Loading...
Loading...

4 Kewajiban Warganegara Terhadap Pemerintah Menurut Alkitab

Artikel ini membahas tentang 4 kewajiban warganegara terhadap pemerintah menurut Alkitab.

Orang Kristen adalah warganegara dari sebuah negara tertentu di dunia ini.

Karena itu orang Kristen mempunyai kewajiban-kewajiban sebagai warganegara terhadap pemerintah negaranya masing-masing.

Kita orang Kristen saat ini memang adalah warganegara surga (Filipi 3:20), di mana kelak kita akan berada selamanya.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Memperjuangkan Keadilan Dan HAM

Namun saat ini kita masih berada di dunia, sebagai warganegara suatu negara, karena itu kita masih punya kewajiban-kewajiban sebagai orang Kristen.

Kita sebagai orang Kristen tidak boleh menghindar dari kewajiban-kewajiban kita di dunia ini. Hukum dunia masih berlaku bagi orang percaya.

Baca juga: 10 Tokoh Alkitab Yang Melanggar HAM

Lagipula dunia ini masih tetap dalam kendali Tuhan (dan akan selamanya demikian), sekalipun dunia telah jatuh ke dalam dosa.

Alkitab mencatat setidaknya ada 4 kewajiban warganegara terhadap pemerintahnya.

Bukan suatu kebetulan bahwa kewajiban-kewajiban warganegara ini semuanya dicatat di dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, bukan dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Baca juga: 7 Tokoh Anti Korupsi Di Alkitab

Seperti kita tahu, di Perjanjian Lama, khususnya dalam konteks bangsa Israel sebagai umat pilihan Tuhan, sistem pemerintahannya adalah monarkhi (diperintah oleh raja), bahkan theokrasi (diperintah oleh Tuhan sendiri).

Dalam konteks demikian, kewajiban-kewajiban rakyat terhadap pemerintah sangat mutlak.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru, khususnya dalam konteks gereja dalam pemerintahan kaisar Romawi yang sudah berbentuk republik, kewajiban-kewajiban tersebut relatif lebih longgar.

Baca juga: 7 Tokoh Alkitab Yang Korupsi

Artinya kewajiban-kewajiban warganegara yang dicatat di dalam ayat-ayat di Perjanjian Baru, memang lebih relevan bagi orang Kristen pada masa kini.

Lalu, apa sajakah keempat kewajiban warganegara terhadap pemerintah menurut Alkitab?

Berikut pembahasannya.

 

1. Menghormati Pemerintah

Kewajiban warganegara terhadap pemerintah menurut Alkitab, yang pertama adalah menghormati mereka.

Rasul Petrus menulis,

“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.” (1 Petrus 2:13-14)

“Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petrus 2:17)

Menghormati pemerintah/tunduk kepada pemerintah artinya adalah bahwa kita sebagai rakyat/warga negara, mempunyai rasa hormat dan merasa segan kepada mereka.

Pemerintah yang dimaksud di sini adalah dalam pengertian yang luas, mencakup semua pemimpin dalam pemerintahan, di setiap levelnya.

Dimulai dari pemimpin tertinggi, yakni presiden, hingga pemimpin terendah, yakni ketua RT.

Jadi mencakup ketua RT/RW, kepala kampung/desa, camat, bupati/walikota, gubernur, presiden.

Tentu termasuk juga wakil presiden, para menteri, dan para pejabat lainnya di tingkat pusat dan daerah, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Sebagai warga negara yang baik, orang Kristen harus menghormati orang-orang seperti itu.

Kita tidak boleh merendahkan mereka, memfitnah, mengutuk, dan mengatainya dengan kata-kata yang keji (Pengkhotbah 10:20).

Kita boleh saja tidak setuju dengan kebijakan mereka, mengkritik mereka (apalagi dalam posisi sebagai oposisi pemerintah), tetapi tetap harus menaruh rasa hormat kepada mereka.

Orang Kristen boleh-boleh saja mendemo pemerintah, sebagai oposisi atau mahasiswa, tetapi tidak boleh anarkis, dan harus tidak mau dimanfaatkan oleh para “penumpang gelap”.

Sangat menarik bahwa dalam ayat-ayat yang dikutip di atas, rasul Petrus memerintahkan orang Kristen untuk menghormati pemerintah Romawi, yang pada saat itu kerap bertindak represif terhadap orang Kristen.

Hal ini berarti bahwa jika pemerintah yang lalim saja, yang bermusuhan dengan gereja, patut dihormati, apalagi pemerintah yang tidak lalim, yang memerintah di zaman demokrasi ini!

 

2. Menaati Pemerintah 

Kewajiban warganegara terhadap pemerintah menurut Alkitab, yang kedua adalah menaati mereka.

Kepada jemaat di kota Roma, rasul Paulus menulis,

“Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.” (Roma 13:1-4).

Kita orang Kristen bukan saja harus hormat kepada pemerintah, tetapi juga harus menaati mereka.

Alasannya menurut Alkitab, adalah karena setiap pemerintah yang ada di dunia ini pada dasarnya berasal dari Allah. Tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah.

Pemerintah adalah “hamba Allah” demi kebaikan rakyat.

Sehingga barangsiapa melawan pemerintah yang sah pada dasarnya ia melawan Tuhan sendiri, yang menetapkan para pemerintah tersebut.

Namun demikian, bahwa Allah yang menetapkan semua pemerintah di dunia ini tidak berarti bahwa Allah merestui semua kebijakan para pemerintah itu.

Tetapi maksudnya adalah bahwa tanpa seizin Allah, para pemerintah tersebut tidak mungkin bisa berkuasa (baik secara sah melalui pemilu maupun secara tidak sah melalui kudeta).

Menaati pemerintah berarti mengikuti segala aturan atau perundang-undangan yang berlaku, yang dibuat oleh pemerintah dalam setiap levelnya.

Contoh paling sederhana adalah kewajiban untuk memiliki KTP bagi warga yang berusia 17 tahun ke atas, dan mematuhi peraturan lalu lintas.

Atau, taat dan setia pada prinsip-prinsip bernegara (dalam konteks Indonesia, harus setia pada Pancasila sebagai dasar negara).

Tetapi ketaatan kepada pemerintah ada batasnya/tidak mutlak, jika diperhadapkan dengan ketaatan kepada Tuhan.

Jika peraturan pemerintah melanggar firman Tuhan, maka orang Kristen harus lebih memilih untuk taat kepada Tuhan daripada taat kepada manusia/pemerintah (Kisah Para Rasul 4:19; 5:29).

Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!