4 Fakta Tentang Yesus Sebelum Memulai PelayananNya

3. Yesus belajar Taurat Yahudi

Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan dalam keluarga dan budaya Yahudi, Yesus tentu belajar Taurat, sebagaimana umumnya dengan anak laki-laki Israel/Yahudi.

Dalam tradisi Yahudi, setiap anak laki-laki diajarkan Hukum Taurat sejak masa kecilnya. Sehingga anak-anak tersebut dapat mengerti firman Tuhan dan hidup di dalamnya. Sebab Hukum Taurat adalah pedoman utama dalam segala aspek kehidupan keluarga Yahudi.

Mengajarkan Taurat kepada anak-anak adalah perintah Tuhan langsung kepada bangsa Israel, seperti dicatat dalam Ulangan 6:7. Ini merupakan tradisi turun temurun dalam setiap keluarga Yahudi hingga saat ini.

Demikianlah dengan Yesus, yang secara manusia lahir dan dibesarkan dalam keluarga Yahudi, pastilah belajar Taurat sejak kecil.

Tetapi selain belajar Taurat di dalam keluarga, Yesus tidak belajar agama lagi secara formal dalam sebuah sekolah keagamaan, seperti halnya para rabi Yahudi.

Hal ini terbukti dari respons orang-orang Yahudi yang sangat heran akan kemampuan Yesus dalam mengajar. Karena mereka mengenal Yesus hanya seorang anak tukang kayu (Matius 13:54-55) , yang tentu tidak memasuki sekolah agama secara formal.

4. Yesus bekerja membantu mencukupi kebutuhan keluarga

Selain belajar Taurat, Yesus juga bekerja untuk membantu ekonomi keluargaNya.

Alkitab mencatat bahwa pekerjaan Yesus dan orang tuaNya adalah tukang kayu. Jadi Yesus di masa remaja atau pemudaNya membantu ayahNya bekerja.

Tampaknya Yusuf sudah meninggal ketika Yesus masih remaja/pemuda, sebab namanya tidak pernah lagi muncul setelah mereka merayakan Paskah di Yerusalem saat Yesus berusia 12 tahun, seperti disebut di atas.

Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa Markus menyebut Yesus sebagai anak Maria (Markus 6:3), bukan anak Yusuf. Jadi saat itu Yusuf sudah meninggal, sehingga orang lebih mengenalNya sebagai anak Maria, ibu Yesus secara manusia yang pada saat itu masih hidup.

Jika demikian, maka Yesus sebagai anak sulung tentu menjadi tulang punggung keluarga dan meneruskan usaha ayahNya.

Mungkin karena itulah Injil Markus menyebutkan bahwa Yesus sendirilah yang tukang kayu (Markus 6:3), bukan orang tuanya. Padahal Injil Matius menyebut bahwa orang tua Yesus lah yang tukang kayu (Matius 13:55).

Apa yang ditulis oleh Markus tidak berarti bertentangan dengan apa yang ditulis oleh Matius. Yesus dan Yusuf benar sama-sama tukang kayu. Hanya saja kedua penulis Injil ini menulis dengan penekanan yang berbeda.

Matius lebih menyoroti latar belakang orang tua Yesus yang hanya berprofesi sebagai seorang tukang kayu. Sedangkan Markus lebih fokus pada latar belakang Yesus sendiri sebagai seorang tukang kayu, meneruskan pekerjaan ayahNya.

Itulah 4 fakta tentang Yesus sebelum Ia resmi memulai pelayananNya di bumi pada usia 30 tahun.

 

Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan-rekan jejaring sosial Anda (facebook, twitter, google plus, whatsapp, dll) melalui tombol share yang tersedia pada artikel ini.

 

Anda juga dapat memberikan tanggapan, komentar, saran atau pertanyaan seputar artikel ini pada kolom komentar yang tersedia di bawah. Tetapi semua komentar harus dimoderasi terlebih dahulu, dan hanya komentar yang memenuhi syarat yang akan dipublikasikan.

 

Silakan juga bergabung dengan Fans Page Facebook Rubrik Kristen dengan cara mengklik “Like” atau “Sukai” pada Fans Page Facebook Rubrik Kristen di situs ini, sehingga Anda selalu mendapat info artikel-artikel terbaru dari situs ini. Terima kasih. GBU.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!