4 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Pangkostrad

Artikel ini berisi tentang 4 Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad, baik Kristen Protestan maupun Kristen Katolik.

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) adalah sebutan terhadap pimpinan tertinggi dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Kostrad adalah satuan elit di tubuh TNI AD, yang punya sejarah panjang dalam bertempur  membela  NKRI.

Baca juga: 4 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Panglima TNI

Karena itu, Pangkostrad adalah salah satu jabatan paling bergengsi di tubuh TNI AD.

Boleh dikatakan Pangkostrad adalah jabatan tertinggi nomor tiga di TNI AD, setelah KASAD dan WAKASAD.

Dan banyak juga pemimpin tertinggi TNI AD (KASAD) bahkan pemimpin tertinggi di TNI (Panglima TNI) yang sebelumnya menjabat Pangkostrad.

Baca juga: 8 Jenderal Kristen Yang Pernah Menjadi Kasad Dan Wakasad

Itulah sebabnya jenderal yang dipilih menjadi Pangkostrad adalah jenderal yang terbaik.

Pangkostrad berada di bawah/bertanggung jawab langsung kepada KASAD.

Baca juga: 5 Jenderal Kristen Yang Sedang Bersinar

Nah, dari sekian banyak Pangkostrad yang pernah menjabat, terdapat juga Pangkostrad yang beragama Kristen.

Di sini akan dibahas tentang 4 Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad,  baik jenderal Kristen Protestan maupun jenderal Kristen Katolik.

Baca juga: 4 Pahlawan Revolusi Beragama Kristen

Keempat Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad ini menjabat pada masa  orde baru dan pada masa reformasi ini.

Satu di antara Pangkostrad Kristen ini kemudian  menjadi WAKASAD.

Siapa sajakah 4 Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad?

Berikut pembahasannya.

 

1. Letnan Jenderal Leo Lopulisa

Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad yang pertama adalah Letnan Jenderal Leo Lopulisa.

Letnan Jenderal Leo Lopulisa pernah menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dari 4 Januari 1975 hingga 19 Januari 1978.

Letjen Leo Lopulisa, merupakan keturunan Maluku, lahir di Bandung pada tanggal 23 November 1926.

Letnan Jenderal Leo Lopulisa sebelumnya pernah menjadi Panglima Kodam I/Bukit Barisan.

Jabatan terakhirnya di TNI adalah Panglima Kowilhan III/Sulawesi-Kalimantan (jabatan ini sudah tidak ada lagi saat ini) tahun 1978-1981.

Setelah pensiun dari dinas militer, Letnan Jenderal Leo Lopulisa menjadi Duta Besar Indonesia untuk Filipina dari tahun 1981 sampai 1983.

Letnan Jenderal Leo Lopulisa meninggal di Jakarta pada tanggal 14 September 2009.

Letnan Jenderal Leo Lopulisa cukup aktif dalam pelayanan Kristen, antara lain sebagai penasehat Persekutuan Injili Indonesia (PII), yang kini berubah nama menjadi Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII).

 

2. Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk 

Jenderal Kristen yang  pernah menjadi Pangkostrad yang kedua adalah Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk.

Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk pernah menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada tahun 1987 hingga tahun 1988.

Letjen Adolf Sahala Rajagukguk lahir di Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada 31 Desember 1938.

Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk mempunyai banyak penugasan di Timor Timur (TimTim). Antara lain menjadi Komandan Korem 164/Wira Dharma/Timor Timur, Panglima Kolakops TNI Timor Timur, dan Panglima Koopskam TNI Timor Timur.

Kemudian ketika berpangkat Mayor Jenderal (bintang dua) ia menjadi Panglima Kodam XIII Merdeka, Wakil Komandan Seskoad, Asisten Operasi KSAD, dan Panglima Kodam IX/Udayana.

Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk mencapai puncak karier militernya ketika dilantik menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

Jabatan inilah yang diembannya hingga ia pensiun dari dinas militer.

Setelah pensiun dari dinas militer, Letnan Jenderal Sahala Rajagukguk diangkat menjadi Duta Besar RI untuk India.

Letjen Sahala meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Pangururan, Sumatera Utara, pada 16 November 2002. Ia meninggal bersama istri dan iparnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!