanya. Tetapi Rut tidak, ia bersikeras ingin mengikuti mertuanya itu pulang ke Israel dan menyembah Tuhan Israel.

Naomi dan Rut pun kembali ke Betlehem, kampung halaman Naomi.

Di Betlehem Rut akhirnya dinikahkan dengan Boas, seorang pria kaya namun baik hati dan takut akan Tuhan, yang masih merupakan kerabat Naomi.

Rut melahirkan anak laki-laki bernama Obed. Dan Naomi mengasuh Obed seperti anaknya sendiri.

Obed adalah ayah Isai, ayah Daud, raja terbesar Israel, yang juga menjadi nenek moyang Mesias.

Tidak diketahui secara pasti siapa penulis kitab Rut ini; tampaknya bukan Rut, walaupun nama kitabnya Rut, Rut hanyalah pemeran utama dalam kitab ini.

Beberapa pakar Alkitab menduga bahwa kitab ini ditulis oleh nabi Samuel.

 

9. Kitab 1 Samuel

Kitab 1 Samuel adalah kitab yang membahas tentang kehidupan dan pelayanan nabi Samuel, serta kisah tentang raja Saul dan raja Daud.

Kitab 1 Samuel ini kemungkinan besar adalah tulisan nabi Samuel sendiri.

Kitab ini dimulai dengan kelahiran Samuel, terpanggilnya ia menjadi nabi serta hukuman Tuhan terhadap keluarga Eli, imam di Silo (di mana saat itu terdapat Kemah Suci) yang juga seorang hakim.

Selain sebagai nabi, Samuel juga adalah seorang hakim Israel, yakni hakim yang terakhir menggantikan imam Eli.

Ketika Samuel sudah tua, maka diangkatnyalah anak-anaknya menjadi hakim Israel untuk menggantikan dia. Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup benar seperti Samuel. Karena itu orang Israel menuntut adanya seorang raja bagi mereka.

Hal itu disampaikan oleh Samuel kepada Tuhan. Dan walau Tuhan tidak menghendakinya, Tuhan akhirnya mengabulkan permintaan bangsa Israel itu.

Maka dipilihlah Saul untuk menjadi raja pertama Israel, dan Samuel Tuhan perintahkan untuk mengurapinya sebagai raja Israel.

Namun Saul adalah raja yang tidak taat kepada Tuhan. Karena itu Tuhan menolaknya sebagai raja.

Lalu Tuhan memerintahkan Samuel untuk mengurapi Daud sebagai raja Israel yang baru untuk menggantikan Saul.

Namun jalan hidup Daud untuk menggapai tahta kerajaan sangat terjal.

Sekalipun ia sudah diurapi sebagai raja, ia belum bisa duduk enak di tahta kerajaannya di dalam istana. Ia justru harus menjadi seorang pelarian selama bertahun-tahun.

Hal ini terjadi karena Saul, raja Israel yang telah ditolak Tuhan, masih bertindak sebagai raja Israel, dan ia selalu mengejar Daud untuk membunuhnya, karena ia iri kepada Daud.

Daud baru menjadi raja Israel secara de facto ketika Saul telah mati.

Selain mencatat kematian Samuel, kitab 1 Samuel juga mencatat tentang kematian Saul sebagai bagian terakhir dari kitab ini.

 

10. Kitab 2 Samuel

Kitab 2 Samuel adalah kitab yang mencatat tentang kisah raja Daud dan pemerintahannya.

Kitab 2 Samuel merupakan kelanjutan dari kitab 1 Samuel.

Jika dalam kitab 1 Samuel tiga tokoh penting dicatat, yakni Samuel, Saul, dan Daud, maka dalam kitab 2 Samuel ini hanya Daud yang menjadi tokoh utamanya.

Kitab ini dimulai dengan kabar kematian Saul yang diterima oleh raja Daud yang membuatnya sangat sedih.

Ketika Saul mati, maka Daud menjadi raja Israel sepenuhnya, pertama-tama atas suku Yehuda, suku Daud sendiri, kemudian atas seluruh Israel, setelah Isyboset, anak Saul, yang menjadi raja atas sebagian Israel, mati.

Kitab ini juga mencatat bagaimana Daud merebut kota Yerusalem dan menjadikannya sebagai ibukota pemerintahannya, yang sebelumnya di Hebron.

Lalu perjanjianTuhan dengan Daud, di mana Tuhan berjanji bahwa keturunan Daud tidak akan berhenti sebagai raja, yang kemudian diartikan sebagai janji tentang Mesias.

Kitab 2 Samuel juga mencatat tentang dosa Daud yang berzinah dengan Batsyeba, yang mengakibatkan anaknya mati dan gundik-gundiknya diperkosa oleh Absalom, anak kandung Daud, yang memberontak kepadanya dan mendeklarasikan dirinya sebagai raja Israel.

Daud bahkan terpaksa harus mengungsi dari Yerusalem ketika Absalom berusaha merebut kekuasaan dari Daud, ayahnya. Tetapi Absalom akhirnya tewas dalam pertempuran.

Kitab ini berakhir ketika Tuhan menulahi bangsa Israel akibat dosa Daud yang menghitung laskar Israel sehingga dianggap sebagai sebuah kesombongan yang tidak lagi mengandalkan Tuhan, melainkan mengandalkan kekuatan militer.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!