4 Khotbah Natal Jangan Takut

Artikel ini akan membahas tentang 4 Khotbah Natal dengan tema Jangan Takut, seperti yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada para tokoh Natal di Alkitab.

Natal atau kisah kelahiran Yesus Sang Juruselamat dunia selalu diperingati/dirayakan oleh sebagian besar umat kristiani di seluruh dunia.

Perayaan natal sudah menjadi suatu tradisi bagi kebanyakan denominasi gereja Kristen. Setiap tanggal 24 Desember malam dan 25 Desember setiap tahun, gereja-gereja sibuk merayakan natal.

Baca juga: 10 Khotbah Terbaik Tentang Natal

Bukan hanya itu, di sepanjang bulan Desember setiap tahun, bahkan juga hingga bulan Januari, natal dirayakan di mana-mana.

Tidak hanya di gereja, tetapi juga di persekutuan doa interdenominasi, persekutuan kantor, sekolah, kampus, lingkungan tempat tinggal dan perkumpulan-perkumpulan Kristen lainnya.

Dalam merayakan natal atau memperingati hari kelahiran Yesus Kristus, maka peran khotbah sangat penting.

Baca juga: 7 Makna Natal Yang Sesungguhnya

Khotbah merupakan inti atau puncak ibadah Kristen, khususnya denominasi gereja Protestan.

Demikian juga dalam ibadah-ibadah raya natal untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus, peran khotbah sangat penting.

Dan artikel di bawah ini akan menyajikan 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut”, seperti yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada para tokoh Natal di Alkitab.

Baca juga: 7 Alasan Mengapa Orang Kristen Merayakan Natal

Seperti kita tahu, khotbah-khotbah tentang natal biasanya adalah peristiwa-peristiwa seputar kelahiran Yesus dalam kitab-kitab Injil, yakni Injil Matius dan Injil Lukas.

Dan 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” dalam artikel ini semuanya diambil dari Injil Matius dan Injil Lukas.

Khotbah-khotbah natal ini mencakup peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah kelahiran Yesus.

4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” ini bertujuan untuk memberi renungan-renungan seputar natal bagi para pembaca dan yang relevan untuk diterapkan dalam hidup kita pada zaman modern ini.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Malaikat Gabriel Yang Perlu Anda Tahu

Dengan membaca 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” dalam artikel ini maka pembaca seperti mendengar suatu khotbah natal dalam ibadah natal yang mungkin hanya satu atau dua kali saja bisa diikutinya setiap tahun.

Artikel 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” ini juga perlu bagi para pembaca yang ingin lebih banyak lagi mengetahui dan merenungkan tema-tema khotbah yang berbau natal.

Baca juga: 7 Nubuat Perjanjian Lama Yang Yang Digenapi Saat Kelahiran Yesus

Selain itu, artikel berisi 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” ini juga dapat dijadikan sebagai bahan khotbah dalam ibadah natal di berbagai gereja atau di berbagai komunitas Kristen.

Para pengkhotbah tinggal menambahkan ilustrasi-ilustrasi, kerangka khotbah (poin-poin khotbah), atau bagian-bagian khotbah lainnya yang dianggap perlu pada khotbah/renungan Natal yang telah disediakan dalam artikel ini.

Baca juga: 7 Fakta Tentang Orang Majus Yang Perlu Anda Tahu

Sebab 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut” ini hanya dibuat secara singkat saja, hanya garis besarnya.

Karena itu perlu ditambahkan lagi sehingga dapat memenuhi durasi khotbah yang ideal (sekitar 20-40 menit).

Berikut 4 Khotbah Natal dengan tema “Jangan Takut”, seperti yang disampaikan oleh malaikat Tuhan kepada para tokoh Natal di Alkitab, yang perlu kita renungkan, khususnya di masa-masa natal ini.

 

1. Kepada Zakharia 

Zakharia adalah seorang imam Yahudi. Ia dan istrinya, Elisabet, sudah tua dan tidak mempunyai anak.

Selain itu, istrinya juga seorang yang mandul.

Tetapi Zakharia beserta istrinya adalah orang benar di hadapan Tuhan.

Suatu ketika ia bertugas di Bait Suci untuk membakar ukupan (berdoa).

Tiba-tiba seorang malaikat menampakkan diri kepadanya.

“Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.

Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.

Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.”

(Lukas 1:11-13).

Adalah wajar jika Zakharia terkejut dan takut ketika ditemui oleh malaikat Gabriel.

Tetapi malaikat Gabriel menghiburnya dengan berkata agar dia tidak takut.

Sebab doanya sudah dikabulkan Tuhan.

Istrinya akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak dan hendaklah ia menamainya Yohanes.

Dialah Yohanes Pembaptis, perintis jalan bagi Sang Mesias, Yesus Kristus.

 

2. Kepada Maria

Maria adalah ibu Yesus.

Ia merupakan perempuan sederhana yang tinggal di kota Nazaret, Galilea.

Ia masih gadis dan sedang bertunangan dengan Yusuf, ketika malaikat Gabriel datang kepadanya untuk memberitahukan bahwa ia akan melahirkan Juruselamat dunia.

Ketika Maria mendengar bahwa ia akan mengandung, maka ia sangat terkejut.

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.”

(Lukas 1:28-31).

Adalah wajar jika Maria terkejut akan kedatangan malaikat Gabriel di rumahnya serta perkataannya kepada Maria.

Tetapi malaikat Gabriel menjelaskan kepada Maria bahwa ia beroleh kasih karunia Allah.

Ia akan mengandung seorang anak laki-laki yang akan menjadi Juruselamat dunia.

Maria bertambah bingung. Sebab saat itu ia belum menikah.

Dan hamil di luar nikah adalah aib besar yang sangat memalukan.

Namun malaikat Gabriel mengatakan bahwa Maria akan mengandung Juruselamat dari Roh Kudus.

Jadi ia mengandung bukan dari manusia, karena Anak yang dikandungnya itu juga bukan manusia biasa, yang lahir dari hubungan suami-istri, tetapi Dia adalah Tuhan sendiri yang datang ke dunia.

Kemudian, Maria pun mencoba untuk percaya kepada ucapan Gabriel dengan berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!