4 Fakta Tentang Yesus Sebelum Memulai PelayananNya

Fakta tentang Yesus sebelum memulai pelayananNya adalah hal-hal penting yang perlu diketahui seputar Yesus, termasuk hal-hal yang dilakukanNya, sebelum Ia resmi memulai pelayananNya di dunia.

Alkitab tidak mencatat kisah hidup Tuhan Yesus secara lengkap. Kitab-kitab Injil hanya mencatat sebagian dari kisah hidupNya, yakni kelahiranNya, masa kecilNya, masa pelayananNya, penyaliban dan kematianNya, serta kebangkitan dan kenaikanNya ke surga.

Baca juga: 10 Fakta Kisah Yesus Menurut Kristen

Alkitab tidak mencatat kisah hidup Yesus sejak Ia berusia 2 tahun, yang diyakini sebagai usia Yesus tatkala Ia diungsikan ke Mesir dan ketika Herodes Agung membunuh bayi-bayi di Betlehem (Matius 2:16), hingga Ia berusia 12 tahun, ketika orang tua Yesus membawaNya merayakan Paskah di Yerusalem (Lukas 2:42).

Dan setelah berusia 12 tahun, Yesus tidak pernah disebut lagi di Alkitab, hingga Ia berusia 30 tahun, tatkala Ia secara resmi memulai pelayananNya di dunia (Lukas 3:23).

Baca juga: 10 Fakta Tentang Yesus Menurut Alkitab

Dengan demikian Alkitab tidak mencatat kisah hidup Yesus saat Ia berusia 2-12 tahun dan saat berusia 12-30 tahun.

Hal ini telah banyak menimbulkan pertanyaan, baik dari antara orang percaya maupun orang yang tidak percaya.

Mereka mempertanyakan:

Baca juga: 10 Fase dalam riwayat hidup Yesus

Apa yang terjadi dengan Yesus pada usia 2 tahun hingga 12 tahun dan pada usia 12 tahun hingga 30 tahun?

Apa yang dilakukanNya pada masa-masa tersebut?

Dan kemana saja Ia pergi?

Inilah yang dibahas di artikel ini.

Berikut penjelasannya.

1. Yesus bertumbuh secara normal layaknya manusia pada umumnya

Hal pertama yang perlu kita ketahui tentang Yesus pada masa kecilNya adalah bahwa Ia bertumbuh secara normal layaknya manusia pada umumnya.

Di dalam Injil Lukas dua kali disebutkan bahwa Yesus mengalami pertumbuhan dalam segala hal.

Di dalam Lukas 2:40 disebutkan bahwa Yesus “bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”

Saat itu Yesus masih berusia 40 hari, yakni pada masa pentahiran, sesuai dengan peraturan dalam Hukum Taurat Yahudi (Lukas 2:22).

Jadi Yesus mengalami pertumbuhan secara normal dalam hal fisik, hikmat, dan spiritual atau kerohanian.

Selain itu, Alkitab juga menjelaskan proses pertumbuhan Yesus ketika Ia berusia 12 tahun.

Di dalam Lukas 2:52 disebutkan, “Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”

Di sini Yesus mengalami pertumbuhan yang semakin meningkat dibanding ketika berusia kanak-kanak.

Sekarang Ia mulai menginjak usia remaja, 12 tahun (Lukas 2:42). Karena itu pergaulan sosialNya juga semakin luas sehingga di sini ditekankan bahwa Ia semakin dikasihi  oleh manusia. Ia bertumbuh secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

Jadi jelaslah bahwa Yesus tidak tiba-tiba muncul sebagai orang dewasa, dengan pengetahuan, pemikiran, dan pengalaman orang dewasa. Tetapi melalui sebuah proses dan siklus hidup manusia pada umumnya.

Hal ini sangat penting sebab akan menghindarkan kita untuk menafsirkan hidup Yesus yang aneh-aneh, seperti melakukan keajaiban pada usia kanak-kanak, sebagaimana dikemukakan oleh sebagian orang.

Dengan demikan dapat kita simpulkan bahwa pada usia 2-12 tahun Yesus menjalani kehidupan yang normal layaknya manusia pada umumnya.

Demikian juga ketika berusia 12-30 tahun,  pasti Tuhan Yesus juga menjalani kehidupan yang normal sebagai remaja dan orang dewasa. Tidak ada yang aneh dalam pertumbuhan Yesus.

Inilah yang dimaksud oleh penulis Surat Ibrani, bahwa Yesus, Anak Allah, merendahkan diriNya dan menjadi sama seperti manusia yang adalah darah dan daging (Ibrani 2:14).

Artinya Ia mengikuti siklus hidup mereka dan cara hidup mereka.

2. Yesus tetap berada dalam pengasuhan orang tuaNya

Meskipun Yesus lahir di Betlehem, Yudea, namun Ia bertumbuh dan dibesarkan di kota Nazaret, Galilea. Itulah sebabnya Ia disebut sebagai orang Nazaret (Matius 2:23).

Di dalam Lukas 2:51 ditegaskan bahwa Yesus tetap berada di dalam pengasuhan kedua orang tuaNya.

Hal ini perlu ditegaskan karena ketika berusia 12 tahun Yesus didapati kedua orang tuaNya, Yusuf dan Maria, sedang berbincang-bincang dengan kaum ulama Yahudi di Bait Allah.

Saat itu Yesus bersama kedua orang tuaNya sedang pergi dari Nazaret ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Dan di Yerusalem mereka mencari Yesus yang sedang tidak bersama dengan mereka. Setelah tiga hari, mereka menemukan Yesus di Bait Allah.

Ketika kedua orang tuaNya bertanya mengapa Yesus meninggalkan mereka dan pergi ke Bait Allah, Yesus menjawab bahwa Ia harus berada di rumah BapaNya. Di sini Yesus menyingkapkan jati diriNya sebagai Anak Allah dan bahwa Ia harus berada di rumah BapaNya (Lukas 2:41-49).

Dari jawaban tegas Yesus ini mungkin orang akan mengira bahwa Yesus untuk seterusnya akan meninggalkan rumah orang tuaNya di Nazaret dan selalu berada di Bait Allah di Yerusalem. Tetapi Alkitab tidak menjelaskan demikian.

Alkitab justru mengatakan bahwa Yesus kembali ke rumahNya di Nazaret bersama kedua orang tuaNya dan bahwa Ia tetap berada dalam asuhan orang tuaNya.

Dari sini dapat kita ketahui bahwa sejak berusia 12 tahun hingga seterusnya, hingga Ia tampil melayani pada usia 30 tahun, Yesus tetap berada di rumah orang tuaNya, berada dalam pengasuhan mereka.

Tentu demikian juga ketika Ia berusia kanak-kanak hingga 12 tahun, Ia tetap berada dalam pengasuhan orang tuaNya.

Jadi Yesus bukan seorang petapa, yang bertapa seorang diri di hutan atau padang gurun seperti halnya Yohanes Pembaptis. Ia juga tidak hidup mengembara ke negeri orang di luar Nazaret, seperti yang diyakini oleh sebagian orang.

Kalaupun Yesus keluar Nazaret, itu hanya mengikuti perayaan Paskah Yahudi di Yerusalem setiap tahunnya (Lukas 2:40-41).

Yesus menjalani kehidupan yang normal layaknya manusia biasa hingga tiba saatNya Ia menyatakan diri kepada dunia.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!